Kabar Bahagia bagi teman-teman yang berprofesi sebagai (Dosen, Mahasiswa, Akademisi, Staff ahli, peneliti bidang hukum, teknologi & sosial, dll)
Keuntungan nya apa saja ya? ini lebih detailnya:
PUBLIKASI ILMIAH: 1) Syarat kenaikan jabatan fungsional Dosen 2) Syarat bagi yang mau ujian Tesis dan Disertasi 3) Pastinya anda akan terkenal dalam dunia ilmiah.
Direktur Jenderal Kemenerian Riset dan Teknologi Sudan Prof. Azhari Omer Abdel Bagi Muhamed melakukan penandatangan MoU dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pertemuan yang berlangusng di ruang Rektor itu dihadiri oleh Direktorat Training Prof. Muhamed Hasan Dahad Ahmed, Rektor Universitas al Quran al Karim al Ulum al Islamia Prof. Ahmad Sayyid Salman Gadlla, Konsul Kedubes Republik Sudan Mr. Hasan Syarif serta Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris M.Ag. beserta para wakil dan Kepala Unit Kerjasama Luar Negeri Dr. Dewi Hamida (18/7). Kemenristek Sudan meminta UIN Maliki Malang bisa diajak kerjasama baik melalui program beasiswa, pertukaran pelajar hingga persoalan pertukaran dosen dan berkolaborasi hasil riset dari para dosen dan mahasiswa. Prof. Azhar meminta agar Rektor UIN Maliki Malang untuk bisa diajak kerjasama mengembangkan Islam melalui hasil risetnya. Sehingga keberadaan universitas ini bisa menyumbang bagi perkembanganperadaban dunia, khususnya bagi umat Islam. Sementara itu Prof. Haris menyambut hangat adanya MoU antara pihak Kemenristek Sudan dengan UIN Maliki Malang. Dia berharap kerjasama ini bisa memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Saat ini UIN Maliki Malang sudah melakukan kerjasama dengan beberapa kampus di Asean salah satunya dengan kampus Hirosima Jepang. UIN Maliki malang merupakan kampus yang memadukan dua budaya yaitu budaya pesantren dan kampus, sehingga setiap mahasiswa baru wajib tinggal di ma’had selama satu tahun.
PENUH PRESTASI: Ilma Yeni Megawati menggigit emas saat menjadi juara 1 kejuaraan Abu Dhabi Grand Slam Ju-jitsu World Tour kelas - 62 Kg devisi white belt - adult di Tokyo Jepang.
GEMA- Salah satu mahasiswi UIN Malang mewakili Indonesia dalam cabang olahraga jujitsu di ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Mahasiswi tersebut adalah Ilma Yeni Megawati merupakan mahasiswi aktif Jurusan Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi. Yeni, sapaan akrabnya tak menyangka terpilih manjadi atlit Asian Games pada cabang Jujutsu. Padahal sebelumnya selama 4 tahun terakhir vakum mengikiuti ajang beladiri jiujitsu. “ Saya mulai vakum sejak MA, karena harus mondok di Tulungagung dan fokus menuntut ilmu dan pihak sekolah meminta untuk istirahat berlatih jujitsu,” ungkapnya. Tetapi, takdir berhendak lain, berbekal dengan prestasi 4 tahun sebelumnya, Yeni mendapatkan panggilan dari pusat untuk mengikuti seleksi menjadi atlit Asian Games. “Akhrinya bisa lolos seleksi menjadi salah satu 4 Putri terbaik bangsa di cabang beladiri jujitsu newaza untuk wakili Indonesia di Ajang Asian Games 2018,” sahut mahasiswi asal Udawanu Blitar. Cabor Jumjitsu ini tergolong cabang perlombaan yang baru tahun 2017 di pertandingan Asian Games, apalagi pada sistem newaza jujiutsu merupakan pertandingan beladiri Jujitsu masih jarang yang mumpuni di bidang ini. “ Tantangan saya saat ini adalah bertanding di system newaza jujitsu atau nama lainnya brazilian jujitsu merupakan canang baru, saya harus maksimal untuk dapat meraih hasil yang terbaik” sambut anak ke 5 dari 6 bersaudara. Persiapan yang panjang harus di jalani oleh saudari Yeni dalam mengikuti ajang Asian Games ini. Sejak bulan Januari 2018 sudah bergabung ke pelatnas di Jakarta untuk latian dan traing camp 2 kali di Abu Dhabi serta pertandigan try out di Jepang. “ Oleh sebab itu saya semester ini cuti kuliah, karena harus fokus untuk mengukur dan mengasah kemampuan bertanding, “imbuhnya. Selain itu , masih banyak hal yang ia lakukan dalam mengikuti ajang ini dengan melakukan latihan fisik dan teknik di luar jam wajib latihan, banyak melihat video tutorial teknik, mengikuti training ESQ serta tidak lupa untuk berdoa sebagai penguat agar selalu fokus ketika bertanding. Suport keluarga menjadi hal terpenting bagi dia,“ Orang tua selalu mendukung penuh perjuangan saya, bahkan memberi dukungan di luar dugaan, yang membuat semakin bertekad untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa Indonesia dan dapat menjadi Juara Umum dalam pergelaran Asian Games tahun ini. Adapaun prestasi yang di raih oleh saudari Yeni sebelumnya pada tahun 2009 Juara 1 kelas Junior Putri - kejuaraan Ju-jitsu SMADA CUP antar pelajar Se-Jawa Timur. Tahun 2010 Juara 1 kelas C Kumite Perorangan Putri - kejuaraan Ju-jitsu antar pelajar Se-Eks karesidenan Kediri, Juara 1 Kumite Beregu Putri - kejuaraan Ju-jitsu antar pelajar Se-eks karesidenan Kediri, Juara 1 Demo Kata Beregu Putri - kejuaraan Ju-jitsu antar pelajar Se-Eks karesidenan Kediri. Tahun 2011 Juara 1 kelas C Kumite Perorangan Putri kejuaraan Ju-jitsu UM Ponorogo Open Tournamen, Juara 1 demo kata beregu - kejuaraan Ju-jitsu UM Ponorogo Open Tournamen , Juara 1 kelas C Kumite Perorangan Putri - kejuaraan Ju-jitsu OPEN V piala Rektor UNESA, Juara 1 kelas D Senior Putri - kejuaraan Ju-jitsu antar pelajar dan Ground Fighting Se-Jawa Timur piala bupati Ngawi, Juara 1 kelas D Kumite Perorangan Putri -jd kejuaraan Ju-jitsu antar pelajar dan Special Fight Se-Jawa Timur di Trimurti, Jujitsan terbaik putri - kejuaraan Ju-jitsu antar pelajar dan Special Fight Se-Jawa Timur di Trimurti, Juara 1 kelas D Kumite Perorangan Putri - Kejuaraan Nasional IJI piala wakil Presiden RI. Di Tahun 2014 Juara 1 kelas C Kumite Perorangan Regular Putri - kejuaraan Ju-jitsu Se-Jawa di Univet Sukoharjo. Dan di Tahun 2018 Juara 1 Newaza Putri kelas F +61 Kg usia +15 kejurda DKI, Juara 1 Newaza Senior Putri -60 Kg kejurda Jawa Barat, Juara 1 Newaza Putri -62 Kg Indonesian test even Ju-Jitsu Championship Road to Asian Games, Juara 1 kejuaraan Abu Dhabi Grand Slam Ju-jitsu World Tour kelas - 62 Kg devisi white belt - adult di Tokyo Jepang. (dr)
LUGAS: Prof. Dr. Irwan Abdullah saat menyampaikan materi tentang Peningkatan Kompetensi Penelitian Sosial Budaya. Selasa (31/7).
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Penelitian Sosial Budaya. Acara ini diikuti oleh perwakilan dosen Ilmu Sosial dan keagamaan yang berlangsung di Gedung Rektorat Lt. 3 selama dua hari (30-31/7). LP2M mendatangkan Prof. Dr. Irwan Abdullah dari Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai pemateri. Guru Besar Antropologi ini memberikan materi tentang Peningkatan Kompetensi Penelitian Sosial Budaya. “Terdapat tiga poin penting dalam penulisan yakni tulisan harus bersifat deskriptif, kritis dan transformatif,” kata Irwan. Lebih dari 70 dosen mengikuti kegiatan workshop dengan santai tapi tetap fokus. Melalui kegiatan workshop peningkatan kompetensi penelitian ini LP2M berupaya untuk meningkatkan kualitas dosen dalam pengembangan skill menulis proposal penelitian. “Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penelitian bagi dosen yang mendalami metodologi penelitian di bidang sosial humaniora dan keagamaan,” ujar Ahmad Abtokhi selaku tim pelaksana kegiatan. Skill menulis memiliki pengaruh besar terhadap hasil penelitian yang dilakukan. Oleh karena itu, melalui pelatihan ini setiap dosen dituntut untuk meng-upgrade teknik penulisan penelitian. “Sehingga para dosen bisa memberikan pendampingan penyusunan penelitian bagi mahasiswa tingkat akhir,” pungkasnya. (ilm/ani)
GEMA-Sebagai langkah pemantapan tim akreditasi kampus, UIN Maliki Malang menghadirkan Prof. Dr. Mansyur Ramly, S.E, M.Si dalam acara sarasehan yang bertajuk Competitive Advantages UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Era Revolusi Digital. Sarasehan ini digelar di ruang rapat Gedung Rektorat Lt. 4, Rabu (18/7). Sarasehan tersebut dilakukan sebagai persiapan akreditasi perguruan tinggi, dan untuk mempertahankan akreditasi A yang dimiliki kampus Ulul Albab ini. Prof. Dr. Ramly Mansyur dipilih karena memiliki banyak pengalaman selama menjabat sebagai ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dalam acara yang dihadiri puluhan tim akreditasi kampus tersebut, Profesor Ramly memberikan arahan tentang langkah-langkah strategis untuk mempertahankan akreditasi A. Beberapa hal yang perlu ditingkatkan yaitu bidang IT melalui berbagai aplikasi maupun web kampus untuk mengoptimalkan sinergi kinerja agar lebih tepat guna. Selain itu, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu kuantitas guru besar juga harus menjadi prioritas untuk mempertahankan akreditasi. “Saya percaya UIN Malang selalu menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan, jadi kampus ini berpotensi besar untuk mempertahankan akreditasi yang sudah sangat baik ini,” terang Ramli. Melalui sarasehan ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan semakin siap untuk mempertahankan status sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. (don)
GEMA-Di hari kedua ini, Selasa (31/7) para peserta workshop peningkatan kompetensi penelitian sosial budaya yang berlangsung di ruang pertemuan Rektorat Lt.3 masih tampak antusias mengikuti pelatihan. Prof. Dr. Irwan Abdullah, Guru Besar Antropologi UGM menjadi satu-satunya pemateri dalam pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut. Prof Irwan membakar semangat para dosen untuk terus produktif dalam membuat karya ilmiah. Dalam pertemuan hari kedua ini, dia memberikan trik jitu cara membuat proposal penelitian ataupun tulisan yang bisa diterima baik di jurnal, media cetak maupun media elektronik. Baik yang sekala lokal maupun sekala internasioanal seperti scopus dan sejenisnya. Bapak kelahiran Aceh, 10 Agustus 1963 itu menegaskan bahwa kunci agar tulisan itu bisa diterima kuncinya ada tiga yaitu deskriptif, kritis dan transformatif. “Pengalaman saya menulis di media itu mengkritisi tulisan yang sudah terbit lalu saya telaah ulang dengan menggunakan tiga kunci tersebut,” paparnya. Tidak hanya di media, persoalan di scopus pun juga sama, triknya bisa memanfaatkan isu terhangat yang lagi dijadikan topik pembahasan. Penulis bisa memanfaatkan persoalan tersebut untuk dilakukan penelitian dengan menggunakan tiga kunci yaitu melakukan deskriptif, kritis dan transformatif dari judul penelitian yang diangkat. Setiap penulis tentunya harus membuat rumusan masalah yang memunculkan deskriptif dari judul penelitian. Dalam penulisan rumusan, tambah dia, tentunya akan mereduksi pada pertanyaan penting dari judul penelitian. Melalui pertanyaan bagaimana (how), dilanjutkan pertanyaan kritis dengan menanyakan faktor atau dampak apa saja yang membuat itu terjadi hingga membuat pertanyaan yang ketiga yang mengacu pada pertanyaan transformatif. “Membuat pertanyaan transformatif itu harus sistematis dan logis, dibutuhkan logika research yang jelas,” paparnya. Proses transformatif itu, tambah bapak berbaju batik itu, harus bisa memunculkan pertanyaan yang bisa memunculkan kebijakan baru yang lebih baik. “Kalau penulis bisa menguasai topiknya tentunya akan bisa memegang kuncinya yaitu melalui proses deskriptif, kritis dan transformatif,” terang Profesor bidang ilmu antropoogi yang sudah memiliki 150 judul karya tulisan yang sudah terpublikasikan di jurnal internasional tersebut. Sementara itu, salah satu peserta workshop Dr. Sani perwakilan dari Fakultas Ekonomi menegaskan bahwa pelatihan peningkatan kompetensi seperti ini perlu dilakukan secara berkala bagi dosen di UIN Maliki Malang. Pasalnya materi seperti ini sangat menunjang sekali terhadap kualitas tulisan dari kalanagan para dosen. “Saya harap LP2M bisa memberikan followup dan pendampingan bagi para penulis di UIN Maliki Malang ini,” harapnya.
GEMA-Ketua LP2M Dr. Tutik Hamidah, M.Ag dalam acara workshop penelitian menyampaikan informasi penting yang selalu ditunggu-tunggu para dosen dan para peneliti di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Informasi itu tentunya seputar peluang mengajukan proposal dana penelitian bagi para dosen. Senin (30/7). Dr. Tutik sapaan akrab Tutik Hamidah, M.Ag menjelaskan bahwa Diktis akan membuka pengajuan proposal penelitiah tahun 2019 pengajuannnya mulai dibuka Agustus 2018 ini. Persoalan klaster penelitiannya masih sama dengan tahun sebelumnya. “Hanya saja Diktis menjadikan dua klaster saja yaitu kolaboratif nasional dan internasional, selebihnya untuk pembinaan perguruan tinggi,” paparnya. Dengan adanya bocoran informasi ini, kata Tutik, diharapkan para dosen di lingkungan UIN Malang bisa segera mempersiapkan prosopsal penelitiannya untuk diajukan kepada LP2M. Proposal yang diajukan tidak perlu tebal. Cukup 10 halaman saja yang penting isinya jelas. “Semua proposal yang diajukan harus mendapat rekomendasi dari LP2M terlebih dahulu sebelum dikirim ke Diktis,” tegasnya. Para peneliti, tambah mantan Dekan Fakultas Syariah tersebut, tidak boleh mendapatkan dua bantuan dana penelitian sekaligus. Bagi yang mengajukan proposal lebih dari satu dan semuanya diterima maka harus memilih salah satu saja. “Hal ini penting sekali untuk dipahami dan dimengerti oleh Bapak Ibu dosen di lingkungan UIN Maliki Malang,” paparnya. LP2M tidak menerima dana penelitian dari Diktis, sehingga semua dana tersebut dikelola langsung oleh pusat, sehingga bagi proposal yang lolos tentunya prosedur laporannya harus mengikuti dari pusat. “Semua ini dilakukan untuk meningkatkan semangat bagi para peneliti,” pungkasnya.
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar workshop untuk meningkatkan penelitian bagi para dosen di lingkungan UIN Maliki Malang. Senin (30/7). Workshop kali ini mengundang Prof. Dr. Irwan Abdullah, guru besar bidang antropologi UGM. Kali ini workshop dikhusukan bagi dosen non saintek. Menurut Ketua Pelaksana Dr. Fadil menegaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dosen ilmu sosial. Setiap fakultas diminta untuk mengirimkan 10 delegasi saja. “Alhamdulillah antusias para dosen sangat tinggi sekali mengikuti kegiatan workshop penelitian sosial budaya ini,” paparnya. Dalam sambutannya, bapak berkacamata itu meminta agar seluruh peserta yang hadir bisa mengikuti workshop yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari tersebut. Pasalnya, diharapkan bagi para peserta yang hadir melalui kegiatan pelatihan ini bisa membuat proposal penelitian di bidang sosial budaya. “Saya berharap peserta bisa menyusun penelitian yang kompetitif,” harapnya. Sementara itu, ketua LP2M Dr. Tutik Hamidah, M.Ag dalam sambutannya menegaskan bahwa acara workshop tersebut menjadi salah satu implementasi dari filosofi pendidikan di kampus ulul albab ini. Yaitu mengintegrasikan Islam dan sains. “Melalui kegiatan ini diharapkan semua peserta bisa lebih terbuka wawasannya dalam mengkaji Islam,” paparnya. Sehingga, papar dia, Islam bisa dikaji dari berbagai aspek. Bisa dari ilmu Psikologi, Antropologi, dari ilmu hukum serta aspek pendukung lainnya. Sehingga kegiatan ini bisa mendongkrak untuk bisa lebih mengeksplorasi khazanah keislaman. “Saya berharap kegiatan ini bisa dikuti hingga selesai,” pesannya. Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. M. Zainuddin, MA. Dia berharap bahwa para dosen di lingkungan UIN Maliki Malang tidak hanya mementingkan aspek penelitiannya saja. Akan tetapi, harus berjalan seimbang dengan pengabdiannya kepada masyarakat. “Alhamdulillah, banyak yang laporan kepada saya. Khusunya Camat Lowok Waru sangat mendukung sekali adanya program UIN Mengabdi,” ceritanya. Program UIN Mengabdi tersebut, terang dia, sangat efektif sekali dan bisa memberikan dampak secara langsung kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk lebih respek dalam membaca peluang dan memanfaatkan dunia era digital. Banyak, dari kalangan dosen memberikan masyarakat pelatihan bagaimana memanfaatkan peluang di era digital, membuat bisnis serta mengembangkannya. Tidak hanya persoalan dunia bisnis saja, mulai dari pelatihan memberikan pendidikan terhadap anak, hingga persoalan kesehatan anak dan keluarga tidak luput dari sasaran UIN Mengabdi. “Alhamdulillah, para dosen dan dokter UIN Malang semua melakukan pelatihan langsung kepada masyarakat, semoga kegiatan UIN Malang mengabdi ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” harapnya.
PEDULI: Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris menyerahkan sembako kepada salah satu duafa. Jumat (27/7).
GEMA-Lagi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memberikan santunan kepada para duafa yang tinggal di sekitar kampus UIN Maliki Malang. Kali ini, masyarakat duafa yang tinggal di jalan sumber sari dan gajayana yang mendapat santunan berupa sembako dan uang tunai. Jum’at (27/7). Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag dalam sambutannya menyampaikann banyak terimakasih kepada para duafa yang hadir di ruang Rektor tersebut. Prof. Haris menegaskan bahwa keberadaan kampus UIN Maliki Malang ini bisa berkembang pesat dan memiliki bangunan megah ini berkat doa dan sumbangsih masyarakat. Pasalnya UIN Maliki Malang ini dibangun dengan uang negara yang bersumber dari APBN. Semantara itu, tambah dia, dana APBN itu salah satunya bersumber dari pajak dan pajak itu dari masyarakat. “Saya menyadari bahwa uang pajak yang dibayarkan masyarakat dikumpulkan pemerintah dan sebagian digunakan untuk membangun gedung kampus ini,” paparnya. Sejatinya, kata Prof. Haris, UIN Maliki Malang ini milik kita bersama, sehingga perkembangan kampus ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama. “Semoga dengan adanya kegiatan UIN Maliki Malang peduli ini bisa menjadikan kampus ini semaikn berkah dan berkembang serta bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat dan dunia,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala El-Zawa UIN Maliki Malang Nurul Yaqien menegaskan bahwa santunan rutinan bulanan ini sudah menjadi agenda rutinitas di lembaga pusat kajian zakat dan wakaf El-Zawa. Setiap satu bulan sekali pihaknya mengundang para duafa untuk berbagi sembako dan uang tunai. “Santunan ini sudah menjadi agenda El-Zawa dan semoga bisa terus istiqomah dan semaikn berkah,” doanya.