GEMA-Workshop Penyusunan Standar Mutu Akademik Fakultas Psikologi berlangsung selama tiga hari (9-11/7) di SAMARA Hotel dan Resort, Batu. Pada hari terakhir, acara resmi ditutup Dr. Siti Mahmudah, M.Si., Dekan Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Wakil Dekan Bagian Akademik Fakultas Psikologi Dr. Ali Ridho turut menyatakan workshop tersebut berjalan lancar dan sukses. “Ini menunjukkan komitmen kita yang kuat untuk bekerja,” tuturnya. Menurut Ali, sudah ada tahapan yang terlihat pasca diskusi saat workshop tiga hari tersebut. Hal ini tentu berkat kerjasama peserta yang merupakan dosen Fakultas Psikologi. Serta, berkat pantauan langsung tim ahli standar mutu dari Lembaga Penjamin Mutu UIN Malang. Ia ingin agar nantinya ada tahap lanjutan sebagai follow-up kegiatan. “Standar yang telah kita susun dan sepakati bersama akan dilakukan semacam kick off,” imbuhnya. Ia menarget, acara selanjutnya bisa dilaksanakan bersamaan dengan penyambutan mahasiswa baru tahun ajaran 2019. Senada dengan Ali, Siti Mahmudah juga dengan lugas menyampaikan bahwa workshop kali ini memenuhi kuota forum. Namun, tentu masih ada “Pekerjaan Rumah” yang harus diselesaikan. Misalnya, dari Komisi PKL, ada 12 dokumen yang harus segera dilengkapi. Mulai dari penyusunan buku pedoman, teknis, form, hingga tata tertib. Di Komisi Skripsi ada 21 dokumen dan Komisi Komprehensif memiliki 9 dokumen yang perlu diselesaikan. “Fakultas Psikologi akan terus memfasilitasi agar PR ini rampung,” tuturnya. Jika telah selesai, lanjut Bu Mamah, maka akan ada pembahasan lanjutan yang dipandu dan didampingi oleh Unit Penjaminan Mutu Fakultas Psikologi. Tentunya kegiatan lanjutan tersebut juga difasilitasi dan didukung penuh oleh Wakil Dekan Bagian Keuangan. (ptt/nd)
GEMA-Serasa tidak ingin menunda target perubahan dan perbaikan standar mutu dalam akademiknya, Fakultas Psikologi berusaha cepat tanggap. Salah satunya melalui workshop Penyusunan Standar Mutu Akademik. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan dan para dosen Fakultas Psikologi tersebut diselenggarakan di SAMARA Hotel dan Resort, Batu (9-11/7). Untuk memaksimalkan output workshop, Fakultas Psikologi mendatangkan pendamping standar mutu dari Unit Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Malang, Drs. Muh. Yunus dan Dr. Abdul Malik Karim Amrullah. Dalam pemaparannya, Yunus menjelaskan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang harus dipahami peserta. Secara spesifik, ia menjabarkan penetapan standar yang ada di manajemen SPMI. Menurut Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu ini, penyusunan standar yang baik ada dua versi, yakni sesuai standar internasional AUN-QA dan standar di Kemenristek Dikti. Jika, lanjutnya, penyusunannya sesuai standar AUN-QA maka harus memenuhi tiga syarat. Yakni harus ada verb (kata kerja), objek, dan konteks. Jika sesuai ketetapan Kemenristek Dikti, maka ada rumus ABCD. A ialah audience sebagai pelaku. B ialah behavior sebagai perilaku. Selanjutnya C ialah competence (kompetensi) dan D ialah degree (level). Yunus menambahkan, paling tidak menurut ilmu pendidikan, AB sudah cukup. “Ada pelakunya misalnya dosen membuat RPS. Itu sudah bisa diukur,” jelasnya. Di akhir pemaparan, Yunus berharap hal yang telah disampaikannya bisa menjadi stimulan agar di pertemuan tersebut dapat diperoleh capaian hasil penyusunan standar mutu yang disepakati. “Semoga selesai acara ini, kita bisa mendapatkan modul standar mutu akademik yang baik,” harapnya. (ptt/nd)
GEMA-Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Malang menyelenggarakan Workshop Pengembangan Dokumen Manual dan Formulir SPMI. Acara yang berlangsung dua hari tersebut bertempat di Balai Bagus, Ubud Hotel & Cottages Malang (3-4/7). Dalam sambutan sebelum workshop dimulai, Kepala LPM Dr. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag. menjabarkan empat poin penting yang menjadi alasan terselenggaranya acara tersebut. Perubahan visi-misi universitas tentang statuta menjadi alasan pertama menurut Dr. Muhtadi. Selanjutnya, adanya rencana strategis yang telah disusun bersama sejak 2012 hingga 2022 mendatang. Tak hanya itu, ada pula tuntutan untuk menyesuaikan sembilan kriteria akreditasi. “Salah satunya ialah tiap kriteria diharuskan memiliki penjaminan mutu,” jelasnya. Hal ini karena di sistem yang baru, kita tidak bisa menilai diri sendiri. Namun harus melalui penilaian eksternal. Alasan terakhir, menurut Muhtadi, ialah sebagai respon atau tanggapan kebijakan Dirjen terkait road map persiapan UIN Malang menuju World Class University. “Ini alasan paling terbaru,” imbuhnya. Di hadapan 120 peserta yang terdiri dari para dekan beserta wakil bagian akademik, staf LPM, para ketua prodi beserta sekretaris, dan para UPM tiap fakultas, Muhtadi mengungkapkan target workshop. “Kita ingin agar hasil akhir workshop ialah terwujudnya standar dan dokumen manual yang implementatif,” papar ketua senat UIN Malang itu. (ptt/nd)
GEMA-Jika biasanya kegiatan bakti sosial UPT Pusat Kajian Zakat dan Wakaf (eL-Zawa) dilakukan dalam kampus, kali ini beda. eL-Zawa mendatangi langsung kelurahan untuk menunaikan kewajiban mereka. Dimulai dari yang paling dekat dari kampus, Kelurahan Sumbersari, Jumat (5/7). Seperti biasanya, sasaran baksos ialah warga kurang mampu, seperti manula dan anak yatim piatu. Ketua eL-Zawa, Nurul Yaqien, menyampaikan pesan Rektor UIN Malang agar kampus memperhatikan masyarakat sekitar. Menurut ajaran Islam pun, yang lebih berhak dan utama untuk menerima sedekah ialah yang paling dekat. “Maka kami mengawali agenda ini dari tetangga kampus,” imbuhnya. Selanjutnya, dalam periode dua tahun, UIN Malang akan mengagendakan acara serupa dengan mengunjungi kelurahan lain.
Kepala Kelurahan Sumbersari Dra. Sri Mariyani, M.Si. menyambut baik agenda UIN Malang di wilayahnya. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak kampus karena turut memperhatikan kesejahteraan warganya yang dhuafa. “Kami berdoa semoga para dosen, karyawan, dan semua warga kampus UIN Malang yang telah mendonasikan rejekinya ini senantiasa mendapatkan berkah, ridho dan balasan yang lebih mulia dari Allah SWT,” tuturnya. (ptt/nd)
GEMA-Sebelum tiga pakar bahasa Arab dari Riyad Saudi Arabia yaitu Prof. Dr. Saleh Al Shithri, Dr. Muhamed al Amer, Dr. Yaser al Budayye’ mengisi kegiatan Addauroh at Tadribiyah atau pembelajaran bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mereka di ajak sejenak untuk melihat koleksi kegiatan yang dipajang di hall gedung rektorat saat Prof. Dr. Saleh Al Shithri menghadiri kegiatan The 3rd Intenational Conference of High Quality Assurance of Islamic Higher Education (ICQAIHE). Pada Desember 2016 di Hotel Club Bunga Batu. Prof. Dr. Saleh Al Shithri merasa mendapatkan kehormatan dari UIN Maliki Malang dengan adanya salah satu fotonya terpajang apik di salah satu sketsel foto tersebut, Senin (8/7).
GEMA-Pusat Pengembangan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipimpin M. Abdul Hamid kembali menggelar worskhop peningkatan kompetensi pembelajaran bahasa Arab bagi para dosen bahasa Arab di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Workshop kali ini di ikuti perwakilan dari 20 PTKIN yang jumlahnya mencapai 60 peserta. Kegitan yang berlangsung di ruang pertemuan gedung Rektorat Lt.4 itu dijadwalkan akan berlasngsung selama lima hari kedepan dan berakhir Jumat (12/7).
Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. Uril Bahruddin hadir dalam pembukaan workshop pembelajaran bahasa Arab. Zainuddin dalam sambutannya menegaskan bahwa bahasa Arab sudah menjadi kebutuhan dan UIN Malang sampai saat ini terus berkomitmen untuk mengembangkan pembelajaran bahasa Arab. “Semua mahasiswa baru di UIN Malang di tahun pertama wajib mengikuti pembelajaran bahasa Arab secara intensif selama satu tahun,” paparnya. Ketua Pusat Pengembangan Bahasa Abdul Hamid menegaskan kegiatan ini merupakan yang kesekian kalinya di UIN Maliki Malang, tak tangung-tanggung tiga pakar bahasa Arab didatangkan langsung dari Riyad Saudi Arabia yaitu Prof. Dr. Saleh Al Shithri, Dr. Muhamed al Amer, Dr. Yaser al Budayye’.
“Kegiatan ini sekaligus untuk promosi kepada PTKIN, dan semua kegiatan ini dikomandani langsung oleh UIN Maliki Malang,” paparnya. Melalui workshop pembelajaran bahasa Arab ini Abdul Hamid berharap UIN Malang yang dipercaya sebagai marcusuar pengembagan bahasa Arab bisa semakin baik lagi, dan dosen pengampu bahasa Arab punya tanggung jawab untuk bisa mengupgrade sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi yang tengah berkembang. “Kegiatan ini tidak hanya untuk dosen bahasa Arab di UIN Malang. Akan tetapi juga untuk menularkan ke beberapa dosen bahasa Arab di PTKIN,” pungkasnya.
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut meramaikan acara East Java Exploration (EJx) 2019 dengan diskusi gender dan radikalisme. Kegiatan internasional ini dibuka langsung Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin, MA. Acara ini merupakan hasil kerjasama antara 5 universitas Australia Barat dan 10 universitas di Indonesia melalui Western Australia-East Java University Consortium. Diskusi tersebut diisi oleh pakar-pakar ahli, seperti Dr. Hj. Istiadah, M.A. dan Ulfah Muhayani, MPP yang merupakan ahli gender dan Dr. Sudirman, M.A yang ahli mengulas terorisme dan radikalisme. Melalui acara ini, gender dan radikalisme dalam Islam diharapkan dapat lebih dipahami secara mendalam.
Tak hanya belajar gender dan radikalisme, para peserta EJx juga diajak untuk mengenal budaya Jawa Timur secara langsung. Salah satunya adalah dengan menampilkan Tari Topeng khas Malang dan mengajak peserta mempraktekkan tari tradisional tersebut. Hal ini tentu dimaksudkan agar ada akulturasi budaya yang terbentuk. “Selain belajar subjek (gender dan radikalisme). Mereka juga belajar budaya. (Materi) budaya itu kita setting mulai dari penampilan budaya khas masing-masing daerah. Di Malang, ada Tari Topeng yang (sudah ditampilkan) tadi itu,” jelas Wakil Rektor Bidang Kerjasama UIN Malang, Dr. H. Uril Bahruddin, M.A. Tak hanya mengenalkan dengan seni khas Malang, UIN Malang juga hendak mengenalkan makanan-makanan khas. Di akhir acara, para mahasiswa asing juga akan dibawa berkeliling Kota Malang. Program East Java Exploration akan berakhir pada 10 Juli 2019. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kerjasama pemerintah Jawa Timur dan Australia Barat di bidang eksplorasi pendidikan. Reporter: Fatimatuz Zahro
GEMA-UIN Malang was crowded with foreign and local students of East Java Exploration (EJx) on Friday, July 5. This event was intended to support the East Java government's cooperation with Western Australia through Western Australia-East Java University Consortium (WAIJUC). It was conducted by involving 10 East Java universities and 5 Australian universities in cooperation.
On behalf of EJx, UIN Malang presented a warm discussion on gender and radicalism in Islamic perspective. Before the discussion started, the event was opened with a traditional dance performance by Sanggar Srikandi, Faculty of Humanities, UIN Malang. Through this performance, the foreign participants were expected to learn and understand East Javanese cultures. Not only watching the performance, but the participants were also excited to practice this traditional dance named Tari Topeng. They learned to move their body and follow the traditional song played. Besides, the performers continued by explaining the philosophy of the dance and the character of the mask or topeng which expresses arrogance.
Continuing the agenda, UIN Malang gave a chance for Georgia, the representative of Australian students, to give her speech, “We’d like to deliver a massive thanks for giving us chance to learn cultures more through this event,” said Georgia. Through this event, the vice rector of UIN Malang, Dr. M. Zainuddin, MA., also presented the pleasure to welcome the EJx participants warmly. He also introduced the term ‘Ulul Albab’ as the goal of UIN Malang in Islamic education, “UIN Malang presents a characteristic of moderate Islam which represents rahmatan lil alamin,” he said.
The discussion on gender and radicalism was successfully conducted, involving the experts of these topics such as Dr. Istiadah, M.A, Ulfah Muhayani, MPP and Dr. Sudirman M.A. After taking place in UIN Malang, the event will be continued by a Malang City Tour at noon. Finally, this event is expected to bring positive interculturality for students in both countries.
GEMA-El-Zawa kembali menarik perhatian dengan mengadakan bantuan sosial duafa pada Kamis (4/7). Berbeda dengan agenda silaturahmi dan santunan sebelumnya yang dilaksanakan di kampus, kini acara ditempatkan di kelurahan-kelurahan. Kali ini, tepatnya, dilaksanakan di kelurahan Sumbersari. Bantuan sosial ini merupakan satu dari tujuh belas agenda sosial yang dimiliki El-Zawa. Adapun target utama penerima bantuan adalah fakir dan miskin. Namun, tak jarang, pihak kelurahan mengajukan anak yatim dan piatu non-panti untuk turut serta dalam acara. “Untuk kegiatan besok itu, kita sudah siap, ya. (Persiapannya sudah) sembilan puluh sembilan persen, lah. Tinggal acaranya saja. (Acaranya) silaturahmi antara kampus dengan masyarakat. Santunannya, satu orang dua ratus ribu,” jelas Nurul Yaqien, S.Pd.I., M.Pd.I., ketua El-Zawa UIN Malang. Seperti yang diungkapkan oleh Nurul, anggaran Rp. 200.000 diberikan dalam bentuk uang dan bingkisan sembako. Bantuan sosial ini diserahkan pada 20 duafa yang telah didata melalui kantor kelurahan setempat. Karena itu, El-Zawa terus memacu komunikasi kuat dengan kelurahan dalam persiapan acara. Rangkaian acara dilaksanakan cukup singkat, mulai dari jam 8 hingga 9 pagi. Meski begitu, hal ini tidak dipermasalahkan karena menurut Nurul, kehadiran para duafa adalah poin terpenting. “Niat kita hanya satu, memberikan zakat, infaq, atau sedekah bagi orang yang berhak. Supaya masyarakat merasakan kehadiran kampus sebagai sebuah berkah,” ungkap Nurul.