Daftar Penulis: Abadi Wijaya


UIN MALIKI TIDAK INGIN SEPERTI MENARA GADING
Selasa, 14 April 2020 . in Berita . 671 views
2696_ngatiman.jpg

Reporter/foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi


GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag berharap kampus yang ia pimpin tidak seperti Menara Gading. Hal itu ia sampaikan saat berlangsungnya diskusi pagi sambil berjemur bersama di samping teras Gedung Rektorat Ir. Soekarno, kampus I UIN Maliki, Senin (13/4).
Tema diskusi kali ini, "Tanggapan Masyarakat terhadap Covid-19". Narasumber yang di datangkan dari kalangan masyarakat yang profesinya berbeda-beda. Yakni Pak. Slamet, ia adalah tukang becak, Pak. Ngatimin seorang bakul (penjual sate telor). Pak. Kerok berprofesi sopir angkot (jurusan Landungsari-Batu), dan Pak. Alif seorang driver ojek online (ojol).
Pada kesempatan itu, Prof. Haris sapaan akrabnya menginginkan agar UIN Maliki tidak pasif bagaikan Menara Gading. Apalagi saat situasi di masyarakat sekarang ini ikut terdampak wabah virus Corona. Maka, ia pun berharap UIN Maliki selalu terlibat dalam berbagai kasus yang ada di masyarakat. Sehingga kampus yang berlogo Ulul Albab ini bisa berkontribusi membantu meringankan beban hidup masyarakat kecil, khususnya bagi mereka yang memang benar-benar membutuhkan.
"Saya tidak ingin UIN Maliki ini hanya bicara tentang persoalan akademik, tetapi juga harus terlibat dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi di masyarakat," jelas rektor asal Lamongan itu.
Hadir saat acara, para wakil rektor, perwakilan El-Zawa UIN Maliki, para kepala unit terkait dan tamu dari Bank BRI kantor cabang Kota Malang.
Di akhir acara, dilakukan pemberian bantuan langsung kepada para narasumber oleh rektor UIN Maliki sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap golongan masyarakat kecil. Setelah itu juga dilanjutkan agenda pembagian bantuan berupa sembako di berbagai wilayah Malang Raya dan sekitarnya. Lokasi yang dituju mulai dari area Merjosari, pasar Dinoyo, Suhat sampai arah pasar Blimbing. Lokasi kedua, langsung dipandu oleh Rektor UIN Maliki, yakni area sekitar stasiun kota Malang. Ketiga, lokasinya adalah area Sukun yang dipandu oleh dr. Christyaji beserta para mahasiswa relawan dari Fakultas Ilmu Kedokteran dan Kesehatan (FKIK) UIN Maliki Malang. (ptt)

Lebih Lanjut »
UIN MALANG HIBAHKAN KAVI KE POLRESTA MALANG
Senin, 6 April 2020 . in Berita . 1682 views

 

2689_kavi.jpg

Reporter/foto | ajay

GEMA-Lagi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menghibahkan bilik Kabut Anti Virus (Kavi) buatan Dr. Imam Tazi salah satu dosen Fakultas Saintek UIN Malang. Senin (6/4).
Kali ini giliran Kapolresta Kota Malang yang mendapatkan bilik Kavi tersebut. Hadir Kapolresta Malang Pol. DR Leonardus Simarmata, S.Sos. S.I.K., M.H menerima langsung bilik Kavi di depan kantor Rektorat UIN Malang. Kapolresta mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada UIN Malang atas kontribusinya menangani dan mencegah penyebaran virus Corona ini. "Saya berjanji akan merawat bilik Kavi ini dan akan menjaganya agar bermanfaat bagi masyarakat di Kota Malang," paparnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag berharap agar bilik Kavi ini bisa membantu tugas Polresta Malang sebagai garda depan dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Semoga dengan adanya alat Kavi ini siapapun yang berkunjung ke polresta aman dan terhindar dari virus Corona. "Insyaallah bilik Kavi ini aman digunakan dan sudah disesuaikan dengan standar WHO," terangnya lugas.
Penggagas bilik Kavi Dr. Imam Tazi, M.Si dalam penjelasannya menegaskan bilik kavi kali ini berbeda dengan bilik pada umumnya, yang diciptakan ini dilengkapi sensor berjarak 4 meter untuk mendeteksi dan menyalakan mesin. "Tujuannya agar lebih irit dan efisien," terangnya.

Lebih Lanjut »
PEDULI DENGAN PENCEGAHAN COVID-19, UIN MALIKI SUMBANGKAN BOX KAVI KE PONPES DAN MASJID DI MALANG RAYA
Senin, 6 April 2020 . in Berita . 719 views
2684_penyerahan-kavi.jpg

 Reporter & Fotografer | Putut Wahyu Hardianto, S. Psi.

GEMA-Box KAVi (bilik berisi kabut anti virus) buatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya diproduksi dan digunakan oleh pihak kampus UIN sendiri. Buktinya, sejumlah box KAVi siap pakai di teras Gedung Rektorat yang beralamatkan di Jl. Gajayana No. 50 ini, telah ready untuk dibagikan ke beberapa masjid dan pondok pesantren di Kota Malang. Jumat (3/4).
Diketahui jumlah box KAVi yang dibagikan ada 10 buah. Adapun jumlah masjid yang menerima bantuan box KAVi tersebut ada 8 masjid dan lokasinya tersebar di wilayah Sumbersari, Ketawang Gede dan Merjosari. Sedangkan dua box KAVi lainnya untuk Pondok Pesantren Anwarul Huda dan PP Sabilurrosyad di Gasek.
Acara penyerahan box KAVi tersebut, secara simbolis langsung diberikan oleh Rektor UIN Maliki, Prof.Abd. Haris kepada salah seorang perwakilan dari para ketua takmir masjid yang hadir. Disaksikan oleh para wakil rektor, pimpinan fakultas dan kepala unit yang terkait.
Dr. Imam Tazi, pembuat box KAVi mengatakan bahwa alat tersebut diyakini bisa membunuh kuman-kuman semacam virus dan sebagainya sampai mati. Lanjut, masih kata dosen Saintek itu bahwa cara penggunaan box KAVi tidaklah ribet.
"Caranya, silahkan anda masuk ke box KAVi ini dengan tangan diangkat biar virus yang menempel di badan sampai ketiak juga mati. Begitu anda masuk, tahanlah nafas selama 10 detik lalu keluar," jelas Tazi pada para ketua takmir. "Bahan utama yang digunakan alat ini dari alkohol murni yang dicampur air. Perbandingannya 1:1, sehingga jika alkoholnya 0,5 liter maka airnya juga segitu", imbuhnya. Tidak lupa ia pun berpesan, saat masuk bilik tidak boleh membawa Hp dan rokok.
Pada kesempatan itu, Dr. Sri Harini,M.Si Dekan Fakultas Saintek juga memberikan keterangan bahwa bantuan yang diberikan ini disertai alkohol sebanyak lima liter yang telah diberikan juga campuran aroma terapi. "Mohon maaf, karena memang terbatasnya ketersediaan bahan tersebut. Jika habis, bisa diupayakan mandiri oleh masjid misalkan lewat donatur",harapnya.
Ditambahkan Dr. Tutik Hamidah, M.Ag Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), bahwa ini sebagai salah satu program pengabdian UIN Maliki Malang ke masyarakat khususnya dalam menghadapi Covid-19. Dari kabar yang ia dapatkan, memang sudah ada imbauan pemerintah terkait social distacing di area layanan publik dan tempat umum, termasuk tempat ibadah.Tapi pada pratiknya ada sejumlah masjid yang masih buka sehingga banyak jamaah melakukan sholat di situ. Ia berharap dengan adanya bantuan box KAVi ini, bisa digunakan sebelum jamaah masuk ke dalam masjid, selanjutnya mereka bisa beribadah dengan tenang. (ptt)


Link Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=mEfmkLOEKzg

Lebih Lanjut »
HAB TELAH DICEMARI MANUSIA! MUNCULLAH VIRUS CORONA
Senin, 6 April 2020 . in Berita . 963 views
2683_covid.jpg

Reporter & Fotografer | Putut Wahyu Hardianto, S. Psi.


GEMA-Kepedulian kaum cendekiawan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam usaha menyalurkan pemikirannya terhadap kasus wabah virus Corona serasa tanpa ada hentinya. Kali ini, dikaji melalui agenda yang sama di Minggu sebelumnya, yakni diskusi sambil jemur bareng edisi ketujuh dengan tema "Integrasi Membangun Sains Islami, Covid-19 sebagai Case Study", Jumat (3/4). Talkshow kali ini menghadirkan Empat narasumber yakni Basri, P.h.D, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. Dr. Fauzan Zenrif, M.Ag, dan Dr. Yahya.
Sebagai narasumber yang kedua, yakni Wakil Rektor bidang Akademik Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. ia menjelaskan bahwa jika dihubungkan dengan ajaran Islam, sesungguhnya Covid-19 ini merupakan akibat suatu pelanggaran terhadap hukum Allah SWT. Yakni, adanya hak asasi binatang (HAB) yang dicemari oleh manusia. Padahal sudah jelas, bahwa ada beberapa golongan binatang yang telah ditetapkan Islam untuk dilarang dimakan karena itu hukumnya haram.
Masih kata Prof. Zain. sapaan akrabnya, dari info berita terupdate yang ia peroleh. Informasi itu menyatakan bahwa Covid-19 merupakan virus dari hewan liar, yakni kelelawar dan trenggiling yang dikonsumsi oleh manusia dan akhirnya virus itu mampu menyerang manusia yang mengkonsumsinya. Virus itu mudah sekali menular melalui kontak fisik dan situasi tak terduga. “Apalagi di Wuhan sebagai salah satu kota di China, tempat asal mula virus Corona. Di sana banyak sekali pasar yang menjual daging binatang liar untuk dikonsumsi,” terangnya.
Oleh karena itu, tambah Prof. Zain, problem Covid-19 ini adalah masalah yang berhubungan antara manusia dengan cosmos. Sehingga ketika manusia tidak memperhatikan alam semesta ini, alam sekitar termasuk hewan atau binatang yang tidak dilindungi justru malah dikonsumsi maka yang terjadi muncullah wabah covid-19. "Terasa ada nilai yang hilang, yaitu pesan ajaran Islam agar alam itu harus dipelihara dan dijaga," jelasnya.
Oleh karena itu dalam ajaran Islam, melarang mengkonsumsi makanan yang tidak dianjurkan oleh Allah SWT. Sebaliknya kita diharuskan untuk memilih makanan yang halal dan juga baik bagi tubuh kita. "Makanlah lah makanan yang halal, bergizi dan baik bagi kesehatan kita," imbuhnya.
Dia menambahkan, bahwa dalam mensikapi virus Corona, Profesor yang merupakan guru besar UIN Maliki bidang Sosiologi Agama ini langsung mengkaitkan persoalan tersebut dengan pernyataan salah satu tokoh Islam yang terkenal, yakni Ibnu Shina. Bagi orang yang menghadapi wabah Covid-19 secara tenang dan tidak gundah berati mendapatkan separuh obatnya. Lalu sabar adalah permulaan dari langkah penyembuhan. "Sabarlah kuncinya, disamping itu berikhtiar dan juga tawakal hanya kepada Allah dengan Istiqomah," ajaknya. (ptt)

Link youtube https://www.youtube.com/watch?v=wj-h1hJc3cA

Lebih Lanjut »
UIN LANTIK DEKAN BARU FKIK, SIAPA DIA?
Sabtu, 4 April 2020 . in Berita . 1133 views

 

2679_dekan-baru-fkik.jpg

 

GEMA-Setelah berakhir masa jabatan sebelumnya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melantik dekan baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Jumat (3/4). Pihak kampus kembali meminta dosen senior dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yakni Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad.
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menyatakan rasa syukurnya karena masih diberi kemudahan untuk mendapatkan pimpinan bagi fakultas baru itu. Ia berharap, dekan baru tersebut dapat memimpin dan membawa perkembangan positif bagi FKIK di kemudian hari.
Sementara itu, Prof. Yuyun menyatakan kesiapannya sebagai pimpinan baru FKIK UIN Malang karena hal ini merupakan amanah baru dari Allah. Karena merupakan orang baru di kampus, ia berharap bimbingan dari para senior juga pimpinan UIN Malang selama ia menjabat. “Tentu saya juga ingin menjadikan FKIK ini lebih baik lagi,” paparnya. (ptt/kh/nd)


link youtube https://www.youtube.com/watch?v=jcT9PQgNg5U

Lebih Lanjut »
MEMANAGE KRISIS KASUS COVID-19
Jumat, 27 Maret 2020 . in Berita . 907 views
2680_yuyun.jpg

Reporter & Fotografer | Putut Wahyu Hardianto, S. Psi.


GEMA-Berbagai upaya dilakukan untuk menangani kasus penyebaran virus corona dieses 2019 ( Covid-19). Seperti halnya yang dilakukan oleh jajaran pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Meski kali ini bukan dengan tindakan secara langsung. Namun sebagai salah satu usahanya melalui media sosialisasi, baik kepada warga kampus UIN utamanya dan masyarakat luar pada umumnya. Maka dengan kreatifitas yang solutif diadakan talkshow interaktif dengan tema “Management Krisis, Kasus covid-19”. Acara tersebut bertempat di depan Kantor Pusat, Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Jumat(27/3).
Tidak tanggung-tanggung, talkshow interaktif yang diisi diskusi sambil berjemur bersama kali ini mendatangkan narasumber, yakni Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati PW, M.Kes, Sp.Rad(K). Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang (UB). dr. Christyaji Indradmojo, dosen Fakultas Kedokteran UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, Wakil Rektor UIN Maliki bagian AUPK dan Prof. Dr. Suhartono,S.Si, M.Kom, Guru besar UIN Maliki bidang Ilmu Komputer.

2681_diskudi.jpg


Dalam paparannya sebagai narasumber pertama Prof. Yuyun sapaan akrabnya menjelaskan secara singkat namun detail terkait apa itu sebenarnya virus corona. “Ini memang virus baru yang di temukan di daerah Wuhan, China pada bulan Desember 2019 sehingga namanya adalah Corona Virus Disiases 2019 ( Covid-19). Selanjutnya dokter yang juga mengabdikan diri di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang ini menghimbau agar semua khususnya pihak yang berada di ranah akademisi harus tetap waspada namun tidak boleh panik. “Karena kita yang di kawasan akademisi itu adalah role model bagi masyarakat”, ucapnya menirukan perkatakan Prof, Haris saat pembukaan acara.
Pasalnya, memang sejak tanggal 11 Maret 2020 yang lalu, pemerintah telah menyatakan bahwa penyebaran wabah virus corona ini pada level pandemi. Karena penyebarannya sudah di banyak negara. Meskipun demikian, pada virus memang memiliki infeksi yang tinggi, tetapi sebenarnya memiliki angka mortalitas yang rendah. “Cepat sekali menular atau menginfeksi ke orang lain namun memiliki angka kesembuhan yang tinggi”,jelasnya. Sehingga pada orang yang positif terjangkit virus corona sesungguhnyamemiliki angka kesembuhan yang tinggi.

2682_covid.jpg


Selanjutnya dari paparan dr. Christyaji menjelaskan tentang sekilas wabah virus corona itu merupakan bagian dari bencana. Namun, Covid-19 ini sudah dinyatakan sebagai pandemi, karena merupakan suatu bencana dengan karakter khusus. Maka sebenarnya laju pengaruhnya secara progresif. Sifatnya berjalan secara pelan-pelan dan puncaknya bukan yang sekarang atau hari ini melainkan akan berada di hari ke depannya. Oleh karena itu, ada tiga fase, yakni pra-krisis- fase krisis dan pasca krisis. Pada fase krisis maka dibutuhkan kesadaran bersama. Baik dari pemerintah mapun masyarakat. Secara singkat yang perlu dilakukan adalah besama-sama membahu menangani virus itu saat di fase krisis. Beberapa upaya preventif bisa dilakukan guna terhindar dari penyebaran virus corona dengan mengetahui tiga faktor penyebab pandeminya, yakni ancaman virus itu sendiri, kerentanan masyarakat dan berkurangnya fasilitas.
Sebagai ketua Satgas Covid-19 UIN Maliki Malang, ia menyarankan untuk mensikapi pandemi virus corona itu, sebisa mungkin lebih baiknya meninggalkan pada faktor yang pertama yakni ancaman dari Covid-19. “Memilih menjauhi virus tersebut! Itu pilihannya”, ungkapnya. Salah satu usaha menjauhi ancamannya yakni dengan social distansing atau fisical distansing. Bisa diartikan menjaga jarak ketika bersosialisasi dengan orang lain. Sehingga menurut dosen muda itu, sikap tersebut merupakan jalan yang solutif dan lebih aman daripada melakukan tindakan yang kurang bijak sekali menggerakan diri mendeklarasikan untuk melawan virus. (ptt)

Lebih Lanjut »
UIN MALANG PEDULI COVID-19
Jumat, 27 Maret 2020 . in Berita . 942 views
2674_covid19.jpg
PEDULI: UIN Malang menggelar program diskusi sambil berjemur dengan tajuk Manajemen Krisis, Kasus Covid 19, Jum'at (27/3).


GEMA-Hampir seluruh negara di belahan dunia sama-sama ‘memerangi’ suatu wabah penyakit global atau yang akrab di sebut pademi coronoa virus (Covid-19). Segala strategi pencegahan dilakukan oleh pemerintah khusunya di Indonesia sendiri. UIN Malang juga turut serta membantu pemerintah untuk menangani pencegahan Covid-19 dengan cara menciptakan salah satu alat dengan nama kabut anti virus atau (Kavi), selain itu juga dilakukan sosilaisasi soal pencegahan virus corona melalui program diskusi sambil berjemur dengan tajuk Manajemen Krisis, Kasus Covid 19, Jum'at (27/3).
Acara yang digelar sejak pukul 08.30 hingga pukul 10.00 WIB itu dihadiri langsung oleh empat nara sumber yaitu Prof. Dr. dr. Yuyun, SpRad, dr. Cristiyaji, SpEm dr. Malik, Prof. Dr. Suhartono, dan Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si. Acara ini dimoderatori langsung Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris M. Ag.
Mengawali pembahasan kasus Corona, Prof. Dr. dr. Yuyun, SpRad mengajak seluruh masyarakat untuk tidak perlu panik menghadapi Covid-19 ini, yang terpenting ikuti intruksi dari pemerintah dan terus waspada dan menjaga kesehatannya. Misalkan saja, mengurangi berdiam diri di dalam rumah, hindari social distance, dan jangan merasa kuat dan kebal virus. “Ingat, virus Corona ini berdasarkan penelitian mampu hidup di benda-mati selama empat hari, jadi tetap harus waspada diri,” terangnya.
Hal senada juga disapaikan dr. Cristiyaji, SpEm dalam penjelasannya sebagai umat Islam tentu Rasulullah sudah mengajarkan kepada umatnya dalam menghadapi wabah atau musibah seperti ini. Salah satu caranya yaitu melakukan isolasi diri, jaga kebersihan, dan maknlaah makanan yang halal dan menyehatkan. “Dalam ikhtiar tentu harsu disertai dengan doa dan memperbanyak istighfar kepada Allah sebagai bentuk pengakuan sebagai hamba yang lemah di hadapan Allah SWT,” paparnya.
Ilfi Nur Diana meminta agar UIN Malang selalu siap meberikan pelayanan kepada masyarakat sekitar kampus, khusunya dalam persoalan kebersihan. UIN Malang juga sudah melakukan gerakan membentuk satgas agar membagikan sanitizer secara gratis kepada warga. Selain itu juga membuat alat kabut anti virus (Kavi). Alat ini digunakan untuk pencegahan anti virus. Semua yang masuk ke area kampus diharuskan dites melalui Kavi itu. Selain itu mobil yang masuk ke kawasan kampus pun juga akan dilakukan screening. “Semua alat ini rencananya akan dibuat masal dan akan diberikan kepada masyarakat di sekitar kampus,” paparnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Hartono guru besar bidang ilmu komputer menilai virus corona ini disebabkan ion udara yang turun dan akibatnya tubuh manusia menghirup udara yang kurang sehat. “Sehingga, saya membuat alat dengan nama mega ion, dengan tujuan untuk menjernihkan udara dari visrus-virus yang sangat kecil dan kasat mata,” terangnya.
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris terus berupaya agar UIN Maliki Malang terus berupaya memiliki kontribusi terhadap penagangan Covid-19 ini. Selain itu, melalui diskusi ringan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat agar lebih hati-hati. “Semoga kegiatan ini bermanfaat dan memberikan pelajaran bagi kita semua,” pungkasnya.

Lebih Lanjut »
DZIKIR DI UIN MALIKI ADALAH PROSES MENTRADISIKAN BUKAN MEMAKSAKAN
Jumat, 20 Maret 2020 . in Berita . 846 views
2671_zikir.jpg
Khotmil Quran dan zikir bersama

GEMA-Di hari ketiga penyelenggaran dzikir bersama yang dilakukan pimpinan UIN Maliki berserta segenap warga sivitas akademikanya masih terasa penuh hikmad. Bahkan acara yang tadi diselenggarakan di aula Lt.1 Fakultas Ekonomi tetap dibanjiri banyak pengunjung baik dari Kabiro, dekanat, kaprodi, kabag, kasubbag sampai para staf.

Meskipun saat ini memang begitu banyak surat edaran atau informasi resmi maupun nonresmi yang menghimbau untuk waspada dengan penyebaran virus Corona, khususnya di kawasan pendidikan tinggi, Kamis (19/3).
Dalam arahannya, seusai acara dzikir bersama yang diakhiri dengan sholawatan tersebut Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Abdul Haris, M.Ag mengatakan bahwa acara dzikir bersama ini adalah proses mentradisikan bukan memaksakan diri khususnya bagi semua warga di lingkungan kampus UIN Maliki.

Sehingga menurut orang nomer wahid di kampus berlogo Ulul Albab itu bahwa semua yang hadir, siapa pun orangnya berati telah dengan kesadaran penuh ikut mentradisikan acara ini (dzikir bersama)-red.
Oleh karena itu, meskipun nanti akan ada surat atau edaran lagi yang masuk dan diterima kampus UIN Maliki, namun sebagai pimpinan tetap berharap acara ini tetap berjalan dan terealisasi.
Diakhir pengarahannya, Prof. Haris sapaan akrabnya, berharap semoga semua warga UIN Maliki ini bisa saling menjaga.

Dan ia juga mengajak bersama untuk membangun kampus UIN agar bisa menghasilkan orang-orang yang baik, sholih sholihah berguna bagi umat manusia di seluruh dunia, wassalam," pungkasnya. (ptt).

Reporter: Putut 

Lebih Lanjut »
REKTOR HIMBAU PEGAWAI TETAP BEKERJA SECARA MAKSIMAL
Selasa, 17 Maret 2020 . in Berita . 701 views
2670_rektor.jpg


GEMA-Di tengah mewabahnya Covid-19 (Corona Virus Disease), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mempelakukan pembelajaran kuliah secara online. Akan tetapi, rektor menyatakan agar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan UIN Malang tetap memberikan pelayanan kepada mahasiswa termasuk layanan adminitrasi guna menunjang keberlangsungan akademik di kampus, Selasa (17/3).
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menghimbau untuk terus bekerja seperti biasa meskipun ada Surat Edaran Rektor untuk bekerja di rumah (work from home). “Harus bekerja dengan sungguh-sungguh, jangan sampai ini dibuat kesempatan karena tidak masuk kantor terus pergi ke mall, pasar, dan lain-lain,” tuturnya.
Sementara itu, lanjut Prof. Haris, masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan terkait dengan kemajuan kampus UIN Malang. Terutama kepada dosen yang ingin mengurus administrasi percepatan Guru Besar UIN Malang. Juga, membuat Rencana Strategis (Renstra) sesuai hasil Rapat Kerja minggu lalu. Ia berharap, kampus tetap bekerja maksimal walau di situasi lockdown. "Semoga Virus Corona ini segera berlalu dan kita bersama bisa melaksanakan aktivitas seperti sediakala,” doanya. (kh/aj/nd)

REPORTER: M. KHAFID

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up