GEMA-Memiliki tujuan yang sama untuk mempermudah mahasiswa yang menempuh pendidikan, Yayasan Baitul Maal (YBM) milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kota Malang mengajak kerjasama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penandatanganan nota kerjasama dilakukan di Ruang Rektor, Gedung Rektorat lt. 1, Selasa (23/3). Pratama, perwakilan YBM-PLN Kota Malang menuturkan, salah satu kerjasamanya ialah pemberian beasiswa kepada sejumlah mahasiswa. Pihaknya ingin agar mahasiswa dapat berinovasi dengan ilmu yang didapat di perkuliahan. Pasca lulus nantinya, mahasiswa dapat menjadi pionir dan kebanggaan kampus UIN Malang, “dan tentunya juga bisa berkontribusi untuk kemajuan Indonesia,” imbuhnya. Mewakili kampus, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah mengapresiasi donasi pendidikan yang diamanahkan untuk mahasiswa. “Pihak YBM-PLN juga menyanggupi support material dan finansial untuk kreativitas mahasiswa,” tutur Gus Is, sapaan akrabnya. Kesanggupan ini tentunya tak datang secara instan. “YBM-PLN telah melihat prestasi-prestasi mahasiswa UIN Malang di level nasional dan juga internasional,” jelasnya. Dengan ada dukungan finansial pendidikan ini, ia berharap akan makin banyak lagi mahasiswa berprestasi di kampus berlogo Ulul Albab ini. (nd/ptt)
GEMA-Setelah meraih piagam penghargaan PRISMA yakni sebagai Satuan Kinerja Terbaik I kategori Badan Layanan Umum (BLU), kali ini UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terpilih menjadi wakil PTKIN Se-Indonesia dalam rangka penandatanganan kontrak kinerja pemimpin BLU dengan Direktorat jenderal (Dirjen) Perbendaharaan RI. Jum'at (19/3)
Acara yang terselenggara atas kerjasama antara Kementerian Keuangan RI dan BLU PROMISE tersebut berlangsung secara virtual yakni via zoom meeting, sehingga para peserta cukup hadir di tempat masing-masing. Selain itu, acara yang mengusung tema BLU Berstrategi Pulihkan Ekonomi ini adalah agenda rapat koordinasi (Rakor) BLU tahun 2021 yang melibatkan 244 satker BLU di seluruh Indonesia dalam berbagai rumpun.
Selanjutnya pada kesempatan yang berharga ini, UIN Maliki Malang dipilih sebagai wakil dari PTKIN dalam rumpun layanan pendidikan untuk menandatangani kontrak kinerja pemimpin BLU dengan Dirjen Perbendaharaan RI. Proses penandatanganannya dilakukan oleh Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag selaku Rektor UIN Maliki Malang. Pasca prosesi penandatanganan kontrak kinerja tersebut, Prof. Haris sapaan akrabnya mengucapkan syukur dan ia berharap hal tersebut bisa memberikan berkah terutama bagi kemajuan pelayanan BLU di kampus Islam yang berlogo Ulul Albab.
Sedangkan wakil yang lainnya ada dari Universitas Negeri Semarang( UNNES) oleh Fatkur Rohman, Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD Bekasi oleh Hendro Surahmat, dan Poltekkes Kemenkes Kupang oleh Ragu Harming Kristina.
Indikator strategi BLU Rumpun Layanan Pendidikan dalam aspek Keuangan mencangkup Rasio POBO, Optimalisasi Aset BLU, dan Modernisasi pengelolaan BLU. Sedangkan pada aspek Layanan meliputi: kualitas lulusan yang kompetitif, Merdeka Belajar, Kualitas dosen dan instruktur yang kompeten, link and Match Industry, dan peningkatan kualitas pendidikan serta aksesibilitas pendidikan tinggi. (ptt)
GEMA-Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Itjen Kemenag RI) mengirimkan tim penilaian internalnya (TPI) ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk melakukan penilaian proses pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Fakultas Syariah UIN Maliki Malang, Jum'at (19/3).
Sesuai informasi yang terlampir dalam surat tugas dari Itjen Kemenag bahwa pelaksanaan penilaian berlangsung selama 14 hari mulai dari 17 s/d 31 Maret 2021 dan pelaporannya nanti pada awal bulan April yakni tanggal 1s/d 3 April jadi selama 3 hari. Namun demikian tim yang berjumlah lima orang itu sebenarnya tidak hanya bertugas di UIN Maliki Malang saja melainkan juga ke kantor Kemenag Kota Malang, kantor Kemenag Kabupaten Malang dan terakhir di MAN 2 kota Malang. Sehingga pada pelaksanaannya nanti akan ada penyesuaian jadwal yang sifatnya kondisional.
Menurut Siti Mudayarah, selaku ketua TPI tersebut saat mengawali arahannya menyampaikan bahwa karena terbatasnya waktu dan jumlah personil timnya, maka dibagi menjadi dua subtim, yakni satu subtim bertugas di UIN Maliki dan MAN 2 Malang dan satu subtim lagi bertugas di Kemenag Kota dan Kabupaten Malang. "Karena ditugaskan di empat satker maka kami bagi tim kami menjadi dua subtim dan saya ketuanya sendiri nanti yang akan berpindah-pindah. Sehingga jadwal pelaksanaannya tidak saklek atau bisa dikatakan fleksibel lah, " terangnya.
Usai acara penyambutan TPI di ruang Rektor maka sesuai jadwal yang telah disepakati, di hari tersebut satu subtim pun bergegas menuju Fakultas Syariah yang telah dijadikan pilot project dari PMPZI UIN Maliki Malang.(ptt)
GEMA-"Kami bangga menjadi salah satu bagian satker di bawah naungan Kementerian Agama RI dan saat ini akan dilakukan penilaian mandiri pembangunan zona Integritas (PMPZI) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bagi kami, ini bukan karena soal penilaian saja namun lebih pada membangun tradisi atau budaya dari apa yang diamanahkan Agama Islam kepada kita semua umatnya. Dimana membangun budaya (Zona Integritas)itu butuh proses serta kesungguhan dan itu tidaklah semudah seperti membalikkan telapak tangan". Itulah yang disampaikan oleh Wakil rekor bidang AUPK UIN Maliki Malang, Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si saat memandu acara penyambutan tamu tim penilaian internal atau APIP dari Itjen Kemenag RI di ruang Rektor Lt. 1 Gedung Ir. (HC) Soekarno, Jum'at (19/3)
Ning Ilfi begitu sapaan akrabnya, mengungkapkan secara singkat hakikat dari Pembangunan Zona Integritas di UIN Maliki Malang. Ia berserta pejabat pimpinan di kampus sejak lama sudah berkomitmen tinggi untuk mewujudkan wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani(WBBM). Apalagi, menurutnya pembangunan zona integritas merupakan bagian amanah dari ajaran agama Islam sehingga UIN Maliki melakukannya tidak sekedar untuk penilaian namun lebih pada ikhtiar membangun tradisi/budaya dalam tuntunan agama. Budaya yang dimaksud dapat dikaitkan pada budaya berorganisasi dan kinerja yang bebas dari korupsi, budaya menejemen dengan SDM berkualitas tinggi serta budaya pelayanan terbaik kepada publik yang bersih dan optimal.
Selanjutnya, Ning Ilfi juga menambahkan bahwa dalam membangun budaya tersebut memang tidaklah mudah karena itu diperlukan regulasi, indoktrinasi, role model dari berbagai pimpinan mulai dari Top management hingga law management. Sehingga ia pun berharap pada ketiga satker lainnya baik di kota maupun Kabupaten Malang juga telah berusaha keras seperti halnya dengan apa yang telah UIN Maliki Malang upayakan. "Saya kira Bapak Ibu pimpinan satker baik Kemenag kota maupun Kabupaten Malang dan Sekolah MAN 2 Malang telah berusaha seperti halnya kami dengan mengikuti tuntunan agama kita, " pungkasnya.(ptt)
Penulis: Putut Wahyu Hardiyanto GEMA-"Kalau audit lebih baik kita keluar/selesai lebih dahulu dan itu bisa buat Bapak Ibu lega namun jika penilaian ZI apabila kita selesai sebelum dari jadwalnya maka itu nanti pihak anda yang akan rugi. Karena proses audit berbeda dengan cara pendekatan yang kami lakukan dalam penilaian ZI". Pernyataan itulah yang disampaikan oleh Siti Mudayarah, ketua Tim Penilaian Internal (TPI) saat memberikan pengantar acara persiapan PMPZI di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Jum'at(19/3)
Sedari awal, Siti Mudayarah telah memberikan sinyal kuat terkait rambu-rambu dalam proses penilaian pembangunan zona integritas di masing-masing satker, tak terkecuali juga untuk PMPZI di UIN Maliki Malang. Ia bersama empat anggota timnya bersikap tegap dan tegas dalam menjalankan amanah dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag). Sehingga dalam pemaparan di awal pengantarnya ia berharap baik UIN Maliki sebagai tuan rumah penyambutan TPI dan juga para wakil pimpinan satker lainnya yang hadir, yakni Kemenag Kota dan Kabupaten Malang serta sekolah MAN 2 Malang untuk benar-benar memahami pelaksanaan penilaian pembangunan zona integritas yang nanti dilakukan baik secara teknis maupun non-teknis.
Lanjut, dijelaskan oleh Siti Mudayarah bahwa pendekatan yang dilakukan saat penilaian ZI tidak sama dengan audit. Pendekatan yang akan TPI lakukan lebih menekankan pada ranah kekeluargaan. Dimana dalam hal ini saling menyadari diri terkait pembangunan ZI tidak hanya tanggung jawab UIN Maliki sendiri tetapi itu juga tanggung jawab Itjen Kemenag dalam rangka memajukan pembangunan ZI tersebut. Sehingga pelaksanaan penilaian akan dilakukan seirama dengan jalan bersama-sama. "Mari nanti kita mendiskusikan tentang apa saja kelebihan dan apa yang jadi kekurangannya. Apabila sudah bagus maka sehari bisa selesai namun jika ada banyak hal yang masih kurang, maka bisa bersama-sama kita membenahinya, "ungkapnya.
Masih kata wanita hijab berkamata itu, bahwa terkait proses membenahi bersama apabila TPI pulang lebih cepat maka resikonya tim PMPZI UIN Maliki tidak bisa didampingi secara maksimal. Oleh karena itu model pendekatan yang digunakan timnya, yakni bersifat pendampingan, konsultatif dan tidak hitam putih. Ia pun berharap agar semua bertindak supportif. "Sampaikan pada kami apa adanya sehingga kami bisa melihat potretnya secara jelas dan bisa kita perbaiki bersama, " pintanya. Dikhawatirkan jika hanya menunjukkan yang baik-baik saja dan menutupi apa yang seharusnya ditunjukkan, maka pada tahap selanjutnya akan bisa terkuak. "Perlu Bapak ibu ketahui bahwa nanti masih ada tahapan selanjutnya jadi semisal kali ini UIN Maliki lolos dalam penilaian maka perlu dijaga karena akan ada tahap berikutnya, " jelasnya. (ptt)
GEMA-Panitia penjaringan bakal calon rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mulai melakukan persiapan secara intens. Mulai dari perencanaan jadwal penjaringan yang berisi beberapa tahapan yaitu penjaringan bakal calon, pemberian pertimbangan kualitatif, hingga penyerahan hasil penilaian kepada Kementerian Agama RI. Kamis (18/3).
Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag menyampaikan rasa bahagianya. Pasalnya, penjaringan bakal calon rektor UIN Malang tahun ini memiliki banyak calon dari internal UIN Malang. "Setidaknya ada 15 bakal calon rektor yang siap mendaftar," jelasnya.
Prof. Haris berharap proses penjaringan bakal calon rektor ini bisa berjalan dengan baik dan penuh dengan kedamian, siapapun yang terpilih harus didukung demi majunya UIN Malang kedepan. "Semoga Allah SWT memberikan calon pemimpin kampus ini yang terbaik," doanya.
Ketua panitia penjaringan bakal calon rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Dr. KH. Badruddin dalam sosialisasinya menegaskan bahwa penjaringan bakal calon rektor ini sudah menjadi rutinitas empat tahunan sekali yang wajib dilakukan. Dalam proses penjaringan ini semua warga kampus berharap bisa berjalan damai dan penuh dengan kebersamaan. "Kami berharap setiap calon rektor bisa mengirimkan visi misinya serta company profil yang bisa di publikasikan di video tron dan medsos," harapnya.
Dengan begitu,setiap calon rektor bisa mengkampanyekan visi misinya secara daring kepada warga kampus. Pasalnya, calon rektor ini bisa dari luar kampus UIN Malang. "calon rektor bisa dari perguruan tinggi keagamaan islam negeri di seluruh Indonesian," tegasnya.
"Mudah-mudahan apa yang dilaksanakan ini diridhoi Allah SWT dan semoga semua guru besar di UIN Malang bersedia mendaftarkan diri untuk mencalonkan menjadi bakal calon Rektor UIN Maliki Malang," pungkasnya.
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berupaya menambah jalinan kerjasamanya. Kali ini kampus berlogo Ulul Albab di Kota Malang tersebut mengadakan penandatangan kesepakatan bersama (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang. Acara penting tersebut berlangsung di ruang rektor Lt.1, Gedung Ir. (HC) Soekarno, kampus I UIN Maliki Malang, Selasa (16/3).
Di awal sambutan, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris,M.Ag mengucapkan selamat datang sekaligus ucapan terima kasih atas kehadiran tamu dari segenap pimpinan Kejari Kota Malang. Rektor asal Lamongan ini begitu sangat bahagia akhirnya bisa bertatap muka langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) beserta pejabat Kejari lainnya. “Alhamdulillah, setelah sekian lama menunggu akhirnya kesempatan terbaik ini bisa mempertemukan kita semua dan semoga acara ini membawa berkah dan banyak manfaat,” ucap Prof. Haris sapaan akarabnya.
Tujuan dari pertemuan tersebut, menurut orang nomor wahid di UIN Maliki ini selain bersilaturahmi, tidak lain adalah melakukan kerjasama. Hal itu sangat penting, karena menurutnya lembaga perguruan tinggi terutama UIN Maliki sendiri sebagai suatu instansi pendidikan semakin ke depan semakin memiliki beban yang berat. Banyak sekali tantangan bagi UIN Maliki dalam mengembangkan proses pendidikan tinggi di berbagai bidang, tak terkecuali bidang hukum yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, Prof. Haris berharap dengan adanya kerjasama itu nanti kedua lembaga bisa saling bersinergi. “Kami berharap nanti Kajari berserta pejabat lainnya bisa membantu UIN Maliki, mendampingi dan juga memberikan bimbingan dalam upaya kami mengembangkan institusi menuju World Class University,” harapnya.
Sementara itu, Kejari Kota Malang menyambut dengan hangat dan terbuka atas diadakannya MoU tersebut. Dalam sambutannya,sebelum ia menanggapi lebih jauh terekait MoU yang akan segera ditandatangani, ia menyampaikan secara singkat terkait perubahan tugas yang ada di kejaksaan negeri saat ini. Kejaksaan dulunya dikenal bertugas sebagai jaksa penuntut umum namun menurut UU No. 16 tahun 2004 pasal 30 ayat 1 dijelaskan bahwa kejaksaan punya kewenangan di bidang perdata dan tata usaha negara. Dengan landasan tersebut akhirnya sekarang Kejari ditugaskan untuk mendampingi unsur-unsur di negara ini apabila sedang menghadapi persoalan hukum. “Jadi di situ kita bertindak sebagai pengacaranya, dengan dasar ada MoU dan surat kuasa khusus,”imbuhya.
Oleh karena itu, masih kata Kejari setelah adanya MoU, ke depannya apabila UIN Maliki Malang memiliki masalah terkait hukum perdataan maka pihak kejaksaan siap membantu untuk konsultasi sampai dengan pendampingan pelaksanaan setiap kegiatan di dalamnya. Selain itu, Kejari juga berharap agar UIN bisa berkerjasama lebih jauh lagi, misalnya dengan program PKL di wilayah Kejari Kota Malang. “Kami siap menerima program PKL mahasiswa apabila itu sesuai dengan jurusannya,” ungkapnya.
Hadir saat acara para wakil rektor, ketua senat universitas, para Kabiro, Ketua PMU, Ketua SPI, dan para kepala unit lainnya yang terkait.(ptt)
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapatkan kunjungan tamu dari IAIN Surakarta. Kedatangan tamu yang berjumlah 22 orang tersebut disambut ramah oleh Rektor UIN Maliki beserta segenap pimpinan lainnya di ruang Rektor Lt. 1, Gedung Ir. (HC) Soekarno. Selain bersilaturahmi, mereka juga studi banding pengelolaan perencanaan dan keuangan berbasis BLU, dan juga Pengembangan Bisnis serta persoalan pengelolaan Remunerasi di UIN Maliki Malang. Senin(15/3)
Di awal sambutan, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag mengucapkan selamat datang kepada para tamu yang hadir. Didampingi oleh wakil rektor bidang AUPK, Dewan Pengawas(Dewas), Kabiro AUPK, Ketua LPM dan para kepala Unit terkait, Profesor asal Lamongan itu juga mengucapkan terimakasih atas kunjungan dari IAIN Surakarta.
Selanjutnya, Prof. Haris sapaan akrabnya juga merasa bersyukur bahkan tidak segan-segan membuka pintu akses bagi siapa pun terutama IAIN Surakarta yang ingin belajar bersama di UIN Maliki terkait pengelolaan BLU. "Alhamdulillah, kita bisa bertemu di sini dalam rangka saling ngasih informasi terkait BLU dan saya yakin pastinya nanti tidak hanya itu ( BLU, -red) saja yang akan Bapak Ibu sekalian pelajari dari kami, " ucapnya sambil tersenyum.
Oleh karena itu, Prof. Haris bersedia memberikan apa saja yang terbaik dari kampus yang ia pimpin jika memang itu dibutuhkan oleh IAIN Surakarta. "Saya berpikir apa pun yang terbaik dari UIN Maulana Malik Ibrahim bisa diambil dan semuanya akan kami berikan, " jelasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Mudofir, M. Pd selaku Rektor IAIN Surakarta merasa tersanjung dan mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat dari tuan rumah. Ia pun menjelaskan kronologi perubahan status kampus yang ia pimpin dari satker menuju Badan Layanan Umum (BLU). Menurutnya, IAIN Surakarta sebagai bakal calon menjadi UIN Raden Mas Said itu perlu menyiapkan berbagai keperluan terutama terkait kelengkapan dan perbaikan berkas BLU yang telah diajukan ke pusat. Oleh karena itu, kunjungan tamu dari IAIN Surakarta tersebut tidak lain ingin berguru dan belajar dari UIN Maliki tentang BLU meliputi manajemen sampai pada remunerasi, dsb. "Tim BLU kami nanti secara teknis akan belajar dari Wakil Rektor Bidang AUPK dan Pak. Slamet (Dewas)," ungkapnya. Hal tersebut selanjutnya akan dijadikan patokan atau landasan perbaikan yang disarankan oleh tim BLU di Jakarta.
Lanjut Prof. Mudofir pun setuju dengan pernyataan dari Prof. Haris di awal sambutannya karena tidak hanya soal BLU namun ada beberapa hal lainnya yang ingin mereka pelajari dari UIN Maliki, antara lain pengembangan lembaga terkait pembukaan prodi-prodi umum, peningkatan SDM dan perolehan prestasi yang telah diraih UIN Maliki di berbagai bidang.
Sesaat sebelum tim tamu dari IAIN Surakarta bergegas menuju unit-unit terkait untuk pembelajaran secara teknis, maka mereka diberikan kesempatan oleh Prof. Haris untuk berkunjung ke perpustakaan pusat UIN Maliki Malang. "Perpustakaan kita ini bagus dan sudah diakui oleh dunia, jadi silahkan Bapak Ibu ke sana dahulu, " pintanya dengan bangga. (ptt).
GEMA-Umat Islam sedunia tentu hari ini serentak memperingati peristiwa yang sangat penting, yaitu kejadian Isra' Mi'raj. Isra' merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha di Yerussalem sedangkan Mi'raj perjalanan nabi menuju sidratul muntaha, Jumat (12/3). Untuk memperingati Isra' Mi'raj, Segenap pimpinan, dosen dan tenaga pendidik di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar khotmil Quran dan istighotsah serta membaca shalawat bersama di ruang Lobby Rektorat. Hadir memberi tausiyah Dr. KH. Badruddin salah satu dosen Fakultas Syariah UIN Maliki Malang. Dalam ceramahnya peristiwa Isra' Mi'raj itu harus dipahami dengan dasar keimanan bukan rasional. Sampai saat ini bagi orang yang tidak beriman tentu akan menolaknya peristiwa Isra' Mi'raj ini. "Isra' Mi'raj ini di luar nalar akal dan ini menjadi bukti bahwa inilah kekuasaan Allah SWT," terangnya. Berbicara Isra' Mi'raj tentu akan berhubungan dengan dimensi ruang dan waktu, untuk memahami perjalanan Rasulullah dengan kecepatan itu secara teori tentu akan mengalami kehancuran. "Karena itulah Rasulullah tidak berjalan dengan sendirinnya. Akan tetapi beliau diberangkatkan oleh Allah SWT dan semua yang terjadi atas kehendak-Nya," terangnya. Dalam perjalanannya, Nabi Muhammad SAW bisa menceritakan semua kejadian masa lampau dan yang akan datang dengan sangat detail yang banyak di ceritakan di dalam beberapa kitab serta kejadian Isra' Mi'raj ini juga diabadikan dalam Alquran. "Inilah kudratullah (Kekuasaan Allah SWT, Red.) Semua bisa terjadi atas kehendakNya," jelasnya. Semoga dengan adanya peristiwa Isra' Mi'raj ini bisa meningkatkan keimanan bagi ummat Islam, dan sholat itu merupakan mi'rajnya bagi muslim yang beriman. "Dalam Mi'raj inilah Rasulullah mendapatkan perintah menjalankan shalat fardhu yang sampai saat ini menjadi kewajiban bagi ummat Islam," pungkasnya.