GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus berupaya melakukan penggodokan, khusunya persoalan mahasiswa Program rencana program doctor by research.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag, dalam sambutannya meyakinkan 154 peserta RTM bahwa jika UIN Malang bisa memberikan peluang dan kelulusan program doktor dari hasil riset mahasiswanya maka insyaallah ini akan menarik banyak minat dari akademisi.
Setidaknya, rencana UIN Malang untuk menerima dan meluluskan mahasiswa pascasarjana akan semakin meningkat, sehingga apa yang direncanakan ke depan sesuai dengan roadmap bisa terwujud. “Targetnya Mahasiswa 40 Mahasiswa S1 dan 60 persen mahasiswa pascasarjana,” tegasnya.
Rencana ini, ujar dia, harus memliki outcome yang jelas, yaitu bisa memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat secara nyata, sehingga apa yang telah menjadi temuannya dari hasil risetnya bisa berdampak langsung terhadap masyarakat. Selama ini, banyak lulusan doctoral, tapi sedikit sekali yang menemukan teori baru Pascasarjana.
Selain itu, Prof. Haris kembali menegaskan kepada seluruh peserta RTM, khusunya bagi direktur pascasarjana UIN Malang agar mencari formulasi dan badan hokum yang jelas terkait atau bahkan penemuan yang tepat guna.
Hal ini penting menurutnya penting untuk disampaikan, agar kampus UIN Maliki ini bisa turut andil memberikan kontribusinya kepada masyarakat. “Saya minta melalui forum RTM ini seluruh pimpinan bisa melakukan revolusi terhadap system Pendidikan untuk mengikuti perkembangan dan tuntutan di era industri 4.0 ini,” paparnya.
PENGARAHA: Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag saat membuka kegiatan RTM 2019 di Hotel Golden Tulip Batu, Senin (25/11).
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi membuka kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen Mutu tahun 2019 di hotel Golden Tulip Batu, Senin (25/11). Kegiatan RTM ini akan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan berakhir Rabu, (27/11).
Dalam sambutannya, Prof. Haris mengapresiasi kepada seluruh pimpinan yang ada di UIN Maliki Malang, pasalnya tahun 2019 ini berdasarkan hasil laporan yang diterima mahasiswa dan dosen UIN Maliki banyak meraih prestasi yang membanggakan, salah staunya UIN Maliki juara umum pekan ilmiah olah raga seni dan riset (PIONIR), juara umum OKI di Makassar dan Geography. “Total ada 39 prestasi juara,” paparnya.
Selain itu, UIN Malang tahun ini juga sudah melakukan pengukuhan tiga guru besar, dan jika tidak ada halangan Desember 2019 ini aka nada pengukuhan dua guru besar lagi di kampus tercinta ini. “Saya mohon bagi dosen yang sudah memenuhi syarat untuk segera mengajukan guru besarnya,” pintanya.
Harapan yang sama juga disampaikan oleh Kemenag RI Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi saat melakukan kunjungannya ke UIN Maliki, dia berharap UIN Malang bisa menjadi kampus yang bisa dibanggakan bagi seluruh masyarakat muslim dunia. Untuk itu, beliau menegaskankan bahwa UIN Malang menjadi al Azhar nya Indonesia.
UIN Malang, kata dia, harus menjadi salah satu PTKIN yang bisa dibanggakan di tiga sektor utama, yaitu soal Pendidikan, penelitian danpengabdian kepada masyarakat. Untuk itu, melalui RTM dengan tema “Penguatan Outcome Based Education (OBE) atau pendidikan berbasis capaian pembelajaran di Era Industri 4.0” sangat tepat sekali.
RTM ini setidaknya bisa menelurkan ide atau gagasan segar yang out of the box, dengan cara melakukan perubahan metode pembelajaran konfensional yang sudah dilakukan selama ini, sehingga dampaknya sering terjadi kres atau bahkan berebut ruangan kelas saat hendak kuliah.
“Jika memang bisa dilakukan pembelajaran online kenapa tidak, tapi tetap dosen dan mahasiswa tidak meninggalan pembelajaran tatap muka, komposisinya bisa diatur misalkan 30 persen system pembelajaran online dan yang 70 persen tatap muka,” jelasnya.
Yang terpenting, kata dia, dosen tetap bisa mengontrol para mahasiswanya dan begitu juga lembaga ini bisa mengontrol para dosennya dengan system pembelajaran online tersebut.
TEGAS: Ketua LPM UIN Maliki Malang Dr. Muhtadi Ridwan saat memberikan sambutan pada kegiatan RTM di Hotel Golden Tulib Kota Batu, Senin (25/11).
GEMA-Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universits Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Muhtadi Ridwan, kembali mengajak duduk bersama seluruh pemegang kebijakan di kampus ulul albab. Kegiatan yang diberi nama Rapat Tinjauam Manajemen (RTM) kali ini diikuti 154 peserta yang terdiri dari Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Wakil dekan, Kepala Bagian, LP2M, LPM, UPT, dan Ketua Program Studi, Senin (25/11).
RTM digelar di Golden Tulip Holland Resort Komplek Panderman Hills, Kota Batu, dengan tajuk “Penguatan Outcome Based Education (OBE) atau pendidikan berbasis capaian pembelajaran di Era Industri 4.0”.
Acara ini difokuskan pada 7 persoalan, yaitu merivew temuan hasil audit yang meliputi temuan audit mutu internal (AMI), dan Audit mutu eksternal (AME) Iso 9001:2015, umpan balik stakeholder terhadap layanan akademik, capaian sasaran mutu dan program kerja, tindakan pencegahan dan koreksi, tidak lanjut tinjauan manajemen, serta saran dan masukan untuk perbaikan system managemen mutu unit kinerja.
Muhtadi dalam sambutannya menegaskan bahwa tujuan utama RTM ini untuk melakukan pembahasan hasil evaluasi dan umpan balik terhadap stakeholder yang dalam hal ini mahasiswa UIN Maliki Malang, serta melakukan perbaikan terhadp hasil temuan audit yang sudah dilakukan. Selain itu juga untuk melakukan pengendalian mutu atas implementasi system manajemen mutu di UIN Maliki. “Untuk itu, semua pimpinan harus hadir dan duduk Bersama untuk memberikan soulsi perbaikan terhadap hasil audit,” paparnya Sementara itu, OBE sendiri saat ini mengacu pada 9 kriteria yang diatur oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) maupun AUN QA. Pasca akreditasi semua meminta progress report bentuk layanan yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada stake holdernya. Baik di sector administrasi maupun akademik secara berkala. Hal ini, kata mantan dekan fakultas ekonomi itu dibutuhkan kesadaran dari masing-masing fakultas, Lembaga, maupun unit yang ada di lingkungan UIN Maliki Malang. Muhtadi juga menghimbau kepada seluruh peserta bahwa RTM ini jangan dipahami hanya sebagai acara seremonial saja. RTM ini kedudukannya sangat penting untuk melakukan evaluasi diri dari hasil temuan yang sudah dilakukan. Temuan itu, kata dia tidak hanya untuk dicatat saja, melainkan harus ditindak lanjuti agar permasalahan yang ada tidak menjadi PR tahunan. “Selama tiga hari semua pimpinan harus serius untuk melakukan evaluasi dan mencari solusi atas persoalan yang di hadapi UIN Maliki ini,” tegasnya.
GEMA-LP2M Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) mengadakan kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bagi mahasiswa yang sudah memenuhi syarat. Pembekalan kali ini dibagi kedalam empat gelombang, Sabtu (23/11). Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu digelar di gedung Aula Rektorat Lt.5. Pembekalan KKM kali ini diikuti oleh sebanyak 2922 mahasiswa, sementara untuk dosen pendamping lapangan (DPL) sejumlah 188 dosen. Semua peserta KKM akan disebar di desa-desa yang ada di Kabupaten Malang dan sebagian kecil di Kota Batu. 2922 peserta ini akan diterjunkan langsung ke 188 desa. Kegiatan pembekalan KKM kali ini akan berlangsung selama dua hari dan menghadirkan empat narasumber, terdiri dari Ketua LP2M UIN Maliki, yaitu Dr. Tutik Hamidah,M.Ag, Sekretaris LP2M Dr. Ahmad Abtokhi, M.Pd, Ketua PTIPD UIN Maliki Mukhlis Fuadi, S.Kom, dan Iffatunnida, M.Pd (Redaktur Tabloid Gema). Mengawali Pembekalan KKM, Ketua LP2M Dr. Tutik Hamidah menegaskan KKM merupakan realisasi dari pengabdian kepada masyarakat, satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain Pendidikan dan Penelitian. Melalui kegiatan KKM ini mahasiswa diharapkan bisa mengaplikasikan ilmu dan teori-teori yang dipelajarinya selama kuliah di kampus dan dipraktikkan di tengah-tengah masyarakat. “KKM ini mengajarkan mahasiswa bermasyarakat dan sekaligus mengamalkan ilmu yang dimilikinya,” paparnya. Tidak hanya itu, melalui tema KKM “Menguatkan Dakwah Menuju Masyarakat Sejahtera” ini diharapkan para mahasiswa banyak menyerap ilmu dan pengalaman hidup dari bermasyarakat di desa-desa tujuan.
Ditengah menyampaikan materi pembekalan KKM, Mantan dekan Fakultas Syariah ini juga mengajak seluruh peserta KKM menyiapkan diri, baik kesiapan psikis ataupun psikologis. Pasalnya, KKM ini akan bersentuhan langsung dengan masyarakat majemuk yang isinya berbagai macam karakter. “Untuk itu, siap tidak siap, semuanya harus disiapkan secara matang, sehingga saat terjun di lapangan mahasiswa tidak kebingungan harus melakukan apa,” pesannya. “Pembekalan KKM ini sangat penting dilakukan agar mahasiswa benar-benar siap untuk melakukan kegiatan pengabdian di desa tujuan,” terang Tutik. Lebih lanjut, Tutik mengatakan bahwa kegiatan KKM di Kabupaten Malang dan Batu ini dijadwalkan akan berlangsung selama satu bulan, dimulai pada tanggal 28 Desember 2019 sampai dengan 27 Januari 2020. “Semoga pelaksanaan KKM kali ini semuanya berjalan dengan lancar dan mahasiswa berangkat dan kembali dengan selamat,” harapnya. Usai pembekalan, semua peserta KKM diminta untuk koordinasi dengan dosen pembimbingnya masing-masing, setiap kelompok KKM malakukan koordinasi sejumlah rencana program kegiatan yang hendak dilakukan, semua program di diskusikan dengan dosen pembimbingnya masing-masing.
Kehadiran Menteri Agama (Menag.) Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menghimbau kepada para pegawai negeri sipil (PNS) di semua lembaga negara, khusunya di UIN Maliki Malang untuk selalu menjaga dan meneguhkan keindonesiaannya, demi menjaga keutuhan NKRI ini, Kamis (21/11). Himbauan dan seruan tersebut, ditegaskan saat memberikan kuliah tamu di UIN Maliki Malang. PNS menurutnya merupakan perangkat negara, yang memiliki tupoksi melayani masyarakat dengan sebaik mungkin, penuh keramahan dan senyuman. Sejatinya semua PNS itu harus siap menjadi abdi negara dengan totalitas segenap jiwa dan raganya untuk kepentingan bangsa dan negara ini, sehingga jangan sampai ada PNS yang berniat merusak negara ini. Negara menggaji para PNS, tentunya PNS jangan menjadi musuh dalam selimut, tegasnya dihadapan para kiai, dosen, serta sivitas akademika UIN Maliki Malang. kuliah tamu kali ini bertajuk Meneguhkan Nilai-nilai Agama dan Kebangsaan dalam Menangkal Radikalisme Menuju Indonesia Maju, tersebut, Fachrul Razi berharap umat Islam yang mayoritas ini untuk mengambil peran dalam menjaga keharmonisan antar agama serta meneguhkan nilai-nilai agama. Selain itu semua masyarakat Indonesia juga harus bisa menjaga toleransi di tengah kebhinekaan, caranya bisa dilakukan melalui dialog yang dilandasi rasa saling menghormati antar masyarakat yang majemuk ini.
TEGAS: Menag Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi saat menyampaikan materi radikalisme dalam kuliah tamunya di UIN Maliki Malang.
GEMA-Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi berkunjung ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kedatangan orang nomor satu di Kementrian Agama ini disambut hangat oleh pimpinan dan sivitas skademika UIN Malang, Kamis (21/11). Turut hadir tokoh akademisi, Kiai, Rektor PTKIN Jatim, dan para pejabat penting mulai dari Polda, TNI, Kanwil Kemenag Jatim, PWNU Jatim, Wali Kota, Bupati, Forkopinda kota Malang sampai wilayah Batu. Bukan semata silaturahmi biasa, Menag RI ke kampus yang berlogo Ulul Albab ini juga ada agenda khusus, yakni memberikan kuliah tamu dengan tajuk Meneguhkan Nilai-Nilai Agama dan Kebangsaan dalam Menangkal Radikalisme Menuju Indonesia Maju. Acara yang dimulai tepat pukul 10.30 WIB itu berlangsung hikmat di Aula Gedung Rektorat Lt.5. Dalam kuliah tamunya Fachrul Razi kembali menegaskan bahwa sikap atau tindakan yang perlu dilakukan sekarang ini dalam menangkal radikalisme di Indonesia dengan keaneka ragaman budaya dan suku serta agamanya harus dipahami secara utuh, diantaranya melalui peningkatan mutu di bidang pendidikan dan wawasan ilmu agama secara komprehensif. “Khususnya, persoalan pemahaman pkeagamaan yang benar di negara yang majemuk ini,” terangnya.
Selain itu persoalan ormas aliran garis keras yang mengatasnamakan agama yang dinilainya paling benar sendiri juga turut memicu munculnya radikalisme, sehingga agama yang tidak 'sepemahaman' dengannya dianggap salah dan tidak moderat. “Semua agama itu sudah moderasi, namun yang perlu diperhatikan adalah organisasi yang salah dalam bermoderasi,” jelas Jenderal TNI (Purn) Lulusan Akademi Militer 1970 ini.
Sehingga, tambah Menag, tidak ada yang merasa agamanya paling benar dan yang lainnya dianggap salah, pasalnya hal tersebut akan menimbulkan intoleransi dan akibatnya akan mengganggu kesetabilan kehidupan pluralisme di negara tercinta ini. “Hal ini bisa terjadi tidak hanya dalam satu agama tetapi bisa terjadi juga karena intoleransi antar agama lain,” tegasnya. Solusinya, Fachrul Razi mengajak semua elemen bangsa ini memahami internalisasi empat pilar kebangsaan negara Indonesia, yakni mengamalkan Pancasila, mematuhi UUD’45, menjaga NKRI dan mewujudkan Bhineka Tunggal Ika. “Empat pilar itu jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari segala hal yang berpaham radikalisme insyaallah bisa dicegah,” pungkasnya. (ptt)
GEMA-Unit Layanan Pengadaan (ULP) UIN Malang mengadakan Pelatihan dan Sertifikasi Dasar, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Berdasarkan Peraturan Presiden No.16 tahun 2018. Acara yang dihelat tiga hari di Hotel Atria tersebut diikuti 37 peserta yang terdiri dari dosen dan staf berbagai fakultas di UIN Malang (18-21/11). Pelatihan dilaksanakan dengan metode tatap muka dan e-learning.
Kabiro AUPK Drs. Mahfudh Shodar, M.Ag. menyatakan, mengurus keperluan yang berhubungan dengan barang dan jasa (barjas) tidak sulit jika dikerjakan sesuai SOP. Siapa pun yang mendapat amanah untuk mengurus hal tersebut, tidak perlu takut atau bingung. “Bekerja sesuai alur SOP dan tidak perlu mencari jalan lain,” lugasnya. Ita Hidayatus Sholihah, Ketua Pelaksana mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut ditujukan bagi siapa saja yang berurusan dengan barjas. Khususnya ASN. “Kami harap mereka lebih memahami aturan dan tidak perlu khawatir selama sudah mengikuti aturan yang ditetapkan,” paparnya. Ia menambahkan, dengan memahami aturan, etika, dan proses kinerja di bidang pengadaan barang dan jasa (PBJ), ASN dan pengelola PBJ mampu meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan. Imbasnya, tentu pada pelaksanaan tugas dan jabatannya secara profesional, beretika dan yang berintegritas tinggi. (ptt/nd)
GEMA-Keempat kalinya Unit BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Kegiatan ini diadakan bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur sebagai penyedia soal dan format ujian. 578 mahasiswa dijadwalkan mengikuti UKBI yang diadakan selama dua hari di Aula Gedung Rektorat lt. 5 (19-20/11). Ketua BIPA UIN Malang Dr. Dewi Chamidah mengungkapkan bahwa memiliki kemahiran dalam Bahasa Indonesia sama pentingnya dengan bahasa asing yang dipelajari di kampus. Apalagi, Bahasa Indonesia merupakan bahasa bangsa sendiri. “Jadi jika memiliki sertifikat TOEFL dan TOAFL diwajibkan saat kelulusan, seharusnya sertifikat UKBI lebih wajib lagi,” tutur dosen berkacamata ini. Karenanya, Dewi berharap agar di tahun mendatang, UKBI bukan hanya ujian wajib bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Dengan dukungan seluruh pihak di Kampus Ulul Albab, ia ingin agar semua mahasiswa mengikuti ujian tersebut sebelum prosesi wisuda. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA. diminta untuk membuka pelaksanaan UKBI 2019. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa Bahasa Indonesia masuk dalam lima besar bahasa internasional. “Jadi jangan ragu menggunakan Bahasa Indonesia dalam forum internasional,” imbuhnya. Ia melanjutkan, banyak warga negara asing yang tertarik mempelajari Bahasa Indonesia. “Bahasa kita itu simpel dan sangat mudah, tidak banyak perubahan untuk konteks yang berbeda,” paparnya. Terbukti, para peserta in-country program dari Universitas Deakin, Australia yang baru beberapa minggu di UIN Malang sudah lancar bercakap-cakap dengan Bahasa Indonesia. Selanjutnya, Dr. Zainuddin mengingatkan agar mahasiswa tak lupa mendalami bahasa bangsanya sendiri. Apalagi jika nanti dalam proses penulisan tugas akhir. “Jangan bawa bahasa lisan kalian ke dalam bahasa tulisan saat menulis skripsi. Ada bedanya,” tegasnya. Turut hadir dalam pembukaan, Kepala Biro AAKK Drs. Heru Achadi Heri. Sementara rombongan dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dikoordinatori oleh Siti Qomariyah sebagai pengatur pelaksanaan UKBI. (nd)
GEMA-Seluruh tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakata (LP2M) Universitas Islam Negerei Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan Capacity Building dalam rangka evaluasi hasil kinerjanya secara menyeluruh di hotel Klub Bunga Butik Resort Kota Batu selama dua hari, Jumat-Sabtu (15-16/11). Kegiatan yang bertajuk Peningkatan Kompetensi SDM Penelitian LP2M itu di hadiri Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag. Dalam sambutannya LP2M memiliki peran yang sangat penting khususnya dalam tiga aspek utama yaitu, persoalan riset dosen, pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan mutu pendidikan. “Untuk itu, kontri busi LP2M sangat besar sekali terhadap UIN Malang,” tegasnya. Deasa ini, tambah Prof. Haris, semua perguruan tinggi berlomba untuk menjadi kampus terbaik dan salah satunya bisa dilakukan melalui hasil risetnya. Riset itu sendiri memiliki peluang untuk mendapatkan prestasi dalam segala hal, setiap hasil penelitian yang dilakukan dosen sudah seharusnya dipublikasikan baik di jurnal nasional maupun internasional. “Kalau bisa ter index scopus,” harapnya. Tidak hanya sampai disitu, LP2M juga harus menjaga hasil produk penelitian dari para dosen di lingkungan UIN Maliki Malang untuk di jaga hak patennya melalui Hak ats kekayaan Intelektual (HaKI). “Sekarang ini, peneliti harus menghadapi persoalan birokrasi yang lumayan rumit, apa lagi bagi mereka yang penelitainnya bersumber dari BOPTN,” paparnya sembari diiringi dengan gaya guyonannya yang khas.
Sementara itu, soal pengabdian masyarakat, Prof. Haris juga menghimbau agar apa yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga apa yang dilakukan oleh akademisi UIN Maliki bisa lebih tepat sasaran. “Ini semua agar apa yang dilakukan bisa lebih membawa manfaat secara langsung kepada masyarakat,” harapnya. Ketua LP2M UIN Maliki, Dr. Tutik Hamida, M.Ag berharap dengan dilakukan kegiatan peningkatan kompetensi SDM LP2M ini bisa meningkatkan produktifitas, utamanya dalam persoalan pemberian pelayanan bagi para dosen dan mahasiswa yang menyangkut penendidikan, penelitian dan pengabdian. “Insyaallah LP2M selalu siap mengawal baik di sektor peningkatan mutu dosen, Jurnal, pengabdian hingga persoalan konferensi internasional hingga proses publikasi hasil risetnya,” pungkasnya.