GEMA-Panitia penjaringan bakal calon rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mulai melakukan persiapan secara intens. Mulai dari perencanaan jadwal penjaringan yang berisi beberapa tahapan yaitu penjaringan bakal calon, pemberian pertimbangan kualitatif, hingga penyerahan hasil penilaian kepada Kementerian Agama RI. Kamis (18/3).
Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag menyampaikan rasa bahagianya. Pasalnya, penjaringan bakal calon rektor UIN Malang tahun ini memiliki banyak calon dari internal UIN Malang. "Setidaknya ada 15 bakal calon rektor yang siap mendaftar," jelasnya.
Prof. Haris berharap proses penjaringan bakal calon rektor ini bisa berjalan dengan baik dan penuh dengan kedamian, siapapun yang terpilih harus didukung demi majunya UIN Malang kedepan. "Semoga Allah SWT memberikan calon pemimpin kampus ini yang terbaik," doanya.
Ketua panitia penjaringan bakal calon rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. KH. Badruddin dalam sosialisasinya menegaskan bahwa penjaringan bakal calon rektor ini sudah menjadi rutinitas empat tahunan sekali yang wajib dilakukan. Dalam proses penjaringan ini semua warga kampus berharap bisa berjalan damai dan penuh dengan kebersamaan. "Kami berharap setiap calon rektor bisa mengirimkan visi misinya serta company profil yang bisa di publikasikan di video tron dan medsos," harapnya.
Dengan begitu,setiap calon rektor bisa mengkampanyekan visi misinya secara daring kepada warga kampus. Pasalnya, calon rektor ini bisa dari luar kampus UIN Malang. "calon rektor bisa dari perguruan tinggi keagamaan islam negeri di seluruh Indonesian," tegasnya.
"Mudah-mudahan apa yang dilaksanakan ini diridhoi Allah SWT dan semoga semua guru besar di UIN Malang bersedia mendaftarkan diri untuk mencalonkan menjadi bakal calon Rektor UIN Maliki Malang," pungkasnya.
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berupaya menambah jalinan kerjasamanya. Kali ini kampus berlogo Ulul Albab di Kota Malang tersebut mengadakan penandatangan kesepakatan bersama (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang. Acara penting tersebut berlangsung di ruang rektor Lt.1, Gedung Ir. (HC) Soekarno, kampus I UIN Maliki Malang, Selasa (16/3).
Di awal sambutan, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris,M.Ag mengucapkan selamat datang sekaligus ucapan terima kasih atas kehadiran tamu dari segenap pimpinan Kejari Kota Malang. Rektor asal Lamongan ini begitu sangat bahagia akhirnya bisa bertatap muka langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) beserta pejabat Kejari lainnya. “Alhamdulillah, setelah sekian lama menunggu akhirnya kesempatan terbaik ini bisa mempertemukan kita semua dan semoga acara ini membawa berkah dan banyak manfaat,” ucap Prof. Haris sapaan akarabnya.
Tujuan dari pertemuan tersebut, menurut orang nomor wahid di UIN Maliki ini selain bersilaturahmi, tidak lain adalah melakukan kerjasama. Hal itu sangat penting, karena menurutnya lembaga perguruan tinggi terutama UIN Maliki sendiri sebagai suatu instansi pendidikan semakin ke depan semakin memiliki beban yang berat. Banyak sekali tantangan bagi UIN Maliki dalam mengembangkan proses pendidikan tinggi di berbagai bidang, tak terkecuali bidang hukum yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, Prof. Haris berharap dengan adanya kerjasama itu nanti kedua lembaga bisa saling bersinergi. “Kami berharap nanti Kajari berserta pejabat lainnya bisa membantu UIN Maliki, mendampingi dan juga memberikan bimbingan dalam upaya kami mengembangkan institusi menuju World Class University,” harapnya.
Sementara itu, Kejari Kota Malang menyambut dengan hangat dan terbuka atas diadakannya MoU tersebut. Dalam sambutannya,sebelum ia menanggapi lebih jauh terekait MoU yang akan segera ditandatangani, ia menyampaikan secara singkat terkait perubahan tugas yang ada di kejaksaan negeri saat ini. Kejaksaan dulunya dikenal bertugas sebagai jaksa penuntut umum namun menurut UU No. 16 tahun 2004 pasal 30 ayat 1 dijelaskan bahwa kejaksaan punya kewenangan di bidang perdata dan tata usaha negara. Dengan landasan tersebut akhirnya sekarang Kejari ditugaskan untuk mendampingi unsur-unsur di negara ini apabila sedang menghadapi persoalan hukum. “Jadi di situ kita bertindak sebagai pengacaranya, dengan dasar ada MoU dan surat kuasa khusus,”imbuhya.
Oleh karena itu, masih kata Kejari setelah adanya MoU, ke depannya apabila UIN Maliki Malang memiliki masalah terkait hukum perdataan maka pihak kejaksaan siap membantu untuk konsultasi sampai dengan pendampingan pelaksanaan setiap kegiatan di dalamnya. Selain itu, Kejari juga berharap agar UIN bisa berkerjasama lebih jauh lagi, misalnya dengan program PKL di wilayah Kejari Kota Malang. “Kami siap menerima program PKL mahasiswa apabila itu sesuai dengan jurusannya,” ungkapnya.
Hadir saat acara para wakil rektor, ketua senat universitas, para Kabiro, Ketua PMU, Ketua SPI, dan para kepala unit lainnya yang terkait.(ptt)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapatkan kunjungan tamu dari IAIN Surakarta. Kedatangan tamu yang berjumlah 22 orang tersebut disambut ramah oleh Rektor UIN Maliki beserta segenap pimpinan lainnya di ruang Rektor Lt. 1, Gedung Ir. (HC) Soekarno. Selain bersilaturahmi, mereka juga studi banding pengelolaan perencanaan dan keuangan berbasis BLU, dan juga Pengembangan Bisnis serta persoalan pengelolaan Remunerasi di UIN Maliki Malang. Senin(15/3)
Di awal sambutan, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag mengucapkan selamat datang kepada para tamu yang hadir. Didampingi oleh wakil rektor bidang AUPK, Dewan Pengawas(Dewas), Kabiro AUPK, Ketua LPM dan para kepala Unit terkait, Profesor asal Lamongan itu juga mengucapkan terimakasih atas kunjungan dari IAIN Surakarta.
Selanjutnya, Prof. Haris sapaan akrabnya juga merasa bersyukur bahkan tidak segan-segan membuka pintu akses bagi siapa pun terutama IAIN Surakarta yang ingin belajar bersama di UIN Maliki terkait pengelolaan BLU. "Alhamdulillah, kita bisa bertemu di sini dalam rangka saling ngasih informasi terkait BLU dan saya yakin pastinya nanti tidak hanya itu ( BLU, -red) saja yang akan Bapak Ibu sekalian pelajari dari kami, " ucapnya sambil tersenyum.
Oleh karena itu, Prof. Haris bersedia memberikan apa saja yang terbaik dari kampus yang ia pimpin jika memang itu dibutuhkan oleh IAIN Surakarta. "Saya berpikir apa pun yang terbaik dari UIN Maulana Malik Ibrahim bisa diambil dan semuanya akan kami berikan, " jelasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Mudofir, M. Pd selaku Rektor IAIN Surakarta merasa tersanjung dan mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat dari tuan rumah. Ia pun menjelaskan kronologi perubahan status kampus yang ia pimpin dari satker menuju Badan Layanan Umum (BLU). Menurutnya, IAIN Surakarta sebagai bakal calon menjadi UIN Raden Mas Said itu perlu menyiapkan berbagai keperluan terutama terkait kelengkapan dan perbaikan berkas BLU yang telah diajukan ke pusat. Oleh karena itu, kunjungan tamu dari IAIN Surakarta tersebut tidak lain ingin berguru dan belajar dari UIN Maliki tentang BLU meliputi manajemen sampai pada remunerasi, dsb. "Tim BLU kami nanti secara teknis akan belajar dari Wakil Rektor Bidang AUPK dan Pak. Slamet (Dewas)," ungkapnya. Hal tersebut selanjutnya akan dijadikan patokan atau landasan perbaikan yang disarankan oleh tim BLU di Jakarta.
Lanjut Prof. Mudofir pun setuju dengan pernyataan dari Prof. Haris di awal sambutannya karena tidak hanya soal BLU namun ada beberapa hal lainnya yang ingin mereka pelajari dari UIN Maliki, antara lain pengembangan lembaga terkait pembukaan prodi-prodi umum, peningkatan SDM dan perolehan prestasi yang telah diraih UIN Maliki di berbagai bidang.
Sesaat sebelum tim tamu dari IAIN Surakarta bergegas menuju unit-unit terkait untuk pembelajaran secara teknis, maka mereka diberikan kesempatan oleh Prof. Haris untuk berkunjung ke perpustakaan pusat UIN Maliki Malang. "Perpustakaan kita ini bagus dan sudah diakui oleh dunia, jadi silahkan Bapak Ibu ke sana dahulu, " pintanya dengan bangga. (ptt).
GEMA-Umat Islam sedunia tentu hari ini serentak memperingati peristiwa yang sangat penting, yaitu kejadian Isra' Mi'raj. Isra' merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha di Yerussalem sedangkan Mi'raj perjalanan nabi menuju sidratul muntaha, Jumat (12/3). Untuk memperingati Isra' Mi'raj, Segenap pimpinan, dosen dan tenaga pendidik di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar khotmil Quran dan istighotsah serta membaca shalawat bersama di ruang Lobby Rektorat. Hadir memberi tausiyah Dr. KH. Badruddin salah satu dosen Fakultas Syariah UIN Maliki Malang. Dalam ceramahnya peristiwa Isra' Mi'raj itu harus dipahami dengan dasar keimanan bukan rasional. Sampai saat ini bagi orang yang tidak beriman tentu akan menolaknya peristiwa Isra' Mi'raj ini. "Isra' Mi'raj ini di luar nalar akal dan ini menjadi bukti bahwa inilah kekuasaan Allah SWT," terangnya. Berbicara Isra' Mi'raj tentu akan berhubungan dengan dimensi ruang dan waktu, untuk memahami perjalanan Rasulullah dengan kecepatan itu secara teori tentu akan mengalami kehancuran. "Karena itulah Rasulullah tidak berjalan dengan sendirinnya. Akan tetapi beliau diberangkatkan oleh Allah SWT dan semua yang terjadi atas kehendak-Nya," terangnya. Dalam perjalanannya, Nabi Muhammad SAW bisa menceritakan semua kejadian masa lampau dan yang akan datang dengan sangat detail yang banyak di ceritakan di dalam beberapa kitab serta kejadian Isra' Mi'raj ini juga diabadikan dalam Alquran. "Inilah kudratullah (Kekuasaan Allah SWT, Red.) Semua bisa terjadi atas kehendakNya," jelasnya. Semoga dengan adanya peristiwa Isra' Mi'raj ini bisa meningkatkan keimanan bagi ummat Islam, dan sholat itu merupakan mi'rajnya bagi muslim yang beriman. "Dalam Mi'raj inilah Rasulullah mendapatkan perintah menjalankan shalat fardhu yang sampai saat ini menjadi kewajiban bagi ummat Islam," pungkasnya.
GEMA-Tiada terasa sudah habis sudah masa kepemimpinan Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag sebagai rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Terhitunga mulai dari pertengahan tahun 2017 hingga menjelang bulan Juli tahun ini atau bertepatan nanti dengan penerimaan mahasiswa baru(PMB) periode 2021/2022 sehingga genap satu periode masa jabatannya. Selanjutnya untuk lima tahun ke depan, kampus Islam berlogo Ulul Albab saat ini sudah berhak mengadakan pesta demokrasi untuk memilih siapa calon rektor di periode 2021/2025. Hal ini ditandai dengan adanya launching website resmi terkait penjaringan bakal calon rektor UIN Maliki oleh tim panitia pelaksananya di ruang Lobi, Lt.1 Gedung Ir.(HC). Soekarno. Rabu(10/3)
Dr. H. Badruddin, M.HI selaku ketua tim panitia penjaringan bakal calon rektor UIN Maliki Malang menyampaikan bahwa landasan dari pelaksanaan agenda tersebut, yakni berdasarkan peraturan Menteri Agama No. 68 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian rektor dan ketua pada perguruan tinggi yang diselenggarakan pemerintah serta Keputusan oleh Direktur Pendidikan Islam No.7293 tahun 2015 tentang pedoman penjaringan, pemberian pertimbangan dan penyeleksian rektor / ketua Perguruan Tinggi Keagaamaan Islam Negeri pada Kementerian Agama.
Selanjutnya, mewakili tim panitia, Kyai Bad begitu sapaan akrabnya menyampaikan bahwa segenap panitia penjaringan bakal rektor mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mensukseskan bakal calon pada periode 2021/2025 sebagai ikhtiar untuk memajukan lembaga UIN Maliki Malang.
“Pada hari ini Rabu, 10 Maret 2021, Kami panitia penjaringan bakal calon rektor dengan mengucapkan BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM maka kita launching sekaligus dimulainya sosialisasi penjaringan bakal calon rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2021/2025,” ucapnya disambut tepuk tangan para tamu undangan yang hadir. (ptt)
GEMA-"Biaya perkuliahan Program Doktor (S3) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah yang paling murah dibanding PTKIN lainnya. Selain itu, SKS nya juga ringan dengan tetap menjaga kualitas lulusannya". Itulah sepenggal kalimat yang disampaikan Rektor UIN Maliki Malang Prof. Abd. Haris, M. Ag saat melantik tiga Kaprodi dan Sekprodi baru, yakni S3 Hukum Keluarga Islam dan Ekonomi Syariah serta Pendidikan Profesi Guru di ruang Rektor, Lt. 1, Selasa (9/3).
Prof. Haris, begitu sapaan akrabnya mengatakan bahwa kampus yang ia pimpinan sekarang ini ingin berupaya memberikan peluang kepada siapa pun yang berminat studi lanjut program doktor (S3). Menurutnya dengan biaya terjangkau maka akses pendidikan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. ”Program doktor kami per semester hanya Rp 7,5 juta, sedangkan di kampus lain bisa sampai Rp 10 juta per semester atau malah lebih,” ungkapnya. Namun demikian, meski biayanya tidak mahal, UIN Maliki akan tetap memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kualitasnya.
Lanjut, selain biayanya terjangkau, target pemenuhan SKSnya juga lebih ringan, yakni cukup 42 SKS. Sehingga, mahasiswa calon S3 selesai lebih cepat, tidak perlu banyak kuliah, namun lebih banyak melakukan riset.
”Program doktor itu by research, kuliahnya tidak banyak tetapi hasilnya saya perhatikan juga pintar-pintar. Jadi tidak perlu berambisi sampai 50 SKS atau lebih, menurut saya cukup 42 SKS,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Prof Haris berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik agar amanah dan bersungguh-sungguh dalam melakukan tugasnya. Sehingga lulusnya S3-nya tidak lama(cepat). ”Kuliah itu lebih bagus cepat dan pintar daripada lama terus tidak jadi pintar- pintar. Apa pun yang penting dilakukan asal tidak melanggar aturan,” tegasnya.
Hadir saat acara, para wakil Rektor, Kabiro AUPK, para Dekan, kepala unit dan para staf/karyawan yang terkait. Sedangkan Kaprodi yang dilantik adalah Prof. Dr. Roibin, M.HI sebagai Kaprodi Doktor Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah. Prof. Dr. Salim Al Idrus, M. Ag sebagai Kaprodi Doktor Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi dan Dr. Abdul Aziz, M. Pd sebagai Kaprodi PPG Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan(FITK). Kemudian, dilantik juga sekretaris dari masing-masing prodi tersebut.(ptt)
GEMA-Demi memberikan layanan prima dimasa pendemi COVID-19, Perpustakaan Pusat UIN Maliki Malang terus melakukan inovasi dengan menerapkan sistem pembayaran digital. Hal ini disampaikan Kepala Perpustakaan Pusat UIN Maliki Malang Mufid M. Hum saat ditemui pasca MoU dengan Link Aja di ruang lobby Lt. 1, Gedung Rektorat, Jum'at (5/3).
Sebelumnya, Mufid menerangkan bahwa akibat masa pandemi, menyebabkan segala layanan pembayaran di perpustakaan UIN Maliki terkendala. Apalagi yang awalnya proses pembayaran secara langsung sekarang tidak memungkinkan bisa dilakukan oleh para pemustaka karena keberadaan mereka sedang di berbagai tempat/daerah masing-masing.
Selanjutnya, masih kata Mufid untuk mengatasi masalah tersebut akhirnya perpustakaan UIN Maliki memiliki inisiatif menerapkan sistem pembayaran digital. "Sistem pembayaran digital itu nanti bisa digunakan untuk berbagai jenis pembayaran yang ada di perpustakaan, " terangnya. Kemudian untuk mewujudkan penerapan sistem pembayaran digital tersebut, perpustakaan UIN Maliki Malang bekerja sama dengan LINK AJA.
Menurut Kevin Lastario, senior devisi development Link Aja area Malang dan Probolinggo bahwa memasuki era digitalisasi di bidang pendidikan maka banyak sekali unit di dalamnya yang sangat membutuhkan aplikasi digital. Ternyata, menurut Kevin UIN Maliki Malang yang pertama kali menerapkan terobosan baru itu yakni sistem pembayaran digital di unit perpustakaan. Ia nantinya bersama crew akan segera membuat modul khusus kepada mahasiswa UIN Maliki terkait sosialisasi transaksi digital melalui Link Aja. "Prosesnya sederhana saja, dan nanti mahasiswa atau siapapun dimana berada bisa melakukan pembayaran cukup di dalam rumah tanpa harus keluar untuk pergi ke perpustakaan, " imbuhnya.
Kevin pun juga menegaskan, proses pembayaran digital melalui Link Aja sudah terjamin keamanannya bahkan juga terhindar dari tindak penyelewengan biaya. Sehingga hal itu sesuai dengan pernyataan dari Mufid sebelumnya, bahwa pembayaran digital nanti bisa mendukung pembangunan zona integritas di wilayah UIN Maliki khususnya di Unit perpustakaan pusat kampus. "Selain bisa melayani dari nominal pembayaran yang sangat minim maka transaksi seperti apa pun nanti pemasukan dananya langsung masuk ke rekening pusat, " pungkasnya.(ptt)
GEMA-Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Sekjen Kemenag RI) Prof. Dr. Nizar Ali berkunjung ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadirannya kali ini untuk silaturahmi sekaligus menjadi narasumber dalam rapat koordinasi dewan penyantun UIN Maliki Malang. Acara dengan metode hybrid meeting ini diselenggarakan di ruang Rektor Lt.1, Jumat (5/3).
Prof. Nizar begitu sapaan akrabnya, saat memberikan arahan kepada para dewan penyantun UIN Maliki sangat antusias. Ia mengatakan bahwa keberadaan dewan penyantun itu sendiri sangatlah penting. Hal tersebut dikarenakan, masih menurut mantan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) ini, bahwa adanya dewan penyantun bagi Perguruan Tinggi khususnya UIN Maliki yakni memberikan pertimbangan terhadap berbagai kebijakan rektor di bidang non-akademik. "Jadi apabila di bidang akademik yang berwenang memberi teguran adalah dewan senat sedangkan bagian non-akademik yang berperan dewan penyantun ini," terangnya.
Selanjutnya, adanya dewan penyantun di UIN Maliki akan sangat membantu dalam proses pengembangan dan kemajuan lembaga terutama saat ini yang sedang menjadi target dari kampus berlogo Ulul Albab yakni menuju Smart Islamic University yang tidak hanya berskala nasional tetapi juga bertaraf internasional.
Apalagi, masih kata Prof. Nizar sekarang ini UIN Maliki Malang telah memiliki dewan penyantun dengan komposisi luar biasa, yakni antara kepala daerah dan para ulama. "Diketuai oleh KH. Agus Ali Mansyhuri, seorang ulama besar yang luar biasa dan telah memiliki reputasi nasional, " ungkapnya. Oleh karena itu, Guru besar Ilmu Hadist UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini berharap hal tersebut bisa menjadi modal besar bagi UIN Maliki dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dengan jauh lebih baik ke depannya.
Ia juga menambahkan dengan kondisi sekarang ini, di sela-sela era disrupsi (revolusi Industri 4.0) sangat dibutuhkan sentuhan spiritualitas dari para ulama dan Kyai kepada para pelajar/mahasiswa. Tujuannya agar para generasi muda tidak terlepas dari pendidikan karakter, akhlak dan moral yang baik.
"Saya mengapresiasi UIN Maliki yang menginisiasi merekrut dewan penyantunnya dari dua elemen, yakni ulama' umaro'," ucapnya ikut bangga.(ptt)
Reporter: Putut Wahyu Hardiyanto GEMA-“Tugas dosen itu tidak hanya transfer ilmu pengetahuan saja melainkan juga harus bisa mengajarkan dan mencontohkan nilai akhlak yang baik". Hal inilah yang disampaikan oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abd. Haris saat memberikan arahan pada acara penyerahan SK Asisten Ahli kepada para dosen di Aula Lt.5, Gedung Ir. (HC). Soekarno, Kamis (4/3). Menurut Prof. Haris sapaan akrabnya, tugas utama seorang dosen melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. tiga poin penting yang ada di dalamnya menjadi amanah untuk diimplementasikan bagi dosen. “Salah satunya yakni menyalurkan, menularkan dan memberikan ilmu pengetahuannya kepada para mahasiswanya,” terangnya. Namun demikian, lanjuta dia, kewajiban dosen juga harus memberikan nilai-nilai dalam bersikap dan etika baik di dalam maupun di luar kelas “Melakukan transfer of value ini tujuannya agar dosen tidak hanya mendidik dengan ilmu namun juga dengan nilai yang baik dalam kehidupan sehari-harinya,” pesannya. Prof. Haris berpesan agar semua dosen mengajarkan tentang berperilaku dan akhlak yang baik kepada mahasiswanya. "Bapak ibu semuanya, disadari atau tidak karakter/sikap para mahasiswa bisa terbentuk itu juga karena sikap anda ketika mengajar mereka, jadi berhati-hatilah!, " pesannya. (ptt/*)