Turut mempromosikan produk halal, HMPSF Habbatussauda' mengadakan webinar dengan tema "Eksplorasi herbal yang bersertifikasi halal dalam dunia kecantikan". Webinar ini diikuti oleh 358 peserta dari mahasiswa FKIK UIN Malang, mahasiswa eksternal UIN Malang, praktisi kesehatan, hingga siswa SMA.
Webinar yang digelar pada (12/11) itu mengundang pembicara yang expert di bidangnya, mulai dari praktisi di bidang kosmetik sampai pihak balai besar POM.
Pemateri pertama
Prof. Dr. apt. Roihatul Muti'ah, M.Kes, Wakil Dekan 1 bidang akademik dan kelembagaan FKIK UIN Malang, menyampaikan seputar kosmetika dan bahan kosmetika halal. Beliau juga menjelaskan contoh bahan alam seperti delima yang berpotensi memiliki aktivitas fotoprotektif sinergis pada pembawa lipid berstruktur nano. Beliau juga mengulas urgensi kosmetika halal dan peluang serta tantangan yang menanti seiring bertambahnya permintaan pasar.
Pemateri kedua
apt. Drs. Rosid Sujono, MM., Manufacturing Director PT. Victoria Care Indonesia tbk., berdasarkan pengalaman di ranah kosmetik, mengupas tentang apa itu kosmetik dan kosmetik bahan alam mulai dari bentuk dan jenisnya, perkembangan kosmetik bahan alam, sampai masalah dalam proses pembuatannya. Beliau juga menjelaskan cara pengolahan bahan dasar kosmetika bahan alam, cara membuat formulasinya, apa saja yang diperlukan dalam hal produksi skala besar seperti uji yang dilakukan, proses mendapatkan bahan baku ekstrak, formulasi, dan lain sebagainya.
Pemateri ketiga
apt. Budi Sulistyowati, S.Farm., Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar POM Surabaya, memaparkan tentang CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik) mulai dari tujuan, dasar hukum, biaya, syarat, sampai cara pengajuan berdasarkan jenis golongan kosmetikanya. Selain CPKB, beliau juga menjelaskan tentang registrasi kosmetik seperti syarat kosmetik yang baik, syarat mutu, syarat kemanfaatan, syarat penandaan, pendaftaran produk kosmetik dan data-data yang diperlukan.
"Selain itu, saya juga berharap dapat menumbuhkan motivasi dalam mengembangkan kosmetika bahan alam yang bagus, halal, dan dapat digunakan tanpa adanya efek samping dan ketergantungan. Karena webinar ini adalah event tahunan dari HMPSF sendiri maka untuk webinar tahun depan semoga masih dapat melanjutkan dalam memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat dan dapat memotivasi pharmacist muda dan juga dapat diikuti oleh kalangan masyarakat umum," imbuhnya."Dengan adanya Webinar Nasional tahun ini harapannya, masyarakat, terutama yang beragama muslim untuk lebih selektif dalam memilih kosmetika yang halal baik dari bahan dan pengolahannya. Karena sekarang ini banyak beredar kosmetik-kosmetik baru yang entah itu kehalalannya dapet dipastikan atau tidak dan juga apakah kosmetik tersebut sudah memiliki izin resmi dari BPOM," ujar Wahyu Surya Permana Abidin (Penanggung jawab Webinar Nasional).
HUMAS UIN MALANG - Suasana dan keakraban semangat belajar tampak memenuhi gedung bahasa dan perkuliahan Ondokuz Mayis University, Turki, selama pelaksanaan shortcourse academic writing oleh para mahasiswa peserta student exchange UIN Malang yang berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 7 hingga 9 November 2023.
Kelas Bahasa Inggris
Kegiatan short course ini bertujuan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan akademik para mahasiswa, khususnya dalam penulisan artikel ilmiah. Dalam short course ini, para peserta dikelompokkan menjadi kelompok kelas berbahasa Arab bersama Dr. Abdul Rouf Thaha dan kelas berbahasa Inggris bersama Assoc Prof. Emrah Ekmekci. Materi yang dipaparkan dalam shortcourse ini meliputi teknik penyusunan abstrak, introduction, method, result, finding, discussion, serta conclusion dalam artikel penelitian.
Kelas Bahasa Arab
Pertemuan hari ketiga (9/11), Assoc Prof. Emrah Ekmekci juga menyampaikan cara menggunakan beberapa AI (Artificial Intellegent) untuk membantu memudahkan pekerjaan. Tentunya, seluruh materi disampaikan secara detail namun tetap menyenangkan, sehingga para mahasiswa dapat menerima dan memahami materi dengan mudah.
Perpustakaan OMU (bagi anak-anak)
Tak hanya berfokus di dalam kelas, para mahasiswa juga diajak untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus Ondokuz Mayis University melalui kampus tour pada hari kedua (8/11/23) dan ketiga (9/11/23). Adapun beberapa fasilitas kampus yang dikunjungi adalah perpustakaan, kantor internasional, pusat hole, serta life center yang merupakan tempat favorit mahasiswa untuk beristirahat.
Pada hari ketiga, kegiatan short course academic writing resmi ditutup dan para mahasiswa akan menyelesaikan artikel penelitiannya hingga pekan selanjutnya untuk diberikan kepada para tutor dan mendapatkan feedback untum revisi tertentu.
Assoc Prof Emrah Ekmekci menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa dan pihak UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta berharap dapat bertemu kembali dan menyambut baik kemungkinan kunjungan mahasiswa Turki ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Prof Abdul Rauf Thaha juga memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada mahasiswa peserta student exchange, dan sangat terkesan dengan sikap sopan santun serta dedikasi para peserta. Beliau berharap akan dapat terjalin lebih banyak kerja sama antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Ondokuz Mayis University.
Meski shortcourse telah berakhir, kegiatan para mahasiswa peserta Student Exchange UIN Malang masih akan berlanjut. Pada hari Senin (13/11) mendatang. Para mahasiswa akan mengikuti kegiatan sit in class yang disesuaikan dengan bidang keilmuwan masing - masing mahasiswa.
Semoga dengan ntusiasme dan semangat belajar yang terpancar dari para mahasiswa dapat menjadi harapan bagi peningkatan hubungan akademik dan budaya antara Ondokuz Mayis University dan UIN Malang.
HUMAS UIN MALANG - Dalam rangka memperingati Harlah PAI UIN Malang ke 62, Festival Banjari menjadi sorotan karena terbuka untuk umum.
Acara yang diselenggarakan oleh divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Himpunan Mahasiswa Siswa Program Studi (HMPS) PAI ini mengambil tema "Aktualisasi PAI yang Unggul dan Berdaya Saing".
Acara yang berlangsung mulai tanggal 11 November 2023 itu menghadirkan rangkaian kegiatan yang memberikan nilai-nilai Islam secara inklusif dan dinamis.
Acara ini bukanlah inisiatif baru, melainkan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh HMPS PAI. Dengan rangkaian acara yang beragam, Festival Banjari tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk memperdalam pemahaman dan meningkatkan daya saing dalam studi agama Islam.
Festival Banjari ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kualitas pemahaman keislaman di tengah masyarakat.
HUMAS UIN MALANG - Fesmstival tahunan Hukum Keluarga Islam yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hukum Keluarga Islam UIN Malang sukses membawa keberkahan.
Festival ini berlangsung selama tiga hari (10/11) ini dihadiri oleh tamu ternama, Ning Khilma Anis, penulis “Hati Suhita,” dan Dr. Elok Halimatus Sa’diyah, dosen Psikologi di UIN Malang.
Acara ini melibatkan anggota HMPS HKI dan merekrut peserta dari mahasiswa angkatan 2021-2023 dan berlangsung di beberapa tempat di kampus UIN Malang. Lomba dilaksanakan di Gedung C untuk Fesban, Gedung D (Aula lt. 2) untuk Seminar Nasional dan lomba MTQ, serta Aula lt. 3 untuk MSQ. Penjurian tugas akhir esai berlangsung di gedung Fakultas Syariah (ruangan no. 303).
FISFALA memberikan dua tujuan utama, yakni memberikan wadah bagi siswa SLTA (SMA, MA, SMK) untuk menampilkan bakat mereka dan melibatkan masyarakat luas. Acara ini juga sebagi upaya menarik calon mahasiswa untuk mengikuti program Hukum Keluarga Islam di HKI UIN Malang.
Festival ini menampilkan lima kategori kegiatan utama yaitu Seminar Nasional, Lomba Esai Nasional, MTQ (Pengajian Al-Quran) se-Jawa Timur, MSQ (Kuis Islam) se-Jawa Timur dan Festival Banjari Wilayah Malang Raya. FISFALA merupakan bagian dari program tahunan yang dilaksanakan oleh BPH HMPS HKI UIN Maliki Malang. Festival ini dibagi menjadi dua kategori yaitu Seminar Nasional dan Kompetisi (MTQ, MSQ, Fesban, Esai). Terdapat banyak hadiah besar, termasuk dukungan finansial jutaan, piala, dan sertifikat, diberikan kepada para peserta.
FISFALA yang menjadi tonggak dalam kalender akademik HMPS HKI UIN Maliki Malang berhasil diselesaikan dan meninggalkan dampak jangka panjang bagi pengembangan ilmu dan talenta hukum keluarga Islam di masyarakat.
HUMAS UIN MALANG-Universitas Islam Negeri (UIN) Malang menggelar aksi solidaritas kemanusiaan dan doa bersama sebagai bentuk dukungan terhadap situasi kritis yang tengah melanda Palestina. Acara yang berlangsung di Lapangan UIN Malang pada Jumat pagi ini mendapat sambutan hangat dari civitas akademika UIN Malang.
Dalam rangkaian acara, suasana diawali dengan semangat kebangsaan, yang ditandai dengan nyanyian lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, dan pembacaan Undang-Undang Dasar. Wakil Dekan Humaniora, Dr. H. Halimi, M.Pd, MA, turut menyentuh hati para hadirin dengan membacakan puisi peduli kemanusiaan Palestina yang sarat makna.
Aksi solidaritas kemanusiaan ini mencapai puncaknya dengan pembacaan deklarasi oleh Rektor dan jajaran pimpinan UIN Malang. Dalam deklarasinya, rektor menegaskan keprihatinannya terhadap penyerangan Israel yang telah berlangsung selama sebulan di Palestina, yang mengakibatkan banyak korban tak bersalah, termasuk anak-anak, wanita, orang tua, dan warga sipil.
Mengambil momentum peringatan Hari Pahlawan 10 November, rektor menekankan semangat patriotisme yang harus tetap terjaga. Civitas akademika UIN Malang Indonesia menyuarakan seruan kepada pemimpin dan masyarakat dunia untuk menciptakan perdamaian, mengutuk kekerasan, serta menghentikan penjajahan dan pelanggaran hak asasi manusia di Palestina.
Selain itu, lembaga internasional dan pihak terkait dipanggil untuk bertindak tegas guna melanjutkan perdamaian di Palestina. Israel pun mendapat desakan untuk menghentikan segala bentuk tindakan merugikan Palestina.
Gus Is, dalam penutupan acara, mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendoakan kedamaian di Palestina. Ia menekankan pentingnya menjaga kemanusiaan dan hak asasi manusia di seluruh dunia tanpa memandang agama, etnis, atau budaya.
Partisipasi aktif dari seluruh elemen civitas akademika UIN Malang diharapkan dapat memberikan suara solidaritas yang kuat sebagai bentuk dukungan bagi Palestina dalam upaya mewujudkan perdamaian dan keadilan di seluruh dunia.
HUMAS UIN MALANG - Ratusan partisipan dari berbagai negara mengikuti The 8th International Conference on Islamic Education (ICIED) yang digelar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (10/11) di Auditorium lantai 5 Gedung Rektorat.
Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, Rektor UIN Malang menyambut kedatangan para tamu undangan di kampusnya. Beliau juga berterima kasih atas kehadiran para pakar yang bersedia duduk bersama untuk bertukar pikiran dalam pengembangan pendidikan Islam. Selain itu, beliau mengenalkan konsep pendidikan di UIN Malang dengan konsep ILM (Integrated Learning Modern), yaitu pengintegrasian antara ilmu sains dan Islam dalam perkuliahan sehingga mengahasilkan ulama yang intelektual dan intelektual yang ulama.
Konferensi ini menghadirkan 8 para pakar pendidikan yang menyampaikan planarynya. Kedelapan pembicara tersebut terbagi dalam dua sesi planary, Mahan Mirza, Ph.D (University of Notre Dame, Indiana), Prof.Dr.Zawawi Ismail (Ketua Majlis Dekan Pendidikan Malaysia), Prof. Faisal Mahmoud Adam Ibrahim (University of Qur'an and Islamic Science, Sudan), Mahmud Bin Sayeed, Ph.D (University of Warwick, United Kingdom) dalam sesi awal planary dengan tema “The Role of Education in Internalizing the Religious Moderation Values” yang dimoderatori oleh Mokhammad Yahya, Ph.D.
Sementara di planary kedua, ada nama-nama yang tak kalah masyhur diantaranya Prof. Dr. Anis Malik Thoha (UNISSA Brunei Darussalam), Prof. Sri Sumarni, M.Pd (Ketua FORDETAK PTKIN se-Indonesia), Prof. Mudjia Rahardjo, M.Si (Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 – 2017) dan Rona Jualla-van Oudenhoven, Ph.D (Universitas Trent, Kanada) dengan moderator Prof. Like Raskova.
Menurut Ketua Pelaksana Devi Pramitha, konferensi ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh FITK UIN Malang untuk mengeksplorasi dan bertukar ide, tantangan, dan praktik terbaik yang diwadahi dalam forum konferensi internasional yang inovatif, tren, dan berkemajuan dalam pendidikan Islam. "Sejak tahun 2015, ICIED berfokus pada misi inovasi pendidikan Islam yang mengemas ide karya ilmiah paling menonjol yang dikerucutkan kembali dalam tema penguatan institusi pendidikan melalui moderat dan pendidikan inklusif," ujarnya.
“Untuk tahun ini kami mengusung konferensi dengan tema Penguatan Institusi Pendidikan dalam Memajukan Pendidikan Islam yang Moderat, Inklusif, dan Ramah Disabilitas,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, para peserta (presenter) mempresentasikan papernya dalam Parallel Session yang diselenggarakan siang harinya. Mereka mendalami berbagai subtema, diantaranya, Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Inggris: Menavigasi Era Digital, Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan, Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi pada Ilmu Pengetahuan Sosial, Memajukan Pendidikan Bahasa Arab: Inovasi, Tantangan, dan Perspektif Global, Pengalaman Belajar, Pembelajaran Siswa & Keberagaman Pembelajar pada Pendidikan Dasar, Inovasi, Tantangan dan Perspektif Global Pendidikan Sains, Paradigma Baru Pendidikan Islam: Perspektif Lokal dan Global, Inovasi Pembelajaran dan Pengajaran Matematika di Era Digital, Transformasi Pendidikan dan Kurikulum Mandiri, dan Perancangan Sistem Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini.
Dengan adanya konferensi ini, peserta dapat mempunyai kesempatan untuk berjejaring, menjalin kemitraan, dan berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam baik dalam konteks regional maupun global. (sf)
HUMAS UIN MALANG – Seremoni pembukaan The 8th International Conference on Islamic Education (ICIED) yang diadakan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (9/11) menarik perhatian seluruh presenter yang hadir di aula rektorat lantai 5 UIN Maliki.
Pasalnya, dalam seremoni itu diwarnai dengan penampilan Tari Bang-bang Wetan. Di mana tarian ini adalah tarian yang menggambarkan semangat juang putra-putri daerah Jawa Timur dalam mengusir penjajahan. Selain itu, tarian ini sangat kental dengan jawa timuran yang rancak dan gagah. Ciri lain dari tarian ini adalah nuansa warna yang mencolok pada kostum penarinya.
Tari Bang-bang Wetan sendiri diartikan sebagai "abang-abang ing sisih wetan" (semburat merah di ufuk timur). Semburat warna merah ini menandakan waktu pagi akan muncul. Sebab, pagi merupakan waktu yang digunakan manusia untuk mewujudkan mimpi membumi, menjadikan harapan menjadi kenyataan. Tarian yang ditampilkan tiga mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) ini menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Mulai dari tamu undangan yang hadir hingga para mahasiswa. Seperti ungkapan dari salah satu presenter, Shobihatul, salah satu tamu undangan yang mengapresiasi penuh atas penampilan mereka. “Keren luar biasa sih, penari dan penampilannya. Full-apresiasi untuk mereka, kita harus support terus,” ungkap wanita berkacamata itu.
Tari Bang-Bang Wetan dalam Gala Dinner ICIED 2023
Salah satu penari Bang Bang Wetan, Najib menceritakan, sehari sebelum seremoni pembukaan, penampilan seni budaya di hadapan para tamu undangan konferensi internasional sudah ditampilkan dalam acara Gala Dinner ICIED dan pertemuan dekan se-Asean. "Sebenarnya tadi malam kami sudah tampil di Gala Dinner, di depan ratusan tamu undangan yang hadir. Pagi ini juga tampil di acara pembukaan konferensi, alhamdulillah berjalan dengan lancar,” ungkap Najib.
Dirinya menambahkan, dalam acara Gala Dinner, lima mahasiswa PGMI yang membawakan tarian Bang-bang Wetan. Gerakannya yang sangat energik namun tetap lemah gemulai, karena tarian ini berisi gerakan-gerakan semangat perjuangan serta gerakan lain yang dibuat menarik. “Karena tarian ini kental dengan semangat juang Jawa Timuran, jadi gerakannya ya penuh semangat tapi tetap luwes,” imbuhnya.
Ikha selaku Dosen Tari menjelaskan, selain betujuan mengembangkan potensi mahasiswa, penampilan ini juga bertujuan meningkatkan rasa percaya diri mereka, serta melatih berhubungan sosial antar sebaya maupun dengan lingkungan sekitarnya. “Melatih hubungan sosial siswa tentu tidak terlepas dari kenyamanan emosional yang dirasakan, sehingga keberhasilan hubungan sosial berkaitan erat dengan kondisi emosional mahasiswa, dengan kondisi emosional yang sering kali mengalami perubahan,” jelas Ikha.
Dengan berpastisipasi dalam kegiatan konferensi internasional seperti ini, Ikha berharap, tarian-tarian tradiosional semacam ini mampu dikenal luas di mancanegara. “Harapannya tarian-tarian tradisional ini bisa dikenal dunia, khususnya Tari Bang-bang Wetan yang dibawakan mahasiswa kami,” harap Ikha. Wakil Dekan 3 FITK Marno, M.Ag turut mengapresiasi mengajak semua pihak untuk terus melestarikan budaya daerah. “Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa dan tim kesenian PGMI atas pertunjukan yang luar biasa nan menghibur presenter dan tamu undangan di konferensi internasional, dan mari sama-sama kita jaga dan lestarikan budaya, khususnya kesenian tari," ungkapnya seraya mengajak.
Gita salah satu personel tari ini berharap kepada seluruh mahasiswa untuk mengapresiasi dengan cara mendukung dan melestarikan kebudayaan lokal agar budaya tersebut tidak luntur dan terlupakan. Sebagai informasi, para mahasiswa PGMI ini tergabung dalam Sanggar Seni Bina Madrasah (SSBM) sanggar yang dimiliki oleh program studi PGMI yang telah berdiri sejak tahun 2013 dengan banyak prestasi yang telah ditorehkan.
HUMAS UIN MALANG-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA pagi ini mengundang sejumlah pejabat penting di wilayah kota batu guna untuk melakukan pengkajian lebih mendalam tentang tata Kelola pertanahan serta prosedur penggunaan dan perizinannya yang berada di wilayah kota Batu. Kamis (9/11/2023). Kegiatan rapat konsultasi atau koordinasi rencana pengadaan tanah kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu di hadiri oleh Kejaksaan Kota Batu yaitu Reynold, S.H., M.H Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, Indria Qori Safitri, S.H Kepala Sub Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Batu, Devy Prahabestari, S.H., M.Hum Kepala Sub Seksi Pertimbangan Hukum Kejaksaan Negeri Batu, Hidayah, S.H., M.Kn. Jaksa Pengacara Negara, Zainuddin, S.H staf PPNPN, dan juga Cornelia Fatikasari Kulumudin, S.H staf PPNPN.
Selain itu, juga turut hadir Polres Batu Kompol Suko jabatan Kabag ren Polres Batu, BPN Kota Batu Eliyadi Kasi Pengadaan, serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Ir. Bangun Yulianto,ST. MT. Mengawali kegiatan penting ini, Prof. Zainuddin mengarahkan bahwa tujuan utama diselenggarakan rapat koordinasi rencana pengadaaan tanah di kampus tiga ini agar kedepan UIN Maulana Malik Ibrahim dalam proses pengembangan infrastruktur di kampus tiga tidak ada masalah. “Saya ingin semua dikoordinasikan dengan baik seperti ini hingga dikemudian hari tidak terjadi masalah dan sesuai prosedur perundang-undangan yang berlaku,” harapnya. Sehingga, UIN Malang perlu petunjuk dan pengarahan dari masing-masing dinas yang terkait agar proses pengembangan kampus UIN di Kota Batu ini bisa berjalan lancar, aman dan secara aturan benar. “Sehingga masukan dari pejabat yang kompeten sangat berarti sekali bagi UIN Maliki Malang,” tuturnya. Orang nomor wahid di UIN Maliki Malang ini juga menjelaskan bahwa pengadaan tanah ini tidak lain untuk Kepentingan Umum dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa, negara, dan masyarakat dengan tetap menjamin kepentingan hukum pihak yang berhak dengan penggantian yang layak dan adil. Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd memaparkan bahwa lokasi kawasan pengembangan Kampus III UIN Malang berada di wilayah perbatasan yang masuk dalam admnistrasi wilayah Desa Tlekung yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Data kebutuhan lahan mencakup area gedung perkuliahan Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik dan juga gedung Data Center. Saat ini lahan yang sudah di miliki oleh UIN Malang seluas 737,119 M2 (73 Ha), sementara target penambahan lahan yang akan dibeli dan terbeli dengan rentan tahun 2023-2024 seluas 45.277 M2 (4,5 Ha). “Lokasi tanah yang hendak dibeli oleh UIN Malang berada di Jl. Locari, Desa / Kelurahan Tlekung, Kecamatan Junrejo Kota Batu,” paparnya.
Humas UIN Malang - Setelah mengumumkan menjadi tuan rumah International Conference on Islamic Education (ICIED) yang ke-8 yang bersamaan dengan Forum Dekan Pendidikan ASEAN, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Gala Dinner di Hotel Swiss Belinn, Rabu (8/11) malam.
Pagelaran Gala Dinner ini yang berlangsung berlangsung begitu meriah. Kehadiran para pembicara dan tamu undangan disambut dengan penampilan Tari Bang Bang Wetan yang dibawakan oleh mahasiswa PGMI UIN Malang untuk menghibur para tamu. Gala Dinner ini juga dihadiri seluruh dekan pendidikan se-ASEAN serta para pembicara ICIED yang terlibat dalam sharing pengalaman dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan bersama di sektor pendidikan.
“Terima kasih kepada para tamu undangan sekalian yang sudah hadir. Kami merasa terhormat bisa menyelenggarakan pertemuan bergengsi ini yang menumbuhkan kolaborasi, berbagi ide, dan kemajuan praktik pendidikan dalam pendidikan Islam. Tujuan kami adalah menciptakan wacana dan inovasi di era modern yang berdampak positif pada masa depan pendidikan, khususnya pendidikan Islam,” ucap Dekan FITK.
Sharing Sessions
Basori dan Prof. Like menjadi moderator dalam, suasana gala dinner yang dikemas dalam sharing sessions pecah dan meriah karena semangatnya yang tak lelah untuk menghibur para tamu undangan. Sharing sessions tersebut membahas tentang moderasi beragama dan pendidikan inklusif dari masing-masing perspektif. Orang-orang yang terlibat dalam diskusi ini diantaranya Mahan Mirza, Ph.D (University of Notre Dame, Indiana), Mira Sambada (TIM USAID), Prof. Dr. Zawawi Ismail (Ketua Majlis Dekan Pendidikan Malaysia), Prof. Dr. Anis Malik Thoha (UNISSA Brunei Darussalam), Prof. Sri Sumarni, M.Pd (Ketua FORDETAK PTKIN se-Indonesia), hingga Prof. Dr. Nor Aniza Ahmad (Universiti Putra Malaysia).
Mahan Mirza, Ph.D, selaku perwakilan dari pembicara menyampaikan bahwa friendly terhadap agama apapun itu penting agar terbangun rasa inklusi antar sesama. “Dalam menempuh pendidikan, tidak harus beragama Islam untuk menghormati sesama. Karena inklusi itu perlu dipupuk bersama,” ujarnya.
Di penghujung acara, terpilih Prof. Nur Ali (Indonesia) menjadi Ketua Dekan Pendidikan se-ASEAN melalui musyawarah dalam forum dekan pendidikan se-Asia Tenggara. Dibantu wakilnya, Prof. Dr. Zawawi Ismail (Malaysia), Prof. Dr. Anis Malik Thoha (Brunei Darussalam). (sf)