Tangis, sebuah kata pendek dengan beragam makna. Ia mengeskpresikan rasa sakit, takut, sedih, kecewa, ditinggal orang yang dicintai, minta belas kasihan, bahkan karena rasa bahagia. Ia tidak mengenal tempat, waktu, jenis kelamin, dan status sosial seseorang. Bahkan, Presiden SBY pun sempat menangis karena banyaknya hujatan yang ditujukan kepadanya akhir-akhir ini. Padahal, dia merasa telah berbuat banyak memimpin negei ini.
Senang, susah, gelisah, kecewa, bahagia, ceria dan sejenisnya merupakan kondisi psikologis seseorang yang umum kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Orang merasa senang jika kebutuhan terpenuhi atau cita-citanya berhasil. Sebaliknya, jika cita-citanya gagal orang menjadi susah. Orang bisa gelisah jika tugas-tugas yang diamanahkan ternyata tidak tuntas diselesaikan.
Saya sering bertanya kepada diri saya sendiri mengapa saya mengalami konflik batin ketika melihat seorang mahasiswa senior---di kampung tempat tinggalnya disebut Ustad---yang tampak sopan dan santun di kampus itu ternyata di masyarakat sekitarnya menjadi buah bibir orang. Saya semakin gelisah ketika mengetahui bahwa mahasiswa tersebut sudah sering diminta memberikan kotbah dan ceramah-ceramah keagamaan di hari-hari besar Islam dan di kesempatan-kesempatan lain seperti pengajian ibu-ibu dan jama’ah tahlil di kampung-kampung. Dan, menurut informasi dari para jama’ah kotbah dan ceramahnya menarik, sehingga semakin hari banyak orang mengundangnya. Saya juga berpikir jelek bagaimana caranya memberitahu orang-orang agar tidak mengundang dia. Tetapi apa tindakan saya ini benar?
Pada era globalisasi seperti sekarang ini di mana setiap orang mempunyai hak mendapatkan kehidupan yang lebih baik membuat persaingan semakin keras untuk mengejar sukses. Oleh sebab, itu setiap orang harus membekali dirinya menuju kesuksesan. Salah satu bekal memperoleh sukses itu adalah bagaimana kita bergaul dengan orang lain. Dalam kehidupan sosial, tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa bergaul dengan orang lain, sebab hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Keberhasilan hidup seringkali tergantung pada seberapa jauh dan luas pergaulan kita. Ada orang yang sebenarnya tak memiliki kelebihan-kelebihan mencolok, tapi sanggup memainkan peran penting dan sukses dalam hidupnya. Apakah orang ini memang dilahirkan dengan bakat, pembawaan, dan naluri bergaul yang baik sehingga mempesona pihak lain dan lalu menyalahkan diri sendiri, apalagi menyalahkan Tuhan mengapa kita tidak dikaruniai sikap demikian?
The purpose is to contribute to knowledge about education and to the practice of education.
and humans are necessarily social beings”
Bahasa mempunyai kaitan yang erat dalam proses komunikasi. Tidak ada satu peristiwa komunikasipun yang tidak melibatkan bahasa. Komunikasi pada hahekatnya adalah proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima. Hubungan komunikasi antara pengirim dan penerima, dibangun berdasarkan penyusunan kode atau simbol bahasa oleh pengirim (chiffrement) dan pembongkaran kode atau simbol bahasa oleh penerima (dechiffrement) (Rusdiarti, 2003: 35).
Tak siapapun menyangkal peran penting bahasa dalam kehidupan manusia. Dengan bahasa, manusia dapat saling berkomunikasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta kebudayaan dalam rangka membangun peradaban yang lebih baik. Bahasa menyimpan seluruh warisan peradaban manusia. Pencarian makna sejarah suatu bangsa, misalnya, dilalui lewat bahasa, sebab ke dalam bahasalah bangsa tersebut menitipkan seluruh pesan, harapan, cita-cita dan pengalaman hidup mereka bagi generasi berikutnya.