HUMAS-Asesor Independen atau Manager Tim Konsultan Ilhamuddin, S.Psi., MA yang sekaligus dosen aktif Fakultas Psikologi UB mengajak seluruh pejabat eselon III dan IV UIN Maliki Malang yang akan mengikuti proses asesmen untuk melakukan self assessment sendiri sebelum proses Case Analysis dilaksanakan. Rabu (14/9).
Ilham menjelaskan bahwa hari pertama sikotes ini peserta harus melalui tiga tahapan utama yaitu sikotes yang dilaksanakan secara online, kemudian self assessment, dan selanjutnya case Analysis. "Proses penggalian data kompetensi ini harus diisi sesuai dengan kebutuhan, sehingga aspek yang digali bisa tepat sasaran," paparnya.
Demi kelancaran proses asesmen ini, setiap peserta diminta untuk membawa laptop sehingga hal ini bisa memperlancar proses asesemn secara online. "Setelah proses psikotes hari pertama selesai di hari kedua peserta harus mengikuti thapan selanjutnya yaitu wawancara dan evaluasi hasil," jelasnya.
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, melalui Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) menggelar uji kompetensi bagi pejabat Eselon III dan IV di lingkungan UIN Maliki Malang yang dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari Rabu-Kamis (14-15/9).
Mengawali sambutannya, Karo AUPK Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd yang sekaligus menjadi penanggung jawab pelaksanaan asesmen ini menyampaikan bahwa peserta asesmen kali ini sebanyak 36 orang yang terdiri dari eselon III dan IV yang sudah pernah menjabat dijabatan tertentu. "Asesmen ini dilakukan dua tahun sekali untuk memenuhi kebutuhan jabatan fungsional yang kosong serta untuk kebutuhan rotasi pegawai ASN di UIN Maliki Malang," paparnya.
Setiap ASN harus memiliki rekam hasil asesmen. Pasalnya, data asesmen ini menjadi basis analisis data saat terjadi proses rotasi pegawai ASN, sehingga acuan pimpinan mengambil keputusannya bisa diambil dari data hasil asesmen ini. "Semoga asesmen selama dua hari ini bisa berjalan dengan baik dan menemukan calon pemimpin yang handal sesuai kompetensinya," harapnya.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Singgah Lt.3 itu dihadiri langsung oleh Tim asesemen Biro Kepegawaian Kemenag RI Dian Sapalawati dan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. dalam sambutannya WR II menyampaikan bahwa asesmen ini bertujuan untuk mengisi kekosongan sejumlah jabatan, serta mengevaluasi kemampuan kerja, pejabat eselon III dan IV dijabatan masing-masing.
Wakil Rektor Bidang AUPK, mengatakan pelaksanaan uji kompetensi atau asesmen ini juga untuk mengevaluasi kemampuan para pejabat dalam mengatasi berbagai persoalan dijabatan masing-masing.
Uji kompetensi ini, kata dia, jangan dimaknai hanya sebatas formalitas saja, namun harus dipahami sebagai momentum evaluasi diri untuk menguji kompetensi yang dimiliki dengan semaksimal mungkin. "Semoga dengan Asesemen ini, kedepan kita bisa mengambil langkah-langkah tepat dalam mengatasi persoalan di UIN Maliki Malang untuk menyongsong UIN Malang menuju kampus yang unggul bereputasi internasional," paparnya.
Oleh sebab itu, kata dia, melalui asesmen ini, peserta diharapkan bisa mengikuti kegiatan ini dengan maksimal dan profesional sehingga asesmen ini menghasilkan data yang valid untuk upaya perbaikan terhadap kemampuan masing-masing calon pemimpin di UIN Maliki Malang. "Saya berharap semua peserta mampu menyesuaikan diri untuk menyongsong internasionalisasi kampus ini yang ditargetkan hingga 2025 mendatang," harap Ilfi, saat memberikan pengarahan dalam sambutannya.
HUMAS-Sore ini, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA kembali melakukan penandatanganan nota kerjasama atau MoU dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Tenaga Adminsitrasi Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia yang dipimpin oleh Dr. H. Syafi’i, M.Ag. Senin (12/9).
Kegiatan MoU kali ini berlangsung di ruang Rektor dengan dihadiri langsung Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, Karo AUPK Dr. Ahmad Hidayatullah, Kepala OKH Umi Hanik, serta rombongan dari Pusdiklat kemenag RI. Dalam sambutannya, Syafi’i menyampaikan rasa terimakasih kepada UIN Maliki Malang yang telah menerima dan mau menandatangin kerjasama ini. Tentu, sudah menjadi harapan bersama bahwa kerjasama ini kedepannya untuk memberikan berbagai macam jenis pelatihan guna meningkatakn mutu SDM dan para staf administrasi di lingkungan UIN Maliki Malang. “Dengan begitu, UIN Maliki Malang bisa memberikan pelatihan peningkatan SDM bagi ASN di kampus ini,”paparnya. UIN Maliki Malang, kata dia, merupakan salah satu PTKIN terbaik dan cukup besar dan sudah saatnya harus memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Untuk itu, melalui kerjasama ini diharapkan kedua belah pihak bisa saling memberikan manfaat untuk peningkatan mutu SDM bagi ASN di lingkungan Kemenag RI. “Saya menyambut gembira ajakan kerjasama ini, dan kami akan komitmen atas jalinan kerjasama yang disepakati hari ini,” tegasnya. Syafi’i berharap, Kedepan UIN Maliki Malang bisa mendiri menjadi tenaga pemberi pelatihan seperti yang dilakukan oleh Pusdiklat di Kemenag RI. “Saya yakin kedepan UIN Maliki Malang bisa dijadikan mitra kerjasama untuk memberikan pelatihan kepada ASN di lingkungan Kementerian Agama RI,” harapnya. Sementara itu, Prof. Zainuddin, menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah dilakukan UIN Maliki Malang dengan Pusdiklat Tenaga Administrasi, dan insyaallah UIN Maliki Malang selalu siap untuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan mutu SDM sepert ini. “Alhamdulillah, UIN Maliki Malang juga sudah melakukan berbagai macam kerjasama dengan Kemenag, karena ini sudah menjadi tujuan kami untuk menjadi perguruan tinggi unggul dan bereputasi internasional,” paparnya.
Rektor juga menginformasikan bahwa, beberapa hari yang lalu, UIN Maliki Malang juga sudah melakukan workshop persiapan dari satker BLU menuju PTN-BH. Sehingga dengan begitu kampus berlogo Ulul Albab ini bisa mandiri secara otonom. “Jika ini berhasil, maka UIN Maliki Malang merupakan satu-satunya PTKIN yang memiliki badan hukum secara otonom,” jelasnya. Ini semua, tambah dia, tidak lain dalam rangka menuju visi besar kampus Islam ini yaitu menjadi perguruan tinggi unggul bereputasi internasional. “Ini “sudah menjadi cita-cita besar kita bersama,” pungkasnya.
HUMAS-Sedikitnya jumlah publikasi artikel jurnal bereputasi dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), salah satunya diakibatkan lemahnya kemampuan dalam menuangkan pikiran, dan gagasan menjadi tulisan atau artikel jurnal yang layak untuk di publikasikan di jurnal yang bereputasi.
Rendahnya publikasi ilmiah peneliti dari PTKIN di Indonesia pada jurnal ilmiah bereputasi international merupakan faktor penting penghalang masuk ke jajaran World Class University Rangking (QS WUR). Data Scopus dan Sinta versi-3, Ristekdikbud, per Juli 2022, hanya 2 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang telah melampaui batas minimal untuk masuk Perguruan Tinggi Rangking Dunia (QS WUR), yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Gunung Jati Bandung, yang telah berhasil mencapai lebih dari 1.100 artikel di publikasikan di Scopus, sebagai persyaratan untuk masuk list World University Rangking.
Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi serta Kaprodi S2 Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai nara-sumber dalam kegiatan Studium Generale, dengan tema “Memadukan Sistem Perkuliahan Dengan Penulisan Artikel di Jurnal Internasional Bereputasi”, di Ruang Auditorium Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin, (9/9).
Sebenarnya potensi untuk meningkatkan kualitas, dan kuantitas serta jumlah publikasi di jurnal bereputasi sangat besar, diantaranya dengan melakukan pembimbingan secara serius pada mahasiswa yaitu skripsi, tesis, dan disertasi, untuk disesuaikan format nya dengan template jurnal yang akan dituju. Untuk mengubah skripsi, tesis, dan disertasi menjadi artikel jurnal baik di sinta maupun indeks scopus, maka harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya adalah dipastikan bahwa skripsi, tesis, dan disertasi tersebut terdapat research fenomena, research gap, dan novelty (kebaharuan). Selain itu juga harus memperhatikan pengutipan dalam jurnal agar tidak terjadi plagiasi yang menyebabkan artikel ditolak. Hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah memperbanyak referensi terutama jurnal internasional bereputasi, untuk meyakinkan bahwa artikel tersebut kuat secara literature serta body of knowledgenya. Memastikan perlunya penggunaaan software mendeley ataupun zotero, untuk memudahkan pembuatan referensi atau daftar pustaka. Aplikasi ini juga bisa mendeteksi plagiatisme, serta yang terpenting adalah mampu membuat proses penulisan daftar pustaka, daftar isi, tata cara mengutip hingga menemukan referensi dari sumber yang valid, pesan Prof Sani
Kegiatan Studium Generale tersebut dibuka oleh Direktur Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. H. Zulfa Jamalie, S.Ag.,M.Pd. Dalam sambutannya Prof Zulfa mengingatkan bahwa pengembangan karya tulis ilmiah merupakan bagian tak terpisahkan dari kompetensi dosen sebagaimana tertuang dalam konsep tridarma perguruan tinggi, yakni tugas seorang dosen meliputi tiga komponen, melakukan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan karya ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dari ketiga komponen tersebut, lanjut Prof Zulfa, selama ini penelitian dan karya ilmiah merupakan komponen yang masih perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebab, tidak sedikit dosen yang terkendala dalam melakukan penelitian maupun penulisan karya ilmiah. Banyak dosen yang hanya menghabiskan waktu bekerjanya untuk mengajar saja. Sementara tugas melakukan penelitian, menulis karya ilmiah maupun pengabdian masyarakat seringkali terabaikan, katanya. Kegiatan stadium generale ini diikuti oleh sekitar 80-an peserta yang terdiri dari dosen-dosen pascasarjana serta mahasiswa S2 dan S3 di lingkungan Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin.
Kegiatan tersebut berlangsung secara serius tetapi santai, banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta terutama karena masih minimnya pengetahuan terutama bagaimana melihat dan mendeteksi apakah jurnal tersebut benar-benar bereputasi dan berdampak, bisa dilihat dari Quartile serta SJR nya, untuk menghindari jurnal-jurnal predator, cancelled, maupun hijack jurnal yang semakin banyak. Sehingga perlu kehati-hatian, terutama bagi dosen yang akan mengajukan ke Guru Besar/ Profesor, agar jurnal nya diakui clear and clean sebagai syarat khusus. Kegiatan berlangsung lebih kurang 3 (tiga) jam ini ditutup dengan penyerahan cindera mata oleh Direktur Pascasarjana UIN Antasari Banjarmasin kepada pemateri. (San)
Para wisudawan mengikuti prosesi pengukuhan di gedung SC.
HUMAS-Pagi ini, Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar rapat terbuka dalam rangka wisuda Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2 & S3) Periode III, Sabtu (3/9).
Kali ini UIN Malang mengukuhkan 800 wisudawan dengan rincian Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sejumlah 156 wisudawan, Fakultas Syariah 152 wisudawan, Fakultas Humaniora 75 wisudawan, Fakultas Psikologi 85 wisudawan, Fakultas Ekonomi 122 wisudawan, Fakultas Sains dan Teknologi 34 wisudawan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan 16 wisudawan, dan Program Pascasarjana sebanyak 160 wisudawan.
Tepat pukul 08.30 WIB Ketua Senat UIN Malang Prof. Dr. H. Muhtadi Ridwan, M.Ag membuka rapat senat. Sebelum rapat dilanjutkan Ketua Senat menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya ananda Ilham Yusuf Akbar Putra Bapak M. Zainuri dan Ibu Fadilah asal Japanan Pasuruan, Fakultas Sains dan Teknologi Prodi Teknik Informatika yang hari ini meninggal dunia saat hendak dikukuhkan sebagai wisudawan di UIN Malang. "Semoga Almarhum husnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," doanya seraya diiringi bacaan surat Al-Fatihah ribuan undangan yang hadir.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M. Ag menyampaikan laporan akademiknya kepada para wali wisudawan. Berdasarkan data yang masuk, lulusan di UIN Maliki Malang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dilihat dari kuantitas jumlah lulusan yang tepat waktu. "Alhamdulillah jumlah lulusan di UIN Malang mengalami peningkatan pasca pandemi ini, dan semoga UIN Maliki Malang semakin baik lagi dan menelurkan generasi yang unggul," harapnya.
Usai laporan akademik, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA langsung mengukuhkan 800 wisudawan periode III tahun 2022.
Kamis, 1 September 2022 . in Kegiatan . 4297 views
Selamat kepada Humas UIN Maliki Malang atas diraihnya juara III dalam ajang lomba video kreatif dengan tema Ayo Kuliah di PTKIN yang diselenggarakan oleh Panitia Pusat UM-PTKIN Kemenag RI
HUMAS-Ketua Komisi Pemilihan Umum RI Hasyim Asy'ary, S.H., M.Si., Ph.D hadir memberikan kuliah tamu dengan tajuk "Pendidikan dan Pendewasaan Politik Bagi Mahasiswa dalam mewujudkan Penyelenggaraan Pemilu 2024 yang Berintegritas" ini sekaligus dilakukan penandatanganan nota kerjasama atau MoU antara KPU RI dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, disaksikan para pimpinan dan sivitas akademika yang berlangsung meriah di Aula Rektorat Lt.5. Juma'at (26/8).
Sebelum kuliah tamu berlangsung, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang saat ini memiliki 8 Fakultas dengan 48 program studi dan tiga ribu lebih mahasiswa UIN Maliki Malang hafal Alquran. Mahasiswa penghafal Alquran ini di bawah bimbingan lembaga HTQ ini diharapkan bisa menjadi calon pemimpin bangsa ini kedepan. "Pemimpin bangsa yang sekaligus hafal Al-Qur'an insyaAllah akan hadir dari UIN Maliki Malang," tegasnya sembari disertai aplaus dari audien yang memenuhi kursi di ruangan aula tersebut.
Selain itu, tambah dia, UIN Maliki Malang merasa bahagia bisa melakukan kerjasama dengan KPU RI yang diketuai Hasyim Asy'ary, S.H., M.Si., Ph.D semoga kedepan pelaksanaan proses pemilihan umum bisa berjalan sukses dan tidak ada halangan apapun, sehingga dapat mengusung pemimpin yang memiliki integritas yang tinggi. "Sehingga Indonesia kedepan menjadi negara yang bermartabat dan bisa menjadi pionir dunia," harapnya.
Pak Hasyim, sapaan akrab Hasyim Asy'ary, S.H., M.Si. ini Ph.D mengajak mahasiswa UIN Maliki Malang untuk tidak hanya cerdas secara intelektual saja. Akan tetapi, juga kaya akan pengalaman di lapangan, sehingga lulus memiliki kama puan secara kognitif, logis dan kritis bisa dimiliki. "Jadi jangan pernah mengaku pernah kuliah di UIN Maliki Malang jika lulusannya tidak mampu kritis dan berfikir logis," tegasnya.
Menjadi mahasiswa itu harus memiliki knowladge atau ilmu yang lebih, pasalnya mahasiswa yang dikenal sebagai agen perubahan tentu harus memiliki nalar kritis yang semuanya itu di dapat dan dipelajari selama kuliah. "Asah kemampuan adik-adik mahasiswa untuk memiliki publik speaking yang baik. Karena itu penting untuk berhadapan dengan masyarakat," terangnya.
Selain itu, tambah dia, mahasiswa harus memiliki kemampuan menulis. Saking pentingnya menulis, sejarah membuktikan bahwa kekuatan tulisan itu sangat dahsyat sekali dalam memberikan perubahan dan warna di negeri ini. "Ayo, selain belajar kritis dan logis, kemampuan menulis juga sangat penting sekali untuk dikuasai," pesannya.
Bupati Malang Drs. HM. Sanusi, MM pagi ini hadir di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk melakukan penyerahan hibah tanah seluas 12 ha (hektar) kepada kementerian Agama RI. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Jenderal Kemenag RI Nizar Ali, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA beserta wakil dan para dekan, kepala SPI serta Kepala Pusat di UIN Maliki Malang. Jumat (26/8). Penandatanganan tanah ini diserahkan langsung oleh Bupati Malang, Drs. HM. Sanusi, MM kepada Sekjen Kemenag RI Nizar Ali yang berlangsung khidmat di ruang lobby rektorat lt.1. Dalam sambutannya Sanusi menyampaikan bahwa hibah tanah ini merupakan amanah dari presiden kepada pemerintah daerah. Presiden Jokowi meminta agar para Bupati dalam penataan program kerjanya tidak muluk-muluk. “Cukup kembangkan di tiga sektor saja, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi,”paparnya menirukan intruksi presiden jokowi saat di undang ke Jakarta. Sanusi merasa senang sekali jika pendidikan di kabupaten Malang ini bisa tumbuh dan berkembang untuk menyiapkan generasi bangsa yang unggul. Untuk itu, Kabupaten Malang terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan cara menggandeng perguruan tingg seperti UIN Maliki Malang ini. “Saya ini alumni UIN Malang, jadi saya ingin kehadiran UIN Malang bisa meningkatkan mutu pendidikan baik di sektor pendidikan agamanya mapun eksaktanya,” harapnya.
Semoga, kata Sanusi, tanah yang dihibahkan dari pemkab Malang kepada kementerian Agama RI ini bisa segera direalisasikan untuk pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Kabupaten Malang. “Semoga tidak lama lagi UIN Malang bisa mendirikan Fakultas Agrokompleks di atas lahan seluas 12 ha tersebut,”tutupnya. Sementara Itu Sekjen Kemenag RI Nizar Ali menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemkab Malang yang telah memberikan hibah tanahnya untuk kepentingan pengembangan pendidikan di Kemenag RI. Insyaallah, hasial penandatanganan serah timah hibah tanah ini akan segera ditindak lanjuti sesuai dengan tujuannya yaitu pengembangan pendiiakan khsusnya bagi UIN Maliki Malang. “Semoga apa yang menjadi harapan baik kita bersama ini bisa segera terwujud,” harapnya.
Hal senada juga disampaikan Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA bahwa dirinya selalu melakukan koordinasi baik dengan Gubernur Jatim maupun pemerintah daerah Kabupaten Malang. Proses penyerahan hibah tanah untuk dialih fungsikan sebagai pengembangan pendidikan ini sudah disetujui kedua belah pihak, sehingga hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi UIN Malang dan Pemkab Malang. “Hari ini Saya bahagia sekali bisa menyaksikan langsung sejarah penandatanganan hibah tanah ini, dan semoga bisa memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat,” ungkapnya.