SIAP BANTU: Ketua Halal and Thoyyib Center siap membantu para pengusaha UMKM dalam pelabelan halal suatu produk
GEMA-Makin maraknya masyarakat yang ‘melek’ akan kehalalan suatu produk, tentu disadari pengusaha. Hal ini dibarengi dengan makin banyaknya laboratorium halal yang diinisiasi beberapa perguruan tinggi. Untuk memberi informasi terkait hal tersebut, lembaga Halal dan Thoyyib Center (HTC) mengadakan seminar Pengembangan Produk Halal, Rabu (31/10). Acara di Auditorium Saintek Lt. 4 ini menyasar pengusaha UMKM Malang Raya. Ketua HTC Begum Fauziyah menyatakan, pihaknya ingin memberi wawasan bagi yang sudah ataupun sedang mengembangkan produk halal. Biasanya, lanjut Begum, para pengusaha apalagi yang pemula merasa kesulitan dalam pengurusan sertifikasi halal. Tak sedikit pula yang terhambat karena hal ini. “HTC yang merupakan rintisan akademisi di UIN Malang siap menjadi jembatan untuk label halal suatu produk,” papar wanita berkacamata ini. Upaya konkrit HTC untuk membantu UMKM, lanjut Begum, ialah mendaftar dan mengelompokkan jenis produk yang dibina. Selain itu, HTC membantu mereka untuk menyiapkan dokumen yang dibutuhkan untu pengajuan sertifikasi halal. HTC juga memberi pendampingan pengajuan PIRT merk dagang dan sertifikasinya. "Kami sudah bekerjasama dengan Dinas Koperasi Jawa Timur untuk melakukan upaya ini semua," imbuh Ibu dua orang putra ini. Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin menjelaskan betapa pentingnya produk halal saat ini. Besarnya jumlah muslim di Indonesia juga menjadi salah satu faktornya. “Karenanya, peran lembaga penjamin produk halal sangat diharapkan,” imbuhnya. Tugas pengusaha tak berhenti jika label halal sudah didapatkan. Selanjutnya, kualitas produk tentu butuh dipertahankan. Pengembangan manajemen suatu usaha pun perlu ditingkatkan. “Sehingga suatu usaha akan mendapat nilai trust dari masyarakat,” ujarnya mengawali acara. (kh/nd)
BERINOVASI: Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menerima penghargaan Santri of the Year Bidang Pendidikan 2018 karena kontribusi dan inovasinya selama fokus di dunia Pendidikan
GEMA-Penganugerahan Santri of the Year 2018 sukses digelar di Gedung Sport Center and Multipurpose, UIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (29/10). Perhelatan ketiga kalinya ini merupakan kerjasama lembaga Islam Nusantara Center (INC) dan tuan rumah. Dalam gelaran tersebut, santri-santri berprestasi di berbagai bidang diberi penghargaan. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menjadi salah satu penerima award. Prof. Haris menjadi pemenang pada Santri Berprestasi Bidang Pendidikan. Menurut pihak INC, ia dinyatakan layak sebagai pemenang karena peran aktifnya dalam berbagai bidang khususnya Pendidikan. Sebelum menjadi rektor, Prof. Haris sudah aktif mengasuh lembaga Ma’arif dan menjadi penggagas beberapa bidang usaha di bawah naungan lembaganya itu seperti Ma’ Chick. Setelah terpilih menjadi rektor, masih dari informasi INC, Prof. Haris meneruskan program UIN Malang dan terus berinovasi meningkatkan program yang belum ada. Seperti, UIN Berbagi yang menarget fakir miskin dan janda dhuafa, menggagas Majelis Zikr wa al Ta’lim, dan melalui el-Zawa memberikan pinjaman modal usaha bebas bunga kepada masyarakat. Ke depannya, ia akan meluncurkan Laboratorium al Quran sebagai wadah uji coba implementasi ajaran al Quran. Segala inovasi di UIN Malang, kata Prof. Haris, merupakan cara agar UIN Malang sebagai penyedia jasa pendidikan semakin dekat dengan masyarakat. “Karena pendidikan harus berubah seiring dengan perubahan pola pikir masyarakat sebagai pengguna jasa,” jelasnya. Sebelum mendapatkan penghargaan, pihak INC telah setahun menelusuri latar belakang rektor yang gemar berpuisi ini. Pesaingnya ialah rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan rektor UIN Walisongo Semarang. Tahun sebelumnya, penghargaan ini disabet oleh Wakil Gubernur saat itu, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Dalam perhelatan tersebut, ada beberapa sosok lain yang mendapat penghargaan. Di antaranya, Gubernur Kepulauan Riau Dr. Nurdin Basirun (Santri Berprestasi Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Provinsi), Pemilik Jawa Pos Group Dahlan Iskan (Santri Berprestasi Bidang Wirausaha/Entrepreneur), Pengasuh Pesantren Kota Alif Lam Miim KH. Ahmad Imam Mawardi (Santri Berprestasi Bidang Dakwah), Ponpes Al Mawaddah Kudus (Pesantren Entrepreneur), dan Veve Zulfikar (Santri Berprestasi Bidang Kesenian). Pada acara yang dihelat sore hari tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak turut hadir. Sambutan disampaikan oleh rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, wakil gubernur Jatim, dan direktur INC di kesempatan yang sama. (nd/aj)
GEMA-Studium Generale yang diadakan DEMA Fakultas Syariah mendatangkan Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Yang Mulia Dr. Anwar Usman, Jumat (26/10). Melalui sambutannya, Dekan Fakultas Syariah Saifullah bersyukur dapat mengundang Dr. Anwar karena padatnya jadwal Ketua MK. Dr. Anwar diundang khusus sekaligus sebagai pembukaan rangkaian acara Gebyar Pekan Hukum Syariah. Ia juga secara langsung menjelaskan sejarah pendirian MK di negara Indonesia Dalam paparannya, Yang Mulia Dr. Anwar menyatakan bahwa nilai-nilai Islam sudah banyak terserap dalam penetapan konstitusi. Walaupun, Indonesia bukan negara Islam. “Contohnya saja di sila pertama Pancasila, tentu sama dengan yang tertulis dalam ayat pertama al Ikhlas,” jelasnya. Tak hanya itu, penyebutan nama Tuhan dalam pembukaan UUD 1945 juga merupakan bukti bahwa Indonesia menempatkan Tuhan di jajaran teratas. Di beberapa pasal undang-undang pun, nama Tuhan menjadi dasar. “Tentu karena Allah adalah Dzat yang kita sembah dan imani,” tegasnya. Sebagai alumni universitas Islam, ia sangat berharap agar nantinya,banyak alumni UIN Malang yang memiliki peran penting di negara. Dengan begitu, akan semakin banyak muslim yang bisa berjuang dengan ilmu dan sekaligus mempraktikkan nilai-nilai Islamnya. (aqa)
GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk kali pertama mengkolaborasikan dua konferensi internasional. Yakni, International Conference on Islam, Science, and Technology (ICONIST) dan International Conference on Law, Technology, and Society (ICOLESS). Acara dihelat di Hotel Klub Bunga Batu (24-25/10). Kedua acara merupakan kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan Fakultas Syariah UIN Malang serta LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ketua LP2M UIN Malang Dr. Tutik Hamidah menjelaskan, konferensi ini diadakan untuk membahas lebih spesifik mengenai pengembangan mutakhir ilmu pengetahuan, teknologi, dan Islam. “Kita bersama-sama bertukar pendapat dan memahami keilmuan secara mendalam,” ajaknya. Dengan berbagi, lanjut Tutik, hasil penelitian tidak hanya menjadi berkas yang tertata di rak perpustakaan. Namun bisa diimplementasikan untuk kepentingan bersama. “Seperti yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni melaksanakan pendidikan dan penelitian sebagai bentuk mengabdi pada masyarakat,” jelas wanita berkacamata ini. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. pun turut mengajak peserta konferensi untuk mengembangkan beragam pengalaman. Karena forum ini memuat beragam keilmuan, ia harap, peserta akan memiliki pengetahuan baru di luar bidang yang diminati. Ia juga berharap agar konferensi internasional ini dapat memberi rekomendasi yang implementatif. “Agar selanjutnya dapat digunakan untuk membangun sinergi antara Islam, teknologi, dan sains untuk keadilan sosial,” tuturnya. (ofi/nd)
MEMBANTU: Rektor UIN Malang dan Kepala BPKP Jatim menandatangani MoU.
GEMA-UPT Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur dalam Focus Group Discussion (FGD). Acara bertema Penguatan Sistem Pengendalian Internal ini dilaksanakan di Meeting Room Lt. 3 Gedung Rektorat, Rabu (24/10). FGD kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antar kedua instansi. Dalam kesempatan itu, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. meminta BPKP untuk menjadi guide kampusnya. Ia ingin agar ada arahan, bimbingan, dan koreksi terkait pengelolaan keuangan dan pembangunan universitas. Karenanya, ia pun meminta Kepala UPT SPI Muh. In’am Esha untuk melibatkan BPKP jika mengadakan FGD lanjutan terkait pembangunan kampus. “Semua ini agar ada kendali dari awal sehingga tidak ada masalah,” lanjut rektor yang menerima penghargaan Santri Inspiratif Bidang Pendidikan ini. Kepala BPKP Provinsi Jatim Agus Setianto menjelaskan fokus pengawasan dan pentingnya sistem pengendalian internal. Menurutnya, sistem harus fokus pada objek yang dikendalikan. “Karena objek akan menjadi resiko, dan resiko adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu kelancaran pencapaian tujuan,” jelasnya. Ia pun mengingatkan bahwa pekerjaan mengendalikan sistem internal bukanlah beban baru. Suatu instansi sudah selayaknya memiliki sistem tersebut agar menjadi lebih baik. “Sistem ini pula yang akan membantu universitas untuk memperlancar program terutama pengelolaan keuangan dan pembangunan,” paparnya. Turut hadir dalam forum tersebut, Wakil Rektor Isroqunnajah, para kepala biro, Direktur Pascasarjana Prof. Mulyadi, para dekan, serta anggota badan keuangan universitas. (ptt/nd)
GEMA-Menjelang akhir Oktober, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar International Conference on Islamic Education (ICIED). Acara di Aula Gedung Rektorat Lt. 5 ini menjadi wadah bertukar pikiran bagi yang fokus dalam bidang pendidikan, Rabu (24/10). Narasumber pakar pendidikan dari berbagai negara diundang menjadi pembicara utama. Yakni Prof. Dr. Ismail Lutfi Japakiya (Thailand), Prof Dr. M. Mahmudul Hasan (Malaysia). Sedangkan dari Indonesia, ada Dr. M. Habib Chirizin. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si. beserta dekan dan wakil dekan FITK. Dr. Abdul Basith, wakil dekan FITK, menjelaskan konferensi ini rutin setiap tahun dilaksanakan fakultasnya. Dengan cara ini, bidang pendidikan akan berkembang. “Mengembangkan keilmuan menjadi tujuan siapa saja,” imbuhnya. Peserta, lanjutnya, berasal dari kalangan PTN di bawah naungan Dikti dan Diktis. Peserta dari perguruan tinggi lainnya pun turut hadir. Tak hanya sekadar mendengarkan paparan pemateri utama, mereka juga menjadi pembicara di sesi paralel pada konferensi yang ditutup pada (25/10) tersebut. Hasil presentasi, masih kata Basith, diharapkan menjadi rujukan bagi kalangan yang tertarik di bidang yang sama untuk meneliti. Karena peserta tak hanya dosen tapi juga mahasiswa, pihak panitia berharap mahasiswa mendapat banyak bahan untuk tugas akhirnya nanti. “Seluruh hasil penelitian ilmiah dalam bentuk artikel, nantinya akan dibaca banyak orang dan memberi manfaat hingga lingkup internasional,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Ilfi menyatakan, isu-isu pendidikan di berbagai negara tentu berbeda. Isu yang marak di Indonesia belum tentu dihadapi oleh Thailand dan Malaysia. “Konferensi seperti ini menjadi kesempatan yang tepat untuk update dan sharing beragam isu pendidikan di berbagai negara,” lanjutnya. (kh/nd)
Dr. drh. Bayyinatul Muchtarromah, M.Sisaat menyampaikan materi Prosedur Penanganan Hewan Coba (Tinjauan Sains dan Islam), Senin (22/10).
GEMA-Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Seminar Nasional dan Workshop Klirens Etik Penelitian. Prosedur Penanganan Hewan Coba (Tinjauan Sains dan Islam) merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian seminar yang bertempat di Ruang Auditorium Lt.4 FST, Senin (22/10).Materi ini akan disampaikan oleh Dr.drh. Bayyinatul Muchtarromah, M.Si.
Dalam materinya, Dr. Bayyin menekankan bahwa terdapat beberapa ketentuan khusus dalam penanganan hewan coba yang harus dipenuhi sesuai etika dan syariat Islam. Salah satunya dalam pemberian makan dan minum pada hewan coba. Makanan dan minuman terhadap hewan coba harus dilakukan sesuai standar yang berlaku. “Perlakuan itu dilakukan untuk menjaga kesehatan dan stamina hewan coba ketika akan digunakan untuk penelitian,” ujar Lulusan Program Doktor Ilmu Kedokteran Kekhususan Biologi Reproduksi tersebut.
Pemeliharaannya juga harus mematuhi etika secara professional.Etika ini mencakup pra pemakaian hewan sebagai hewan coba sampai proses pengkuburan harus sesuai syariat Islam. Termasuk dalam membuat lubang kubur juga harus diperhatikan minimal kedalaman setengah hingga satu meter. Kedalaman lubang ini untuk memastikan hilangnya aroma hewan mati agar tidak menyebabkan gangguan. “Lakukan penanganan ini dengan prosedur yang baik untuk mendapatkan data yang valid, dan terhindar dari murka hewan coba yang telah kita gunakan,” pesan Lulusan Program Doktoral Universitas Brawijaya ini. (ama/nhl)
M. Basyaruddin, M.Si saat praktek pemegangan terhadap hewan coba dalam Seminar Nasional dan Workshop Klirens Etik Penelitian, Senin(22/10).
GEMA-Seminar Nasional dan Workshop Klirens Etik Penelitian sampai pada pelaksanaan praktek penanganan hewan.Pelatihan yang diadakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan M. Basyaruddin, M.Si sebagai narasumber.Praktek penanganan hewan ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Hewan FST UIN Malang, Senin(22/10). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, baik dari FST maupun dari Fakultas lain hingga mahasiswa dari Pascasarjana UIN Malang.
Praktek diawali dengan penjelasan metode yang akan digunakan dalam penanganan hewan coba. Mulai dari metode Induksi, Injuksi, dan Infeksi hingga cara untuk memegang hewan coba itu sendiri. Sikap yang ramah terhadap hewan juga dipraktekkan.Kemudian dilanjutkan praktek mencengkeram hewan menggunakan tangan yang paling kuat menurut kita. “Tindakan yang ramah terhadap hewan perlu kita lakukan untuk menghindari gigitan dari hewan itu,” jelas Basyaruddin.
Kegiatan seperti ini merupakan yang pertama kali diadakan di UIN Malang oleh Fakultas Saintek. Tujuannya untuk sosialisasi terhadap mahasiswa dan akademisi agar paham tentang penelitian yang menggunakan material hidup. “Semoga mahasiswa dan para peserta workshop ini paham dan memiliki keterampilan dalam penelitian hewan coba,” harap Bayyinatul Muchtaromah Kepala Pelaksana Workshop.(ama/nhl)
Dr. Eko Budi Minarno, M.Pd saat menyampaikan materi tentang pentingnya etika penelitian dalam Seminar Nasional dan Workshop Klirens Etik Penelitian, Senin (22/10).
GEMA–Seminar Nasional dan Workshop Klirens Etik Penelitian dilaksanakan di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Lt. 4, Senin (22/10). Acara bertema Etik Dalam Penelitian Sains, Kesehatan, dan Islam ini diadakan oleh Fakultas Saintek UIN Malang.
Dr. Eko Budi Minarno, M.Pd selaku pemateri menyampaikan mengenai pentingnya etika dalam penelitian. Salah satu manfaat etika dalam penelitian adalah untuk memberikan orientasi penelitian dan tercapainya kemaslahatan alam semesta. “Supaya ada kemaslahatan untuk peneliti, alam, hewan, dan tumbuhan yang diteliti,” tutur Dosen Jurusan Biologi tersebut.
Etika penelitian juga tidak dapat dipisahkan dengan agama. Etika tidak dapat menggantikan agama, etika justru memerlukan agama sebagai sumber inspirasi. “Maka salah jika mengatakan bahwa dilarang membawa agama dalam Lab. Penelitian,” jelas Penasehat Komisi Etik Fakultas Saintek ini.
Salah satu contoh Islam sebagai sumber inspirasi etika penelitian yaitu etika pada hewan coba. Beberapa etika hewan coba tersebut yaitu berbuat kasih sayang pada hewan. Kasih sayang ini dapat berupa berbuat baik (ihsan) ketika menyembelih, menjauh dari hewan ketika menajamkan parang, dan menjaga hewan agar tidak stress. “Kita tidak boleh semena-mena terhadap hewan, karena nanti akan mendapat balasan di akhirat jika tidak memperlakukan hewan dengan baik,” pungkasnya. (ich/nhl)