HUMAS-Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti Webinar Kesehatan Nasional yang diselenggarakan DWP Kemenag RI secara virtual dengan tajuk Tes Iva (Inspeksi Visual Asetat) dan Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis) gratis sebagai upaya deteksi dini wanita Indonesia bebas kanker serviks dan payudara. Rabu (10/8). Turut Hadir Penasihat DWP Kementerian Agama Kota Malang Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag dan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Prof. Umi sapaan akrabnya sangat berterimakasih kepada DWP UIN Maliki Malang, Kota Malang, hingga DWP Pusat Kemenag RI yang telah menggelar kegiatan penting berupa tes Iva dan Sadanis secara gratis ini.
Prof. Umi menilai bahwa kegiatan seperti ini sudah sepatutnya dilaksanakan secara rutin agar bias menjaga kesehatan alat reproduksi perempuan. Pasalnya, Allah SWT telah memberikan anugrah berupa alat reproduksi kepada perempuan agar selalu dijaga kesehetannya sehingga mampu memberikan generasi yang unggul untuk bangsa ini. “Selain itu, kegiatan ini juga untuk menyadarkan perempuan akan pentingnya menjaga kesehatan alat kewanitaannya,” paparnya. Menjaga kesehatan alat reproduksi tentu sama dengan menjaga calon generasi yang sehat, jika alat reproduksinya sehat insyaallah generasinya akan sehat. Untuk itu, kaum perempuan harus terus diberi edukasi akan pentingnya menjaga kesehatan alat reproduski tersebut.
Perempuan, tambah dia, selalu menjadi pilar utama bangsa ini, generasi yang unggul tentu dibutuhkan ibu yang sehat baik jasmani maupun rohaninya. “Semoga Iva dan Sadanis ini bias menumbuhkan kesadaran kita dalam menjaga kesehatan dan generasi selanjutnya,” ajaknya. Sementara itu, Penasihat DWP Kementerian Agama Kota Malang Dr. Muhtar Hazawawi, M.Ag dengan tegas memberikan dukungan sepenuhnya kepada DWP dalam menjaga dan mengedukasi melalui program tes Iva dan Sadanis gratis ini. Bapak berbadan kekar ini menyadari bahwa peran ibu untuk menyiapkan generasi emas dibutuhkan calon ibu yang sehat lahir maupun batin. “Saya yakin generasi sehat dimulai dari ibu yang sehat,” tegasnya. Untuk itu, tambah dia, ibu-ibu DWP perlu menumbuhkan kesadaran bahwa seorang wanita itu sangat berharga, dengan kegiatan ini diharapkan tidak ada lagi mindset bahwa melakukan tes Sadanis maupun tes Iva adalah sesuatu yang menakutkan. Justru, harus menjadi kebutuhan demi keberlangsungan kesehatan alat reproduksi kaum hawa. “Menjaga kesehatan alat reproduksi sama halnya memberikan penghormatan diri dengan cara memperhatikan kesehatan kita,” terangnya.
WHO mencatata bahwa perkembangan kanker serviks di dunia ini dalam satu bulan mencapai angka 490.000 dan ini terjadi di Negara yang berkembang termasuk Indonesia. “Di Indonesia sendiri antara 600-750 wanita di diagnose menderita penyakit serviks dan 5o persen dari jumlah itu ada yang meninggal dunia,” paparnya.
Mari support bersama program DWP Kemenag RI ini dalam meningkatkan mutu kesehatan ibu dengan cara edukasi dan menggelar tes Iva dan Sadanis gratis ini. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, Amiin.,” doanya.
HUMAS-Pusat Publikasi Ilmiah LP2M Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang diketuai M. Anwar Firdausy kembali menghadirkan Prof. Dr. Istadi, ST., MT untuk kembali memberikan pendampingan langsung kepada delapan pengelola jurnal di lingkungan UIN Maliki Malang, Selasa (9/8). Kegiatan yang dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. Dalam kesempatan itu. Prof. Umi kembali menyemangati para pengelola jurnal untuk tetap istiqomah mendedikasikan diri untuk berupaya meningkatkan mutu jurnal. "Menjadi pengelola jurnal memang butuh orang yang memiliki komitmen yang kuat dan bisa istiqomah," paparnya. Prof. Umi menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pengelola jurnal di UIN Maliki Malang yang telah banyak membantu para dosen dalam proses meningkatkan jenjang karir akademiknya hingga saat ini di kampus berlogo ulul albab ini telah memiliki banyak profesor yang dikukuhkan. "Berkat para pengelola jurnal inilah jumlah guru besar di UIN Maliki Malang terus bertambah," ucapnya. Semoga, tambah dia, proses pengisian database pengajuan indeksasi Scopus ini bisa berjalan dengan lancar dan semuanya bisa ter submit dan delapan jurnal ini bisa terindek. "Semoga semua dimudahkan oleh Allah SWT dan semoga apa yang telah dilakukan oleh para pengelola jurnal bisa menjadi amal jariah yang pahalanya akan terus mengalir hingga nanti, dan akhirnya bisa memberikan manfaat dunia akhirat," harapnya sembari diamini oleh seluruh pengelola jurnal yang hadir.
HUMAS- Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE,. M.Si Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Kaprodi S2 Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Wahibur Rokhman, SE, M.Si, Ph.D, Editor in Chief Jurnal QIJIS Scopus Q1 dan Muhammad Mustaqim sebagai Co Editor dimandat untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Cocahing Clinic: Penulisan Artikel Jurnal Internasional Berepitasi bagi para dosen di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kegiatan ini diselengggarakan oleh Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta diikuti oleh sekitar 30 dosen, dan bertempat di Gedung C Lantai-3 Homestay UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Malang, 4-5 Agustus 2022.
Dalam sambutannya Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Wahidmurni, M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan klinik jurnal ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menulis artikel di jurnal internasional bereputasi, baik itu terindeks WoS maupaun Scopus.
Semakin banyak artikel dosen yang telah terbit di jurnal internasional bereputasi tersebut, makan akan semakin tinggi tingkat reputasi individu dosen, juga meningkatkan reputasi internasional Pascasarjana dan Lembaga. Disamping itu, juga mempermudah dosen dalam mencapai gelar akademik tertinggi yaitu Profesor. Dalam sambutannya Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Wahidmurni, M.Pd mengapresiasi kegiatan ini karena ada sekitar 20 artikel dosen yang telah dikirimkan kepada narsum untuk di review.
Harapan nya nantinya ada beberapa artikel tersebut untuk diterima dan dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi. Disamping itu, juga Berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti sampai disini.
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik IbrahimMalang kembali kedatangan tamu istimewa mulai dari kepala daerah hingga Dirjen Pendis hadir di UIN Maliki Malang diantaranya Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, ST., MT Dirjen Pendis Kemenag RI dan Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, S.Ag, MML. Jumat (29/7).
Dalam arahannya, Bupati Lumajang meminta agar UIN Maliki Malang bisa mengembangkan kampus berlogo ulul albab ini di Lumajang. Lumajang dikenal dengan icon gunung semerunya ini memiliki kawasan hutan yang cukup luas, sehingga jika dimanfaatkan untuk kawasan perguruan tinggi sangat memungkinkan sekali. "Jadi pengelolaan kawasan hutan dengan tujuan khusus untuk pengembangan pendidikan ini akan menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat di Lumajang," paparnya.
Saat ini, kata Thoriq, kampus yang paling dekat dengan Lumajang hanya ada dua yaitu UIN Maliki Malang dan IAIN Jember. Sehingga jika UIN Maliki Malang hadir di Lumajang tentu akan memberikan dampak positif dan tentunya akan sangat representatif. Apalagi jika ada studi khusus untuk keilmuannya semisal ilmu pertanian, peternakan atau bahkan pengembangan ilmu kebencanaan seperti yang ada di Jepang. "Lumajang secara geografis masuk dalam wilayah rentan dengan bencana alamnya, jadi saya ingin UIN Maliki Malang bisa membangun kampus di Lumajang dengan prodi khusus yang mempelajari tentang kebencanaan yang dimaksud," harapnya.
Selama ini, tambah dia, pemerintah selalu kewalahan saat terjadi bencana dikarenakan memang butuh persiapan yang matang, masyarakat juga perlu diberi edukasi yang tepat agar bisa lebih berhati-hati dan mengurangi korban bencana alam. "Alhamdulillah hari ini pemerintah Lumajang sudah membangun 2000 rumah relokasi dan saya ucapkan terima kasih atas bantuannya dari UIN Maliki Malang," ucapnya.
Dirjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, ST., MT menilai kampus UIN Maki Malang sebagai smart kampus yang telah melakukan banyak terobosan. Kampus smart itu harus cepat dan gesit dalam menangkap peluang dan ini UIN Malang sudah melaksanakannya. "Saat ini keilmuan berbasis integrasi dinilai sangat relevan dan ini hanya ada di UIN Maliki Malang," paparnya.
Soal rencana hadirnya kampus UIN Maliki Malang jadi di Lumajang tentu diharapkan bisa memberikan warna baru, sehingga diharapkan bisa mengurai persoalan pengelolaan lingkungan yang berbasis agama dan ilmiah.
"Pengelolaan limbah pertanian dan juga fenomena alam di Lumajang dibutuhkan penanganan langsung dari akademisi khususnya UIN Maliki Malang," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga menjelaskan bahwa UIN Maliki Malang telah MoU dengan ITB dan juga perguruan tinggi ternama lainnya selain itu UIN Maliki Malang juga telah membangun sinergitas dengan PTKIN dalam upayanya mengembangkan lembaga ini menjadi yang terdepan. "Untuk itu, kamu ucapkan terima kasih atas supportnya dan semoga Apa yang diharapkan bisa segera terealisasikan sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat," harapnya.
HUMAS-Perkembangan ekonomi syariah global yang semakin cepat perlu direspon oleh masyarakat muslim di Indonesial. Berdasarkan data dari State of Global Islamic Economy Report (SGIE) 2020/2021, terlihat bahwa Negara Indonesia menduduki peringkat ke-4 untuk Industry Halal Food (makana halal), peringkat ke-6 di sektor Financial Islamic (keuangan islam), dan peringkat ke-6 untuk bidang Moslem Friendly Travel. Kamis (28/7).
Global Islamic Economy Report adalah lembaga riset keuangan internasional yang berpusat di Dubai Uni Emiat Arab. Demikian yang dikemukan oleh Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Ka.Prodi S2 Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam paparan sebagai nara sumber, kegiatan “Workshop Perubahan Nama Fakultas Ekonomi dan llmu Sosial Menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam”, di UIN Sulthan Syarif Kasim, Riau.
Berdasarkan data yang dirilis State of Global Islamic Economy Report (SGIE) 2020/2021, pada tahun 2024 sektor makanan halal diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,5% yaitu senilai 1,38 triliun dolar AS, sementara fesyen muslim (pakaian muslim) akan tumbuh 2,4% atau sebesar 311 miliar dolar AS. Demikan juga adanya peningkatan atas permintaan produk halal. "Hal ini sejalan dengan peningkatan populasi muslim global yang mencapai 1,9 miliar pada 2019 dan diprakirakan akan tumbuh dua kali lebih cepat dari populasi dunia secara keseluruhan," jelas Prof. Sani.
Populasi umat muslim, tambah dia, diperkirakan akan mencapai 3 miliar pada 2060 atau meningkat 70% dari tahun 2015 yang nantinya akan mewakili 31% dari total populasi dunia. Sementara itu yang menarik adalah diperkirakan pada tahun 2050 populasi muslim akan mengalami peningkatan yang didominasi oleh kaum muda. "Dengan 60% berusia 15-59 tahun sementara 24% dibawah usia 15 tahun," ungkapnya.
Menurut Prof Sani peluang ekonomi syariah di Indonesia juga semakin terbuka setelah Pemerintah Indonesia melalaui kebijakan “Master Plan Ekonomi Syariah 2019-2024”. Dimana pemerintah akan memberikan dukungan secara ekonomi untuk pengembangan empat (4) sector unggulan, seperti : (1). sector industry halal, (2). sector industri keuangan syariah, (3). sektor zakat, infak, dan (4). sektor UMKM syariah. Peluang pasar di Indonesia saat ini juga semakin besar dengan jumlah 180 jutaan masyarakat muslim, yang pastinya akan membutuhkan makanan halal, pariwisata halal, serta hotel syariah, dan produk halal lainnya. "Pastinya akan menjadi market place atau peluang bisnis yang besar untuk diraih," tegasnya dalam paparan terinya.
Kegiatan workshop ini dibuka oleh Dr. Hj. Mahyarni, SE, MM, Dekan Fakultas Ekonomi dan llmu Sosial (FEIS), UIN Sulthan Syarif Kasim, Riau, dimoderatori oleh Dr. Hj. Putriana, SE, MM, dihadiri oleh para Wakil Dekan, para Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan serta para Dosen, untuk menyamakan persepsi dan mempersiapkan perubahan nomenklatur penamaan dari Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). (San)
HUMAS -Pelaksanaan standarisasi kelas Hybrid learning dan ICLC ( Internasional Cyber Learning Class) khusus mata kuliah program MBKM di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang akan dilaksanakan secara hybrid. Salah satu program tersebut menyangkut soal program pertukaran pelajar antar PTKIN. Kamis (28/7).
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag menjelaskan bahwa pelaksanaan kelas hybrid khususnya pertukaran pelajar insyaAllah mulai semester ganjil ini akan direalisasikan, hal ini tentu membutuhkan dukungan dan kerjasama dari masing-masing fakultas dan prodi yang ada di UIN Maliki Malang. "Melalu program pertukaran pelajar ini diharapkan semua mahasiswa bisa lebih mudah dalam mengambil matakuliah sesuai dengan profesi dan keilmuannya masing-masing," harapnya.
Soal mekanisme pelaksanaannya, mantan Dekan Fakultas Syariah ini menegaskan bahwa pelaksanaan pertukaran pelajar antar kampus PTKIN ini akan dilaksanakan secara online, sehingga diharapkan hal ini bisa mempermudah pelaksanaannya dan tentunya akan menghemat waktu dan biaya. "Namun, masing-masing prodi S1 maupun Pascasarjana harus menyiapkan segala sarpras yang dibutuhkan untuk menunjang lancarnya program tersebut," paparnya.
Selain itu, UIN Malang juga sudah bekerja sama dengan Indonesia Cyber Education (ICE) untuk menyiapkan segala kebutuhan dan mekanisme pelaksanaannya, untuk itu mohon dukungannya agar proses pelaksanaan program MBKM ini bisa terwujud dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan bersama. "Semoga dengan adanya hybrid learning ini UIN Maliki Malang bisa semakin maju dan berkembang menuju kampus unggul dan bereputasi internasional," pungkasnya.
HUMAS-Memasuki hari ke dua pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berjalan lancar dan kondusif. Hari kedua ini, pelaksanan seleksi program percepatan (fastrack) magister dan doktor juga berlangsung lancar. Kamis (28/7).
Total peserta sleksi mahasiswa program Pascasarjana UIN Maliki Malang tahun ini diikuti 515 peserta dengan kategori Program Magister 458 peserta dan program doktor sebanyak 57 peserta. Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag menegaskan jumlah peminat tertinggi tahun ini tetap di Prodi PAI dan disusul Alahwal al Syakhshiyah. "Sementara sisanya tersebar di Prodi lainnya," terangnya.
Animo mahasiswa UIN Maliki Malang untuk mengikuti jalur fast track tahun ini sangat luar biasa, berdasarkan data panitia PMB menunjukkan adanya oeningkatan yang cukup signifikan. Meskipun program percepatan ini masih berjalan tiga tahun, tapi setiap tahunnya mengalami peningkatan. "Tiga tahun lalu fastrack ini targetnya untuk menambah jumlah mahasiswa Pascasarjana saja, akan tetapi tahun ini tidak hanya untuk menambah jumlah saja tapi juga kualitas ya harus terus di tingkatkan," pintanya.
Untuk itu, kata mantan direktur Pascasarjana UIN Malang ini, proses sleksi jalur percepatan ini harus ebih hati-hati lagi. Pasalnya, calon mahasiswanya harus menjalankan tugas akademiknya di jenjang yang berbeda. "Proses wawancara hari ini diharapkan bisa menggali informasi dan motivasinya bagi calon mahasiswa program Pascasarjana di jalur fastrack ini," pintanya.
Program Pascasarjana masih membuka gelombang tahap dua dan pendaftarannya dibuka hingga 22 Agustus. Sementara untuk calon mahasiswa asing atau mahasiswa luar negeri pendaftarannya berakhir hingga 29 Juli ini. "Alhamdulillah untuk pendaftar mahasiswa asing di UIN Maliki Malang saat ini sudah ada 28 orang dan jumlah itu akan terus bertambah hingga pendaftaran terakhir," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan koordnator pelaksana ujian PMB Mandiri Mujtahid bahwa Pelaksanaan tes wawancara program fastrack ini para pemangku kepentingan di kampus ini harus lebih berhati-hati, para penguji dan pemangku kepentingan di Pascasarjana harus lebih selektif dalam mensleksi calon mahasiswa yang akan diterima di magister.
Masalahnya calon mahasiswa program percepatan ini harus betul-betul siap menjalankan tugas gandanya. "Di waktu yang sama punya dua tugas akademik yang berbeda, sehingga butuh kesiapan mental, motifasi yang kuat dalam menjalaninya," terangnya.
HUMAS-Perkembangan ekonomi syariah global yang semakin cepat perlu direspon oleh masyarakat muslim di Indonesial. Berdasarkan data dari State of Global Islamic Economy Report (SGIE) 2020/2021, terlihat bahwa Negara Indonesia menduduki peringkat ke-4 untuk Industry Halal Food (makana halal), peringkat ke-6 di sektor Financial Islamic (keuangan islam), dan peringkat ke-6 untuk bidang Moslem Friendly Travel. Global Islamic Economy Report adalah lembaga riset keuangan internasional yang berpusat di Dubai Uni Emiat Arab.
Demikian yang dikemukan oleh Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Ka.Prodi S2 Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam paparan sebagai nara sumber, kegiatan “Workshop Perubahan Nama Fakultas Ekonomi dan llmu Sosial Menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam”, di UIN Sulthan Syarif Kasim, Riau, hari Kamis, Tanggal 28 Juli 2022.
Masih berdasarkan dari data yang dirilis oleh State of Global Islamic Economy Report (SGIE) 2020/2021, pada tahun 2024 sektor makanan halal diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,5% yaitu senilai 1,38 triliun dolar AS, sementara fesyen muslim (pakaian muslim) akan tumbuh 2,4% atau sebesar 311 miliar dolar AS. Demikan juga adanya peningkatan atas permintaan produk halal.
Hal ini sejalan dengan peningkatan populasi muslim global yang mencapai 1,9 miliar pada 2019 dan diprakirakan akan tumbuh dua kali lebih cepat dari populasi dunia secara keseluruhan. Populasi umat muslim akan mencapai 3 miliar pada 2060 atau meningkat 70% dari tahun 2015 yang nantinya akan mewakili 31% dari total populasi dunia.
Sementara itu yang menarik adalah diperkirakan pada tahun 2050 populasi muslim akan mengalami peningkatan yang didominasi oleh kaum muda,dengan 60% berusia 15-59 tahun sementara 24% dibawah usia 15 tahun.
Menurut Prof Sani peluang ekonomi syariah di Indonesia juga semakin terbuka setelah Pemerintah Indonesia melalaui kebijakan “Master Plan Ekonomi Syariah 2019-2024”. Dimana pemerintah akan memberikan dukungan secara ekonomi untuk pengembangan empat (4) sector unggulan, seperti : (1). sector industry halal, (2). sector industri keuangan syariah, (3). sektor zakat, infak, dan (4). sektor UMKM syariah.
Peluang pasar di Indonesia saat ini juga semakin besar dengan jumlah 180 jutaan masyarakat muslim, yang pastinya akan membutuhkan makanan halal, pariwisata halal, serta hotel syariah, dan produk halal lainnya, yang pastinya akan menjadi market place atau peluang bisnis yang besar untuk diraih.
Kegiatan workshop ini dibuka oleh Dr. Hj. Mahyarni, SE, MM, Dekan Fakultas Ekonomi dan llmu Sosial (FEIS), UIN Sulthan Syarif Kasim, Riau, dimoderatori oleh Dr. Hj. Putriana, SE, MM, dihadiri oleh para Wakil Dekan, para Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan serta para Dosen, untuk menyamakan persepsi dan mempersiapkan perubahan nomenklatur penamaan dari Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). (San)
HUMAS-Wakil Rektor Bidang Kerjsama dan pengembangan Lembaga Dr. Isroqunnajah, M.Ag mulai mengimplementasikan program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) dengan menggandeng Pemprov Jatim. Bentuk kerjasama ini ditandai dengan di tandatanganinya MoU oleh kedua belah pihak di Surabaya. Rabu (27/7). Pelaksanaan program merdeka belajar – kampus merdeka (MBKM) tentu akan lebih difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan produk koperasi, usaha kecil dan menengah di Jawa Timur melalui ekonomi syariah, literasi perpustakaan, dan percepatan sertifikasi halal.
Gus Is, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa kerjasama dengan Pemprov Jatim dengan nomor:120.23/080/PKS/011.03/2022 dan nomor: 3339/Un.03/OT.01.6/7/2022 yang di tandatangani langsung Andromeda Qomariah. Kerjasama kedua belah pihak ini menghasilkan kesepakatan bahwa tujuan perjanjian kerja sama ini tidak lain untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), yang berkaitan dengan quality education, decent world and economic growth dan partnership for the goals. Tidak hanya itu, Gus Is juga menjelaskan bahwa kerjasama ini dilakukan juga untuk mewujudkan peningkatan kapasitas SDM Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K-UKM) di Jawa Timur berbasis Ekonomi Syariah dan Literasi Perpustakaan. “Selain itu juga agar terwujudnya peningkatan Perekonomian di Jawa Timur melalui Pengembangan Produk Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K-UKM) berbasis Percepatan Sertifikasi Halal,” jelasnya. Semoga, kerjasama ini bias memberikan manfaat seluas-luasnya bagi lembaga dan sivitas akademika serta Pemprov Jatim kedepan, sehingga apa yang diharapkan khusunya persoalan peningkatan kompetensi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (K-UKM) melalui pendidikan dan pelatihan kompetensi profesi halal bias terwujud. “Ya ini menjadi harapan kita bersama kedepan dalam mewujudkan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM),” harapnya.