GEMA-Sesi terakhir Rapat Kerja Paguyuban Rektor dan Wakil Rektor PTN se-Jawa Timur diisi dengan hasil diskusi. Sebagai Ketua Paguyuban, Drs. Moh. Hasan, M.Sc., Ph.D. menyampaikan hal tersebut secara singkat dan jelas di hadapan peserta di Aula Gedung Rektorat Lt. 5, Selasa (9/4). Mengenai pelaksanaan UTBK selama 10 hari yang dimulai pada 13 April mendatang, ia berharap agar seluruh pimpinan kembali memeriksa kesiapan di tiap institusinya. “Masing-masing institusi bertanggung jawab penuh terhadap segala hal yang terjadi terkait pelaksanaan UTBK,” tegasnya. Ia tidak mau ada miskomunikasi internal terkait UTBK, karenanya, rapat dan diskusi terkait mekanisme harus diintenskan. Selanjutnya, Hasan memaparkan hasil diskusi komite olahraga dan seni wilayah Jawa Timur. Pihaknya juga menghimbau agar seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk mendukung penuh peningkatan prestasi di bidang olahraga, seni, dan budaya. “Termasuk dukungan dalam pembiayaan,” jelasnya. Namun, karena rumitnya pembahasan terkait pendanaan, pihak paguyuban belum bisa memutuskan secara detil. “Sayangnya kita belum bisa memutuskan standar biaya yang harus dikeluarkan setiap institusi,” ujar rektor Universitas Negeri Jember itu. Terakhir, paguyuban rektor juga menyoroti hasil Western Australia-East Java University Consortium. Walau dipandang belum menghasilkan keputusan yang memuaskan, namun para rektor meminta agar konsorsium tersebut semakin meningkatkan program-programnya. Dalam konsorsium tersebut, kata Hasan, perlu adanya pencarian celah untuk pendanaan studi program doktor bagi dosen. Utamanya kerjasama beasiswa antar perguruan tinggi di Jawa Timur dan Australia Barat. “Karena beasiswa dari pemerintah sendiri belum bisa membiayai semuanya,” tuturnya. (nd)
GEMA-Wakil Ketua 1 Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Joni Hermana mengungkapkan keinginannya agar di tahun mendatang, seluruh Universitas Islam Negeri menjadi Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Karena, di tahun ini, UIN belum termasuk dalam 73 perguruan tinggi penyelenggara UTBK. “Kami berharap tahun depan UIN bisa (menjadi pusat UTBK, Red.) karena jujur saja kami kewalahan,” terangnya. Dengan membludaknya minat siswa untuk mengikuti UTBK, LTMPT bahkan menambah kuota bagi beberapa wilayah yang kuotanya penuh namun masih harus menampung banyak pendaftar lagi. Ia mengungkapkan, 800.000 kuota di setiap gelombang tentu merupakan jumlah yang sangat banyak. Karenanya, tidak mungkin pelaksanaan UTBK hanya satu atau dua sesi. “Kita laksanakan selama 10 sesi, yang masing-masing memfasilitasi 80.000 peserta,” tambahnya. Pembagian sesi ini, lanjut Joni, menyesuaikan server dan jumlah desktop yang tersedia di masing-masing pusat UTBK-PTN. Agar meringankan kinerja, tentu LTMPT butuh pusat UTBK baru di tahun mendatang. Hal ini, akan dibahas dan dimantapkan lagi dalam diskusi internal LTMPT agar ke depannya, UIN seluruh Indonesia siap menjadi pusat UTBK. Masih kata Joni, menjadikan UIN sebagai pusat UTBK juga sekaligus memfasilitasi calon mahasiswa lebih banyak lagi. Jumlah kuota 800.000 per gelombangnya masih dirasa kurang dibanding jumlah siswa seluruh Indonesia yang memiliki hak mengikuti ujian tersebut. (nd)
GEMA-Menjelang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2019 pada 13 April mendatang, Forum Paguyuban Rektor dan Wakil Rektor PTN se-Jawa Timur membahas hal tersebut. Dengan kuota yang penuh di dua gelombang, pihak Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mewanti-wanti agar panitia wilayah Jatim harus bekerja lebih ekstra. Joni Hermana, Wakil Ketua 1 LTMPT, menjelaskan bahwa kuota di Jatim full untuk seluruh gelombang. “Di luar itu, tidak semua kuota penuh, hanya Jatim. Jatim memang selalu menjadi favorit para siswa,” tuturnya. Terbukti, dari pendaftaran yang dibuka pada 1 hingga 24 Maret lalu, Jatim menarik minat 800.000 pendaftar. Angka tersebut sudah termasuk kuota tambahan yang disediakan panitia mengingat membludaknya pendaftar. “Semua siswa di Indonesia memiliki hak untuk mengikuti UTBK. Kita berusaha memfasilitasi,” jelasnya. Selanjutnya, seluruh peserta akan dibagi menjadi 10 sesi ujian selama 10 hari. Pasalnya, pihak panitia menyesuaikan ketersediaan desktop di setiap pusat UTBK. Peserta UTBK akan mengetahui hasil tesnya pasca 10 hari pelaksanaan ujian. (nd)
GEMA-Anggota Paguyuban Rektor dan Wakil Rektor Perguruan Tinggi Negeri se-Jawa Timur berkumpul dalam Rapat Kerja di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (9/4). Dalam kesempatan ini, seluruh pimpinan universitas mendiskusikan beberapa hal penting terkait kinerja di 2019. Ketua Paguyuban Drs. Moh. Hasan, M.Sc., Ph.D. menyatakan ada tiga hal penting yang akan menjadi fokus bahasan. Pertama, yakni rencana terdekat terkait pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan SBMPTN 2019. Selanjutnya, ialah membahas hasil diskusi komite nasional olahraga Indonesia wilayah Jawa Timur. Dan yang terakhir tentang Western Australia East Java University Consortium.
Pihak paguyuban, masih kata Hasan, menginginkan agar forum seperti ini tetap dijaga. Pasalnya, forum tersebut, selain untuk sharing hasil kinerja juga sekaligus temu silaturahim antar petinggi kampus. “Kita juga sekaligus bisa belajar dari lainnya terkait pengelolaan kampus,” imbuhnya. Sementara itu, sebagai tuan rumah, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menyambut hangat seluruh tamunya. Ia juga turut meminta maaf atas pelaksanaan raker yang harus tertunda. “Kami baru bisa memenuhi amanah ini karena di bulan sebelumnya, kami masih disibukkan dengan asesmen dari BAN-PT,” terang Prof. Haris. Raker Paguyuban Rektor berlangsung selama sehari. Pembukaan berlangsung di Aula Gedung Rektorat Lt. 5. Para rektor dan wakilnya juga didampingi oleh pasangan masing-masing. Para ibu Dharma Wanita tersebut juga diagendakan dalam forum diskusi di tempat terpisah. (nd)
GEMA-Minggu ke-5 pelaksanaan Mukhoyyam Arabi diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Fakultas Syariah, Sabtu (6/4). Sesuai jadwal, Sabtu depan (13/4) adalah pelaksanaan terakhir acara tahunan milik Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA) ini. Direktur Pusat Pengembangan Bahasa, Dr. M. Abdul Hamid mengatakan, pihak PKPBA membagi mahasiswa sedetil mungkin. Karena tidak mungkin seluruh angkatan 2018 dijadikan satu. “Pembagian ini dirancang agar kegiatan Mukhoyyam Arabi bisa berjalan dengan efektif,” imbuhnya. Pelaksanaan kegiatan outdoor ini, lanjut Hamid, selalu dipertahankan oleh PKPBA agar menjadi ajang refreshing bagi pembelajaran. Pihaknya menyadari bahwa waktu pembelajaran PKPBA sangat panjang dan padat sehingga perlu ada pembaharuan. “Selain agar mereka tidak penat belajar di kelas, kegiatan semacam ini juga untuk praktik mereka menggunakan Bahasa Arab yang sudah dipelajari,” jelasnya.
Danial Hilmi, Ketua PKPBA, menambahkan, Mukhoyyam Arabi ialah ajang recharge semangat baik bagi mahasiswa maupun dosen. Ragam kegiatan yang dirancang membuat suasana belajar tidak kaku. “Sekaligus sebagai kompetisi antar kelas agar semangat belajarnya muncul lagi,” tuturnya. Aktivitas yang dirancang PKPBA dalam kegiatan ini ialah kompetisi yel antar kelas dalam Bahasa Arab. Tak hanya itu, beragam lomba untuk mengasah pengetahuan berbahasa Arab juga diadakan yang tentu masih sejalan dengan apa yang telah dipelajari selama di kelas.
GEMA-Bidikmisi on March (BIOMA) 2019 yang merupakan agenda tahunan Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi (KBMB) UIN Malang kembali digelar, Sabtu (30/3). Tahun ini merupakan tahun kelima diselenggarakannya acara terbesar KBMB tersebut. Terlaksana di Ruang Sidang Sport Center, BIOMA dihadiri lebih dari 10 universitas. Berbeda dari sebelumnya, BIOMA 2019 hanya mengadakan lomba esai nasional tingkat mahasiswa. “Tidak lagi ada lomba tingkat SMA karena dianggap terlalu membuang dana dan persiapan kita juga mepet,” ujar Reza, Badan Pengurus Harian KBMB. Reza melanjutkan BIOMA tahun sebelumnya mengadakan lomba Karya Tulis Ilmiah untuk tingkat mahasiswa. “Kita beralih ke esai yang biaya pendaftarannya lebih rendah, jadi pendaftar akan lebih banyak,” jelasnya. Jumlah pendaftar esai tahun ini mencapai 150 karya. Babak final diikuti oleh 15 grup yang lolos penyisihan. Tercatat ada 12 universitas yang mengirimkan delegasi ke UIN Malang. Di antaranya Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Univeritas Swadaya Gunugjati, dan Institut Pertanian Bogor. “Ada juga dari Universitas Pertamina, UIN Walisongo, Universitas Diponegoro dan yang paling jauh Universitas Mataram,” jelas Reza. UIN Malang sebagai tuan rumah mengirim satu grup untuk memperebutkan gelar juara. Perwakilan Universitas Diponegoro berhasil meraih juara pertama esai nasional BIOMA 2019. Tema penelitian yang diambil ialah alat penyedia air bersih pasca bencana gempa bumi. “Sangat inovatif dan sesuai dengan kejadian akhir-akhir ini,” jelas salah satu juri. Disusul Universitas Negeri Malang sebagai juara kedua dan Universitas Negeri Yogyakarta sebagai juara ketiga. (ir/nd)
GEMA-Pelantikan pengurus Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang dihadiri oleh Polres Kota Malang, Jumat (29/3). Kedatangan mereka ialah untuk berbagi pencegahan berita hoax di kalangan mahasiswa. Humas Polres Kota Malang IPDA Ni Made Seruni Marhaeni menjadi narasumber utama pada kuliah tamu Tetap Eksis Tanpa Hoax. Akhir-akhir ini, tutur IPDA Seruni, banyak beredar berita yang belum pasti kebenarannya di kalangan pemuda Kota Malang khususnya. Seperti video viral tentang pemukulan seorang ibu pada anaknya. “Banyak justifikasi yang terlontar tanpa pencarian klarifikasi pelaku terlebih dahulu,” imbuhnya. Pihaknya kemudian sigap mencari informasi tersebut dan segera merilis klarifikasi dengan yang bersangkutan. Hal ini dilakukan agar tidak omongan negatif yang tidak berdasar. “Akhirnya dengan klarifikasi tersebut, yang bersangkutan memang mengakui adanya kekhilafan,” terang wanita berkacamata tersebut. Ia pun menegaskan aturan mengenai share informasi yang sering dilakukan mahasiswa sebagai pengguna gawai. “Jangan terburu-buru sebar informasi hanya karena sedang viral,” lanjutnya. Ia meminta agar selalu bersikap bijak sebelum membagikan informasi apapun. Kehadiran Humas Polres Kota Malang juga sekaligus untuk bekerjasama dengan fakultas yang dipimpin oleh Dr. Sri Harini itu. Kedua belah pihak kemudian bekerjasama melalu Penandatanganan Kerja Sama (PKS). Andik Irwan, Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Saintek, menjelaskan kerjasama dengan Polres Kota Malang ditujukan untuk mendapatkan pembinaan khususnya bagi mahasiswa yang menjadi pengurus OMIK. "Rencananya akan ada latihan dasar yang dibina oleh Polres Kota Malang dalam waktu dekat," jelasnya. (ptt/nd)
GEMA-Tiga mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi UIN Malang meraih predikat juara kedua di Islamic Economics Olympiad di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (26/3). Olimpiade ini merupakan rangkaian dari Sharia Economics Week 7 dengan tema The Urgency of the islamic Finance Industry in the Face of Asia-Pacific Rebalance 2025. Muhammad Arif Fachrudin, ketua grup, menjelaskan ada enam grup yang lolos di semi final. Mereka ialah perwakilan dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga Surabaya, Institut Pertanian Bogor, dan juga UIN Malang. Dalam ajang final, dua grup dari UGM dan UIN Malang bertarung kembali. “Dan kami mendapat predikat juara kedua,” tuturnya bersyukur. Tim dari jurusan tersebut ialah Arif serta dua orang temannya, Lailatul Husna dan Alif Laili Munazila. Ketiga mahasiswa angkatan 2016 tersebut mempersiapkan diri dengan diskusi untuk mendalami tema kegiatan. Arif berharap, mahasiswa FE lain akan termotivasi untuk mengikuti ajang perlombaan serupa. “Ada banyak event yang bisa diikuti dan dimenangkan teman-teman FE UIN Malang,” ujarnya. (ir/nd)
GEMA-60 peserta mengikuti seleksi Akademi Sahur Indonesia (AKSI) di Home Theatre Fakultas Humaniora, UIN Malang, Jumat (29/3). AKSI merupakan acara berating tinggi milik stasiun televisi swasta Indosiar yang disiarkan setiap Bulan Ramadhan saat santap sahur. Pihak Indosiar memilih UIN Malang sebagai salah satu tempat audisi karena dinilai strategis. Muhammad Ulin Nuha, tim ahli penilai audisi, menyatakan UIN Malang telah memiliki mahasiswa yang berasal dari seluruh propinsi di Indonesia. “Sehingga kami harap, peserta yang lolos nanti bervariasi domisili asalnya,” imbuhnya. Tak hanya itu, ia juga tertarik karena kampus berlogo ulul albab ini memiliki sistem keilmuan yang terintegrasi. Tak hanya melulu belajar agama. “Kami ingin nanti ada dai muda yang mix antara ilmu umum dan agama,” jelas utusan Pusat Studi al Quran Jakarta tersebut. Ulin melanjutkan, pihaknya akan memilih 30 calon dai terbaik untuk diseleksi kembali di Jakarta bersama perwakilan yang audisi di tempat lain. “Akan kami peringkat kembali untuk tampil di televisi,” terangnya. Rendi Adi Putra, salah satu peserta audisi mengaku telah mempersiapkan diri untuk AKSI selama dua minggu. Sejak mengetahui informasi audisi, dirinya langsung mendalami materi-materi yang ingin dijadikan bahan ceramah. “Saya berharap bisa lolos sampai tampil di Jakarta dan membanggakan orang tua,” tutur peserta audisi termuda karena masih berusia 16 tahun ini. (kh/nd)