Daftar Kategori: Ulasan


KENDALIKAN OBJEK AGAR LANCAR
Iffatunnida Kamis, 25 Oktober 2018 . in Berita . 629 views
1672_spi-bpkp.jpg
MEMBANTU: Rektor UIN Malang dan Kepala BPKP Jatim menandatangani MoU.

GEMA-UPT Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur dalam Focus Group Discussion (FGD). Acara bertema Penguatan Sistem Pengendalian Internal ini dilaksanakan di Meeting Room Lt. 3 Gedung Rektorat, Rabu (24/10). FGD kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antar kedua instansi.
Dalam kesempatan itu, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. meminta BPKP untuk menjadi guide kampusnya. Ia ingin agar ada arahan, bimbingan, dan koreksi terkait pengelolaan keuangan dan pembangunan universitas.
Karenanya, ia pun meminta Kepala UPT SPI Muh. In’am Esha untuk melibatkan BPKP jika mengadakan FGD lanjutan terkait pembangunan kampus. “Semua ini agar ada kendali dari awal sehingga tidak ada masalah,” lanjut rektor yang menerima penghargaan Santri Inspiratif Bidang Pendidikan ini.
Kepala BPKP Provinsi Jatim Agus Setianto menjelaskan fokus pengawasan dan pentingnya sistem pengendalian internal. Menurutnya, sistem harus fokus pada objek yang dikendalikan. “Karena objek akan menjadi resiko, dan resiko adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu kelancaran pencapaian tujuan,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan bahwa pekerjaan mengendalikan sistem internal bukanlah beban baru. Suatu instansi sudah selayaknya memiliki sistem tersebut agar menjadi lebih baik. “Sistem ini pula yang akan membantu universitas untuk memperlancar program terutama pengelolaan keuangan dan pembangunan,” paparnya.
Turut hadir dalam forum tersebut, Wakil Rektor Isroqunnajah, para kepala biro, Direktur Pascasarjana Prof. Mulyadi, para dekan, serta anggota badan keuangan universitas. (ptt/nd)

Lebih Lanjut »
ICIED: WADAH UNTUK PAKAR PENDIDIKAN
Iffatunnida Rabu, 24 Oktober 2018 . in Berita . 989 views
1671_icied.jpg

GEMA-Menjelang akhir Oktober, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar International Conference on Islamic Education (ICIED). Acara di Aula Gedung Rektorat Lt. 5 ini menjadi wadah bertukar pikiran bagi yang fokus dalam bidang pendidikan, Rabu (24/10).
Narasumber pakar pendidikan dari berbagai negara diundang menjadi pembicara utama. Yakni Prof. Dr. Ismail Lutfi Japakiya (Thailand), Prof Dr. M. Mahmudul Hasan (Malaysia). Sedangkan dari Indonesia, ada Dr. M. Habib Chirizin. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si. beserta dekan dan wakil dekan FITK.
Dr. Abdul Basith, wakil dekan FITK, menjelaskan konferensi ini rutin setiap tahun dilaksanakan fakultasnya. Dengan cara ini, bidang pendidikan akan berkembang. “Mengembangkan keilmuan menjadi tujuan siapa saja,” imbuhnya.
Peserta, lanjutnya, berasal dari kalangan PTN di bawah naungan Dikti dan Diktis. Peserta dari perguruan tinggi lainnya pun turut hadir. Tak hanya sekadar mendengarkan paparan pemateri utama, mereka juga menjadi pembicara di sesi paralel pada konferensi yang ditutup pada (25/10) tersebut.
Hasil presentasi, masih kata Basith, diharapkan menjadi rujukan bagi kalangan yang tertarik di bidang yang sama untuk meneliti. Karena peserta tak hanya dosen tapi juga mahasiswa, pihak panitia berharap mahasiswa mendapat banyak bahan untuk tugas akhirnya nanti. “Seluruh hasil penelitian ilmiah dalam bentuk artikel, nantinya akan dibaca banyak orang dan memberi manfaat hingga lingkup internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Ilfi menyatakan, isu-isu pendidikan di berbagai negara tentu berbeda. Isu yang marak di Indonesia belum tentu dihadapi oleh Thailand dan Malaysia. “Konferensi seperti ini menjadi kesempatan yang tepat untuk update dan sharing beragam isu pendidikan di berbagai negara,” lanjutnya. (kh/nd)

Lebih Lanjut »
UKHUWWAH, Persaudaraan Seagama dan Sebangsa
Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag Selasa, 23 Oktober 2018 . in Rektor . 1147 views
Mengapa semua terjadi
Lebih Lanjut »
FST: HEWAN COBA JUGA PERLU PERHATIAN!
Abadi Wijaya Selasa, 23 Oktober 2018 . in Berita . 717 views
1670_fst-senin.jpg
Dr. drh. Bayyinatul Muchtarromah, M.Sisaat menyampaikan materi Prosedur Penanganan Hewan Coba (Tinjauan Sains dan Islam), Senin (22/10).

GEMA-Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Seminar Nasional dan Workshop Klirens Etik Penelitian. Prosedur Penanganan Hewan Coba (Tinjauan Sains dan Islam) merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian seminar yang bertempat di Ruang Auditorium Lt.4 FST, Senin (22/10).Materi ini akan disampaikan oleh Dr.drh. Bayyinatul Muchtarromah, M.Si.

Dalam materinya, Dr. Bayyin menekankan bahwa terdapat beberapa ketentuan khusus dalam penanganan hewan coba yang harus dipenuhi sesuai etika dan syariat Islam. Salah satunya dalam pemberian makan dan minum pada hewan coba. Makanan dan minuman terhadap hewan coba harus dilakukan sesuai standar yang berlaku. “Perlakuan itu dilakukan untuk menjaga kesehatan dan stamina hewan coba ketika akan digunakan untuk penelitian,” ujar Lulusan Program Doktor Ilmu Kedokteran Kekhususan Biologi Reproduksi tersebut.

Pemeliharaannya juga harus mematuhi etika secara professional.Etika ini mencakup pra pemakaian hewan sebagai hewan coba sampai proses pengkuburan harus sesuai syariat Islam. Termasuk dalam membuat lubang kubur juga harus diperhatikan minimal kedalaman setengah hingga satu meter. Kedalaman lubang ini untuk memastikan hilangnya aroma hewan mati agar tidak menyebabkan gangguan. “Lakukan penanganan ini dengan prosedur yang baik untuk mendapatkan data yang valid, dan terhindar dari murka hewan coba yang telah kita gunakan,” pesan Lulusan Program Doktoral Universitas Brawijaya ini. (ama/nhl)

 

Lebih Lanjut »
FST: PRAKTEK LANGSUNG PADA MATERIAL HIDUP
Abadi Wijaya Selasa, 23 Oktober 2018 . in Berita . 752 views
1669_fst-3.jpg
M. Basyaruddin, M.Si saat praktek pemegangan terhadap hewan coba dalam Seminar Nasional dan Workshop Klirens Etik Penelitian, Senin(22/10).

GEMA-Seminar Nasional dan Workshop Klirens Etik Penelitian sampai pada pelaksanaan praktek penanganan hewan.Pelatihan yang diadakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan M. Basyaruddin, M.Si sebagai narasumber.Praktek penanganan hewan ini dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Hewan FST UIN Malang, Senin(22/10). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, baik dari FST maupun dari Fakultas lain hingga mahasiswa dari Pascasarjana UIN Malang.

Praktek diawali dengan penjelasan metode yang akan digunakan dalam penanganan hewan coba. Mulai dari metode Induksi, Injuksi, dan Infeksi hingga cara untuk memegang hewan coba itu sendiri. Sikap yang ramah terhadap hewan juga dipraktekkan.Kemudian dilanjutkan praktek mencengkeram hewan menggunakan tangan yang paling kuat menurut kita. “Tindakan yang ramah terhadap hewan perlu kita lakukan untuk menghindari gigitan dari hewan itu,” jelas Basyaruddin.

Kegiatan seperti ini merupakan yang pertama kali diadakan di UIN Malang oleh Fakultas Saintek. Tujuannya untuk sosialisasi terhadap mahasiswa dan akademisi agar paham tentang penelitian yang menggunakan material hidup. “Semoga mahasiswa dan para peserta workshop ini paham dan memiliki keterampilan dalam penelitian hewan coba,” harap Bayyinatul Muchtaromah Kepala Pelaksana Workshop.(ama/nhl)

 

Lebih Lanjut »
FST: PENTINGNYA ETIKA DALAM PENELITIAN
Abadi Wijaya Selasa, 23 Oktober 2018 . in Berita . 6968 views
1668_fst-2.jpg
Dr. Eko Budi Minarno, M.Pd saat menyampaikan materi tentang pentingnya etika penelitian dalam Seminar Nasional dan Workshop Klirens Etik Penelitian, Senin (22/10).

GEMA–Seminar Nasional dan Workshop Klirens Etik Penelitian dilaksanakan di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Lt. 4, Senin (22/10). Acara bertema Etik Dalam Penelitian Sains, Kesehatan, dan Islam ini diadakan oleh Fakultas Saintek UIN Malang.

Dr. Eko Budi Minarno, M.Pd selaku pemateri menyampaikan mengenai pentingnya etika dalam penelitian. Salah satu manfaat etika dalam penelitian adalah untuk memberikan orientasi penelitian dan tercapainya kemaslahatan alam semesta. “Supaya ada kemaslahatan untuk peneliti, alam, hewan, dan tumbuhan yang diteliti,” tutur Dosen Jurusan Biologi tersebut.

Etika penelitian juga tidak dapat dipisahkan dengan agama. Etika tidak dapat menggantikan agama, etika justru memerlukan agama sebagai sumber inspirasi. “Maka salah jika mengatakan bahwa dilarang membawa agama dalam Lab. Penelitian,” jelas Penasehat Komisi Etik Fakultas Saintek ini.

Salah satu contoh Islam sebagai sumber inspirasi etika penelitian yaitu etika pada hewan coba. Beberapa etika hewan coba tersebut yaitu berbuat kasih sayang pada hewan. Kasih sayang ini dapat berupa berbuat baik (ihsan) ketika menyembelih, menjauh dari hewan ketika menajamkan parang, dan menjaga hewan agar tidak stress. “Kita tidak boleh semena-mena terhadap hewan, karena nanti akan mendapat balasan di akhirat jika tidak memperlakukan hewan dengan baik,” pungkasnya. (ich/nhl)

Lebih Lanjut »
FST: SEMINAR ILMU HAYATI BERBASIS SAINS DAN ISLAM
Abadi Wijaya Selasa, 23 Oktober 2018 . in Berita . 998 views
1667_fst.jpg
Ketua Jurusan Biologi Romaidi, M.Si., D.Sc. menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara Seminar dan Workshop Klirens Etik Penelitian di Auditorium FST, Senin (22/10)

GEMA-Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang menyelenggarakan Seminar dan Workshop Klirens Etik Penilitian, Senin (22/10). Seminar ini diselenggarakan di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi Lt. 4. Acara yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional ini dihadiri oleh  civitas akademika baik dari Fakultas Saintek dan non Saintek. Bahkan tidak sedikit peserta yang hadir dari luar Kampus UIN Malang.

Dengan mengusung tema Prosedur dan Aplikasi dalam Penelitian Ilmu-Ilmu Hayati dan Kesehatan Berbasis Sains dan Islam, seminar ini mendatangkan lima narasumber dari berbagai bidang. Ketua Jurusan Biologi Romaidi, M.Si., D.Sc., mewakili Dekan Fakultas Saintek dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam penelitian yang diperhatikan tidak hanya prosedur umum saja. "Konsep Islam juga sangat penting diperhatikan karena kita tinggal di negara yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam," jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dr. Eko Budi Minarno, M. Pd. selaku salah satu narasumber. Ia mengatakan bahwa Islam punya aturan tersendiri dalam penelitian hewan coba. "Bagaimana kita meneliti hewan coba tanpa membuat hewan tersebut merasa tersakiti," tuturnya saat wawancara. (ir/nhl)

 

Lebih Lanjut »
MAHASISWA UIN MALANG KULIAH PAKAI SARUNG
Iffatunnida Senin, 22 Oktober 2018 . in Berita . 1632 views
1666_pakai-sarung.jpg
SANTRI MODERN: Beberapa mahasiswa nampak memakai baju koko, sarung, dan berpeci saat perkuliahan reguler di Hari Santri Nasional 2018.

GEMA-Pemandangan berbeda tampak di dalam kelas perkuliahan, Senin (22/10). Sejumlah mahasiswa yang biasanya menggunakan kaos atau kemeja saat kuliah, nampak memakai baju taqwa/koko. Tak cuma itu, mereka juga melengkapi outfit hari itu dengan memakai sarung, peci, dan bersandal jepit. Para dosen tentu tak keberatan dengan penampilan mahasiswa karena memang masih dalam perayaan Hari Santri Nasional 2018. Seperti yang tampak dalam foto, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab mengikuti perkuliahan dengan pakaian yang berbeda dari hari perkuliahan biasanya. Tak cuma mahasiswa, kalangan dosen pria pun juga memakai pakaian senada. Hal ini merujuk pada surat edaran rektor minggu sebelumnya agar seluruh sivitas akademik memakai dresscode ala santri pada Hari Santri Nasional. (nd)

Lebih Lanjut »
HARI SANTRI 2018: WARISAN UNTUK DIJAGA
Iffatunnida Senin, 22 Oktober 2018 . in Berita . 785 views
1665_hari-santri-2.jpg

GEMA-Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. mengingatkan seluruh sivitas akademik untuk meneruskan cita-cita kiai dan para santri di zaman kemerdekaan. Pesan tersebut ia sampaikan pada upacara perayaan Hari Santri Nasional di Lapangan Utama kampus, Senin (22/10).
Kemerdekaan Indonesia, tuturnya, juga merupakan usaha para kiai, ulama, dan para santri di zaman tersebut. Sumbangsih mereka tak hanya berhenti di masjid-masjid, tetapi juga turut serta bertarung melawan penjajah. “Yang memperjuangkan keutuhan NKRI itu para santri. Negeri ini dibangun oleh para santri,” tekannya.
Karena itu, ia melanjutkan, sudah sepatutnya santri masa sekarang melanjutkan apa yang telah diwariskan para pendahulu. Tak hanya sekadar belajar dan mengaji, santri saat ini pun berhak menjadi pemimpin.
Prof. Haris berharap, di masa yang akan datang, para santri lah yang akan memimpin bangsa ini di seluruh lapisan pemerintahan. Dengan begitu, cita-cita pendahulu akan tercapai dan bangsa pun menjadi lebih tentram.
Upacara dalam rangka memperingat Hari Santri Nasional 2018 dihadiri seluruh sivitas akademik UIN Malang. Seluruh pimpinan, dosen, karyawan, hingga seluruh mahasantri yang masih berdomisili di ma’had turut serta. Mereka memakai dresscode yang telah ditentukan pihak kampus. Pria mengenakan pakaian taqwa (koko), peci, dan sarung. Sedangkan wanita memakai baju muslim ala santri. (nd)

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up