PEDULI SOSIAL: Tim El-Zawa dan Masyarakat Tunggulwulung pose bersama usai melaksanakan santunan.
Pusat Kajian Zakat dan Wakaf El-Zawa UIN Malang kembali turun dalam kegiatan bantuan sosial pada Jum’at (13/9). Bantuan sosial kali ini diadakan di kelurahan Tunggulwulung, kecamatan Lowokwaru, Malang. Menurut kepala kelurahan, Budiman, S.E, acara ini sangat membantu bagi para dhuafa, “Sangat baik dan positif, ya. Alhamdulillah. Kami juga sangat berterima kasih kepada kampus,” ungkapnya.
Berbeda dengan bantuan sosial di kelurahan lain, penerima bantuan El-Zawa di Tunggulwulung adalah 20 dhuafa lanjut usia yang telah ikut sejak acara pertama kali diadakan. Para dhuafa tersebut telah mengikuti 4 kali acara selama beberapa bulan terakhir. Upaya El-Zawa untuk “membawa” acara ini ke kelurahan rupanya juga menuai pujian dari pihak kelurahan. “Kalau di kelurahan kan, UIN bisa silaturahmi, ya. Yang tua-tua kan susah untuk transportasi (ke kampus). Kalau di sini lebih mudah,” jelas Budiman.
Selanjutnya, El-Zawa merencanakan untuk merayakan dies natalies UIN Maliki Malang sekaligus bantuan sosial, pengobatan gratis dan khitanan masal di Sumbersekar, Dau, Malang. Reporter: Zahra
KH. Chamzawi memberikan paket sembako kepada salah satu anak yatim di masjid At Tarbiyah UIN Malang.
Dalam memperingati 10 Muharram yang lebih dikenal dengan sebutan ASYURO, Pusat Zakat UIN Malang El Zawa menggelar Santunan kepada Anak anak Yatim Piatu dan Pegawai UIN Malang. Acara ini berlangsung di Masjid At Tarbiyah lt.2 (9/9).
Selain menggelar santunan, El Zawa juga memggelar dzikir bersama dengan para anak yatim piatu, kaum dhuafa dan pegawai UIN Malang. Nurul Yaqin selaku ketua El Zawa menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini adalah dalam rangka untuk memperingati bulan muharram agar mendapatkan keberkahan di bulan Asyura ini dengan berbagi kepada sesama.
Sementara itu , KH.Chamzawi memyebutkan bahwa 10 muaharram ini (Asyuroh) adalah bulan solidaritas, karena itu Nabi menganjurkan di bulan muharram ini untuk bersedekah kepada yang membutuhkan."Oleh sebab itu, di moment Asyuro ini untuk melaksanakan amalan-amalan yang baik salah satunya adalah dengan berbagi terhadap sesama", jelasnya. Reporter: M. Khafid
Noor Malihah Managing Editor Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS) saat menyampaikan materi tentang Scopus di Hotel Le Beringin Salatiga, Kamis (12/9)
GEMA-Materi Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal dilanjutkan dari Noor Malihah Managing Editor Jurnal Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS). Materi diawali dengan cerita tentang pengalamannya submit di Scopus beberapa tahun yang lalu. Menariknya, submit awal yang dilakukannya gagal, bahkan oleh pihak Scopus diembargo selama lima tahun. Yang berarti selama lima tahun ke depannya tidak dapat melakukan submit untuk jurnal yang sama.
“Kalau UIN sudah pernah submit dan diembargi hanya 6 bulan maka itu kesalahannya ringan,” jelas ibu yang mengaku sebagai Tukang Pos IJIMS ini. Dalam setiap notifikasinya, Scopus selalu memberikan informasi tentang kesalahan ataupun hal lain yang perlu diperbaiki. Menurut pengalamannya, embargo dalam hitungan bulan itu berarti tidak begitu berat kesalahan atau kekurangannya. Sehingga Journal of Islamic Architecture (JIA) memiliki peluang yang besar untuk dapat terindeks Scopus. Salah satu syarat yang harus dilengkapi saat submit Scopus adalah dengan mengumpulkan 10 naskah jurnal pilihan. “Pada saat inilah diperlukan kebijaksanaan dari pengelola jurnal, untuk memilih 10 naskah unggul yang mewakili jurnal,” terang wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga ini. Sehingga dalam proses ini perlu dilakukan dengan cermat dan tepat agar naskah yang kemudian dipilih dan dikirim ke Scopus merupakan representasi dari jurnal terkait. (nhl)
Adang Kuswaya Editor Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS) saat menyampaikan materi kedua di Hotel Le Beringin, Kamis (12/9).
GEMA-Materi Peningkatan Kualitas Pengelola Jurnal UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilanjutkan dengan materi kedua, Rabu (12/9). Materi kali ini akan disampaikan oleh Adang Kuswaya salah satu Editor Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS). Materi kedua ini akan membahas tuntas tentang Strategi dan Tips Merekrut Editorial Board, Reviewer dan Penulis Potensial dari Diversitas Internasional. “Berdasar pengalaman, untuk menuju Scopus dirasa lebih mudah dari pada ke Sinta,” ungkap editor juga Dosen di Fakultas Ushuluddin IAIN Salatiga. Untuk dapat terindeks Scopus setiap jurnal hanya perlu men-submit 10 artikel terbaiknya. Berbeda dengan Sinta yang harus masuk lebih dalam ke dapur redaksi jurnal.
“Wes sing penting submit!” tegas penulis yang juga telah memiliki ID Scopus ini. Sehingga memang diperlukan kebenarian dari pengelola untuk mendaftar di Scopus, tentunya dengan perbaikan yang berkelanjutan. “Tentang diversity, kita dapat memulainya dengan pertemanan,” terangnya santai. Tipsnya sederhana, hanya perlu memperbanyak teman kemudian meminta mereka berkontribusi di jurnal. Sehingga pertemanan yang luas akan menjadi modal penting untuk hal ini. Diversity ini juga bisa dilakukan dengan mengafiliasi teman-teman yang sedang menempuh studi di luar negeri. “Inna ma’a al ‘usri yusro,” pungkasnya memotivasi. Bagi Adang, kesulitan yang akan ditemui dalam setiap usaha, pasti akan ada jalan keluarnya. Dan pasti, akan berujung kebahagiaan. (nhl)
GEMA-Di hari ulang tahunnya yang ke-58, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat ‘kado’ dikukuhkannya dua guru besar Fakultas Syariah. Itu artinya, jumlah guru besar UIN Malang bertambah lagi. Pengukuhan yang dijadwalkan besok (10/9) mengundang sejumlah pejabat pemerintah tingkat kota, provinsi dan pusat. Salah satunya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Ada dua guru besar yang akan dikukuhkan, yakni Prof. M. Nur Yasin, M.Ag sebagai guru besar di bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah dan Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag sebagai guru besar bidang Ilmu Studi Islam atau Dirasah Islamiyah. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menyampaikan selamat kepada kedua profesor. Beliau berharap keduanya bisa mengabdikan diri sepenuhnya kepada nusa dan bangsa ini, sehingga ilmunya bisa bermanfaat bagi masyarakat secara luas. “Saya amat senang sekali profesor di UIN Malang terus bertambah dan semoga calon profesor yang lain segera menyusul,” harapnya.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang 22 guru PAUD di Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang, Sabtu (7/9). Kegiatan 'UIN Mengabdi 2019' yang dilakukan Dr. M. In'am Esha, M.Ag, Kusumadyahdewi, M.AB dan Ahmad Abtokhi, M.Pd itu berlangsung di hotel pelangi jl. Merdeka Selatan, mengawali materinya, peserta diberi motivasi dan wawasan bagaimana memanfaatkan golden age pada anak usia dini mulai dari usia 0-7 tahun hingga memasuki 8-14 tahun dan usia 15-21 tahun. Menurut In'am, yang menjadi tantangan guru PAUD saat ini bagaimana menyikapi perubahan lingkungan yang serba digital ini dan bagaimana memanfaatkan teknologi yang berkembang agar bisa memberikan kontribusi yang positif terhadap tumbuh kembangnya anak. "Untuk itu, melalui kegiatan penguatan keterampilan kepengasuhan guru PAUD harus diupgrade," tegasnya.
Para guru dilatih bagaimana mengelola pendidikan non formal ini bisa memaksimalkan masa keemasan tumbuh kembangnya anak secara maksimal yang sesuai dengan perkembangan era digital atau native digital. In'am menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survei yang dilakukan kementerian pemberdayaan perempuan dan anak menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan saat ini dalam kependidikan hampir seimbang. "Hal ini menunjukkan bahwa tren tingkat partisipasi pendidikan laki dan perempuan hampir seimbang," jelasnya.
Sementara itu, kata dia, orang tua pun jangan hanya mengukur kecerdasan anak itu hanya dari nilai raport saja, guru pun juga harus memiliki kemampuan beradaptasi yang bagus baik dengan anak didiknya dan lingkungan untuk mendukung terhadap perkembangan anak. "Ini hal sederhana tapi sangat penting untuk dilakukan," terangnya.
Selain itu, turut hadir narasumber dari Lembaga Penjaminan Mutu UIN Maliki Malang Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd, ia memberikan materi dengan judul Optimalisasi Bakat dan Minat Anak Sejak Dini dengan Pendekatan Cybernetik.
GEMA-Ribuan mahasiswa baru tahun akademik 2019 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti apel pagi pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di lapangan utama, Selasa (13/8). Kegiatan PBAK ini dijadwalkan akan berlangsung hingga Jumat mendatang. Rektor beserta wakil dan seluruh Dekan Fakultas serta Dema Universitas tampak hadir mengikuti pembukaan PBAK. Dalam sambutannya Prof. Abd. Haris mengajak seluruh mahasiswa turut berperan aktif membangun bangsa ini, dengan cara menjadi generasi yang ulul albab. Sesuai dengan tema PBAK 2019 yaitu memperkuat nasionalisme dan kemandirian bangsa. Sementara itu Wakil Rektor Bidang kemahasiswa Dr. Isroqunnajah membakar semangat peserta PBAK melalui rentean prestasi yang diraih UIN Maliki Malang. Mulai dari persoalan Akreditasi Perguruan Tinggi, Juara Umum Pionir, serta peranan aktif UIN Malang di kancah nasional dan internasional. Usai apel, seluruh peserta juga diajak mengikuti kuliah tamu di gedung SC yang di hadiri langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji, dan Dirut Radar Malang Kurniawan Muhammad.