Daftar Penulis: Abadi Wijaya


MATANGKAN MAHASISWA KKM, UIN MALANG HADIRKAN PAKAR METODE PENGABDIAN
Rabu, 3 Juli 2019 . in Berita . 1117 views
2155_kkk.jpg

GEMA-Hari kedua Rabu (3/7) Pembekalan KKM UIN Mengabdi Tahap 2 kembali meramaikan Fakultas Humaniora, UIN Malang. Di hari kedua ini, LP2M memfokuskan pelatihan tentang metode pelaksanaan KKM yang tepat. Materi ini dinilai penting lantaran banyak mahasiswa KKM yang kurang paham tentang pelaksanaan KKM yang benar.
Adapun metode yang dimaksud adalah Metode ABCD. Nama ini merupakan kepanjangan dari Asset Based Community Development, yakni pelaksanaan pengabdian yang berorientasi pada aset kekayaan yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Untuk materi ini, LP2M mengundang pakarnya langsung, yakni Agus Afandi.

2154_kk.jpg

Menurut Agus, metode ABCD ini dapat membantu mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian dengan baik. Artinya, mahasiswa mampu untuk melaksanakan kerjasama dan membantu masyarakat tanpa mengeluarkan uang yang banyak.
“Jadi, sekali lagi, kalau kita ke lapangan, jangan melihat masalah, (tetapi) lihatlah kekayaan yang dimiliki masyarakat,” jelas Agus.
Tak hanya itu, metode ini diharapkan dapat melunturkan persepsi masyarakat bahwa program KKM adalah melulu soal pembangunan infrastruktur. Hal tersebut juga akan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap mahasiswa KKM dan menjadi masyarakat yang independen.

2153_k.jpg


Reporter: Fatimatuz Zahro

Lebih Lanjut »
JELANG PIONIR, UIN MALANG MAKSIMALKAN POTENSI LIAISON OFFICER
Rabu, 3 Juli 2019 . in Berita . 712 views
2152_xx.jpg


GEMA-Agenda besar UIN Malang, PIONIR IX, sudah tinggal menghitung hari. Seluruh koordinator kini tengah mematangkan persiapan. Salah satu persiapannya adalah Pengembangan Kapasitas Liaison Officer (LO) selama dua hari yang dimulai pada Rabu (3/7).
Seperti yang diungkap oleh koordinator LO PIONIR, Dr. Elok Halimatus Sakdiyah, M.Si., pelatihan ini dianggap penting karena LO merupakan representasi kualitas UIN Malang. Dengan kualitas LO yang baik, UIN Malang dapat menjadi tuan rumah yang ramah untuk seluruh kontingen dari berbagai PTKIN yang berkisar 4000 orang.
Elok juga menyebutkan bahwa keuntungan menjadi LO tidak hanya terbatas dalam PIONIR saja, tetapi dalam acara lainnya. Hal tersebut didukung oleh kerjasama UIN Malang dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia.

2151_x.jpg


“Kemarin saya sudah ketemu langsung dengan deputi Kemenpora, beliau mengatakan yang sudah menjadi LO di sini dan terbukti memiliki komitmen yang kuat, itu langsung di-record oleh Kemenpora. Sehingga ketika Kemenpora memiliki acara tingkat nasional maupun internasional, tinggal rekrut,” jelas Elok dalam pembukaannya.
Tak tanggung-tanggung, koordinator LO turut mengundang Trainer Profesional Tersertifikasi, yakni Ilhamuddin Nukman. Melalui pelatihan ini, para LO yang berjumlah sekitar 123 orang diharapkan dapat terbekali dengan kemampuan untuk menjembatani antar kontingen.
Di samping itu, UIN Malang tidak hanya menargetkan profesionalitas LO di aspek soft skill saja, tetapi juga dari sisi penampilan. Untuk menunjang hal tersebut, UIN Malang telah bekerjasama dengan sponsor perusahaan kosmetik ternama untuk mengadakan Beauty Class dan Barber Shop gratis bagi LO.
Reporter: Fatimatuz Zahro

 

Lebih Lanjut »
LP2M UIN MALANG RENCANAKAN DUA PROGRAM BESAR PENGABDIAN
Selasa, 2 Juli 2019 . in Berita . 968 views
2141_d2.jpg

GEMA-Aula Fakultas Humaniora penuh dengan ratusan mahasiswa pada Selasa (2/7). Ratusan mahasiswa ini tengah mengikuti program Pembekalan KKM UIN Mengabdi Tahap II. Program pembekalan merupakan satu dari sekian rangkaian persiapan LP2M UIN Malang untuk melaksanakan Kuliah Kerja Masyarakat (KKM) kedua tahun ini.
Seperti yang dijelaskan oleh ketua LP2M UIN Malang, Dr. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag., program KKM UIN Mengabdi sengaja dilaksanakan dua kali supaya bisa menyesuaikan dengan jadwal seluruh mahasiswa. Jadwal yang dimaksud adalah jadwal Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang berbeda-beda antar fakultas.

2140_d1.jpg


Selain KKM UIN Mengabdi, Tutik mengungkapkan bahwa LP2M UIN Malang juga tengah mempersiapkan program pengabdian lain, yakni KKM Nusantara. Tahun ini, LP2M akan mengirim 7 mahasiswa dari fakultas yang berbeda-beda untuk melaksanakan pengabdian di daerah terluar Indonesia, tepatnya di Samarinda, Kalimantan Timur.
“KKM Nusantara ini dibiayai oleh LP2M. Dibiayai transportasinya, dan juga living costnya disubsidi. Hanya saja, karena dibiayai LP2M, maka jumlah mahasiswanya juga tidak banyak, tergantung pada kemampuan LP2M,” jelas Tutik.

2142_d3.jpg


Di samping itu, syarat-syarat mengikuti KKM Nusantara sama dengan persyaratan KKM UIN Mengabdi, yakni memenuhi 100 SKS. Namun, karena jumlah mahasiswa yang terbatas, LP2M harus berkoordinasi dengan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan setiap fakultas untuk mengirim 1 mahasiswa perwakilan fakultas.
Adapun tujuan utama KKM Nusantara tidak lain untuk membekali mahasiswa agar dapat bersosialisasi dengan baik di tempat yang memiliki tantangan tinggi. “Paling tidak, ada perwakilan dari mahasiswa itu (yang) pergi jauh dari zona amannya,” pungkas Tutik.

2145_d6.jpg


Reporter: Fatimatuz Zahro
Fotografer: Ajay

Lebih Lanjut »
KETUA LP2M: UIN MENGABDI REALISASIKAN TRI DARMA UNIVERSITAS
Selasa, 2 Juli 2019 . in Berita . 722 views
2147_d8.jpg

GEMA-Pembukaan Pembekalan KKM UIN Mengabdi Tahap II dipenuhi dengan sambutan sekaligus pesan dari aparat kampus. Salah satu sambutan yang mengundang perhatian datang dari ketua LP2M, Dr. Hj. Tutik Hamidah, M.Ag.
Dalam sambutannya, Tutik turut memberikan arahan pada mahasiswa KKM. Salah satu hal yang disampaikan adalah bahwasanya KKM adalah realisasi poin ketiga Tri Darma Universitas, yakni pengabdian masyarakat. Oleh sebab itu, KKM menjadi agenda terpenting yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa sebelum wisuda.

2144_d5.jpg

Lewat pembekalan KKM ini, Tutik juga berharap mahasiswa dapat mengerti kaidah-kaidah dalam masyarakat. Tepatnya yakni tentang komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat yang baik. Hal tersebut dianggap penting karena menurut Tutik, komunikasi yang baik akan membentuk kerjasama yang baik pula.
“Supaya (masyarakat berpikir), ini sopan santunnya anak UIN! Begitu datang, tidak langsung mau menggurui, tapi menyapa dengan silaturahmi dengan aparat desa dan tokoh-tokoh masyarakat. Nah, ini yang nanti perlu dikoordinasikan dengan Dosen Pembimbing Lapangan,” jelas Tutik.

2143_d4.jpg


Tak hanya itu, dalam pembekalan ini, LP2M juga merangkai sesi pembekalan tentang Metode ABCD, yakni metode pengembangan masyarakat. Sesi ini akan dilaksanakan pada Rabu (2/7) dengan menghadirkan tokoh ahli. Dengan bekal tersebut, mahasiswa KKM diharapkan dapat memanfaatkan ilmu di kampus untuk masyarakat.
Di akhir sambutannya, Tutik kembali berpesan mengenai koordinasi antar mahasiswa. “Fokuslah pada pengabdian masyarakat. Bekerjasamalah antar anggota kelompok. Insya Allah sukses,” tutupnya.

2148_d9.jpg


KKM UIN Mengabdi akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli-5 Agustus 2019 dan diikuti oleh 285 mahasiswa yang akan dibagi menjadi 19 kelompok. Program ini juga melibatkan 19 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan 1 dosen pengawas kecamatan. Adapun lokasi KKM akan terpusat di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Reporter: Fatimatuz Zahro
Fotografer: Ajay

Lebih Lanjut »
MENUJU PIONIR 2019: CABANG DEBAT KONSTITUSI UIN MALANG TARGETKAN MEDALI EMAS
Selasa, 2 Juli 2019 . in Berita . 701 views
2150_k2.jpg


GEMA-Menjelang diadakannya PIONIR IX Minggu depan, para kontingen perwakilan UIN Malang kini tengah gencar melaksanakan persiapan. Salah satu cabang lomba yang telah memasuki bulan ketiga persiapannya adalah cabang debat konstitusi. Seperti yang diungkapkan oleh Hikam Hulwanullah, satu dari tiga peserta lomba, persiapan telah dimulai sejak bulan Mei lalu.
Sejak bulan April, para koordinator telah memulai seleksi terbuka. Dari seleksi ini, lahirlah tiga kontingen yang berasal dari jurusan Hukum Keluarga Islam dan Hukum Tata Negara. Ketiganya sudah pernah mengikuti beberapa lomba debat konstitusi di luar Malang. Salah satu peserta bahkan sudah pernah turun dalam lomba debat konstitusi nasional yang diadakan oleh Mahkamah Konstitusi.
Menurut Hikam, ada dua tujuan yang ingin dicapai melalui keikutsertaan mereka di PIONIR IX, yakni untuk menambah pengalaman dan meraih medali emas. Mahasiswa semester tujuh ini juga menjelaskan bahwa dua target tersebut mendasari formasi tim yang terbentuk saat ini.
“Sebenarnya saya sudah senior sekali. Biasanya yang turun lomba bukan saya lagi, tapi sama fakultas masih ditunjuk untuk target itu,” pungkasnya saat diwawancara pada Senin (1/7).
Tujuan untuk belajar adalah niat utama bagi keikutsertaan dua peserta lain yang masih semester tiga. Meski terbilang muda, keduanya sudah pernah memenangkan juara di lomba sebelumnya sebagai perwakilan LADEC (Law Debate Community) Fakultas Syariah. Dengan mengikuti PIONIR, Hikam berharap adik-adik tingkatnya itu bisa belajar lebih banyak mengenai alur debat kampus lain yang bisa saja berbeda.
“Kalau misalnya maba-maba seperti ini, itu mereka belum bisa tujuannya pemenangan itu, alhamdulillah kalau dapat. Tapi, tujuan pertama itu pembelajaran. Tapi mereka kemarin sudah saya bawa ke IAIN Ponorogo dan berhasil dapat juara dua,” jelas Hikam.

Lebih Lanjut »
SEMINAR LOKAKARYA RAMAIKAN UIN MALANG
Jumat, 28 Juni 2019 . in Berita . 816 views
2138_s1.jpg

GEMA-Pada Kamis (27/6), gedung Rektorat UIN Malang tampak lebih ramai daripada biasanya. Hal ini disebabkan oleh adanya seminar tahunan yang digelar di sini. Puluhan akademisi dari berbagai kampus ternama di Indonesia terlihat memenuhi aula yang terletak di lantai 5.
Seminar lokakarya bertajuk Annual Conference on Islamic Education ini telah memasuki tahun keempatnya. Sebelum terpilihnya UIN Malang, kota Jakarta, Bandung dan Aceh sudah sempat menjadi tuan rumah. Diikuti oleh seluruh ketua dan sekretaris jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), seminar ini berhasil menjadi wadah diskusi dan silaturahmi akademisi dari kampus negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

2139_s2.jpg


Sulis, salah satu dosen PAI UIN Malang yang turut menjadi panitia seminar, mengungkapkan bahwa peserta yang mengikuti seminar ini mencapai kurang lebih 109 orang. Ia juga menuturkan bahwa seminar dan konferensi yang digelar di Gedung Rektorat ini hanya sebagian dari rangkaian acara yang sejatinya dimulai sejak Rabu (26/6) di Hotel Radho Sengkaling.
“Acaranya kemarin di hotel, pembukaan. Nanti setelah selesai jam 12, peserta kembali lagi ke hotel. Besok baru ada acara penutupan,” jelas Sulis.
Tidak hanya melibatkan akademisi, seminar juga melibatkan mahasiswa UIN Malang jurusan Pendidikan Agama Islam yang diwajibkan datang. Dalam seminar, para pembicara akan membahas inovasi-inovasi pengajaran yang berguna untuk industri digital yang sedang berkembang. Karenanya, acara ini dirasa tidak hanya berguna untuk menambah wawasan dosen, tetapi juga calon tenaga pendidik agama Islam.
Di samping itu, keputusan untuk tuan rumah seminar berikutnya masih belum diketahui. “Untuk yang kelima masih belum tahu, nanti akan ada rapat pleno untuk menentukan di mana seminar yang kelima,” ungkap salah satu panitia yang enggan disebut namanya.

Reporetr: Fatimatuz Zahro

Lebih Lanjut »
BIPA UIN MALANG LEBARKAN SAYAP DI KELAS INTERNASIONAL
Rabu, 26 Juni 2019 . in Berita . 1607 views
2133_b1.jpg

GEMA-Unit Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memulung prestasi membanggakan. Betapa tidak, program kursus ini kembali mewacanakan pengiriman dua pengajar BIPA ke luar negeri, tepatnya ke Benua Eropa. Sebelumnya, BIPA UIN Malang juga sudah pernah mengirim tiga pengajar ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Rabu, (26/6).

2135_b3.jpg

Ketua BIPA UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Dewi Chamidah, M.Pd., mengungkapkan bahwa prestasi ini dapat tercapai dengan membuka koneksi luas dengan instansi-instansi luar. “Dalam waktu yang relatif singkat, BIPA UIN Malang juga berhasil bekerjasama dengan lembaga regional dan internasional. Seperti dalam acara Design Thinking Camp, itu acara yang bekerjasama dengan PTN dan PTS se-Malang Raya,” jelasnya.

2136_b4.jpg

Berangkatnya para pengajar ke luar negeri juga tidak luput dari usaha BIPA merangkai koneksi dengan Kemdikbud RI. Melalui kerjasama dengan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) dan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemdikbud RI, BIPA UIN Malang dapat berpartisipasi dalam program Bimtek Pengajaran BIPA serta Pengiriman Pengajar ke Luar Negeri.

2137_b5.jpg


“BIPA sudah mendapat kepercayaan dari PPSDK untuk menjadi bagian terpenting dalam diplomasi kebahasaan. Karena itu, ada banyak program kerjasama BIPA dengan PPSDK,” ungkap Dewi.
Tak hanya mendapat kepercayaan penuh dari PPSDK Kemdikbud RI, BIPA UIN Malang juga dipercaya oleh KBRI Kairo untuk mengembangkan BIPA Al-Azhar. Keuletan dan optimisme para pengajar BIPA UIN Malang berhasil meyakinkan KBRI Kairo untuk mengembangkan program studi Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar Kairo bersama dengan UGM dan UMS. Dengan ini, nama UIN Malang diharapkan dapat semakin eksis di skala internasonal.

2134_b2.jpg

Reporter: Fatimatuz Zahro

Lebih Lanjut »
UIN MALANG SIAPKAN HAFIZ-HAFIZAH TERBAIK UNTUK PIONIR
Rabu, 26 Juni 2019 . in Berita . 1056 views
2132_mm.jpg

GEMA-Menyambut PIONIR IX, UIN Malang kini sibuk mematangkan persiapan para peserta dari berbagai cabang lomba. Salah satu cabang lomba yang banyak menjadi sorotan adalah Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ). Betapa tidak, di kompetisi-kompetisi antar PTKIN sebelumnya, UIN Malang kerap unggul dalam bidang Al-Qur’an. Tak heran, untuk PIONIR IX, para koordinator MHQ melakukan persiapan yang serius dan matang.
Seperti yang diungkap oleh Awaluddin pada Rabu (26/6), pelatih lomba MHQ, seleksi lomba MHQ meliputi beberapa pertimbangan. Tak hanya mempertimbangkan hafalan yang dimiliki, riwayat dan pengalaman mengikuti lomba sejenis juga diperhitungkan. Berbekal hafalan yang bagus dan pengalaman, medali ketiga kategori MHQ, yakni 5, 10 dan 30 juz, kini siap dipertaruhkan oleh hafiz dan hafizah terbaik di UIN Malang.
Salah satu peserta yang sempat kami wawancarai adalah Mohammad Ilham, mahasiswa jurusan Psikologi yang akan mewakili UIN Malang di kategori MHQ 10 juz. Lelaki asal Probolinggo ini telah beberapa kali memenangkan kompetisi Al-Qur’an seperti MTQ dan MHQ, baik di tingkat kabupaten hingga provinsi. Sedangkan, untuk kompetisi nasional antar PTKIN, mahasiswa semester 3 ini mengaku baru pertama kali ikut dengan PIONIR ini.
Meski telah beberapa kali memenangkan lomba, Ilham mengaku tidak mempunyai ambisi yang terlalu besar untuk meraih medali di PIONIR. Ia hanya berharap dapat melaksanakan lomba dengan lancar dan tidak mengecewakan. Di samping itu, sang pelatihpun tidak menuntut para kontingen untuk menang.
“Sebenarnya, targetnya itu mengalahkan diri sendiri. Setiap perlombaan itu, ya, ingin menang. Tapi, untuk target selama TC itu adalah berlatih sampai optimal. Pada hari H, jangan sampai terbebani dengan juara, yang penting optimal. Kalau optimal, kan, meski tidak menang tetap puas,” jelas Awaluddin.

2131_m.jpg

Reporter: Fatimatuz Zahro

 

Lebih Lanjut »
FORUM WR III ANTUSIAS GELAR PIONIR DI UIN MALANG
Senin, 24 Juni 2019 . in Berita . 1120 views
2123_f1.jpg

GEMA-Lagi, Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia kembali mengadakan rapat persiapan akhir pelaksanaan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) di hotel Grand Chakra selama tiga hari (23-25/6).
Rapat koordinasi kali ini difokuskan pada pembahasan persiapan kahir pionir, selain itu juga dibahas persoalan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) dan tracer study. Mengawali koordinasi Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meminta support kepada seluruh PTKIN agar pelaksanaan PIONIR yang ke IX ini bisa berjalan dengan baik, lancar dan penuh sportifitas yang tinggi.
Selain itu, UIN Maliki Malang terus berusaha berkomitmen agar bisa menjadi tuan rumah perhelatan PIONIR ini dengan baik, tidak ada satupun yang merasa di rugikan atau bahkan jauh dari sistem kecurangan. “Ayo kita sukseskan PIONIR ini dengan kerja keras dan penuh rasa memiliki bersama,” pintanya.

2124_f2.jpg

Sementara itu, Sekretaris Forum WR III PTKIN Dr. Sumper Mulia Harahap, MA. menegaskan bahwa sampai detik ini proses pelaksanaan persiapan perhelatan PIONIR terus dilakukan pemantauan secara langsung, sehingga jika ada hal-hal yang belum tuntas bisa dirampungkan dalam forum ini. “Kesuksesn PIONIR ini tidak hanya milik UIN Malang. Akan tetapi juga milik PTKIN se Indonesia,” tegasnya.

2125_f3.jpg

Hal senada juga disampaikan Kasi Kemahasiswaan Ruchman Basori, MA bahwa kesusksesan PIONIR menjadi tanggunjawab kita semua, kesuksesan PIONIR bisa diukur melalui Penyelenggaraan secara umum, prestasi, dan terjalinnya silaturahim yang baik antara PTKIN se-Indonesia. “PIONIR ini sudah menjadi ajang silaturahim di bawah naungan Kemenag, untuk itu mari kita sukseskan bersama,” ajaknya.

2126_f4.jpg


Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag dalam forum WR III tersebut mengajak dan mengingatkan kembali kepada seluruh para wakil rektor bahwa, menjadi pejabat itu harus siap menerima amanah dan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik mungkin. Pejabat itu tidak lain adalah sebagai pelayan publik. “WR III harus bisa memberikan pelayanan primanya kepada para mahasiswa sebagai stakeholder kita,” paparnya.

2127_f5.jpg

Reporter: M. Khafid
Fotografer: M. Khafid

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up