HUMAS-Sidang pleno senat Komisi A Bidang Pendidikan, Pengajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni yang diketuai Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd. menghasilkan rumusan terkait kelas kerjasama dapat diterapkan dengan melengkapi naskah akademik, pedoman akademik dan pelaksana kelas kerjasama sesuai peraturan yang berlaku. Sabtu (20/8).
Pelaksanaan kelas kerjasama ini, Prof. Sutiah meminta agar tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, sehingga perlu mensinkronkan regulasi dan sistem pengelolaan di UIN Maliki Malang yang berlaku sesuai dengan tata kelolanya. "Tujuannya untuk menjaga keamanan bagi lembaga UIN Maliki Malang dan mahasiswanya," tegasnya.
Untuk itu, tambah dia, regulasi ini diambil agar jangan sampai ada lulusan UIN Maliki Malang terkendala dengan legalitasnya menjadi alumnus di UIN Maliki Malang ini. Sehingga, Kelas kerjasama yang pedomannya sedang digodok ini harus sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. "Sehingga tujuan UIN Maliki Malang menjadi world class university bisa terwujud," harapnya.
Pelaksanaan kelas kerjasama, tambah dia, dilaksanakan dengan cara tatap muka. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan pelaksanaannya bisa dilaksanakan dengan model hybrid learning juga. "Hanya saja komposisinya bisa lebih fleksibel, misalkan tatap muka 60 persen dan 40 persennya dilakukan pembelajaran daring," jelasnya.
Hal senada juga ditegaskan Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si bahwa pelaksanaan kelas kerjasama ini secara aturan sepenuhnya pembelajarannya harus dilaksanakan tatap muka di UIN Maliki Malang dan tidak boleh dilaksanakan pembelajaran dari jarak jauh. "Tapi harus disesuaikan dengan kompetensi institusi yang bersangkutan," jelasnya.
HUMAS-Sidang pleno senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dihadiri langsung pimpinan Ponpes Bahrul Maghfiroh Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, MS untuk sharing sekaligus memberikan pengarahan kepada anggota senat. Jumat (19/8).
Menurut mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) ini, sebuah perguruan tinggi yang unggul dan bereputasi harus dilalui dengan konsep manajemen dan mutu.
Setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kampus agar menjadi unggul. Pertama manajemennya. Kemudian mutu atau tingkatan standar sebuah perguruan tinggi itu sendiri dan yang ketiga SDM nya harus unggul dan memiliki daya saing yang tinggi. "Jika UIN Malang ingin menjadi kampus yang unggul dan bereputasi internasional maka tiga hal itu harus diperhatikan," papar Bisri saat menjadi expert speak di acara sidang pleno senat UIN Maliki Malang.
Lalu, seperti apa konsep manajemen dan mutu tersebut? Bisri menjabarkan, pengelolaan perguruan tinggi dengan struktur organisasi yang komplek tentu menjalannkannya harus dengan sistem tata kelola yang baik agar proses pelaksanaannya bisa lebih mudah di mengerti dan dilaksanakan. "Selain itu, hal ini juga akan mempermudah saat pelaksanaan audit dan tindak lanjut perbaikannya," tgasnya.
Hal itulah yang harus dipersiapkan dengan baik bagi pengelola perguruan tinggi agar proses input dan outputnya bisa terjaga kualitasnya, sehingga apa yang menjadi cita-cita UIN Maliki Malang menuju PTKIN yang unggul dan bereputasi internasional bisa tercapai. "Layanan yang bermutu tentu dibutuhkan sistem yang jelas dan ditopang dengan SDM yang bermutu," pungkasnya dihadapan anggota senat UIN Maliki Malang.
HUMAS-Ketua Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Muhtadi Ridwan, M.Ag mengundang seluruh anggota senat yang berjumlah 46 orang dengan masa jabatan 2021-2025 untuk menggelar sidang pleno senat di Hotel Baobab Safari Resort Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan yang dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari kedepan, Jumat-Minggu (19-21/8).
Fokus utama sidang pleno kali ini sesuai dengan bidang yang ada di komisi struktural senat yaitu Komisi A Bidang pendidikan, Pengajaran, Kemahasiswaan, dan alumni yang diketuai Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd. Komisi B Bidang penelitian, Publikasi Ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat yang diketuai prof. Dr. Hj. Mufidah Ch. M.Ag. Komisi C Bidang Pengembangan kelembagaan dan kerjasama yang diketuai Prof. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag
Komisi D Bidang pengembangan sumber daya manusia dan kode etik yang diketuai Prof. Dr. H. Saifullah, SH., M.Hum.
Mengawali sidang pleno, Prof. Muhtadi kembali menyampaikan bahwa menjadi anggota senat harus tanggap terhadap perubahan regulasi peraturan yang berlaku. Pasalnya, regulasi yang legal akan dijadikan pijakan pedoman di setiap kegiatan yang hendak dilakukan. "Sehingga setiap senat yang terbagi menjadi empat komisi ini harus bisa mengadopsi regulasi yang sah dalam setiap kegiatan yang dilakukan," tegasnya.
Untuk itu, kata mantan Dekan Fakultas Ekonomi ini, tujuan utama kegiatan ini tidak lain untuk memastikan tersedianya kebijakan dan regulasi untuk dasar kegiatan yang dipakai di kampus ini. Anggota senat UIN Maliki Malang sejak Mei sampai Agustus ini telah melakukan beberapa pertemuan yang khusus untuk membahas regulasi-regulasi yang sesuai dengan standar peraturan yang berlaku. "Pertemuan malam ini merupakan puncaknya untuk pengesahan hasil sidang pleno di setiap komisi," terangnya.
Ketua senat mengucapkan terimakasih kepada semua anggota senat dan komisi yang sudah bekerja keras melakukan kajian yang mendalam terkait regulasi dan kebijakan yang telah dirumuskan ini, sehingga sidang pleno ini menghasilkan sembilan produk kebijakan yang dilahirkan. "Semoga ini ada manfaatnya untuk pengembangan lembaga UIN Malang dan dengan adanya kebijakan dan regulasi ini semua yang dilakukan bisa di ukur dan sesuai standar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," harapnya.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA menilai bahwa peran senat sangat penting sekali dalam pengembangan lembaga menuju unggul bereputasi internasional. Senat memang bertugas merumuskan setiap kebijakan akademik dan kelembagaan yang termaktub dalam bentuk Renstra dan yang lainnya. "Semoga rapat pleno ini melahirkan produk kebijakan akademik yang tepat dan berdaya guna untuk pengembangan kampus ini menuju unggul bereputasi internasional," harapnya.
HUMAS-Untuk meningkatkan kualitas penelitian kompetitif dosen serta untuk menghasilkan outcame berupa publikasi artikel di jurnal bereputasi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Ponorogo mengadakan seminar hasil penelitian kompetitif Tahun Anggaran 2022. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 18-19 Agustus 2022. Kegiatan yang dilakukan secara daring mengundang reviewer dari berbagai perguruan tinggi di lingkungan PTKIN.
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Ponorogo Dr. H. Mukhibat, M.Ag. Dalam sambutannya beliau mengapresiasi hasil progress report serta kemajuan hasil penelitian para dosen. Beliau mengingatkan hasil-hasil penelitian harus bisa dipublikasikan dan disebarluaskan ke masyarakat akademik. Ini juga merupakan bentuk pertanggungjawaban para dosen yang telah diberikan pendanaan, oleh negara melalui anggaran dari kampus, termasuk nantinya diperiksa oleh BPK maupun Irjen. Penelitian yang baik selain dapat menyelesaikan hasil penelitiannya tepat waktu juga bisa dipublikasikan baik di jurnal nasional maupun internasional agar dapat dibaca dan di sitasi oleh banyak orang. Dampak lanjutannya semakin banyak publikasi dosen dan sitasi nya maka akan menaikkan reputasi Universitas menuju Word University Rangking.
Sementara itu salah satu dosen yang diundang sebagai reviewer dalam kegiatan seminar hasil ini adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Kaprodi S2 Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si. Dalam kegiatan tersebut Prof. Sani berkesempatan mereviewer 5 (lima) hasil penelitian para dosen IAIN Ponorogo. Secara umum hasil penelitian kompetitif yang dipaparkan para dosen IAIN Ponorogo sudah memenuhi kaidah penelitian ilmiah. Hasil penelitian tersebut mampu menjawab problem atau permasalahan yang dirumuskan oleh para peneliti, termasuk juga di kaitkan dengan kondisi di lapangan. Temuan-temuan tersebut dikomparasikan dengan penelitian terdahulu yang telah diteliti orang lain, ujar Prof. Sani. Akan tetapi hasil penelitian tersebut masih perlu diringkas untuk bisa dijadikan artikel yang nantinya akan di publikasikan di jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Saran beliau agar hasil penelitian bisa di pubikasikan di jurnal maka perlu diperkuat lagi research gapnya termasuk novelty serta ditambahkan jumlah referensi, minimal 70 persennya adalah artikel jurnal dan sebagian besar adalah terbitan 5 tahun terakhir. (san)
HUMAS-Putra terbaik Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di bulan Agustus 2022 ini kembali mengharumkan nama kampus berlogo ulul albab ini dalam ajang nasional di Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) 2022. Minggu (14/8).
Kali ini Rifqi Rizaldi, Achmad Nur Huda, dan Ahmad Alfian mahasiswa Prodi Akuntansi meraih Juara I Tingkat Nasional di ajang Accounting Competition, oleh HMA Universitas Lambung Mangkurat.
Pengiriman delegasi PIA merupakan salah satu program kerja tahunan HMPSA (Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntasi). PIA merupakan rangkaian perlombaan, yang terdiri dari : Accounting Competition, seminar nasional, workshop nasional dan field trip ini bisa memberikan motivasi kepada generasi muda untuk menumbuhkan jiwa kreatif, menggali kemampuan dalam berkompetisi secara sehat, belajar budaya nasional, serta memotivasi peserta untuk bersaing ketingkat yang lebih tinggi.
Secara umum, Akuntansi adalah tidak hanya suatu proses mencatat, meringkas, mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan data transaksi, serta berbagai aktivitas yang berhubungan dengan keuangan tetapi juga pemahaman terhadap seluruh bisnis proses, sehingga informasi tersebut dapat digunakan oleh seseorang yang ahli di bidangnya dan menjadi bahan untuk mengambil suatu keputusan.
"Alhamdulillah, kami meraih juara satu dan kami ucapkan terima kasih atas support Bapak/Ibu, Rektorat, Dekanat, OMIK, dan seluruh Keluarga Besar Fakultas Ekonomi dan terkhusus Keluarga Besar Prodi Akuntansi. Barakallah," ucapnnya.
HUMAS-Tanaman kelor (Moringa oliefera) selalu menjadi objek penelitian yang selalu memiliki daya tarik tersendiri. Pasalnya daun kelor sendiri dikenal memiliki banyak kandungan gizi yang manfaatnya tidak hanya untuk dikonsumsi manusia saja. akan tetapi juga hewan dan tanaman. Jumat (12/8).
Seperti hasil penelitian yang telah dilakukan oleh salah satu dosen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Eny Yulianti, M.Si bersama mahasiswa bimbingannya Saidun Fiddaroini. Berawal dari penelitian sederhananya, dia menghasilkan pupuk organik cair yang dihasilkan dari bahan dasar daun kelor.
Eny sapaan akrabnya menjelaskan, penelitian yang dilakukan dengan mahasiswa bimbingannya itu diterapkan pada tanah yang tidak memiliki tingkat kesuburan yang baik. Penelitian kali ini dicoba pada tanaman bayam merah yang hasilnya cukup efektif dengan menggunakan pupuk organik kelornya itu.
Dari hasil risetnya, menunjukkan bahwa tanaman yang disiram dengan pupuk organik cair dari daun kelor menunjukan hasil pertumbuhan tanaman yang jauh lebih subur. Tidak hanya itu saja, jenis tanah yang awalnya memiliki PH (Keasaman air, red.) yang tidak bagus dengan dicampurkan pupuk organik bisa memberikan perubahan pada tingkat kesuburan dan PH tanah yang semakin menunjukkan kesuburannya. “Iya, tanah yang kurang subur setelah disiram dengan pupuk organik cair kelor ini PH tanahnya berangsur membaik,” terangnya berdasarkan hasil penelitiannya.
Pembuatan pupuk cair yang ditemukannya pun cukup sederhana, cukup haluskan daun kelor sesuai dengan kebutuhannya dan ditambahkan air dan kemudian dimasukkan dalam wadah tertutup kemudian diamkan selama tujuh hari. "Perbandingannya 1 kg daun kelor ditambah 3 liter air dan di blender kemudian saring dan diamkan selama satu minggu, baru pupuk cairnya bisa digunakan," terangnya.
Untuk lebih jelasnya bisa kunjungi youtube edukasi di link berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=xJvCGYXuvwU
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai lembaga pendidikan tinggi tingkat sarjana, magister dan doktoral tentu dituntut harus terus berkembang dan berinovasi dalam persoalan pembelajaran, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat. Jumat (12/8).
Khusus masalah pembelajaran, kampus berlogo ulul albab ini terus berupaya meningkatkan mutu kurikulum berbasis reguler hingga internasional. Kurikulum kelas internasional pada program regular menggunakan bahasa internasional sesuai standar pendidikan pada lembaga akreditasi internasional atau berbasis outcome based learning (OBE).
Untuk memantapkan pengembangan kurikulum internasional, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag mengundang langsung Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.Si dari UPI Bandung sebagai narasumber dalam workshop pengembangan kurikulum hybrid learning dan internasional cyber learning class.
Prof. Dinn sapaan akrabnya dalam paparan materinya menjelaskan bahwa seyogyanya pengembangan kurikulum berbasis hybrid learning itu harus mampu menguatkan iman dan taqwa para pendidik maupun anak didiknya. "Ini tujuan utama pendidikan yang sebenarnya," paparnya.
Untuk itu, Prof. Dinn meminta setiap mata pelajaran yang dikembangkan jangan hanya fokus pada ranah knowledge saja akan tetapi juga harus dikuatkan di aspek kompetensi spiritualnya juga. "Meskipun pembelajaran di kampus itu memilki empat opsi pembelajaran mulai dari pembelajaran langsung, maya, mandiri dan kolaboratif. Akan tetapi, tujuan utama pembelajaran itu sendiri jangan sampai diabaikan," pesannya.
Kebijakan apapun, kata dia, tentu selalu diawali dengan adanya regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, misalnya saja adanya pembelajaran model e learning ini, dan semua ini demi tercapainya efektivitas dalam pembelajaran bagi mahasiswa. Pembelajaran itu sendiri ada yang bersifat synchrounus dan asynchronousi. "Komunikasi sinkron merupakan komunikasi pembelajaran yang dilakukan dengan sistem komunikasi real time. Sedangkan komunikasi asinkronus adalah komunikasi pembelajaran yang dilakukan dengan tidak serempak, yaitu melalui media perantara," jelasnya.
HUMAS-Ketua ICE Intitute UT Jakarta Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls hadir ditengah tim pengembangan kurikulum berbasis hybrid learning. Kehadiran Ketua Indonesia Cyber Education (ICE) itu menyampaikan soal tantangan dan strategi penyelenggaraan hybrid learning dan internasional cyber learning class. Jumat (12/8).
Mengawali materinya, Profesor UT Jakarta ini menanyakan kesiapan UIN Maliki Malang untuk free open akses segala penunjang pembelajaran online untuk mendukung program pembelajaran MB-KM.
Mengawali pembelajaran e learning dibutuhkan sistem yang memiliki standarisasi sesuai dengan peraturan yang ada agar tidak tabrakan dengan peraturan yang sudah di tetapkan di MBKM, sehingga kampus menjamin keamanan dan legalitasnya terhadap para mahasiswa. "Jangan sampai upaya yang dilakukan mahasiswa di e learning ini tidak mendapat legalitas dari lembaga, sehingga ini akan sangat merugikan mahasiswa," terangnya.
Sehingga, kata dia UIN Maliki Malang harus menyiapkan sistem berupa digital badges untuk setiap mata kuliah daring yang bisa ditabung oleh mahasiswa yang mengambil program hybrid learning ini.
ICE siap berkolaborasi dengan UIN Maliki Malang untuk pengembangan sistem perkuliahan hybrid learning dan blanded learning dan tentunya semuanya disajikan dengan gratis kepada dosen maupun mahasiswa. "Upaya ini dalam rangka untuk mendukung program e learning MBKM oleh pemerintah pusat," tegasnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Umi Sumbulah, M.Ag berharap UIN Maliki Malang bisa terus berkolaboratif dengan ICE dalam upaya mengembangkan kurikulum berbasis hybrid learning ini. "Ini dalam rangka meningkatkan pengakuan (recognisi) UIN Maliki Malang di level internasional sehingga kampus berlogo ulul albab ini harus bisa beradaptasi. "Kedepan kelas internasional akan lebih terbuka lagi yang bisa diikuti oleh mahasiswa lokal maupun asing," jelasnya.
Semoga, tambah dia, workshop kali ini bisa menghasilkan pedoman penyelenggaraan kelas internasional dengan model hybrid learning dan blanded learning. "Ini menjadi harapan dan sekaligus tantangan bagi kita semua," tegasnya kepada seluruh peserta workshop Hybrid Learning dan internasional cyber learning class di kota Batu.
HUMAS-Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag mengundang perwakilan dari Fakultas, Program Pascasarjana dan PTIPD untuk membahas pembelajaran hybrid learning dan blanded learning melalui workshop Hybrid Learning (HL) dan International Cyber Learning Class (ICLC) selama tiga hari yang digelar di Hotel Klub Bunga Kota Batu. Kamis (11/8).
Dalam penerapannya, Prof. Umi tentu dengan berjalannya waktu pasti akan ada penyesuaian yang disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan lembaga atau perguruan tinggi dan juga tempat tinggal para mahasiswa.
"Penerapan model hybrid learning sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di perguruan tinggi serta kesiapan teknologi yang tersedia," paparnya.
Namun secara prinsip, kata dia, pembelajaran dengan sistem daring akan tetap dilaksanakan oleh kampus dengan dikombinasikan pertemuan tatap muka dengan model hybrid learning. "Soal durasi lamanya tatap muka perkuliahan disesuaikan kebijakan yang diambil oleh masing-masing perguruan tinggi," jelasnya.
Penerapan model hybrid learning masih perlu dirumuskan secara matang dan semoga workshop selama tiga hari ini peserta bisa fokus dan menghasilkan modul kurikulum pembelajaran HL dan ICLC sesuai harapan. "Sistem perkuliahan tentu sudah di atur bahwa Dikti meminta jika mengadakan perkuliahan model e learning porsinya hanya 40 persen saja dan yg 60 persen tatap muka," paparnya.
Panduan pembelajaran jarak jauh dan panduan internasional class program tentu akan menjadi bahasan utama dalam workshop kali ini dengan dua narasumber yang kompeten di bidang HL dan ICLC yaitu Ketua ICE Intitute UT Jakarta Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls dan Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.Si UPI Bandung.
"Jadi ada dua target utama yang akan diselesaikan yaitu naskah PJJ ICLC dan panduan penyelenggaraan kelas internasional program," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Senat UIN Malang Prof. Dr. Muhtadi Ridwan, M.Ag mendukung sepenuhnya proses pengembangan kurikulum berbasis hybrid learning dan internasional cyber learning class. Tentu hal ini sesuai dengan road map UIN Maliki Malang yang saat ini sudah di fase rekognition internasional sehingga apapun jenis pengembangannya harus bermuara pada pengembangan lembaga unggul bereputasi internasional. "Untuk mencapai rekognisi kuncinya satu yaitu peduli dan fokus," tegasnya