GEMA-Perhelatan megah Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 telah memasuki hari keempat, Kamis (18/7). UIN Malang sebagai tuan rumah tentunya telah mempersiapkan matang-matang kegiatan dwi tahunan ini. Mahbub Ainurrofiq, Penanggung Jawa Cabang Seni MTQ mengakui bahwa ia tidak akan bisa meng-handle kelancaran acara tanpa didampingi relawan yang berstatus mahasiswa. “Saya yakin seratus persen, tanpa dibantu mereka, kegiatan ini tidak akan berjalan lancar,” tutur Dosen Jurusan Hukum Bisnis Syariah UIN Malang itu. Nining Rahayu, salah satu relawan mengungkapkan kesenangannya selama bertugas. Terlebih untuk cabor MTQ yang pelaksanaannya di masjid yang notabene merupakan tempat beribadah. “Kalau sudah masuk waktu sholat, kami harus segera memindahkan meja dan perlengkapan lain agar masjid steril untuk kemudian dipergunakan sholat,” ungkap mahasiswa semester lima itu. Cabang Lomba MTQ ini telah memasuki babak akhir penyisihan, terpilihlah 12 pembaca terbaik kategori putra dan putri yang telah ditetapkan oleh Dewan Hakim. Mereka adalah semi finalis yang akan bertanding pada Jumat (19/7) di Aula Micro Teaching Lt. 2. Kategori putra dari UIN Surabaya, disusul IAIN Palangkaraya, UIN Riau, UIN Banjarmasin, IAIN Manado, dan UIN Mataram. Menariknya, pada kategori putri beberapa dari mereka mendapat nilai yang sama. Sesuai kesepakatan Technical Meeting, peserta yang mengalami kondisi seperti itu akan diambil nilai dari tajwid, lagu dan suara, kemudian fashohah. Dengan begitu, 6 pembaca putri terpilih ialah dari UIN Banjarmasin, IAIN Bukittingi, IAIN Palopo, UIN Palembang, UIN Jakarta, dan UIN Malang. (aqa/nd)
GEMA-Hasmuni Idrus, peserta Musabaqoh Hifzil Quran (MHQ) 10 Juz dalam Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 mewakili STAIN Sorong Papua Barat memiliki sudut pandang yang menarik terhadap ajang perlombaan ini, Kamis (18/7). Sebagai penghafal al Quran, menurutnya, perlu adanya pengaturan waktu yang baik. Tidak hanya sekedar mengatur waktu untuk keseharian, namun juga menjaga hafalan menjadi suatu kewajiban khusus yang harus tetap dijaga. “Dalam 24 jam, pagi saya gunakan untuk fokus kuliah, sedangkan siang saya istiqomah-kan untuk mengulangi hafalan Quran,” ucap mahasiswa yang sudah duduk di semester akhir ini. Menguji kualitas hafalan untuk mengetahui juz dan bacaan al Quran yang masih lemah menjadi motivasinya. Ia berharap perlombaan MHQ ini tidak sekadar sebagai ajang persaingan saja. Namun juga sebagai implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam al Quran. “Sehingga kelak, para peserta yang masih berstatus mahasiswa ini bisa jadi uswah yang baik,” harapnya tulus. (ofi/nd)
GEMA-Segenap pimpinan UIN Malang, mulai dari rektorat, dekan, dan perwakilan unit di universitas menghadiri undangan Sutiaji Walikota Malang. Bertempat di Gazebo Balai Kota Malang, jamuan makan malam bersama para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia tersebut sekaligus untuk merayakan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Kamis (18/7) Pada kesempatan itu, Sutiaji mengucapkan permohonan maaf atas ketidakhadirannya pada momen pembukaan PIONIR di Lapangan Utama UIN Malang (15/7). Pasalnya, ada hal yang sama-sama penting, hingga Sutiaji pun berbagi tugas dengan Sofyan Edi Jarwoko, Wakil Walikota Malang. Ia menjelaskan, saat itu bersamaan dengan undangan dari Kedutaan Negeri Cina di Surabaya. Itu pun akhirnya diwakilkan. Sutiaji sendiri harus presentasi seminar nasional berkaitan dengan RUU Ekonomi Kreatif. Dia harus bersanding dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Perekonomian. Seminar itu membicarakan tentang ekonomi kreatif yang saat ini telah mendunia dan memasuki revolusi industri yang semakin modern.
Selanjutnya, Bapak asal Lamongan ini berterima kasih atas terselenggaranya PIONIR ke-9 di UIN Malang. Dia tidak merasa keberatan apabila acara akbar semacam itu makin sering diselenggarakan di Malang. “Ini secara tidak langsung membawa nama baik Kota Malang agar lebih cepat dikenal oleh warga daerah lain,” imbuhnya. Di akhir sambutannya, Sutiaji meminta doa restu kepada para tamu yang hadir dan dukungan agar nanti Kota Malang bisa masuk dalam 44 nominasi TOP Inovasi di Indonesia. Sebelumnya Malang telah mengalahkan 3.250 inovator lalu masuk dalam 99 nominasi. “Mudah-mudahan dari 99 ini bisa masuk nominasi lagi ke 44,” harap walikota berkacamata ini. (ptt/nd)
Baru saja kita menyaksikan para orang tua sibuk mengantarkan putrera-puterinya memasuki sekolah, terutama sekolah yang berstatus negeri dan yang favorit, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi
GEMA-Suasana Lomba Futsal Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 memuncak, Kamis (18/7). Ketegangan tidak lagi hanya dirasakan pemain namun suporter, dan panitia lomba. Memasuki hari ketiga, perlombaan fokus pada perebutan posisi di babak final. Tensi perlombaan memang mulai dirasakan panitia dan wasit dalam perlombaan sejak perebutan delapan besar. Namun suasana ini benar-benar memuncak dalam perebutan final. “Panitia meminta bantuan keamanan untuk tetap menjaga kestabilan dan kelancaran perlombaan,” papar Edi Setyo, penanggung jawab cabor Futsal. Foul, kartu kuning, dan bahkan kartu merah beruntun dikeluarkan wasit selama pertandingan. Pertandingan berjalan dengan penjagaan ketat oleh tim panitia. Sampai akhirnya tim finalis terpilih untuk memperebutkan juara dari 38 tim terdaftar.
Adapun tim finalis ialah UIN Jakarta melawan UIN Riau untuk penentuan juara pertama dan kedua, sedangkan juara ketiga akan diperebutkan oleh UIN Surabaya dan UIN Palu. “Gelar juara sudah di depan mata, tinggal memfokuskan pemain untuk pertandingan esok hari,” tegas Syaiful, pelatih tim UIN Jakarta. “Tidak ada lagi kata kalah karena final sudah kami dapatkan,” tambahnya. Persiapan dan kesiapan dari tim lawan UIN Riau juga tidak kalah. “Kami selalu berpegang pada prinsip untuk tidak meremehkan lawan,” ucap Hadi Saputra, pelatih tim UIN Riau. Menjadi peraih medali emas menjadi harapan besar tim UIN Riau karena pernah dikalahkan dalam ajang PIONIR ke-8 di Aceh dalam final oleh UIN Makassar. (ofi/nd)
GEMA-UIN Raden Fatah Palembang berhasil menjadi yang terbaik di cabang olahraga Catur pada perhelatan Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9. Di hari terakhir pelaksanaannya, cabor yang berlokasi di Rumah Singgah Lt. 4 Kampus Dua UIN Malang tersebut kembali mengumumkan sederet pemenang. Kontingen UIN Palembang mengumpulkan medali pada kategori perorangan standar putri dan beregu putra. Wulandari Saputri, Atlet UIN Palembang berhasil menyumbang medali perak setelah merebut posisi kedua. Untuk posisi pertama (medali emas) kategori tersebut diraih oleh Iko Penantunate (UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi) dan Widi Nurani Kamal (UIN Sunan Gunung Djati Bandung) harus puas dengan medali perunggu.
Untuk kategori beregu putra, UIN Raden Fatah Palembang meraih medali emas setelah mungumpulkan 11 poin. Di posisi kedua (medali perak) diraih regu dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan poin 9 dan tuan rumah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berada di posisi ketiga (medali perunggu). Mu’amar Fikri Ardiansyah, atlet UIN Malang menyatakan senang sekaligus kecewanya. “Saya merasa senang dan sedih. Senangnya karena bisa menyumbangkan dua medali perunggu di dua kategori dan sedih karena belum bisa menyumbangkan emas untuk kampus,” paparnya. (*/nd)
GEMA-Usai sudah lomba cabang olahraga Bulu Tangkis di perhelatan Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9, Kamis (18/7). Perlombaan yang berlangsung di Gedung Sport Center UIN Malang tersebut telah mengumumkan para jawaranya dari keempat kategori. Dalam cabor ini, UIN Sunan Ampel Surabaya berhasil memborong tiga medali emas dan satu perunggu. Tak pelak jika riuh suporter kampus tersebut menggemuruhkan SC. Pertandingan tiga hari itu berlangsung tertib tanpa ada kendala berarti. “Alhamdulillah saya senang sekali dan bangga bisa menyumbangkan emas perdana untuk kampus. Semoga mendatang saya tetap bisa berprestasi untuk mengharumkan nama kampus,” tutur Wildan Yudhistira Liyas Agustin, Peraih Medali Emas Tunggal Putra. Berikut adalah daftar pemenang untuk Cabor Bulu Tangkis PIONIR 2019: Kategori Tunggal Putra: Juara 1: Wildan Yudhistira LA. (UIN Sunan Ampel Surabaya) Juara 2: Fajar Nur Syamsi (IAIN Purwokerto) Juara 3: Diego Zamri F. (IAIN Tulungagung) Kategori Tunggal Putri: Juara 1: Febrita Adisthya R. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) Juara 2: Ulfita Noviani R. (UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten) Juara 3: Riska Resaria Indah (UIN Sunan Ampel Surabaya) Kategori Ganda Putra: Juara 1: Ilham Dwi P. & M. Aqsal Baihaqi (UIN Sunan Ampel Surabaya) Juara 2: Dony Purnomo & M. Khairur Rizqi (IAIN Madura) Juara 3: Koko Wahyu U. & M. Mahdum Jauhar (IAIN kediri) Kategori Ganda Putri: Juara 1: Maulinda Eva M. & Zinatul Widad (UIN Sunan Ampel Surabaya) Juara 2: Sani Rosdiana & Ulfita Noviani R. (UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten) Juara 3: Baiklah Mayyasya & Sarah Syahirah (UIN gunung Djati Bandung).
GEMA-Babak perempat final Lomba Debat Konstitusi dalam Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 dilaksanakan di hari ketiga, Kamis (18/7). 12 tim berhasil mengamankan posisi di babak ini. Perlombaan terbagi menjadi empat chamber. Seluruh tim kembali menunjukkan wawasan konstitusinya untuk mengamankan posisi di babak semifinal. Mosi yang diangkat pada babak tersebut ialah “Anggota DPRD Bebas dari Anggota Partai Politik”, “Sertifikasi Khatib dan Penyelarasan Isi Khutbah”, serta “Pengangkatan Perwira Tinggi TNI/Polri Aktif sebagai Pejabat Kepala Daerah”. Pada babak ini, panitia memberlakukan sesuatu yang baru. Yakni adanya case building sebelum debat dimulai. Sesi ini digunakan untuk berdiskusi dalam tim tentang pendapat yang akan disampaikan untuk meyakinkan dewan juri. Perlombaan sempat diundur hingga pukul 13.00 WIB dari rencana semula pukul 08.00 WIB. Pasalnya, ada kontingen yang melayangkan protes karena timnya tidak masuk dalam perempat final. Namun, panitia telah meyakinkan bahwa dewan juri selalu objektif dan netral dalam memberikan penilaian. Babak semifinal akan dilangsungkan Jumat (19/7) di Ruang Senat Gedung Rektorat Lt. 4. (*/nd)
GEMA-Lomba kategori seni Musabaqoh Syarhil Quran (MSQ) telah mengumumkan para pemenang, Kamis (18/7). Dari enam tim yang tampil di semi final, tiga tim diadu kembali untuk memperebutkan tiga medali utama. Medali emas diraih oleh tim UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sedangkan medali perak dan perunggu dibawa oleh UIN Sumatra Utara Medan dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Congratulations to all the winners! (*/nd)