Daftar Kategori: Berita


CLOSING AICIS, HADIRKAN PERUBAHAN DISRUPSI
Abadi Wijaya Kamis, 3 November 2022 . in Berita . 313 views

 

4620_icis.jpg

HUMAS-Selesai sudah perhelatan ajang bergengsi di Kementerian Agama RI yang biasa disebut dengan AICIS ke-21 di Bali ini. Di acara penutupan kali ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Agama Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, Plt. PTKI Dirjen Pendis Prof. H, Syafi'i, M.Ag, stering comite AICIS Bali Prof. Dr. Musa Hadi serta para rektor, speakers, peneliti, dan partisipan perwakilan dari seluruh PTKI se-Indonesia, Kamis, (3/11).

Prof. Musa Hadi dalam laporan penutupannya menyampaikan bahwa AICIS di Lombok dan Bali tahun ini tidak lain untuk merespon terhadap perubahan yang terjadi. Transformasi digital dan era disrupsi saat ini memberikan dampak dan perubahan yang signifikan terhadap popa hidup di masyarakat, baik di sektor ekonomi, politik, pendidikan, bahkan yang menyangkut soal agama. "Untuk itu. AICIS ini digelar untuk merespon dan sekaligus untuk merumuskan dalam mensikapi perubahan tersebut agar tepat sasaran," jelasnya.

4618_penutt.jpg

Posisi agama sangat penting dan memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan ini. Dalam konteks transformasi digital, para pakar yang hadir di AICIS telah intensif membahas persoalan ini sebagai bentuk respondensifitasnya terhadap perubahan-perubahan yang tengah terjadi di masyarakat. "Kecenderungan kedepan, masyarakat akan berbasis pengetahuan digital yang akan melahirkan perubahan dramatis khususnya persoalan pergeseran keahlian," ungkapnya.

4603_audiens.jpg

Realitas yang ada, kata dia, dengan mudah masyarakat saat ini bisa menimba ilmu melalui media digital tanpa harus berada di lembaga formal. Untuk menjadi ahli agama masyarakat bisa mengakses pengetahuan dari mana saja dan tidak harus melalui lembaga formal yang ada. "Oleh karena itu, forum AICIS Bali ini telah menghasilkan rekomendasi penting bagaimana agama bisa menjadi peran penting dalam mewujudkan umat manusia dalam pri kedamaian," pungkasnya.

 

Lebih Lanjut »
ICONETOS 2022: KONFERENSI ALL-IN-ONE
Iffatunnida Rabu, 2 November 2022 . in Berita . 921 views
4616_iconetos.jpg


UIN MALANG-Mengusung beragam tema, International Conference on Engineering, Technology, and Social Sciences (ICONETOS) bisa dibilang cukup komplit. Pasalnya, segala rumpun keilmuan, dari teknik hingga ilmu sosial dibahas dalam konferensi yang diadakan kali ketiga tahun ini, Selasa (1/11). Tema besar tahun ini ialah Toward a Sustainable Future for Interdisciplinary Synergy of Education. Untuk itu, sesuai dengan isi sambutan Kepala LP2M, Prof. Dr. Agus Maimun dan Ketua Panitia ICONETOS 2022, Muhammad Anwar Firdausy, pihak panitia menghadirkan narasumber dari berbagai keilmuan.
Dalam sesi awal, ada Prof. Taufik, ilmuwan Indonesia yang berkarya di Negeri Joe Biden dan menjadi salah satu Guru Besar di California Polytechnic State University. Presentasinya yang diberi judul Cultivating Creativities to Promote Innovations: Academic Experiences menitikberatkan pada pendidikan untuk melatih kreativitas SDM di masa mendatang. Untuk itu, ia menyarankan kolaborasi riset antar ilmuwan juga antar institusi dan antar negara untuk membuka peluang yang lebih luas.
Selain itu, ada Prof. Peter Charles Taylor dari Murdoch University, Australia. Sesuai dengan konsentrasinya, Prof. Taylor memaparkan transformasi Pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Pendekatan pembelajaran terpadu ini dinilai dapat memotivasi pencari ilmu untuk berpikir luas dalam menyelesaikan masalah di kehidupan nyata.
Di sesi kedua, peserta konferensi bertemu dengan narasumber asal Asia Tenggara. Dr. Ahmad Ginanjar Sya’ban (Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia) memaparkan tentang moderasi beragama yang akhir-akhir ini digencarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Sumber yang ia pilih pun berasal dari manuskrip ulama Nusantara terdahulu. Ia menunjukkan bahwa, bahkan sejak zaman dahulu, para ulama telah mengajak pentingnya bertoleransi, terutama di negara dengan berbagai agama resmi seperti Indonesia.
Selanjutnya ada Prof. Dr. Ibnor Azli Ibrahim dari Brunei Darussalam yang memaparkan Unity in Diversity sebagai peluang untuk Agama Islam. Menurutnya ada banyak ruang dakwah dan komunikasi antar Muslim yang bisa dieksplor lebih dalam. Dengan mengeksplorasinya, maka umat Islam di ASEAN, khususnya, dapat memperkuat posisinya di berbagai sektor.
Narasumber berikutnya ialah Prof. Dr. Arndt Graf dari Goethe University Frankfurt. Materinya membahas beragam tantangan serta peluang digitalisasi di Asia Tenggara pasca pandemi Covid-19. Khusus di dunia pendidikan, misalnya, Prof. Graf menyatakan akan banyak kesempatan belajar di kampus-kampus internasional tanpa harus jauh-jauh datang ke negara tujuan. Pasalnya, kursus daring sudah menjamur sejak era pandemi. Maka, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan setiap negara untuk mempromosikan kampus-kampusnya melalui laman terpadu.
Terakhir, pembicara dari UIN Maulana Malik Ibrahim, yakni Prof. Dr. Roihatul Mutiah yang baru saja dikukuhkan menjadi guru besar tahun ini. Sesuai dengan keahliannya, ia membahas perkembangan kosmetik herbal. Menurutnya, tren kosmetik dari berbagai negara yang masuk ke Indonesia, harusnya dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah. Dukungan terhadap industri kosmetik herbal harus digenjot agar kosmetik dalam negeri dapat memiliki daya saing dan daya jual. (nd)

Lebih Lanjut »
MAHASISWI FAKULTAS SYARIAH JUARAI LOMBA DEBAT KONSTITUSI NASIONAL
Abadi Wijaya Rabu, 2 November 2022 . in Berita . 784 views
4613_fakultas-syariah-uin-malang.jpg
Mahasiswi-mahasiswi Fakultas Syariah yang berhasil menangkan Lomba Debat Konstitusi Nasional Sharia Event 2022

 

HUMAS-Mahasiswi - mahasiswi Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berhasil sabet gelar juara 1 dalam Lomba Debat Konstitusi Nasional Sharia Event 2022, Selasa (1/11).

Peserta perwakilan dari Fakultas Syariah UIN Malang beranggotakan 3 orang, yakni Ika Wulandari dan Hesty Rinda Arini dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah serta Athirah Saraswati dari Program Studi Hukum Keluarga Islam. Mereka berhasil membawa nama UIN Malang harum dengan diraihnya gelar juara pertama.

Lomba tingkat nasional yang diadakan oleh IAIN Madura tersebut mengangkat tema 'Create the Young Intellectuals who Have Transformative Critical Thinking and Global Competitiveness'. Melalui tema tersebut, para peserta perlu melewati Babak Penyisihan, Semi-final, dan juga Final dengan mosi seputar Konstitusi Indonesia.

4614_fakultas-syariah-uin-malang.jpg

 

Athirah Saraswati menyebut ia dan timnya sangat bersyukur atas poin yang diraih selalu mendapatkan posisi tertinggi hingga dengan mudahnya untuk melaju ke babak-babak selanjutnya. "Alhamdulillah di babak penyisihan kita mendapatkan point tertinggi karena sistemnya akumulasi nilai sehingga kita masuk babak semifinal. Di babak semi final kita dapatvictory point tertinggi yang membuat kita masuk ke babak final," ujar Mahasiswi Program Studi Hukum Keluarga Islam.

Banyak pelajaran yang sangat berharga didapatkan oleh seluruh peserta. Hal itu karena mereka dapat merasakan perdebatan secara langsung dan bertemu teman-teman dari Universitas lain untuk bertukar pikiran. Lebih lanjut, Athirah mengatakan gelar Juara 1 diraih karena dilatar belakangi oleh rasa yakin, percaya diri tinggi, dan saling percaya satu dengan lainnya yang ada dari tim asal UIN Malang tersebut. (ffj/acg)


Kontributor : Fatihiyah Firdausil Jannah

Editor : Adam Chesar Gunawan

Lebih Lanjut »
DARI AICIS, R-20 HINGGA G20 UNTUK INDONESIA BANGKIT
Abadi Wijaya Rabu, 2 November 2022 . in Berita . 480 views

 

4605_rektor.jpg
KEHORMATAN: Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA saat menghadiri AICIS di Bali, Selasa (1/11).

HUMAS-Pelaksanaan AICIS, R.20, dan G.20 penuh spektakuler, ketiga ajang internasional yang dilaksanakan di Bali tersebut menyambut awal bulan November 2022. 21th Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) diselenggarakan oleh Ditjen Pendis Kementerian Agama RI yang berkangsung pada 1-4 November mengangkat tema Future Religion in G20. Sementara itu PBNU menyelenggarakan Religion Twenty (R.20) pada 2-3 November 2022 dengan mengangkat tema Revealing and Nurturing Religion as a Source of Global Solutions: A Global Movement for Shared Moral and Spiritual Values. 

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H.M Zainuddin, MA, mengutip dari Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, menjelaskan bahwa forum yang sengaja digelar beriringan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 itu, akan menghadirkan para pemimpin agama dunia dalam rangkaian menuju peringatan Satu Abad NU. "Sementara untuk pelaksanaan KTT G20 akan berlangsung pada 15-16 November 2022 dengan tema Recover Together, Recover Stronger," bebernya.

Pada acara R.20, kata Prof. Zainuddin, sejumlah pemimpin agama telah menyatakan kesediaan untuk hadir, mulai dari Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Syekh Mohammad bin Abdul Karim Al-Issa dan Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama Kardinal Miguel Angel Ayuso dari Vatikan. Rencananya akan hadir pula Sekretaris Jenderal World Evangelical Alliance Pendeta Thomas Schirrmacher dari Jerman, Pendiri India Foundation yang juga pemimpin Hindu Ram Madhav, Raja Kamboja Norodom Sihamoni, serta Dr Hamdan Mussalam Al-Mazrouei dari Abu Dhabi. 

4606_partisipan.jpg

Diselenggarakannya kegiatan-kegiatan internasional secara serempak di Indonesia ini memunculkan tanggapan kritis dari Guru Besar sekaligus Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., terhadap upaya Indonesia eksis di kancah dunia melalui berbagai sektor. Ketika diwawancara perihal dampak yang didapatkan Indonesia sebagai tuan rumah atas penyelenggaraan forum G.20, beliau menjawab bahwa manfaatnya sangat luas mulai dari perkembangan ekonomi global, potensi, risiko, serta kebijakan ekonomi yang diterapkan negara lain terutama negara maju. 

“Indonesia satu langkah lebih awal dalam mendapatkan informasi terhadap perkembangan ekonomi global dari negara-negara maju untuk kemudian dapat diimplementasikan dengan porsi yang sesuai dan tepat dengan kondisi negara kita ini,” jelas beliau.

Prof. Zainuddin juga menuturkan bahwa untuk menghadapi kemajuan ekonomi global di Indonesia tak cukup hanya melihat wilayah Asia, namun juga seluruh dunia melalui empat rumusan program jangka panjang. Pertama, kesiapan Indonesia menghadapi era globalisasi, MEA dan penyuksesan program Sustainable Development Goals (SDGs); kedua, pemanfaatan bonus demografi dalam mempersiapkan Indonesia emas 2045; ketiga, pemahaman wawasan kebangsaan dan kenegaraan di era global; keempat, memiliki paradigma baru dalam memperkokoh NKRI. 

“Saat ini juga banyak persoalan yang lebih besar, seperti kepekaaan terhadap permasalahan sosial dan HAM. Hal ini juga menjadi isu yang harus segera mendapatkan solusi. Oleh sebab itu, banyaknya kegiatan internasional di bulan November ini saya juga berharap bahwa kita semua mendapatkan pandangan baru untuk menyelesaikan kesenjangan yang ada di Indonesia,” tambahnya.

AICIS, R20 dan G20 yang sedang dan akan dihelat di Bali ini merupakan ide dan prakarsa besar yang perlu diapresiasi. Oleh sebab itu Prof. Zainuddin sebagai akademisi pun turut mengapresiasi peran aktif Indonesia dalam seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Bali tersebut. Beliau juga memaparkan argumen positifnya terhadap empat isu besar SDGs meliputi kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan yang dapat dirancang dan digarap dengan maksimal untuk meingkatkan kehidupan bangsa Indonesia. "Semoga AICIS, R20, dan G20 ini bisa memberikan kontribusi positif untuk kita emua dan umumnya masyarakat di seluh dunia," harapnya. (Fer/*)

 

Lebih Lanjut »
AICIS BALI USUNG TEMA FUTURE RELIGION IN G20
Abadi Wijaya Rabu, 2 November 2022 . in Berita . 532 views

 

4602_ali-ramdhani.jpg

HUMAS-Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali melaksanakan ajang bergengsinya yaitu Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-21 di Bali, yang dijadwalkan akan berlangsung selama empat hari, Selasa-Kamis (1-4/11). 

AICIS di Bali ini merupakan kali kedua setelah AICIS Lombok. Konferensi kali ini mengusung tema besar yang dikaitkan dengan isu G-20, yaitu Future Religion in G-20 dengan tiga isu utama, yaitu Digital Transformation, Knowledge Management, dan Social Resilience. 

4603_audiens.jpg

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Prof. Dr. M. Ali Ramdhani, S.TP., M.T pada acara pembukaan AICIS di Pandawa Ballroom Four Point Hotel, Bali menegaskan bahwa tajuk dan isu utama yang diusung AICIS kali ini untuk merespons isu terkini khususnya yang menyangkut kajian keislaman kontemporer di tingkat nasional maupun internasional. "Jadi AICIS kali ini mengusung tema besar yaitu Religion in G20, yang dikemas dalam sebuah ruang kekinian dengan tiga fokus utamanya yaitu Digital Transformation, Knowledge Management and Social Resilience," jelasnya.

Kang Dhani, sapaan akrabnya, membeberkan bahwa tema yang diambil itu bagian dari respon menghadapi era 5.0 yang mengubah drastis paradigma dalam setiap lini kehidupan. Future religion pada dasarnya untuk memberikan nilai-nilai keagamaan pada tempat yang seharusnya. Agam hadir penuh cinta dan rasa toleransi, dalam Alquran Allah SWT telah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan suku dan kulit yang berbeda dan agama hadir untuk memberikan ruang kasih sayang. "Dalam Islam yaitu rahmatan lil alamin, agama yang penuh rahmat dan kasih sayang," tegasnya.

4604_siap.jpg

Kang Dhani menyampaikan bahwa ahli manajemen menyebut hari ini dunia global mengalami gejolak ketidak pastian. Dalam kehidupan kontemporer lawannya perubahan dan kompleksitas penuh ambigu dasar kebenaran semakin tidak jelas. "Untuk itu agama harus hadir penuh cinta dan jangan dijadikan sekat untuk menghancurkan satu sama lainnya," bebernya.

Dulu agama datang untuk menghancurkan berhala tapi sekarang agama dijadikan berhala untuk menghancurkan sesama. Sebenarnya agama hadir membawa cinta bukan sekat dan melakui forum AICIS ini setidaknya bisa menghadirkan agama yang ramah dan penuh toleransi sesuai dengan tema AICIS kali ini.

Sebuah transformasi pengetahuan harus mengetuk tularkan nilai kebaikan bukan soal benar dan salah. Akan tetapi menajamkan nilai yang baik dan buruk itu harus utuh tanpa mengubah esensi dari agama itu sendiri.

4610_jelas.jpg

Banyak orang salah kaprah soal moderasi beragama, moderasi yang diusung Kemenag adalah setiap insan mempelajari agama secara baik dan benar agar bisa tampil memahami ayat pengiring kehadiran Rasulullah. "Wama arsalnaka illa rohmatan lilalamin," tegasnya.

Tema AICIS kata kang Dhani, untuk menghadapi dinamika masa depan, segala sesuatunya akan berjalan baik Digital Transformation, Knowledge Management and Social Resilience. Para ahli menegaskan bahwa seluruh spesies dunia ini akan hilang kecuali yg responsif terhadap perubahan. Ukuran kecerdasan seseorang adalah kemampuan untuk berubah. "Orang yang cerdas bukan orang yang pandai menghafal rumus dan menghitung dengan cepat. Akan tetapi mereka yang mampu mengikuti perubahan," pesannya.

Lebih Lanjut »
DOA LINTAS AGAMA UNTUK AICIS 2022 BALI
Abadi Wijaya Rabu, 2 November 2022 . in Berita . 301 views

 

4607_doa.jpg

HUMAS-Pelaksanaan AICIS di Bali kali ini berbeda dengan sebelumnya, khususnya saat doa bersama dalam penutupan acara seremonial AICIS di Hotel Four Points Bali, Seraton menghadirkan Enam tokoh lintas agama yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Selasa (1/11).

4608_pray.jpg

Dalam doa bersama kali ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Abdurrahman Mas'ud, Ph.D dengan disertai tokoh lintas agama doa bersama di atas panggung. Usai doa bersama, peserta Aicis disuguhi tari moderasi perpaduan antara musik asli Bali dengan rebana yang mengusung kebhinekaan tunggal ika.

Lebih Lanjut »
AICIS BALI, BUDAYA HARUS HIDUP DAN WISATAWAN HARUS PATUH PADA UUD DAN KEARIFAN LOKAL
Abadi Wijaya Rabu, 2 November 2022 . in Berita . 470 views

 

4594_iwayan.jpg
Sambutan Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster pada pembukaan AICIS 2022 di Bali

HUMAS-Perhelatan pembukaan The 21 th Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2022 yang diselenggarakan di Hotel Four Points Bali, Seraton mendapat sambutan hangat dari Gubernur Provinsi Bali, I Wayan Koster, MM. Selasa (1/11).

Dalam sambutannya, I Wayan Koster mendukung sepenuhnya perhelatan AICIS di Bali, ia menilai tajuk yang diusung AICIS 2022 kali ini selaras dengan visi dan pembangunan di Bali dalam menuju era baru. Selain itu juga sesuai dengan perhelatan konferensi tingkat tinggi atau KTT G20 di Bali. "Tema Presidensi G20 Indonesia 2022 "Recover Together, Recover Stronger" dan pasca pendemi ini Indonesia harus bangkit dan tumbuh lebih kuat," paparnya dalam sambutan pembukaan AICIS.

4595_peserta-aicis.jpg

Melalui tema tersebut, kata dia, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Begitu juga dengan kondisi perekonomian di Bali ini, sejak pandemi melanda dunia, pertumbuhan ekonomi dan wisata menyusut drastis. Pasalnya 45 persen perekonomian di Bali bergantung pada pariwisata. "Covid membawa dampak terpuruknya perekonomian Bali hingga minus diangka 31 persen, dan sekarang Bali sdh kembali normal dan saya nyatakan sudah tidak ada covid lagi," paparnya.

Selain itu, kata I Wayan Koster, para pengunjung wisata domestik maupun manca negara untuk saling menghargai dan menghormati terhadap keaneka ragaman budaya yang ada di Bali. Jangan sampai ada pelecehan bahkan saling merusak budaya lokal yang ada. "Siapapun yang berkunjung ke Bali harus taat pada undang-undang, dan menghormati budaya Bali," pesannya.

4609_iwayan.jpg

Untuk itu, kata dia, dengan hadirnya perhelatan AICIS di Bali ini, para cendekiawan dari PTKIN se Indonesian bisa merumuskan dan menghadirkan kebijakan baru dalam moderasi beragama, sehingga sudah tidak ada lagi inklusifitas agama pada setiap pemeluknya. "Saya berharap Bali dapat menginspirasi peserta AICIS dalam konteks memperkaya rumusan yang dihasilkan melalui konferensi ini untuk menata masyarakat menuju era baru pasca Pandemi Covid 19 ini," pungkasnya.

Lebih Lanjut »
AKTIF: REKTOR UIN MALIKI HADIRI AICIS 2022 DI BALI
Putut Wahyu Hardiyanto Rabu, 2 November 2022 . in Berita . 545 views
4596_putut.jpg
HUMAS-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang), Prof. M. Zainuddin, MA hadir secara langsung pada acara Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-21 tahun 2022. Kali ini acara konferensi akbar yang merupakan wacana akademik internasional itu berlangsung di dua tempat, yakni Mataram dan Bali. Sedangkan untuk temanya adalah “Future Religion in G20”, hal ini tentunya seiring dengan ditunjuknya Indonesia sebagai presidensi G20.Selasa(1/11)
4597_putut.jpg

Pada kesempatan sebelumnya, Prof. Zain sapaan akrab rektor UIN Maliki Malang ini juga turut hadir secara langsung saat momen pembukaan AICIS ke-21 oleh Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), KH. Yaqut Cholil Qoumas yang diselenggarakan pada bulan Oktober kemarin di Mataram(20/10). Kemudian sesuai jadwal yang telah ditetapkan maka agenda konferensi yang akan membahas tiga isu utamanya, yakni “Digital Transformation, Knowledge Management, and Social Resilience” dengan beberapa turunan sub tema lainnya itu kembali dilanjutkan di Pulau Dewata (BALI) selama empat hari(1-4/11). Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Republik Indonesia (Dirjend Pendis), Prof. Dr. Muhammad Ali Ramadhani, diusungnya tema dan isu utama tersebut adalah dalam rangka untuk merespon perkembangan terkini dikursus dan tuntutan kajian keIslaman kontemporer di tingkat nasional dan global. 

 

4598_putut.jpg

Hal itu senada dengan apa yang ditegaskan oleh Gus Menteri sapaan akrab Menag RI terkait pentingnya rekontekstualisasi Islam pada wawasan Islam klasik yang masih didominasi pandangan menempatkan non-Muslim sebagai musuh atau sekurang-kurangnya sebagai pihak yang harus dicurigai dan diwaspadai. Wawasan Islam klasik memiliki otoritas yang sangat kuat di mata umat Islam dan dianggap sebagai standar ortodoksi Islam. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi akademisi, tidak hanya pada aspek pandangan keagamaan saja, tapi juga otoritas pandangan tersebut yang nyata berpengaruh secara luas dan membentuk cara berpikir dan mentalitas umat Islam seluruh dunia.

4599_putut.jpg

Sehingga pada konferensi kali ini diharapkan diskusi-diskusinya dapat menempatkan kajian keIslaman di Indonesia dalam lingkup diskursus global. Adapun agenda konferensi yang dipusatkan di Bali diisi dengan berbagai macam kegiatan akademik yang dapat menginspirasi para sarjana Islam dalam melakukan pendekatan kajian keislaman. Hal itu sesuai harapan adanya AICIS yakni agar perkembangan baru penelitian di perguruan tinggi Islam dapat dibagikan, didiskusikan dan disebarluaskan. Ini juga merupakan wadah bagi para sarjana untuk mengembangkan jaringan dan kerjasama, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional.(ptt) 

Lebih Lanjut »
FAKULTAS HUMANIORA UIN MALANG SUKSES GELAR FESTIVAL BUDAYA
Abadi Wijaya Selasa, 1 November 2022 . in Berita . 712 views
4590_festival-budaya-fakultas-humaniora-uin-malang-2022.jpg

HUMAS-Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Humaniora sukses menyelenggarakan rentetan acara Festival Budaya (Fesbud) 2022 di UIN Malang pada Selasa, (01/11). Fesbud Humaniora merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan dalam rangka merawat dan mengenang warisan warisan budaya bangsa.

Acara "Gliyak Tumindak Ngangsu Budaya Nuswantoro" yang berarti Bergegas Melestarikan Budaya Nusantara ini memiliki beberapa rentetan kegiatan, diantaranya Festival Kampung Budaya, Seminar Nasional dan perlombaan seperti duta humaniora, lomba tari tradisional, puisi, teater, esai, akustik dan futsal. Tak hanya itu, antusias peserta pun nampak pada saat Festival Kampung Budaya yang mempresentasikan pakaian adat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Ketua Panitia Fesbud, Anshorulloh Faruk yang kerap disapa Arul berkata bahwa kegiatan ini digelar sebagi wujud penghayatan ragam budaya bangsa di tengah modernisasi.

“Ada banyak cara dalam menghayati kebudayaan, salah satunya kami mulai dengan hal terkecil seperti Festival Budaya ini. Tujuan sederhanya supaya generasi muda tetap ingat bahwa Indonesia itu kaya dan memiliki beragam kebudayaan yang dapat dihayati melalui berbagai hal,” ungkapnya.

4591_habib-husein-ja-far-al-hadar-pada-acara-seminar-nasional-fesbud-humaniora-uin-malang.jpg

Perhelatan Fesbud berhasil mencuri perhatian ratusan pelajar dan mahasiswa seluruh Indonesia satu hari sebelum acara puncak, yaitu pada pelaksanaan seminar nasional yang menghadirkan Habib Husein Ja'far Al Hadar. Seminar nasional tersebut membahas tentang kebudayaan dan agama dalam kebinekaan di Indonesia yang digelar di Gedung Rektorat UIN Malang dan dihadiri oleh ratusan peserta.(Na/Fer)

Pewarta: Ihwanarotama Bella Indriasandi
Editor: Ferika Sandra

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up