Daftar Penulis: Abadi Wijaya


UIN MALANG DUKUNG DAN DAMPINGI KAMPUNG TANGGUH DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Sabtu, 30 Mei 2020 . in Berita . 857 views

 

2746_qt1.jpg

Pewarta & Foto: Putut Wahyu Hardianto | Editor: Ajay

GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selalu turut aktif mendukung anjuran pemerintah dalam masa pandemi covid-19. Kali ini, terwujud dalam mendampingi kampung tangguh yang akhir-akhir ini bermunculan di kota Malang. Kampung Glintung Water Street (GWS) merupakan salah satu kampung tangguh yang menerapkan upaya penekanan penyebaran covid-19 di wilayah Kota Malang.

Selaras dengan visi dari kampung tangguh tersebut maka sinergitas antara UIN Maliki dengan GWS akhirnya terbentuk. Kedua belah pihak ini pun menerima kunjungan langsung tamu dari Polda Jatim yang diwakili oleh Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) di kampung GWS, Jumat (29/5).

2747_qt2.jpg

Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag didampingi para Warek dan kepala LP2M terkait saat menyambut Kabaharkam Polda Jatim menyampaikan sekilas tentang konsep qoryah thayyibah bagian dasar pondasi terwujudnya kampung tangguh.

Menurut rektor asal Lamongan ini bahwa konsep tersebut idealnya selaras dengan kampung mandiri yang selain aman juga mampu menyadarkan masyarakat untuk berempati. "Sehingga visinya selain untuk mewujudkan lingkungan yang indah, aman dan mandiri juga menggugah masyarakat bergotong royong saling empati kepada yang lain," harapnya.

2748_qt3.jpg

Kontruksinya menjadi kampung mandiri qoryah thayyibah kata Prof. Haris, dimulai dari duryah thayyibah yakni keluarga bahagia yang harmonis. "Jika dasarnya terpenuhi maka akan terwujudlah kampung  atau desa  yang tangguh (qoryah thayyibah)," paparnya tegas. 

Selanjutnya, Kabaharkam Polda Jatim, Romdhoni mengapresiasi atas gagasan dari UIN Maliki Malang dalam mensupport terwujudnya kampung tangguh. "Ini sangat bagus, jadi selain mandiri tetapi juga memiliki kesadaran berempati dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakatnya baik segi kesehatan, ekonomi, pangan dan kesejahteraan," ungkapnya.

2749_qt4.jpg

Beliau juga meninjau langsung Lumbung Pangan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan yang ada di RW 05 Purwantoro sekaligus bercengkrama dengan warga. Selama masa pandemi covid-19 ini, para warga yang mampu, para dermawan dan tak terkecuali UIN Maliki pun ikut memberikan bantuan. Melalui ibu PKK setempat berbagai bantuan dikelola bahkan ada yang disediakan dalam wujud mlijo gratis.

"Nggih Pak,.ini semua gratis bagi yang membutuhkan bisa mengambil secukupnya dan bagi yang mampu bisa menyalurkan bahan makanan semampunya," ujar salah seorang Ibu PKK di situ.(ptt)

Lebih Lanjut »
FKIK UIN MALIKI PUNYA RUMAH TAHFIDZ
Sabtu, 16 Mei 2020 . in Berita . 1097 views
2735_rt1.jpg

Reporter dan Foto: Putut Wahyu Hardianto | Editor: Ajay

GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag melakukan peletakan batu pertama atas pembangunan Rumah Tahfidzul Qur'an di atas lahan kampus tiga. Acara yang berlokasi tepat di sebelah timur Masjid Ibnu Sina Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) itu diinisiasi oleh Ikatan Orangtua wali Mahasiswa (IOM) FKIK UIN Maliki Malang. Pelaksanaannya dihadiri dan disaksikan langsung oleh para wakil rektor, dekan FKIK, perwakilan IOM dan pimpinan lainnya yang terkait, Jumat (15/5).

2736_rt2.jpg


Sesaat sebelum dimulainya acara peletakan batu pertama tersebut, Prof. Haris dalam sambutannya mengungkapkan rasa bersyukurnya atas adanya pembangunan rumah/asrama Tahfidzul Qur'an di kampus III UIN Maliki yang berada di Desa Precet, Junrejo kota Batu tersebut.

2737_rt3.jpg

Ia pun juga memberikan apresiasi yang tinggi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen yang tergabung dalam IOM FKIK UIN Maliki.
Kemudian orang nomor wahid di kampus berlogo Ulul Albab ini berharap dengan adanya rumah Tahfidzul Quran bagi mahasiswa FKIK mampu memberikan kontribusi positif baik bagi pengembangan lembaga UIN Maliki dan juga kualitas alumninya. "Saya memiliki pemikiran bahwa ke depan para alumni FKIK UIN Maliki tidak hanya menjadi dokter dan apoteker yang ahli dalam profesinya, namun selain itu juga sebagai penghafal Al Qur'an dan mampu berdakwah tentang ajaran Islam yang rahmatallil'alamin," pintanya.

2738_rt4.jpg


Prof. Haris akhirnya mengajak semua warga dan sivitas UIN Maliki untuk mendukung program pembangunan asrama tersebut. "Ini bagian dari mahakarya kampus tercinta kita, kelak asrama Tahfidzul Qur'an ini juga bisa digunakan sebagai tempat kajian integrasi antara Islam dengan ilmu sains dan teknologi. Itulah ciri khas dan yang membedakan Fakultas Kedokteran di UIN Maliki dengan yang perguruan tinggi lainnya," pungkasnya. (ptt)

2739_rt5.jpg
Lebih Lanjut »
DITENGAH ZONA MERAH, UIN MALANG SUKSES GELAR PELANTIKAN CPNS MENJADI PNS SECARA RESMI
Kamis, 30 April 2020 . in Berita . 1102 views
2722_daring.jpg


GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melantik CPNS menjadi PNS secara resmi melalui sistem daring, Kamis (30/4).
Pelantikan di hari kedua ini dilaksanakan di gedung Rektirat Lt.5. Hadir Rektor beserta para Wakil Rektor, Kabiro AUPK Drs. Heru Achadi Hari dan para dekan serta Ketua OKH UIN Malang Umihanik.
Pelantikan CPNS menjadi PNS dilakukan secara daring, dengan menggunakan aplikasi Zoom di mulai pada pukul 12.00-12.45 WIB, meski dilakukan secara online, acara pelantikan berlangsung khidmat dan lancar.

2723_daring2.jpg


Pelantikan yang dilakukan di tengah pandemi COVID-19 dan ditetapkannya Malang sebagai Zona Merah oleh Kementerian Kesehatan ini mengharuskan pelantikan dilakukan sesuai dengan protokol COVID-19 dan disiarkan secara online.
Pelantikan siang ini ada dua gelombang dan dihadiri peserta yang terbatas. Peserta yang hadir dilokasi acara tidak lebih dari 15 orang dan semua diwajibkan menggunakan kaus tangan dan masker, sementara yang lain dari rumahnya masing-masing dengan menggunakan aplikasi video Zoom.

2724_daring3.jpg


Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag usai melantik PNS berpesan bahwa mereka para PNS yang hari ini dilantik merukapan orang yang beruntung dan ini merupakan anugerah serta amanah yang diberikan Allah SWT. "Untuk itu lakukan tugas dan amanah ini dengan sungguh," pesannya tegas.
Ingat, kata Rektor, semua amanah yang diemban ini akan dimintai pertanggungjawaban dunia akhirat. Ingatlah, sumpah PNS ini harus dingat terus hingga sampai pensiun, dan niatkan semua ini untuk ibadah hanya semata-mata kepada Allah SWT. "Setelah anda diangkat menjadi PNS secara resmi, maka niatkan pengabdian ini sebagai ladang ibadah anda," pesan rektor sembari menegaskan kembali pengarahannya.

2725_daring4.jpg
Lebih Lanjut »
PERTAMA KALINYA, 113 PNS UIN MALANG DILANTIK SECARA DARING
Rabu, 29 April 2020 . in Berita . 1094 views
2717_pns-2018.jpg


GEMA-Sebanyak 113 pegawai PNS baru dilngkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilantik dan diambil sumpah. Namun, pelantikan PNS kali ini dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom.
"Pelantikan dengan sistim daring ini merupakan pertama kalinya dilakukan di UIN Malang akibat adanya pandemi Covid-19," kata Kepala OKH Umihanik, Rabu, 29 April 2020.
Umihanik menyebut pelantikan PNS yang baru ini harus tetap digelar meski dalam masa darurat virus corona (covid-19). Akan tetapi, pelantikannya dilakukan dengan daring dan disesuaikan dengan protokol kesehatan sesuai dengan ketetapan Badan Kepegawaian Nasional Nomor 10 Tahun 2020 yang mengatur aktivitas pengambilan sumpah jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilakukan secara daring atau konferensi video.

2718_dilantik.jpg


"Meskipun pelantikan dilakukan secara online, namun semua diatur sesuai syarat dan prosedur yang berlaku," ujarnya.
Pelantikan secara langsung, kata dia, tetap dilakukan. Namun, yang wajib hadir di tempat hanya 15 orang saja, itupun proses pelantikannya dibagi menjadi empat gelombang dan dilakukan selama dua hari berturut-turut, Rabu-Kamis (29-30/4). “Rektor akan mengambil sumpah kepada 15 CPNS yang hadir, sedangkan CPNS yang lain tetap mengucapkan sumpah dari rumahnya masing-masing dengan menggunakan aplikasi Zoom dan bisa disaksikan oleh peserta yang lain,” terangnya.
Sementara itu, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag berpesan semua PNS harus siap mengabdikan dirinya sepenuh hati, jangan hanya bertujuan untuk mencari nafkah saja. Akan tetapi harus tetap ingat bahwa tugas sebagai seorang abdi negara harus mempu memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat dengan baik dan maksimal.

2719_disumpah.jpg


“Kita harus tetap bersyukur terhadap karunia yang Allah berikan dengan cara menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin. Karena amanah ini akan dipertanggung jawabkan tidak hanya di dunia, melainkan di akhirat juga,” pesannya tegas.
Mereka yang dilantik terdiri dari 113 tenaga pendidik dan dosen. Semua tenaga tambahan ini untuk memenuhi kebutuhan di UIN Malang guna mengembangkan dan kemajuan kampus ber logo Ulul Albab ini.
"Dengan demikian jadilah aparatur sipil negara yang siap mengabdikan diri untuk lembaga tercinta ini dan betul-betul bisa melakukan berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat," harapnya.

Lebih Lanjut »
DISKUSI PAGI UIN MALIKI: ANTUSIAS ORMAS PEMUDA HADAPI COVI-19
Kamis, 23 April 2020 . in Berita . 874 views
2715_ormas.jpg


Reporter/Foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi

GEMA-Menjelang bulan Ramadhan tahun ini, meski masih pada situasi pandemi wabah covid-19 di area kota Malang. Acara rutin diskusi sambil berjemur bersama di UIN Maliki Malang tetap berlangsung. Kali ini mengusung tema "Peran Ormas Pemuda dalam Menghadapi Covid-19". Berlokasi seperti biasanya, yakni di samping teras depan gedung Rektorat Ir.Soekarno, Rabu (22/4).
Sesuai dengan temanya, sehingga rektor UIN Maliki Prof. Abd. Haris, M.Ag mengundang perwakilan dari jajaran tokoh pemuda dan Ormas di kota Malang untuk menjadi narasumbernya. Mereka adalah Ahmad Farih Sulaiman, S.Pd(Ketua GP Ansor Malang), Mujahidin Ahmad, S.Pt., M.Sc (Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Malang), Hutama Budi Hindarta, SH (Ketua DPD KNPI Malang). Terakhir Aprilia Mega Rosdiana, M.Si(Dosen Milinial Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang).
Dalam acara diskusi Prof. Haris sapaan akrabnya, selaku MC acara tersebut menyampaikan harapannya agar para tamu yang diundang sebagai narasumber kali ini mampu menyumbangkan inisiatifnya sekaligus mewakili masing-masing ormas yang dipimpinnya khususnya, dan mewakili para organisasi pemuda di seluruh Indonesia. Terutama terkait usaha mereka dalam hal menghadapi wabah virus Corona.

2716_ormas2.jpg


"Ini penting kita libatkan mereka karena saya berasumsi ormas pemuda tidak selalu bertindak langsung namun mereka juga punya pemikiran, ide atau usulan yang strategis dan solutif. Bahkan saya dapat info, setiap ormas pemuda itu memiliki kegiatan tersendiri dalam upaya mencegah covid-19 ini," ungkapnya.
Tampil sebagai narasumber pertama, Ahmad Farih Sulaiman, S.Pd(Ketua GP Ansor Malang), ia sependapat dengan yang disampaikan Prof. Haris. Bahwa organsasi yang ia pimpin tidak hanya sekedar memikirkan efek dari Pandemi virus Corona pada masyarakat Kota Malang tetapi juga melakukan berbagai upaya di lapangan. Misalnya, pemberian semprotan desinfektan, pembagian hand sanitizer dan masker gratis serta program-program sosial yang terkait.
Hal tersebut ternyata tidak jauh beda dengan yang dilakukan oleh ormas pemuda Muhammadiyah. Dijelaskan oleh Mujahiddin bahwa sebagai organisasi otonom, sejak awal adanya info pandemi covid-19 khususnya di kota Malang, maka ia bersama organisasinya segera bertindak real di lapangan dan tidak hanya menyumbang pemikiran saja dalam menghadapi covid-19 ini.
Sedangkan dari KNPI lebih aktif dengan men-support memberikan wadah serta mengkoordinasi agar semua ormas pemuda yang ada di Kota Malang tetap bisa menjalankan visi sosialnya terutama dalam menanggulangi wabah covid-19.
Terakhir pemaparan dari Aprilia Mega Rosdiana, M.Si , Dosen muda era Milinial dari Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang ini lebih fokus membahas lifestyle pemuda era Millenial. Selain itu ia juga menjelaskan peran generasi muda saat ini khususnya menghadapi covid19 tanpa melupakan aspek psikologisnya. Kemudian, ia mengajak kepada kaum millenial dan siapa pun untuk mendukung penuh anjuran dari pemerintah, misalnya stay at home. "Ini penting, karena menurut saya dengan begitu kita tidak akan terkena virus dan juga tidak ikut menyebarkannya!," tegasnya. “Namun, kaum era millenial yang stay at home harus selalu kreatif, inovatif dan tetap produktif," imbuhnya penuh antusias. (ptt)

Lebih Lanjut »
EMANSIPASI KAUM KARTINI UIN MALIKI TERHADAP WABAH COVID-19
Selasa, 21 April 2020 . in Berita . 868 views
2712_covid.jpg

Reporter/Foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi

GEMA-Di tengah masa pandemi Virus Corona saat ini ternyata tidak menyurutkan nyali jiwa Kartini, khususnya bagi ibu-ibu di kampus UIN Maliki Malang. Buktinya, kali ini dalam upaya memperingati Hari Kartini, kampus yang beralamatkan di Jl. Gajayana no.50 Malang ini kembali mengadakan acara diskusi sambil berjemur bersama. Acara diselenggarakan di samping teras depan gedung rektorat, mengambil tema "Emansipasi Perempuan, Peran Menghadapi Covid-19", Selasa (21/4).
Mengahdirkan Narasumber yang begitu inspiratif sebagai figur Kartini modern era Millenial di UIN Maliki. Beliau adalah Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si., Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag., Dr. Sri Harini, M.Si dan yang keempat yakni Dr. Isti'adah, M.Si. "Hari ini amat sangat spesial bertepatan dengan tanggal 21 April 2020 dalam rangka memperingati Hari Kartini. Lalu, ketika kita sebut hari Kartini maka kata yang muncul adalah emansipasi oleh karena itu hari ini kita diskusikan terkait emansipasi perempuan dalam menghadapi kasus Covid-19," ucap Prof. Abd. Haris selaku host saat membuka acara diskusi.

2713_emansipasi.jpg


Mengawali diskusinya, Prof. Abd. Haris menjelaskan dipilihnya para narasumber tersebut bukan tanpa alasan. Meskipun beliau semua dari kaum hawa/ perempuan tetapi memiliki peranan penting di kampus yang berlogo Ulul Albab. Misalnya, Dr. Ilfi Nur Diana sekarang menjabat sebagai wakil rektor bidang AUPK, Prof. Umi Sumbulah sebagai Direktur Pascasarjana, Dr. Sri Harini menjadi Dekan Fakultas Saintek dan Dr. Isti'adah adalah ketua dari unit Pusat Studi Gender dan Anak(PSGA) yang sekarang. Selain itu, lanjut Prof. Haris karena beliau yang diundang semuanya dari dahulu sampai sekarang masih aktif sebagai penggerak terkait gender. "Ibu-ibu ini semuanya memiliki kepedulian yang amat sangat tinggi terkait persoalan tentang gender," tegasnya. Selain itu, ternyata semua narasumber tersebut pernah menjadi sekretaris dan ketua di unit (PSGA) UIN Maliki Malang.

2714_wanita.jpg


Selanjutnya diskusi berlangsung dengan gayeng dan lancar. Setiap narasumber menyampaikan berbagai aspirasi dan gagasannya dengan perspektif mereka sendiri-sendiri. Dan semua apa yang diutarakan narasumber tidaklah lepas daripada emansipasi perempuan yang dikaitkan dengan peranan perempuan untuk menghadapi covid-19.
Hingga di akhir diskusi Prof. Haris menyimpulkan bahwa ketika kita berbicara emansipasi perempuan, bukan berarti kita hanya mengadopsi model luarnya saja, misal memakai sanggul, baju kebaya atau yang mirip dengan Kartini. Namun lebih dari itu, rektor asal Lamongan itu melanjutkan sebenarnya yang perlu diutamakan adalah subtansi dari apa yang dipesankan oleh R.A Kartini. Yakni, tentang upaya melambangkan perempuan sebagai manusia yang sewajarnya. "Memanusiakan manusiaInilah, inilah pesan humanismenya," jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada contohnya di Zaman Rasulullah SAW. yakni pada sosok Khadijah dan Aisyah yang menurutnya bisa menjadi panutan bagi kita semua. "Dan Bunda-bunda (narasumber) ini adalah representasi dari UIN Maliki Malang yang akan terus merjuangkan emansipasi dengan perspektif Islam," pungkasnya.(ptt)

Lebih Lanjut »
PERAN AGAMA DALAM MENGATASI VIRUS CORONA
Senin, 20 April 2020 . in Berita . 45657 views
2707_agama.jpg

Reporter/Foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi


GEMA-Inisiatif positif Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag seakan tidak pernah berhenti. Apalagi di tengah krisis masyarakat yang sedang terdampak pandemi virus Corona. Buktinya, Rektor asal Lamongan itu masih rutin mengelar diskusi sembari berjemur bersama di halaman depan, samping teras gedung Rektorat.Tema yang diusung, yakni “Peran agama dalam mengatasi virus corona”. Jumat (17/04).
Jika sebelumnya, sudah mengundang narasumber dari kaum berada di kalangan masyarakat Kota Malang, sekarang giliran para pemuka/tokoh agama yang ada di Malang Raya. Mulai dari agama Islam, Kristen, Katholik, Budha dan Konghucu. Mereka yang menjadi narasumber antara lain: pertama H. Ahmad Taufiq Kusuma (Islam), Nugroho Sugiwiyono (Katolik), Pdt. Dr. Stefanus Hadi Prayitno (Kristen), Pandito Hariono (Budha), dan terakhir yakni Bintarto Mulyo, (Konghucu).
Agenda diskusi rutin ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan wabah pandemi covid-19. Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag saat mengawali diskusi menyampaikan bahwa sebenarnya agama memiliki peran yang sangat penting dalam menghadapi masalah wabah pandemi covid- 19.
“Beliau ini (para pemuka agama) adalah representasi dari ajaran agama masing-masing dalam rangka menghadapi virus covid 19 ini, karena dampak virus ini sangat luar biasa," ucap Prof. Haris sapaan akrabnya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) H. Ahmad Taufik Kusuma menyampaikan dalam penjelasannya bahwa langkah dasar dari pihaknya untuk mencegah virus Corona adalah dengan mengenali secara detail tentang apa pun itu terkait covid-19 melalui informasi dari para dokter, tim medis, dan para ahlinya.
Selanjutnya, tentu secara aspek religius sebagai pemuka agama mengajak para umatnya untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Kita tidak boleh terlalu takut tetapi kita juga tidak boleh meremehkannya, jadi intinya jangan sembrono!," tegasnya.
Apabila agama dihubungkan dengan aktifitas umatnya, maka di dalamnya ada yang disebut dengan ibadah. Ibadah merupakan hal yang paling pokok dalam setiap pemeluk agama. Namun adanya virus corona saat ini, kegiatan beribadah terganggu, kemudian hal itu dapat menggagu pula aktivitas keagamaan. Oleh karena virus itu pula setiap umat tidak diperkenankan untuk berkumpul dengan banyak orang. Padahal tidak sedikit di setiap agama memiliki ritual ibadah yang dikerjakan langsung dan bersamaan dengan melibatkan banyak orang di satu tempat peribadatan.
Selanjutnya, masih dijelaskan oleh H. Taufik bahwa seluruh elemen umat agama khususnya di kota Malang bersepakat untuk melangsungkan kegiatan keagamaan di rumah masing-masing. “Kami sepakat seluruh pemuka agama untuk beribadah di rumah saja untuk mencegah penyebaran covid-19 di kalangan masyarakat terutama di Kota Malang,” ungkapnya.
Sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Ketua FKUB, Pemuka agama yang sudah lebih dari Romo di Agama Katolik, Nugroho Sugiyono, juga menghimbau kepada seluruh umat Katolik untuk beribadah dari rumah. "Ibadah kami memang dilakukan secara langsung sehingga sementara ini melakukannya secara online. Oleh sebab itu, akhirnya kami bekerjasama dengan TV Lokal untuk langsung menyiarkan peribadatan di gereja,” ujarnya.
Pendito Harioyono pemuka agama dari umat Budha pun juga menganjurkan pada umatnya agar beraktifitas di rumah untuk mengikuti anjuran dari pemerintah. “Kita semua merenung dan mendoakan dari rumah berharap wabah virus pandemi ini segera berakhir," ungkapnya.
Diskusi yang digelar UIN Maliki ini berlangsung sukses, meskipun ada seorang narsumber belum bisa hadir, yakni pemuka/ tokoh dari agama Hindu yang akhirnya digantikan oleh Wakil Rektor bagian kerjasama, Dr. Uril Bahruddin,M.Ag.
Diskusi ditutup dengan doa dari para pemuka agama yang diundang dengan harapan supaya pandemi covid-19 ini segera berlalu. (ptt)

Lebih Lanjut »
MAHASISWA FKIK PERSEMBAHKAN LAGU UNTUK TIM MEDIS COVID-19
Jumat, 17 April 2020 . in Berita . 736 views
2703_lagu-covid.jpg

Reporter/foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi

GEMA-Siapa sangka usaha pencegahan virus Corona ternyata tidak hanya lewat medis saja. Hal ini terbukti dalam diskusi sambil berjemur bareng yang selama ini rutin diadakan UIN Maliki Malang. Kali ini, diskusi yang bertempat di samping teras depan Gedung Rektorat Ir. Soekarno mengambil tema "Apresiasi Seni dan Budaya UIN Maliki, Covid-19 Segera Pergi". Rabu(15/4)

dr. Christyaji Indradmojo, sebagai salah satu narasumbernya menyatakan bahwa ketika suatu masyarakat memiliki pemahaman yang bagus, kualitas hidup yang bagus, dimana salah satunya memiliki media untuk bebas berekspresi melalui seni dan budaya, maka hal itu akan sangat membantu mensejahterakan sikologis dan mental masyarakat itu.

Kemudian itu nanti akan membantu seseorang di masyarakat untuk mudah memahami kesehatan dirinya yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi kondisi fisiknya untuk tidak mudah sakit dan tidak sering berkunjung ke rumah sakit. Lalu ia pun juga berpikir apabila dengan pendekatan seni budaya artinya masyarakat bisa mengekspresikan dirinya di tempat yang tepat dan bagus baik melalui puisi, lagu, tari,dsb.

Masih penjelasan dari dokter muda di FKIK UIN Maliki ini, seperti halnya kreasi lagu yang telah dipersembahkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran di sela acara diskusi.

Hal itu, menurut ia sangat bisa mensupport pihaknya. Dalam hal ini semua pihak pasti membutuhkan support ketika sudah merasakan kelelahan. Terutama saat aktif di bidang medis menghadapi kasus virus corona. Ia menyebut kreasi lagu tersebut merupakan suatu apresiasi yang luar biasa bagi pihaknya di medan yang sesungguhnya. "Padahal kami tidak berharap sampai seperti ini, karena sebenarnya kami hanya berharap masyarakat tenang itu saja sudah bisa membantu," ungkapnya.

dr. Christiyaji sapaan akrabnya, menambahkan persembahan lagu tadi ibaratnya bagai memberi sumbangan. Walaupun itu bersifat inmateriil tapi ia tetap menghimbau kepada kita semua untuk berpikir positif. Maksudnya, kita harus bisa memahami bahwa inmateriil itu sama sekali tidak kalah dengan hal yang sifatnya materiil. "Seringkali lagu, puisi, mungkin itu terkesan sebuah kata-kata namun itu bagi kami ketika pada moment yang tepat, hal itu adalah sebuah energi terdalam yang luar biasa," terangnya.

Sementara itu, Mahasiswi Fakultas Kedokteran UIN Maliki, seusai mempersembahkan lagu tersebut mengatakan bahwa ungkapan yang terdapat pada lirik lagu itu merupakan sepucuk keluhan. Keluhan dari mahasiswa yang merasa berterima kasih kepada para dokter, maupun para dosen yang mengajar juga, yang sekarang sedang merawat para pasien covid-19. "Terima kasih semua atas pengorbanannya," pungkasnya.

Nara sumber lainnya, saat diskusi yakni Dr. Wahid Murni, M.Pd., Dr. Halimi Zuhdi, M.Ag., Dr. Mundi Rahayu, M.Si dan Totok, MM., Dwi serta Ajwad, mahasiswa FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.(ptt)

Lebih Lanjut »
UIN MALANG SIAP BAGIKAN HAND SANITIZER DARI INEZ COSMETIC
Selasa, 14 April 2020 . in Berita . 1066 views
2697_innes.jpg

Penulis & Foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi

GEMA-UIN Maliki Malang kedatangan tamu dari PT. Kosmetikatama Super Indah. Mereka yang terdiri dari lima orang itu adalah tim bagian produsen salah satu bisnis produk kecantikan bermerk, yakni Inez Cosmetics. Kedatangan tamu dari PT. yang didirikan di Singosari Malang ini bukan untuk promosi produksi kecantikan, melainkan untuk memberikan bantuan berupa hand sanitizer. Bantuan diberikan dalam upaya membantu kampus yang berlogokan Ulul Albab ini dalam mencegah penyebaran virus Corona, Selasa (14/4).

"Kami dari tim produsen Inez cosmetic senang sekali bisa berbagi dengan adanya program Bersama Lawan Covid-19 ini. Semoga hal ini bermanfaat bagi UIN Maliki dan nantinya juga bisa diberikan kepada masyarakat sekitarnya," ungkap salah satu perwakilan tim itu.

Selanjutnya, Prof. Abd. Haris mewakili dari UIN Maliki mengucapkan terima kasih dengan penuh apresiasi yang ditujukan kepada produsen Inez cosmetics dari PT. Kosmetikatama Super Indah tersebut.

"Ini kami terima dan selanjutnya akan kami gunakan dan juga dibagikan kepada masyarakat pada umumnya," pungkasnya disambut tepuk tangan para hadirin yang menyaksikannya.(ptt)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up