HUMAS-Tahapan seleksi jalur mandiri yang digelar secara online dengan sistem tes berbasis komputer atau CBT di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pagi ini diikuti sebanyak 6.346 peserta, Rabu (27/7).
Jumlah itu mencakup calon mahasiswa program sarjana (S-1) dan program pascasarjana jalur fast track maupun reguler dengan rincian program sarjana sejumlah 5775 peserta, program profesi 56 peserta, Program magister 458 peserta dan program doktor sebanyak 57 peserta.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menjelaskan bahwa jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah. Pasalnya khusus jalur mahasiswa luar negeri pendaftarannya masih terus berlanjut hingga akhir Juli ini. "Alhamdulillah pendaftar mandiri 2022 ini melebihi apa yang kami targetkan," terangnya.
Prof. Umi berharap, semakin banyaknya peserta mandiri ini, tentu akan memberikan ruang bagi UIN Maliki Malang dalam menseleksi calon mahasiswa unggulan. Sehingga untuk menghasilkan output yang berkualitas dibutuhkan proses seleksi atau input calon mahasiswa yang unggul. "Semoga sleksi mandiri ini bisa menghasilkan calon mahasiswa terbaik," harapnya.
Untuk itu, tambah dia, ketatnya persaingan di jalur mandiri ini peserta harus betul-betul menyiapkan diri agar bisa lulus dalam seleksi ini," pesannya.
Hal senada juga disampaikan Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M Zainuddin, MA orang nomor wahid di kampus berlogo ulul albab itu meminta agar jangan ada peserta yang mengalami kendala jaringan, usahakan cari lokasi yang jaringannya stabil agar saat mengerjakan soal ujian mandiri tidak terjadi putus nyambung atau error. "Tes CBT ini memang butuh jaringan yang stabil," terangnya.
Prof. Zain berharap, proses seleksi mandiri ini bisa diikuti secara maksimal oleh peserta. Pasalnya, kuota jalur mandiri 2022 ini hanya tersedia 1310 kursi saja. "Jadi yang diterima tidak lebih dari 1310," ungkapnya.
Semua calon mahasiswa dan orang tua wali tentu berharap putra putrinya bisa masuk semua. Akan tetapi UIN Maliki Malang belum bisa menerima mahasiswa lebih dari 500 mahasiswa. Hal ini, karena masih terkendala kapasitas kamar yang tersedia di ma'had al Aly. "Insyaallah kedepan, jika kampus tiga sudah dibangun beserta ma'hadnya bisa menerima hingga 70 ribu mahasiswa," infonya.
Untuk itu, tambah dia, mohon bantuan doanya agar proses pembangunan di kampus tiga bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan bersama. "Semoga UIN Malang sesuai roadmapnya bisa menjadi kampus unggul bereputasi internasional," doanya.
HUMAS-Pagi ini, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar tes uji coba CBT jalur Mandiri melalui zoom dan youtube. Kali ini jumlah pendaftar S1 jalur mandiri mencapai 5.775 peserta dan total keseluruhan baik S1 maupun program pascasarjana mencapai 6.346 peserta. Senin (25/7).
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M Zainuddin, MA berharap seluruh peserta uji coba CBT jalur mandiri bisa mengikuti dengan baik sehingga saat ujian yang sesungguhnya pada 27-28 Juli ini peserta bisa maksimal dan lulus menjadi calon mahasiswa unggulan di UIN Maliki Malang. "Usahakan saat ujian jaringannya kuat agar proses ujian bisa berjalan lancar," pesannya.
Selain itu, tambah rektor, siapkan juga mental dan fisik.Jangan panik, grogi, apalagi gugup. Kerjakan setiap soal dengan tenang sehingga bisa lebih fokus dan konsen saat menentukan jawabannya dalam setiap soal. "Jadi maksimalkan uji coba CBT mandiri, sehingga pada hari H bisa lebih siap lagi," harapnya.
Kegagalan, kata dia, bisa disebabkan mental yang tidak siap sehingga saat ujian peserta banyak melakukan kesalahan karena gugup dan panik. Untuk itu tetaplah tenang dan jaga kesehatannya. "Jika peserta sehat lahir batin insyaallah tes CBT mandiri ini bisa dilaksanakan dengan baik," tegasnya.
Rektor menambahkan, sleksi Mandiri ini bersifat kompetitif dan semua peserta harus saling bersaing. Pasalnya, kuota jalur mandiri ini hanya tersedia 1.310 kursi saja. Sehingga satu banding lima dn itu artinya satu peserta harus bersaing dengan lima peserta. "Dalam setiap tahunnya UIN Maliki Malang tidak bisa menerima mahasiswa baru lebih dari 5000 karena terkendala kapasitas ma'had. Jadi harap dimaklumi," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag juga menegaskan bahwa ketatnya persaingan di jalur Mandiri ini tentu diharapkan bisa mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas, sehingga untuk mencapai mimpi kampus ini menuju Perguruan Tinggi yang unggul dan bereputasi internasional dibutuhkan input dan output lulusan yang berkualitas juga. "Saya berharap, seleksi uji coba CBT jalur Mandiri ini bisa lebih kompetitif lagi sehingga mendapatkan calon mahasiswa yang unggul dan berkualitas," harapnya.
HUMAS-Setelah melakukan evaluasi secara berkala, Karo AUPK Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. Ahmad Hidayatullah mengajak seluruh karyawan untuk bekerja lebih disiplin lagi. Senin (25/7).
Disiplin jangan hanya diartikan bekerja tepat waktu saja, itu hanya sebagian kecil dari aspek disiplin. Displin itu untuk membangun sensitifitas pekerjaan agar bisa terselesaikan dengan baik, tepat waktu dan tepat sasaran. "Untuk itu, pekerjaan yang sudah melekat tidak usah menunggu instruksi dari pimpinan, cukup lakukan koordinasi saja itu sudah cukup," paparnya.
Hal yang mekanistis tidak usah menunggu perintah lagi dari pimpinannya, mulailah belajar untuk membangun sensitivitas pekerjaan agar semua berjalan dengan baik. Pasalnya, semua akan berdampak pada pelayanan prima kepada stakeholder kita yaitu mahasiswa di kampus ini. "Layanan yang baik akan membawa kampus ini menjadi unggul bereputasi internasional," tegasnya.
"Meskipun banyak pekerjaan yang diurus, layanan mahasiswa harus tetap diutamakan," pungkasnya.
HUMAS-Pendaftaran program sarjana (S1) dan fast track program Pascasarjana jalur mandiri tulis hari ini terakhir pendaftaran, Jumat (22/7).
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag siap mensupport suksesnya proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri. Meski PMB jalur mandiri ini sudah menjadi kegiatan rutinitas tahunan tentu di butuhkan persiapan yang matang dari tim panitia. "Saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya kepada tim PMB UIN Maliki Malang dan semoga seleksi mandiri ini bisa menghasilkan calon mahasiswa yang unggul," harapnya.
Untuk itu, tambah dia, panitia sudah menyiapkan skema uji coba yang dijadwalkan pada 25 Juli 2022. Proses uji coba seleksi mandiri memang harus dilakukan untuk mengurangi trial and error, sehingga bisa diatasi sebelum proses ujian yang sesungguhnya berlangsung. "Karena mandiri proses seleksinya masih online maka dibutuhkan uji coba terlebih dahulu," tegasnya.
Jumlah pendaftar jalur mandiri tulis hingga pukul 14.30 WIB sudah mencapai 5364 peserta, jumlah ini sudah melebihi target yang sudah ditetapkan oleh pimpinan. Hal ini patut disyukuri karena ini merupakan anugerah dari Allah SWT, sehingga semakin banyak peserta yang mendaftar akan semakin mudah dalam menseleksi calon mahasiswa yang unggul. "Semoga proses seleksi tanggal 27-28 Juli 2022 bisa berjalan lancar tanpa ada kendala apapun," harapnya.
Sementara itu, Karo AAKK Dr. Barnoto menegaskan bahwa pelaksanaan ujian mandiri ini butuh kekompakan dan kerja keras panitia. Pasalnya tanpa kebersemaan dan kerjasama yang solid tentu pelaksanaan mandiri ini tidak akan bisa maksimal. "Sehingga perlu disiapkan mulai sekarang hingga saat proses pelaksanaan dan tahap pelaporannya," pesannya.
Meski begitu, bapak berkumis ini kembali mengingatkan bahwa tujuan utama seleksi ini dilakukan tentu ingin mendapatkan calon maba yang benar-benar berkualitas. "Tujuan utamanya jangan sampai dilupakan, sehingga apa yang diharapkan dalam seleksi calon mahasiswa yang unggul bisa tercapai," tegasnya.
Wakil Ketua PMB jalur Mandiri Ali Ridho menuturkan persoalan kesiapan sistem CBT dan soal ujian, menurut dia, persoalan sistem seleksi sudah siap termasuk soal soal yang akan diujikan semuanya sudah ditelaah oleh tim soal dan siap diujikan pada 27-28 Juli ini. "Jika saat pelaksanaannya menemui kendala maka perlu dicatat untuk bahan evaluasi kedepan," pesannya.
Penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN DR) gelombang 2 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bertema “Moderasi Beragama dan Peningkatan Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Pandemi” dilaksanakan di Gedung Pendopo Desa Sawahan Kecamatan Turen Kabupaten Malang hari Rabu kemaren (20/7). Peserta KKN berjumah 15 mahasiswa jurusan Kimia Fakultas Sain dan Teknologi. 5 laki-laki dan 10 perempuan. Kegiatan KKN akan dilakukan selama 1 bulan penuh, 20 Juli - 20 Agustus 2022.
Kegiatan serah terima dihadiri oleh Kepala Desa Sawahan bapak Wahyudi, Ketua BPD bapak Budi Waluyo Wirawan, Bhabinkantibmas bapak Dhimas, para perangkat Desa, dan sejumlah guru SMP Islam Sawahan. Kepala Desa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah memberikan kepercayaan kepada Desa Sawahan untuk ditempati mahasiswa KKN DR tahun ini. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Desa Sawahan sangat heterogen, peserta KKN harus bisa beradaptasi dengan masyarakat, “karakteristik masyarakat di sini heterogen seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, dan budaya. Hal tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kalian dalam melaksanakan program kerja. Kalian harus mampu beradaptasi dengan sebaik-baiknya agar program kalian berjalan dengan baik. Banyak kegiatan masyarakat yang membutuhkan sentuhan akademik. Kegiatan pendidikan, perekonomian, budaya, sosial, dan kemasyarakatan” jelas sarjana teknik ITN Malang ini.
Bhabinkantibmas Kec. Turen bapak Dhimas memberikan arahan agar peserta KKN harus menjaga ketertiban di masyarakat, “jaga ketertiban selama kalian di sini, jika ada masalah segera komunikasi dengan perangkat Desa atau menghubungi saya” tegasnya. Ia berharap kegiatan KKN ini berjalan tertib, aman, dan lancar. Harapan ini tidak omong kosong, ia wujudkan dengan memberikan kunci rumah mewahnya yang luas untuk ditempati gratis kepada peserta KKN selama 1 bulan. “Silahkan tempati rumah ini sebaik-baiknya, manfaatkan semua fasilitas yang ada” imbuh Polisi yang asli putra Desa Sawahan ini.
Sedangkan Ketua BPD Sawahan bapak Budi Waluyo Wirawan berpesan agar mahasiswa mampu menjunjung tinggi etika dan tatakrama dalam bermasyarakat.” Masyarakat Sawahan masih kuat dalam menjaga tradisi dan etika bermasyarakat, kalian harus mampu menjunjung tinggi akhlaqul karimah dalam setiap tindakan dan perilaku. Kalian harus menjadi pionir bagi kegiatan KKN selanjutnya” tegas sarjana agama IAIN Sunan Ampel Malang tahun1992 ini. Ia berharap agar peserta KKN selalu melakukan komunikasi dengan siapapun dalam menjalankan programnya, “lakukan komunikasi dan koordinasi dengan perangkat Desa, tokoh masyarakat, dan para pemuda. Saya sebagai alumni akan berusaha membantu mengkomunikasikan kegiatan kalian kepada masyarakat di sini” imbuh Ketua BPD sekaligus Kepala Sekolah SMP Islam Sawahan ini.
Sementara Dosen Pembimbing Lapangan ibu Lilik Miftahul Khoiroh berpesan untuk selalu menjaga etika dalam setiap menjalankan program kerja. “Dalam menjalankan pengabdian jaga akhlak, jaga almamater. Kalian di sini tamu jadi harus menghormarti budaya, tradisi, dan etika yang sudah berkembang. Tujuan kegiatan ini adalah belajar bermasyarakat dan berbagi ilmu pengetahuan yang sudah didapat di kampus. Kalian dari prodi kimia bisa berbagi sesuai disiplin ilmu; seperti pengolahan sampah produktif, peningkatan kualitas pakan ternak, pengolahan pupuk organik, pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci, dsb” jelas dosen Kimia ini dengan semangat. Ia berharap kegiatan ini bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat. Harapan ini ia wujudkan dengan meminjamkan sepeda motor Beat untuk dipakai operasional selama kegiatan KKN. “Silahkan pakai sepeda motor saya selama kegiatan ini, manfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang program kalian” imbuhnya dengan lemah lembut.
HUMAS-Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Persemakmuran Sunan Ampel tahun 2022 dilaksanakan di UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung, pelaksanaan kegiatan selama 40 hari dimulai tanggal 21 Juli-28 Agustus 2022. Pembukaan dan Pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilepas oleh Prof. Ngainun Naim ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UIN Satu Tulungagung pada hari ini Kamis (21/7).
“KKN Nusantara Persemakmuran ini bermula dari semangat mengenang sejarah perjalanan panjang kampus IAIN Sunan Ampel, dan kita semua yang hadir ini bagian dari perjalanan sejarah tersebut. Semangat ini kita wujudkan salah satunya dalam bentuk pelaksanaan KKN kolaborasi untuk merawat ukhuwah yang selama ini sudah terjaga dengan baik” Tegasnya. Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Nusantara Persemakmuran saat ini adalah yang ketiga kalinya, sebelumnya di UIN Mataram dan UIN Samarinda.
Peserta KKN Nusantara Persemakmuran ini diikuti sekitar 2200 mahasiswa dari 6 PTKIN. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengirim 7 orang, UIN KH. Achmad Shiddiq Jember 10 orang, UIN Mataram 5 orang, IAIN Ponorogo 5 orang, IAIN Kediri 5 orang, dan sisanya adalah mahasiswa UIN Satu Tulungagung. Kegiatan ini terbagi menjadi 111 kelompok, setiap kelompoknya ada 20 mahasiswa. Kelompok peserta KKN disebar di Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek.
Setelah acara pembukaan selesai, dilanjutkan dengan Welcome Party Peserta KKN Nusantara Persemakmuran di Aula Perpustakaan lantai 5 dan Forum Komunikasi Kapala Pusat Pengabdian Masyarakat di Hotel Victoria Crown sampai malam hari. Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Satu Tulungagung Dr. Muntahibun Nafis dalam sambutannya berpesan agar peserta saling bekerjasama dalam menjalankan program dan selalu menjaga tatakrama di masyarakat, “kalian harus kompak bahu membahu dalam menjalankan program pengabdian ini, tidak boleh ada yang ego sektoral. Harus menjunjung akhlaqul karimah dalam setiap tindakan dan perilaku di masyarakat, jaga almamater” jelasnya. Ia bahagia sekali melihat semua peserta KKN Nusantara Persemakmuran berbaur menjadi satu dan sudah saling akrab meski baru jumpa. “Jas almamater boleh beda, boleh warna warni, tapi hati kita disatukan oleh tujuan yang sama yaitu mengabdi untuk negeri dengan semangat ukhuwah islamiyyah di bawah rumah besar Kementerian Agama RI” imbuhnya.
Sedangkan kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. Syaiful Mustofa menjelaskan di depan para mahasiswa peserta KKN bahwa kegiatan pengabdian ini harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh dengan niat tulus mengabdi dengan cara memberi konstribusi nyata di masyarakat, ikut merawat kebhinekaan, punya tanggung jawab moral merawat harmoni sosial, dan belajar hidup bersama di tengah masyarakat. “Kalian harus bersyukur karena terpilih menjadi delegasi dan duta pengabdi dari kampus masing-masing. Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan emas ini untuk bekerjasama saling berkolaborasi dalam membangun sebuah peradaban, berbagi ilmu, manfaatkan aset yang ada di masyarakat secara maksimal” tegasnya. Ia memaparkan bahwa masyarakat Indonesia kaya akan aset, baik fisik maupun non fisik. Aset fisik seperti masjid, musholla, madrasah, dan pesantren. Sedangkan aset non fisik seperti kegiatan sosial, majlis ta’lim, TPQ dan lainnya.
KKN UIN Maliki Malang memberikan pendampingan kepada masyarakat
HUMAS-Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Moderasi Beragama diselenggarakan di Kabupaten Halmahera Barat Maluku Utara, mulai tanggal 19 Juli-28 Agustus 2022. Tema “Merajut Multikulturalisme di Indonesia” diikuti sekitar 100 mahasiswa dari beberapa kampus PTKIN dan PTKIS termasuk dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penyambutan peserta KKN Nusantara dilakukan di Kantor Bupati Halmahera Barat oleh Lalu Julius Marau, Asisten 1 Bupati Halbar (21/7/22). “Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa KKN untuk ikut berpartisipasi mengembangkan potensi sumber daya manusia di Halmahera Barat yang kekayaan alamnya indah dan melimpah. Inovasi dan kreatifitas kalian sangat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Ujarnya. Ia menjelaskan bahwa kondisi masyarakat Halmahera Barat sangat plural, semua agama ada dan hidup berdampingan. “KKN kolaborasi ini sebagai wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam memperkuat persaudaraan dan memperkokoh moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat” Ujarnya lagi. Kegiatan KKN ini dilaksanakan di Desa Peot, Desa Akelamo, Desa Taruba, Desa Biamaahi, Desa Sidangolidehe, dan Desa Bangkit Rahmat. Adapun delegasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ditempatkan di Desa Peot, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat. Kondisi masyarakatnya memeluk agama Islam dan Kristen, memiliki kekayaan alam laut dan perkebunan. Hari pertama menginjakkan kaki di Desa Peot, peserta KKN Mengadakan silatuurahim ke perangkat Desa dan beberapa tokoh masyarakat. Tujuannya untuk memperkenalkan diri, menggali sumber informasi dan memetakan program kegiatan apa saja yang memungkinkan untuk dilaksanakan dan memberikan manfaat pada masyarakat. Melalui informasi dari berbagai sumber, maka bentuk kegiatan bisa dipetakan dalam beberapa hal; kegiatan sosial, pendidikan, perekonomian, keagamaan. Dalam kegiatan keagamaan bentuk programnya memberikan pelatihan membaca al-Qur’an. Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu dan dilaksanakan setiap sore setelah sholat ashar di musholla dan masjid Desa. “Kami senang kedatangan para mahasiswa KKN di kampung ini, kami bisa belajar tentang al-Qur’an dan pendalaman tentang agama” ujar salah satu peserta kegiatan yang tidak bersedia disebut namanya. Disamping kegiatan rutin mengaji al-Qur’an, juga dilaksanakan mengajar di sekolah dasar di Desa Peot. Dalam kegiatan sosial peserta KKN juga dilibatkan, termasuk membersihkan dan mengecat Gereja di Halbar. “Saya senang sekali dapat melaksanakan pengabdian masyarakat di Halmahera Barat yang masyarakatnya majmuk dengan berbagai macam suku dan budaya. Banyak hal baru yang bisa saya gali, kekayaan alamnya melimpah, suku dan budaya masyarakatnya warna warni “ujar Kharisma Derilla Hariria, delegasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (Syaiful Mustofa)
HUMAS-Pusat Publikasi Ilmiah LP2M Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang Prof. Dr. Irwansyah sebagai pemateri dalam kegiatan workshop Peningkatan Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah, Kamis (21/7).
Workshop kali ini diikuti para pengelola jurnal yang ada di UIN Maliki Malang. Kepala Pusat PPI M. Anwar Firdausy, M.Ag terus mengajak para pengelola jurnal untuk tetap bersemangat jihad meningkatkan mutu jurnal di UIN Maliki Malang. Pasalnya, karya ilmiah menjadi salah satu indikator maju tidaknya sebuah perguruan tinggi. "Untuk itu jangan bosan-bosan mengelola jurnal dan mari kita bersama-sama meningkatkan kualitasnya," ajaknya.
Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dedikasi para pengelola jurnal yang tetap bersemangat untuk mengelola jurnal yang bermutu demi UIN Maliki Malang. "Banyak profesor yang dikukuhkan tidak lepas dari jasa para pengelola jurnal juga," tuturnya.
Setiap pengelola, kata dia, tentu membutuhkan upgrade knowladge dengan cara workshop seperti ini, dengan begitu pengelola bisa mendapatkan pencerahan dari pemateri ahli seperti Prof. Dr. Irwansyah. "Saya yakin semangat mengelola jurnal tidak hanya untuk lembaga tapi manfaatnya dapat meningkatkan pengetahuan pengelolanya juga," jelasnya.
Semoga, workshop ini bisa memberikan manfaat dan membuka wawasan yang baru khususnya bagi para pengelola dalam membawa mutu jurnal di UIN Maliki Malang menuju jurnal ilmiah yang bereputasi internasional. "Saya ucapkan terima kasih kepada para pengelola jurnal dan semoga dengan workshop ini kita dapat kemudahan dalam meningkatkan mutu jurnal," terangnya.
Sementara itu, Prof. Irwansyah mengawali materinya menegaskan bahwa setiap pengelola jurnal di perguruan tinggi dibutuhkan dukungan penuh dari pimpinan institusinya masing-masing. Pasalnya, jurnal memiliki nilai yang cukup tinggi dalam akreditasi lembaga ataupun prodi. "Untuk itu, jurnal selalu membutuhkan dukungan kebijakan dari pimpinan," terangnya.
Oleh karena itu, setiap pengelola tentu ingin jurnalnya terindek scopus, dan persoalan indeksasi di scopus jauh lebih mudah jika dibanding dengan proses akreditasi Sinta 1. "Semua pengelola jurnal tentu merasakan hal ini," jelasnya.
HUMAS-Apel kali ini Karo AUPK UIN Maliki Malang Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd fokus melakukan evaluasi soal persuratan prosedur pengajuan keringanan UKT. Di era digital saat ini menangani soal persuratan sudah tidak harus melalui prosedur konvensional atau manual. Mulailah memanfaatkan teknologi digital agar mempermudah dalam mengurai perosedur yang ada. Senin (18/7).
Karo AUPK menyadari bahwa sudah bukan zamannya lagi mahasiswa mengajukan surat pengajuan dalam bentuk apapun dengan prosedur manual. Hal ini perlu ada standar SOP yang jelas, sehingga mahasiswa dari manapun bisa mengurus kelengkapan administrasi ya dengan mudah. "UIN Malang memiliki PTIPD yang siap membantu layanan aplikasi persuratan yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan lembaga ini, tinggal mengajukan saja prosedurnya seperti apa," katanya.
Sehingga, tambah dia, dengan memanfaatkan layanan online seperti ini mahasiswa bisa lebih mudah dalam mengurus persoalan pengajuan keringanan UKT tersebut. "Setiap pejabat yang bersangkutan nanti bisa mendap notifikasi bahwa ada surat elektronik yang harus dibaca di tanda tangani secara elektronik," tegasnya.
Bapak yang bertempat tinggal di Singosari Malang ini meminta setidaknya dalam setiap minggu setiap persoalan harus mampu terselesaikan, sehingga tidak ada lagi persoalan yang menumpuk. "Tugas saya sebagai Karo AUPK di UIN Maliki Malang ini untuk membantu mencapai cita-cita kampus ini menuju Perguruan Tinggi yang unggul dan bereputasi internasional," tegasnya.
Jadi, tambah dia, jika persoalan itu bisa disederhanakan maka segera proses sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku dengan tetap mengutamakan koordinasi dan komunikasi untuk menghindari kesalahan. "Untuk itu apapun yang dilakukan, kerjakan dengan cepat, tepat, dan smart agar mahasiswa betul-betul terlayani dengan baik dan memuaskan," ajaknya.