HUMAS UIN MALANG - Fakultas Humaniora menggelar workshop dalam bingkai "Internasional Scholar's Engagement.” Adapun tema yang diangkat pada workshop kali ini adalah "From Humanism to Ecohumanism: Humanities Engaging Global Challenge" yang diadakan bertepatan pada hari Kamis (19/10/23) di Home Theater lantai 3 Fakultas Humaniora UIN Malang.
Workshop Internasional ini diupayakan untuk memperluas dan memperdalam kajian ilmu kebahasaan dan kesusastraan kepada mahasiswa Fakultas Humaniora. Workshop tersebut dibimbing langsung oleh salah satu pemateri hebat dari University of Singapore, yaitu Dr. Azhar Ibrahim Alwee.
Acara ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M Faisol, M.Ag. di Home Theater. Beliau mengungkapkan bahwasannya saat ini Ekohumanisme menjadi urgensi untuk dibahas. Sebab, untuk memaknai kehidupan itu bukan hanya bersumber dari kemanusiaan saja, melainkan bisa bersumber dari lingkungan alam. Dengan begitu, ilmu pengetahuan akan menjadi sangat kaya dengan topangan perspektif lain. "Terkadang kita merasa sudah maju, tetapi kita tidak pernah mengenal khazanah intelektual yang pernah ada di sekeliling kita" Ungkapnya.
Melalui adanya dialog kajian Ekohumanisme oleh Dr. Azhar Ibrahim dengan beragam perspektif oleh para ahli Ekologi Humanisme ini diharapkan bisa memandang alam dengan lebih baik dan lebih manusiawi terhadap makhluk hidup di lingkungan sekitar. Adapun cara yang dapat dilakukan dengan meminimalisir kerusakan flora dan fauna agar tetap terjaga. Maka dari itu, untuk mewujudkan wacana tersebut, masyarakat harus memiliki kesadaran melalui istilah Eco-frienly, Ecopedagogy, Ecojustice dan sebagainya untuk menciptakan dunia yang lebih baik.
Reporter: Rayhan Hafizh Ananda Photografer: Tim Fakultas Humaniora Editor: Edy Hyto
HUMAS UIN MALANG - Pagi tadi (18/10/2023), International Conference On Green Technology (ICGT) hari kedua kembali dilanjutkan di Ijen Suites Resort & Convention, Malang.
Pemateri pertama
Prof. Dr. Azhar bin Ariffin selaku pemateri pertama yang merupakan salah satu ahli riset bidang kimia di Universitas Malaysia. Beliau memaparkan perihal perkembangan kimia OLED (Organic Light-Emitting Diode). Banyak alat-alat elektronik seperti smartphone, TV, dll yang menggunakan sistem OLED. Teknologi OLED adalah salah satu jenis pencahayaan solid-state yang mampu mengurangi jumlah konsumsi energi. Tidak hanya ultra-tipis, fleksibel, ringan, sejuk saat disentuh dan bebas silau, namun juga sangat ramah lingkungan dan hemat energi, sehingga secara signifikan mengurangi konsumsi daya dan bahan bakar serta emisi rumah kaca.
Pemateri kedua
Pemateri kedua adalah Assoc. Prof. Dr. Varit Srilaong sebagai salah satu ahli riset yang berasal dari King Mangkut's University of Technology, Thailand. Beliau mempresentasikan terkait "Penerapan teknologi microbubbles dalam menjaga kualitas pascapanen produk segar tropis" sebagai upaya dalam mewujudkan Green Technology yang bermanfaat dan ramah bagi lingkungan. Salah satu pengaplikasian microbubbles yaitu pada tanaman hidroponik. Dengan adanya microbubbles ini akan meningkatkan kadar oksigen yang bisa digunakan oleh tumbuhan dan mampu menjaga kualitas serta ketahanan pangan sehingga bisa menjadi sumber energi yang baik dan sehat.
Kegiatan ini akan menjadi langkah awal dalam mewujudkan Green Technology yang mampu memajukan teknologi untuk kepentingan masyarakat. Green Technology ini adalah upaya untuk mengurangi dampak negatif dari aktivitas manusia termasuk dampak dari pemanasan global. Adanya International Conference on Green Technology yang ke-13 ini diharapkan akan menjadi langkah baru untuk mencetuskan ide-ide dan penemuan baru yang mampu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
HUMAS UIN MALANG-Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang merayakan Harlah yang ke-62 serta memperingati Hari Santri dengan menggelar Expo Kemandirian Pesantren. Acara spektakuler ini dibuka dengan semangat dan keceriaan hadrah dari tim Ahbabun Nabi, yang menggema di seantero kampus.
Pada kesempatan ini, Dr. Muhammad Arifin, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, memberikan sambutan pertama. Beliau mengucapkan selamat ulang tahun kepada UIN Malang yang kini berusia 62 tahun, dan berharap kesuksesan yang terus mengiringi perguruan tinggi ini. Dr. Muhammad Arifin juga menyoroti partisipasi aktif Gus Ning, yang merupakan salah satu pilar kemandirian pondok pesantren, serta memaparkan beragam program kemandirian yang telah dilakukan oleh pondok pesantren, mencakup aspek regensi, administrasi, prestasi, wirausaha, dan silaturahmi.
Sambutan berikutnya datang dari Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, Wakil Rektor Bidang AUPK, yang mewakili Rektor yang tengah berkegiatan di acara lain. Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana menekankan pentingnya peran pesantren dalam mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045. Beliau menyoroti evolusi pesantren yang telah bertransformasi dari pusat pendidikan dan dakwah menjadi agen pemberdayaan sosial yang memiliki dampak luas. Tak hanya itu, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana juga menekankan betapa kerjasama antar pesantren di Malang Raya memiliki potensi menjadi kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. "Majunya pesantren bisa ditopang dengan berkembangnya perekonomian pesantren," paparnya.
Selanjutnya, acara diresmikan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Wakil Rektor Bidang AUPK dan para tokoh terkemuka yang hadir serta diikuti oleh serangkaian tampilan yang mengesankan, memperkaya kegiatan Expo Kemandirian Pesantren ini.
Diharapkan pesantren ini akan menjadi fondasi yang kokoh bagi pesantren-pesantren di wilayah Malang Raya untuk terus berkembang, mencapai kemandirian ekonomi, serta mewujudkan pemberdayaan sosial yang mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) merayakan ulang tahunnya yang ke-62 dengan menggelar kegiatan istimewa. Hari lahirnya institusi pendidikan yang berlokasi di Malang ini dirayakan dengan penuh semangat dan wawasan masa depan. Rabu (18/10/2023).
Ketua Panitia HUT ke-62 UIN Maliki Malang, Dr. Faisol, meriahkan peringatan ini dengan sebuah seminar internasional yang berjudul "Tracing History and Intellectual Legacy of Maulana Malik Ibrahim." Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri sejarah serta warisan intelektual yang ditinggalkan oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim, salah satu tokoh penting dalam sejarah keislaman di Indonesia.
Dua nara sumber utama yang diundang untuk berbicara dalam seminar ini adalah KH. Ahmad Baso, seorang cendekiawan muslim, dan Dr. Ali Akbar, seorang arkeolog Indonesia yang ahli dalam penelusuran sejarah. Mereka membawa pandangan yang mendalam terkait dengan Maulana Malik Ibrahim.
Seminar internasional ini digelar di Home Teater Fakultas Humaniora lantai 3, dengan tujuan agar para sivitas akademika UIN Maliki Malang dapat memahami sejarah kampus mereka secara lebih lengkap.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat tinggi UIN Maliki Malang, yakni Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag. Dalam pidato pembukaannya, Prof. Umi mendorong semua peserta seminar untuk mengeksplor dan menginternalisasi ajaran para tokoh Wali Songo, termasuk Sheikh Maulana Malik Ibrahim, yang menjadi nama lembaga kampus ini.
Sejarah panjang UIN Maliki Malang, yang berawal sebagai cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 1961, kemudian mengalami transformasi hingga menjadi Universitas Islam Negeri seperti yang kita kenal saat ini. Pada tahun 2009, UIN Maliki Malang secara resmi berganti nama menjadi Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang), dengan harapan menjadi lembaga pendidikan yang mewariskan Islam sebagai agama yang moderat dan wasathiyah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam penutupannya, Prof. Umi menggarisbawahi pentingnya menjaga martabat bangsa, menyatukan suku dan agama yang berbeda, serta mengintegrasikan keilmuan agama dan sains, dan memadukan dunia pesantren dengan dunia perguruan tinggi. Ini, menurutnya, adalah hal yang membedakan UIN Maliki Malang dari perguruan tinggi lainnya.
Melalui empat pilar keilmuan, yaitu kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional, UIN Maliki Malang berkomitmen untuk terus berkembang dan menjadi kampus terbaik dengan reputasi internasional. Semangat perayaan HUT ke-62 ini mencerminkan visi dan misi UIN Maliki Malang untuk memberikan kontribusi yang berarti dalam pendidikan dan perkembangan masyarakat.
HUMAS UIN Malang - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Seminar Nasional dengan tajuk "Tracing History and Intellectual Legacy of Maulana Malik Ibrahim: Pathways to Enlightenment." Seminar tersebut diadakan untuk mengetahui sejarah panjang kehidupan dan intelektualitas salah satu dari 9 wali nusantara (Walisongo), yaitu Maulana Malik Ibrahim. (18/10) Seminar Nasional yang diselenggarakan di Fakultas Humaniora ini sebagai salah satu agenda Perayaan Ulang Tahun (Harlah) ke-62 sejak berdirinya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. Dalam pidatonya, beliau menceritakan sejarah berdirinya Universitas dengan logo "Ulul Albab" tersebut. Namun, pada tahun 2004 akhirnya resmi menjadi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan menanamkan nilai-nilai agama yang moderat serta mengintegrasikan ilmu pendidikan tinggi dibarengi dengan pendidikan pesantren.
Acara ini resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa acara seminar tentang sejarah dari Maulana Malik Ibrahim akan menjadi komitmen terhadap tahun-tahun yang akan datang. “Seminar nasional sejarah dan kebudayaan seperti ini merupakan salah satu cara yang cocok untuk merayakan harlah UIN Maliki Malang dari sekarang hingga seterusnya,” ucapnya.
Acara seminar nasional ini juga merupakan wujud pengenalan dan juga pengkajian lebih lanjut terhadap sejarah tentang Maulana Malik Ibrahim. Bahan-bahan kajian yang didiskusikan diambil dari sumber-sumber primer seperti prasasti ataupun manuskrip dari berbagai versi (perspektif) seperti Yogyakarta, Solo dan beberapa tempat lainnya yang tersebar di pulau Jawa sebagai wujud untuk memperkuat diskusi.
KH. Ahmad Baso dan Dr. Ali Akbar, S.S, M.Hum. menjelaskan sejarah Syeikh Maulana Malik Ibrahim, mulai dari islamisasi di Samudera Pasai hingga penanaman nilai-nilai kebudayaan dan Pendidikan. Dengan kata lain, artefak yang dilestarikan sampai saat ini bukan hanya sekedar pajangan saja, melainkan ada unsur keilmuan yang lebih penting dari itu.
HUMAS UIN MALANG - International Conference on Green Technology merupakan salah satu bukti nyata dari visi misi Fakultas Sains dan Teknologi wujudkan UIN Malang unggul dan bereputasi internasional melalui International Conference yang ke-13 dengan tema “Strengthening The Impact of Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) for Sustainable Future." Kegiatan ini dibuka dan diselenggarakan langsung di Ijen Suites Resort & Convention, Malang. (17/10)
Prof. Dr. H. M. Zainuddin MA. berharap dengan adanya International Conference ini dapat melahirkan ide bagus, terutama bagi para civitas akademika untuk masyarakat. "Jadi, sekarang sudah terjadi perubahan iklim yang luar biasa, maka dari itu bagaimana teknologi dapat membendung hal tersebut, salah satunya misalnya PLTU itu harus segera diganti dengan PLTS karena itu menambah emisi (gas rumah kaca) yang sangat panas," tegasnya.
“Adanya konferensi dengan tema STEM ini semoga bisa memberikan kemaslahatan yang bermanfaat bagi masyarakat dengan mencetuskan gagasan besar dari seluruh civitas akademik yang hadir. Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari yakni tanggal 17-18 Oktober 2023,” ucap Dr. Sri Harini, M.Si. (Dekan Fakultas Sains dan Teknologi) dalam sambutannya.
Prof Kuniku Tagaw, salah satu narasumber dari Hiroshima University, Jepang yang merupakan profesor di bidang biologi kelautan. Beliau memaparkan materi terkait research and education bahwa pemerintah Jepang menekankan pendidikan STEM (Sains, Technology, Engineering, Mathematics) yang dapat memberikan landasan bagi generasi muda. Namun, terdapat kendala dalam mengembangkan ide, produk baru, dan terlibat dalam kegiatan kewirausahaan. "Akan tetapi dalam pelaksanaan sistem ini terdapat beberapa kendala yang masih dihadapi seperti kurangnya pemahaman guru terkait STEM dan pemanfaatan alat yang masih belum efektif," jelasnya.
Prof Toshifumi Sakaguchi, selaku pemateri kedua yang juga berasal dari Hiroshima University, Jepang sangat ahli di bidang biorecovery dan biokonversi. Beliau menjelaskan bahwa mikroba yang diisolasi dari laut dan organisme laut dapat digunakan untuk konversi biologis dan pemulihan telurium dalam bioremediasi dan biomanufaktur kristal. "Ikan yang ada di Indonesia mengandung mikroba yang berpotensi dalam membantu proses biorecovery dan biokonversi," terangnya.
Pemateri terakhir, Dr. Veinardi Suendo S.Si.,M.Eng., merupakan salah satu dosen di Institut Teknologi Bandung. Beliau menjelaskan tentang peran nanosains dan nanoteknologi teknologi dalam mengubah partikel menjadi lebih kecil dan kompleks. Pengubahan berbagai macam partikel menjadi ukuran yang sangat kompleks dan adanya modifikasi ukuran serta morfologi partikel akan memberikan dampak positif bagi perkembangan sains salah satunya di bidang kesehatan.
HUMAS UIN MALANG | Mendekati peringatan Hari Santri Nasional, sebanyak delapan Mahasiswa UIN Malang siap melaju dan bersaing sebagai finalis pada Grand Final Duta Santri Nasional 2023 yang dijadwalkan akan berlangsung di Surabaya tanaggal 17-23 Oktober 2023 mendatang.
Delapan Mahasiswa itu ialah Alaikin Nabiilah (PBA – 2020), Farha Kamilatun Nuha Anwar (Manajemen – 2021), Nadia Rantika (Ilmu alquran dan Tafsir – 2020), Siti Nuril Romdhiyah (Psikologi- 2022), Norma Hasanatul Magfiroh (Psikologi – 2020), Nur Ikhsan Mahmudi Sarif (Psikologi – 2020), Mochamad Zikni Amiruddin (Hukum Keluarga Islam – 2020), dan M. Mirza Azizin Nauval (Magister MPI – 2022).
Alaikin Nabilah mengatakan bahwa acara ini dilaksanakan 2 tahun sekali. “Di tahun 2021 saya pernah ikut, namun belum sampai ke tahap finalis. Alhamdulillah tahun ini lolos menjadi finalis,” ungkapnya.
“Dibesarkan di pesantren menjadi kewajiban saya untuk khidmah ke masyarakat (Nasional) dan saya ingin memberikan sebuah bukti bahwa santri zaman now mengabdinya bukan hanya melalui bidang pendidikan saja, namun banyak sekali seperti yang ada di Duta Santri Nasional ini (bidang pariwisata, ekonomi, politk, dll),” ucap Zikni, mahasiswa asal Jombang itu saat ditanya alasan ikut Duta Santri Nasional.
Mendekati proses karantina dan Grand Final, banyak persiapan yang telah dilakukan. Mulai dari memohon dukungan dari kampus seperti dukungan dari Rektor dan jajarannya hingga melakukan sowan kepada beberapa kiyai untuk meminta doa agar diberikan kelancaran.
Dengan terpilihnya sebagai finalis Duta Santri Nasional 2023, mereka dapat berkhidmah dan memberikan dampak positif bagi anak muda yang lainnya. Reporter: Rizki Ramadhani Pratama Editor: Edy Hyto
BERI WEJANGAN: Karo AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I saat memberikan pengarahan kepada para sekuriti UIN Maliki Malang. Senin (16/10/2023).
HUMAS UIN MALANG – Memasuki gelombang kedua kegiatan pelatihan bagi seluruh tim keamanan atau sekuriti di lingkungan kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah dimulai, para peserta tampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Kegiatan pelatihan bertajuk "Amazing Service Excellence for Security UIN Maulana Malik Ibrahim Malang" ini dihadiri langsung oleh Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (Karo AAKK) pada Senin, 16 Oktober 2023 yang bertempat di Aula Fakultas Humaniora Lt.3. Kegiatan pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, BTN Syariah, dan Founder Amazing Plus Indonesia. Tujuan utama dari kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh sekuriti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kepada seluruh stakeholder kampus.
Dalam arahannya, Kepala Biro AAKK, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, mengajak seluruh sekuriti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menjalankan tugas mereka dengan menjunjung tiga prinsip layanan utama. Para sekuriti sebagai garda depan kampus, diharapkan dapat memberikan layanannya dengan memegang teguh tiga S, yaitu Senyum, Sapa, dan Salam. Hal ini penting karena sekuriti adalah wajah paling depan untuk menciptakan kesan pertama bagi siapa pun yang hadir di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kepala Biro AAKK menekankan pentingnya memberikan kesan yang apik melalui penerapan prinsip ini. Selain tiga S tersebut, para sekuriti juga diingatkan untuk menjaga hati, pikiran, lisan, dan sikap yang baik saat menjalankan tugas keamanan mereka. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa siapa pun yang berada di kampus ini merasakan kebahagiaan, kenyamanan, dan kepuasan. “Kesan ini diharapkan dapat menjadi budaya dalam setiap pelayanan yang diberikan oleh para sekuriti di kampus ini,” pesannya. Sebagai tambahan, menjadi seorang sekuriti di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga harus mengenali para pimpinan kampus ini, termasuk Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro, dan para Dekan. Bahkan, para sekuriti diharapkan dapat mengenal nomor plat mobil pimpinan, sehingga mereka dapat lebih detail dalam memberikan pelayanan yang sesuai. “Namun, penting untuk dicatat bahwa pelayanan prima harus diberikan kepada siapa pun, termasuk pimpinan, dosen, mahasiswa, tendik, dan juga para tamu,” tegasnya. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan pelayanan para sekuriti di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menjadikan kampus ini sebagai lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh anggota komunitas akademik dan pengunjung. “Semoga melalui pelayanan prima ini bisa menjadikan kampus inimenjadi kampus Islam terbaik yang unggul dan bereputasi internasional,” pungkasnya.
KERJASAMA: WR I, WR IV, Karo AUPK, dan Kepala SPI pose bersama BPKP Provinsi Jatim usai melakukan penantanganan MoU, Senin (16/10/2023).
HUMAS UIN MALANG-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Lembaga Satuan Pengawas Internal (SPI) yang diketuai oleh Dr. H. In'am Esha, menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengelola Keuangan Pemerintah (BPKP) Provinsi Jawa Timur hari ini, Senin (16/10/2023). Kegiatan yang berlangsung di ruang Rektor dihadiri oleh para Wakil Rektor, Kepala Biro, para Dekan, dan Kepala Program Studi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, yang mewakili Rektor yang berhalangan hadir, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran perwakilan BPKP Provinsi Jatim, Abul Chair, yang hadir secara langsung di UIN Maliki Malang.
Kegiatan seperti ini dianggap sangat penting oleh seluruh pimpinan kampus ini agar mereka dapat menjalankan amanah pemerintah sesuai dengan harapan bersama. FGD seperti ini bertujuan untuk membangun komitmen bersama dalam mengawasi laporan keuangan dan pembangunan di kampus ini. Dr. In'am Esha menyatakan, "SPI memiliki peran penting sebagai pengawas internal, dan MoU dengan BPKP adalah langkah tepat untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi laporan keuangan dan pembangunan di kampus ini." Sementara itu, perwakilan BPKP Jawa Timur, Abul Chair, berharap kerjasama ini akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak, yang pada gilirannya akan memberikan manfaat dan kemajuan bagi bangsa Indonesia. Abul Chair menegaskan bahwa BPKP memiliki peran utamanya dalam melakukan pengawasan untuk memastikan tercapainya tujuan pemerintah, program, dan belanja anggaran secara akuntabel, efektif, dan efisien.
SPI di UIN Maliki Malang memiliki peran penting dalam melakukan pengendalian internal sebagai proses yang berkesinambungan dan integral, bukan hanya dalam perencanaan saja, tetapi juga dalam mengawasi dari proses perencanaan hingga pelaporan. Abul Chair menyoroti bahwa BPKP berada di luar kementerian dan bertanggung jawab langsung kepada presiden. Abul Chair menekankan pentingnya memiliki pedoman dan panduan yang sah untuk setiap kegiatan guna menghindari kesalahan yang dapat ditemukan oleh BPK. "Apapun yang dilakukan harus memiliki program dan akuntabilitas pengelolaan keuangan yang jelas," pesannya. Pada akhir kegiatan, MoU ditandatangani Rektor yang di wakili oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag, dan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jatim, Abul Chair, Ak., CA., CFD., CFRA., CIAE., CGCAE. Kerjasama ini mencakup empat aspek utama, yakni kerjasama dalam bidang akuntabilitas pengelolaan keuangan, penyelenggaraan SPIP, pendampingan pengelolaan BLU, dan penguatan kapabilitas SPI.