INTERVIEW: Kabag Umum A Zubairi saat diinterview oleh WR I, II, III, dan IV di rumah Singgah Batu, Jumat (4/10).
GEMA-Proses asesmen di hari kedua ini seluruh pejabat eselon III dan IV mengikuti proses interview. Satu persatu mulai digali potensinya lebih dalam oleh asesor ahli, tak terkecuali WR I, II, III, IV dan perwakilan dari Kabag Kepegawaian Kemenag Pusat juga turut menginterview 47 calon pejabat struktural tersebut, Jumat (4/10).
Kabag dan Kasubbag tersebut nantinya akan diposisikan jabatannya sesuai dengan hasil asesmen. Kabag OKH UINMalikiMalang Umihanik menjelaskanbahwaasesmeniniuntukmemposisikanpejabatstrukturaldilingkunganUINMalangberadadi jabatan yang tepatsesuai dengan potensiyangdimiliki. Sehingga bisamenunjangkinerjanyadimasing-masing satkeryangada. "Menempatkan posisipejabat struktural harussesuaidengankompetensiyang dimilikinya," jelasnya.
Ibu dari dua putra itu berharap asesmen ini bisa berjalan dengan lancar dan menghasilkan data kopetensi dari eselon III dan IV lebih akurat, sehingga dihasilkan jabatan yang sesuai dengan kompetensi, dan lebih transparan dalam hasil asesmennya. "Untuk menetapkan para pejabat, UIN Malang menghadirkan Tim asesor ahli yang brsertifikat dan juga melibatkan Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kemenag pusat," pungkasnya.
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan asesmen kepada 47 pejabat eselon III dan IV di lingkunagan UIN Maliki Malang. Asesmen ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari dan berakhir Jumat, (4/10) di Rumah Singgah Batu. Asesmen kali ini dibuka langsung Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nur Diana M.Si, dan didampingi langsung Kabiro AUPK Drs. Mahfudh Shodar, M.Ag. Mengawali sambutannya Ilfi menegaskan bahwa proses asesmen ini sudah sepatutnya dilakukan setiap dua tahun sekali untuk mengidentifikasi kompetensi dari Bapak Ibu. “Asesmen ini tidak lain untuk meningkatkan layanan di UIN Maliki Malang,” paparnya. Untuk itu, tambah dia, melalui asesmen ini nantinya akan diketahui kompetensi dari calon pejabat struktural ini agar kedepannya dalam mengemban amanah di jabatannya tidak salah orang. “Setidaknya, asesmen ini bisa digunakan untuk evaluasi sekaligus menentukan posisi tendik di UIN Malang,” jelasnya.
Ilfi berpesan, setidaknya setiap tendik di UIN Malang harus tetap percaya diri untuk terus mengasah kompetensi dirinya. Bagi tenaga administrasi harus bisa menguasai dua bahasa yaitu Bahasa Arab dan Inggris. Pasalnya, UIN Malang saat ini sudah menuju taraf pengakuan internasional. “Untuk itu, kompetensi yang dimiliki tendik harus terus dikembangkan, jangan sampai terlena ada di zona nyaman,” pesannya. Sementara itu, salah satu Asesor dari Psikologika Malang Dr. Ilhamuddin Nukman menegaskan bahwa asesmen ini untuk menggali kompetensi secara komprehensif yang dimiliki para pejabat eselon III dan IV di UIN Malang. “Saya berharap semua peserta serius mengikuti proses asesmen ini, sehingga hasilnya bisa lebih akurat,” harapnya.
Ilham sapaan akrabnya menjelaskan bahwa semua peserta akan dinilai melalui tiga tahap, yaitu Psikotes, Leaderless Group Discussion (LGD), dan proses wawancara. “Hari kedua, semua peserta akan di interview langsung oleh Wakil Rektor Bidang AUPK, WR Bidang Kemahasiswaan, dan WR Bidang Kerjasama. “Kepala Biro Kepegawaian Kemenag Pusat yang diwakili Kabag Asesmen juga akan menginterview peserta secara random,” jelasnya.
GEMA-Fakultas Syariah UIN Maliki Malang kembali memacu intelegensi mahasiswanya melalui stadium general, Selasa (24/9). Acara bertajuk Hukum Keluarga Islam dalam Perspektif Mubadalah ini dibuka dengan materi gender. Pemateri kuliah gender didatangkan dari Fakultas Syariah, yakni Dr. Hj. Erfaniah Zuriah, MH. Beliau tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga aktif sebagai tim ahli gender Kementrian Agama Republik Indonesia. Adapun topik yang dibawa bertajuk “Diskursus Gender Persektif Hukum Keluarga Islam”. Topik tersebut sengaja dipilih untuk memperluas wawasan mahasiswa/i dalam bidang gender. Pasalnya, kata Erfan, di setiap lembaga PTKIN, sebagian besar aktivis gender datang dari jurusan Hukum Keluarga Islam. “Tiap saya turun ke PTKIN, kenapa aktivis gender itu rata-rata, hampir 80%, itu kok dosen al-ahwal al-syakhsiyyah. Ini nanti menjadi riset yang luar biasa,” ungkap Erfan dalam pembukaan presentasinya.
Menurut Erfa, hal ini dapat disebabkan oleh adanya kedekatan ilmu hukum keluarga Islam dengan fenomena sosial dan keluarga di Indonesia. Dengan adanya kuliah gender, Erfan juga berharap akan ada mata kuliah gender resmi di jurusan ini. “Karena mata kuliah di al-ahwal al-syakhsiyyah tidak ada spesifik mata kuliah gender. Mungkin nanti akan menjadikan perubahan kurikulum yang mungkin akan diusung oleh Bu Sekjur dan Pak Kajur yang sangat responsif gender,” ujarnya. Acara dilanjutkan dengan materi dari Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, Lc. MA. Dari Fahmina Institute, Cirebon, Jawa Barat.
GEMA-Sesi coaching clinik (klinik bimbingan) bagi calon guru besar atau profesor di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang memasuki hari kedua, Minggu (22/9). Klinik yang dibimbing langsung Prof. Dr. Jayakaran Mukundan asal Malaysia itu sangat menarik. Buktinya seluruh calon profesor sangat antusias mengikuti bimbingan yang berlangsung di ruang meeting hotel Swiss-Bell Malang.
Klinik bimbingan mengharuskan peserta membawa hasil review papernya masing-masing. Setiap peserta diberi waktu untuk mempresentasikan hasil revisinya dan langsung dikomentari Prof. Jaya sapaan akarab Prof. Dr. Jayakaran Mukundan. Para peserta belajar dan mencari kekurangan dari artikelnya untuk disesuaikan dengan aturan penulisan. Dimulai dari penulisan judul, abstrak, metode penelitian hingga persoalan pembahasan dan penulisan kutipan. Persoalan daftar refrensi juga menjadi sorotan untuk disesuaikan dengan ketentuannya yaitu mengambil sumber refrensi yang terregister dan utamanya mengambil hasil penelitian di jurnal yang terupdate dan disesuaikan dengan fokus penelitian yang dilakukan. Prof. Jaya dalam bimbingannya meminta agar setiap penulis tidak tergesa-gesa melakukan penilaian terhadap hasil penelitiannya. Peneliti harus objektif dalam mengkaji hasil researchnya di lapangan. "Untuk itu, tunjukkan bahwa tulisan anda bisa dipertanggungjawabkan dan layak untuk dipublikasi," tegasnya.
Via coaching clinik ini, Prof. Jaya meberikan beberapa masukan kepada peserta hingga artikelnya betul-betul layak untuk dipublish. "Menyusun laporan penelitain dalam bentuk artikel harus tegas, jelas dan bisa diterima oleh pembaca yang lain tanpa ada distorsi," terangnya.
OPENING: Dari kanan Ketua LP2M Dr. Tutik Hamidah, M.Ag, WR 1 Dr. M. Zainuddin, MA, dan Prof. Dr. Jayakaran Mukundan saat opening Coaching Clinic Artikel Publikasi Ilmiah Bereputasi, Sabtu (21/9).
GEMA-Saat ini, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus berupaya mendorong para akademisinya, khususnya dosen yang sudah bergelar doktor untuk meningkatkan publikasi penelitiannya, utamanya publikasi di jurnal internasional. Melalui program percepatan guru besar tahap dua yang di lakukan di hotel Swiss-Bellin Kota Malang selama dua hari semua peserta yang berjumlah 20 orang di coaching langsung oleh Prof. Dr. Jayakaran Mukundan asal Malaysia, Sabtu (21/9).
Adapun calon guru besar yang masuk program percepatanyangsudahmemenuhikriteria dan persyaratan yang berlaku. Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA menjelaskan bahwa Coaching klinik ini kali keduanya dilakukan setelah dari Yogyakarta Agustus lalu. Tahap kedua ini diharapkan semua peserta bisa menyelesaikan semua artikel ilmiahnya hingga terindex di jurnal internasional. "Prof. Jaya tetap kami minta untuk mentelaah hasil tulisan para calon guru besar hingga tuntas," terangnya.
Pasalnya, untuk menjadi profesor atau guru besar dibutuhkan capaian angka kridit 850 poin untuk meraih gelar tertinggi tersebut. Angka kridit tersebut diperoleh dari tri darma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. "Semoga melalui program percepatan ini bisa membantu melancarkan proses pemenuhan kridit poin dan tahun 2020 semua tulisannya sudah terindek di jurnal internasional," harapnya. Sementara itu, Prof. Jaya meminta agar semua peserta bisa diajak kerjasama dengan baik, sehingga proses indexing ini tidak memakan waktu yang cukup lama. Kuncinya, semua peserta harus fast respon terhadap apapun masukan yang diberikan oleh para mentornya. "Apapun kekurangannya harus segera diperbaiki sesuai dengan arahan dari mentornya masing-masing," tegasnya kepada seluruh peserta coaching klinik artikel publikasi ilmiah bereputasi.
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang khusunya bagian Organisasi Kepegawaian daan Hukum (OKH) bersiap mengundang 47 pejabat eselon III dan IV untuk mengikuti asesmen, Jumat (19/9). Melalui rapat terbatas, Kepala Biro AUPK Mahfudh Shodar menjelaskan bahwa pelaksanaan asesmen di instansi pemerintah sudah menjadi keharusan. Pasalnya, hasil asesmen itu sendiri untuk mengukur kemampuan seseorang sebelum dia menerima jabatan dan tangugng jawab barunya. “Sehingga, asesmen ini untuk mengetahui kompetensi calon pejabat,” paparnya. Selain itu, kata dia, asesemen ini juga sebagai bentuk implementasi lima nilai budaya kerja yaitu, 1. INTEGRITAS, Keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik dan benar; 2. PROFESIONALITAS,Bekerja secara disiplin, kompeten, dan tepat waktu dengan hasil terbaik; 3. INOVASI, Menyempurnakan yang sudah ada dan mengkreasi hal baru yang lebih baik; 4. TANGGUNG JAWAB, Bekerja secara tuntas dan konsekuen; 5. KETELADANAN, Menjadi contoh yang baik bagi orang lain. “Semoga rapat ini bisa membuat persiapan yang matang,” harapnya. Sementara itu, Ketua OKH Umihanik menjelaskan pelaksanaan asesmen ini direncanakan akan dilaksanakan tanggal 3-4 Oktober di rumah Singgah Batu. Semua pejabat eselon II dan IV akan diundang mengikuti proses asesmen ini. Pelaksanaannya dijadwalkan mulai pukul 08.00-16.00 WIB. “Semua peserta asesmen yang dibagi dalam tiga tahap yaitu Psikotes, LGD dan interview oleh assesor langsung,” terangnya. Kabag Keuangan Farida menghimbau agar hasil asesmen ini betul-betul dipakai untuk menempatkan posisi jabatan seseorang sesuai dengan kompetensinya masing-masing. “Semoga followup nya sesuai dengan hasil asesment di lapangan,” harapnya.
SEMINAR: Dr. Sani (kiri) saat mempresentasikan proposal penelitiannya. Jumat (19/9).
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang diketua Dr. Tutuk Hamidah, M.Ag kembali menggelar seminar proposal penelitian bagi seluruh dosen di lingkungan UIN Maliki Malang. Kegitan kali ini dijadwalkan akan berlangsung selama sepuluh hari kedepan, Jumat (19/9). Pelaksanaan kegitan seminar proposal penelitian kali ini dibagi dalam dua tempat yaitu ruang rapat gedung Rektorat Lt.3 dan lt.4. Sekretaris LP2M Ahmad Abtokhi, M.Pd mejelaskan seminar kali ini untuk menjaring judul proposal penelitian yang layak. Pasalnya, bagi penulis yang lolos penelitiannya akan didanai langsung oleh Bantuan Oprasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) tahun anggaran 2020. “Iya, semua proposal yang layak akan didanai BOPTN, sekaligus untuk meningkatkan publikasi ilmiah di PTKIN khusunya oleh para dosen di UIN Malang,” jelasnya.
Abtokhi menyampaikan, total proposal yang dipresentasikan kali ini sejumlah 194 judul yang terdiri dari kategori 12 kluster di Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Kemang RI. “Paling banyak pada kluster pembinaan berkapasitas 60, sedangkan yang paling sedikit ada pada kluster peningkatan pengabdian kepada masyarakat dan penulisan buku berbasis riset dan ebook masing-masing satu peserta,” terangnya. “Semua pedoman penelitiannya disesuaikan dengan pedoman dari Diktis,” pungkasnya.
GEMA-Kuliah tamu bertajuk Perkembangan Hukum Keluarga Islam di Indonesia berhasil menarik ratusan mahasiswa dan civitas akademika UIN Malang. Dilaksanakan sejak Kamis (19/9) pagi, acara ini menghadirkan Dr. H. Agustin Hanapi, Lc., MA sebagai pemateri utama. Mewakili Rektor yang tidak dapat hadir, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag memberikan sambutan acara dengan apresiasi tinggi. “Atas nama rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, (saya) memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada prodi yang telah menghadirkan narasumber asli dari Aceh, apalagi beliau masih menjabat sebagai konsultan,” ungkapnya. Ratusan mahasiswa yang diwajibkan hadir berasal dari jurusan Hukum Keluarga Islam dan Hukum Tata Negara. Menurut Gus Is, kuliah tamu ini penting untuk mereka karena akan mengungkap ulasan terkait mahkamah syariah dan peraturan daerah berbasis Islam yang ada di Aceh. Tak hanya memberikan sambutan, Gus Is akan turut memberikan kuliah terkait mahkamah syariah tersebut. “Forum ini menjadi menarik, yang saya juga nanti akan memaparkan historisitas mengapa mahkamah syariah itu ada, sampai bagaimana implementasinya dan mungkin juga efektivitas pelaksanaannya,” jelas Gus Is. Reporter: Zahra Foto: Putut
GEMA-Meski usianya telah menginjak kepala lima, semangatnya seolah tak pernah menua. Namanya Pak Supeno, satu-satunya petugas yang akan ditemui saat masuk ke ruang ATK UIN Malang. Di ruang kerja berukuran 4x6 m yang sekaligus menjadi gudang penyimpanan ATK itu, Pak Supeno menampung peluhnya dari pagi hingga petang. Hanya kotak-kotak kardus, rak-rak tinggi dan satu unit PC standar yang menjadi kawannya. Saat tim GEMA mengajak ngobrol soal kesibukannya, ia menceritakan suka dukanya bekerja pada kampus selama 33 tahun. Selama itu pula Pak Supeno menjadi pahlawan bagi keberlangsungan layanan administrasi bagi kampus dan civitas akademika UIN Malang. Bermula sejak tahun 1986, Pak Supeno sudah mengabdikan dirinya pada UIN Maliki Malang. Mulai bekerja di Bagian kebersihan selama 16 tahun, Tata Usaha sekitar lima tahun, kemudian lanjut di BAK selama 10 tahun dan berakhir di ATK sampai hari ini. Meski saat ini bekerja sendirian, Pak Supeno mengaku tidak keberatan. “Seminggu dua minggu (pertama) sempat stress, tapi sekarang sudah tidak. Insya Allah setelah dirolling ke sini satu bulan sudah adaptasi. Suka duka pasti ada. Intinya pekerjaan di manapun tetap disyukuri. Intinya itu saja,” akunya saat diwawancara pada Senin (16/9).
Di samping itu, ayah 3 anak ini mengaku dapat melaksanakan pekerjaan dengan santai. Itulah yang membuatnya kerasan ada di bagian ATK. Namun, tugas seperti mendata dan menghapal barang kadang kali membuatnya sangat lelah, tapi ia tetap berhasil mengatasinya. Tak hanya menjadi hero di kampus, Pak Supeno rupanya juga banyak membantu warga di kampunya. Tak heran, ia merupakan warga yang eksis di sana. Saat ini, ia tengah menjabat sebagai ketua RT. Selain itu, ia beberapa kali nukang kayu. Menurutnya, hal ini membantu untuk menyegarkan otot setelah bekerja. “Tadi pagi sebelum berangkat (kerja) saya juga memperbaiki cangkul untuk investasi kematian. Saya dimintai tolong tadi. Kadang-kadang juga bantu warga,” ungkapnya. Meski sempat break sejenak karena kehilangan istri pada Maret lalu, Pak Supeno kini telah kembali fokus bekerja, menjadi pahlawan untuk dua anak yang masih seatap bersama. Ia juga mengaku bahwa interaksi di dunia kerja dapat membantunya bangkit setelah kehilangan teman terbaiknya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah perjalanan Bapak Supeno.